Top PDF TINJAUAN YURIDIS TENTANG SISTEM CROWDFUNDING DI INDONESIA.

TINJAUAN YURIDIS TENTANG SISTEM CROWDFUNDING DI INDONESIA.

TINJAUAN YURIDIS TENTANG SISTEM CROWDFUNDING DI INDONESIA.

Metode! pendekatan! yang! digunakan! dalam! penelitian! ini! adalah! yuridis! normatif! yaitu! menelaah! kaidahBkaidah! hukum,! dengan! spesifikasi! penelitian! bersifat! deskriptif! analitis! yakni! dibuat! secara! sistemaits,! sehingga! diperoleh! gambaran! menyeluruh! dan! sistematis! atas! penelitian! ini.!Hasil!penelitian!menunjukkan!bahwa!belum!ada!peraturan!perundangB undangan! yang! mengatur! mengenai! pembiayaan! menggunakan! sistem! crowdfunding+ ini.! Adanya! indikasi! peraturan! perundangBundangan! yang! dapat! mengatur! pembiayaan! sistem! crowdfunding+ ini! juga! masih! belum! jelas.! Untuk! jenis! donation.based+ crowdfunding,! reward.based+ crowdfunding,! dan! debt.based+ crowdfunding,! adalah! sah! menurut! hukum! perjanjian! dan! mirip! dengan! perjanjian! hibah,! perjanjian! jualBbeli,! dan! perjanjian! pinjamBmeminjam.! Namun,! khusus! equity.based+ crowdfunding! adalah!tidak!sah!menurut!hukum!perjanjian,!mengingat!yang!menjadi!objek! adalah!saham!sehingga!bertentangan!dengan!ketentuan!UU!Pasar!Modal.! Menurut! hukum! pembiayaan,! keempat! jenis! crowdfunding+ adalah! sah,! karena! memenuhi! unsurBunsur! yuridis! dan! unsurBunsur! pokok! suatu! pembiayaan.+
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Terhadap Perdagangan Anak Yang Masih Dalam Kandungan Dihubungkan Dengan Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang

Tinjauan Yuridis Terhadap Perdagangan Anak Yang Masih Dalam Kandungan Dihubungkan Dengan Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERDAGANGAN ANAK YANG MASIH DALAM KANDUNGAN DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA P[r]

3 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Tentang Pengertian Kebebasan Menyatakan Pendapat Sebagi Hak Asasi Manusia Di Indonesia

Tinjauan Yuridis Tentang Pengertian Kebebasan Menyatakan Pendapat Sebagi Hak Asasi Manusia Di Indonesia

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa penulisan hukum (skripsi) berjudul : TINJAUAN YURIDIS TENTANG PENGERTIAN KEBEBASAN MENYATAKAN PENDAPAT SEBAGAI HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA adalah betul-betul karya sendiri. Hal-hal yang bukan karya saya dalam penulisan hukum (skripsi) ini diberi tanda citasi dan ditujukkan dalam daftar pustaka. Apabila di kemudian hari terbukti pernyataan saya tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan penulisan hukum (skripsi) dan gelar saya peroleh dari penulisan hukum (skripsi) ini.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Peranan Lembaga Mediasi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Asuransi Di Indonesia Studi Di Badan Mediasi Asuransi Indonesia (Bmai)

Tinjauan Yuridis Peranan Lembaga Mediasi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Asuransi Di Indonesia Studi Di Badan Mediasi Asuransi Indonesia (Bmai)

TINJAUAN YURIDIS PERANAN LEMBAGA MEDIASI SEBAGAI ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA ASURANSI DI INDONESIA STUDI DI BADAN MEDIASI ASURANSI INDONESIA BMAI SKRIPSI Disusun Dan Diajuk[r]

6 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Tentang Status Kewarganegaraan Dari Pasangan Perkawinan Campur Menurut Undang-Undang Kewarganegaraan Rapublik Indonesia No. 12 Tahun 2006

Tinjauan Yuridis Tentang Status Kewarganegaraan Dari Pasangan Perkawinan Campur Menurut Undang-Undang Kewarganegaraan Rapublik Indonesia No. 12 Tahun 2006

Intan Harahap: Tinjauan Yuridis Tentang Status Kewarganegaraan Dari Pasangan Perkawinan Campur Menurut Undang-Undang Kewarganegaraan Rapublik Indonesia No... Intan Harahap: Tinjauan Yuri[r]

130 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN LISENSI COPYRIGHTS NOVEL TERJEMAHAN DIKAITKAN DENGAN HUKUM INTERNASIONAL DAN HUKUM NASIONAL INDONESIA. - Repositori Universitas Andalas

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN LISENSI COPYRIGHTS NOVEL TERJEMAHAN DIKAITKAN DENGAN HUKUM INTERNASIONAL DAN HUKUM NASIONAL INDONESIA. - Repositori Universitas Andalas

SKRIPSI TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN LISENSI COPYRIGHTS NOVEL TERJEMAHAN DIKAITKAN DENGAN HUKUM INTERNASIONAL DAN HUKUM NASIONAL INDONESIA Diajukan Untuk Memenuhi Persy[r]

1 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Terhadap CYBERCRIME Di Indonesia

Tinjauan Yuridis Terhadap CYBERCRIME Di Indonesia

Modus operandi Cybercrime sangat beragam dan terus berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi, tetapi jika diperhatikan lebih seksama akan terlihat bahwa banyak di antara kegiatan-kegiatan tersebut memiliki sifat yang sama dengan kejahatan- kejahatan konvensional yang selama ini sudah dikenal. Perbedaan utamanya adalah bahwa Cybercrime menggunakan komputer sebagai alat dalam pelaksanaannya. Kejahatan-kejahatan yang berkaitan dengan kerahasiaan, integritas dan keberadaan data dan sistem komputer yang perlu mendapat perhatian khusus, sebab kejahatan-kejahatan ini memiliki karakter yang berbeda dari kejahatan-kejahatan konvensional. yang selama ini sudah dikenal.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Terhadap Pengangkatan Anak (Adoptie) Warga Negara Indonesia Oleh Warga Negara Asing (Sk Menteri Sosial Ri No.13 / Huk / Tahun 1993 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengangkatan Anak - Study Di Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara

Tinjauan Yuridis Terhadap Pengangkatan Anak (Adoptie) Warga Negara Indonesia Oleh Warga Negara Asing (Sk Menteri Sosial Ri No.13 / Huk / Tahun 1993 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengangkatan Anak - Study Di Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara

Pengangkatan anak menurut hukum adat biasanya dilakukan menurut adat setempat dan tidak ada suatu kesatuan cara yang berlaku bagi seluruh wilayah/daerah Indonesia. Menurut hukum adat Indonesia, anak angkat ada yang menjadi pewaris bagi orang tua angkatnya, tetapi ada pula yang tidak menjadi ahli waris dari orang tua angkatnya, tetapi ada pula yang tidak menjadi ahli waris dari orang tua angkatnya. Hal ini tergantung dari daerah mana perbuatan pengangkatan anak itu dilakukan. Dalam hal kedudukan anak angkat terhadap akibat hukum pengangkatan anak menurut hukum adat adalah kedudukan anak angkat di dalam masyarakat yang sifat susunan kekerabatannya parental seperti di Jawa, berbeda dengan kedudukan anak angkat dalam masyarakat yang susunan kekerabatan patrilineal seperti Bali. Perbedaannya adalah di Jawa perbuatan pengangkatan anak hanya diambil dari keluarga terdekat, sehingga keadaan tersebut tidak memutuskan hubungan pertalian kekerabatan antara anak yang diangkat dengan orang tua kandung. Akibatnya anak itu tetap berhak mewarisi harta peninggalan dari orang tua angkat, disamping itu berhak pula mewarisi harta warisan dari orang tua kandungnya. Di Bali tindakan mengangkat anak merupakan kewajiban hukum untuk melepaskan anak yang diangkat dari keluarganya masuk kedalam
Baca lebih lanjut

139 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS CERAI TALAK TERHADAP ISTRI YANG BERADA DI LUAR NEGERI SEBAGAI TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) DIHUBUNGKAN DENGAN HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF DI INDONESIA.

TINJAUAN YURIDIS CERAI TALAK TERHADAP ISTRI YANG BERADA DI LUAR NEGERI SEBAGAI TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) DIHUBUNGKAN DENGAN HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF DI INDONESIA.

Penulisan hukum ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, yaitu penelitian dititik beratkan pada penggunaan data sekunder, yang mencakup bahan hukum primer, sekunder, tertier. Sedangkan spesifikasi penelitian yang digunakan bersifat deskriptif analisis, yaitu penelitian menggambarkan situasi atau peristiwa yang sedang diteliti dan kemudian menganalisisnya berdasarkan fakta-fakta berupa data sekunder yang diperoleh dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Analisis data dilakukan secara normatif kualitatif. Normatif karena penelitian bertolak dari Peraturan Perundang-undangan sebagai norma hukum positif. Sedangkan kualitatif karena merupakan analisis data dari hasil penelitian, dianalisisnya dengan tidak menggunakan rumus statistik.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Terhadap Cybercrime di Indonesia

Tinjauan Yuridis Terhadap Cybercrime di Indonesia

Modus operandi Cybercrime sangat beragam dan terus berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi, tetapi jika diperhatikan lebih seksama akan terlihat bahwa banyak di antara kegiatan-kegiatan tersebut memiliki sifat yang sama dengan kejahatan-kejahatan konvensional yang selama ini sudah dikenal. Perbedaan utamanya adalah bahwa Cybercrime menggunakan komputer sebagai alat dalam pelaksanaannya. Kejahatan-kejahatan yang berkaitan dengan kerahasiaan, integritas dan keberadaan data dan sistem komputer yang perlu mendapat perhatian khusus, sebab kejahatan-kejahatan ini memiliki karakter yang berbeda dari kejahatan-kejahatan konvensional yang selama ini sudah dikenal.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENERAPAN PIDANA MATI DALAM SISTEM PEMIDANAAN INDONESIA

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENERAPAN PIDANA MATI DALAM SISTEM PEMIDANAAN INDONESIA

Penerapan pidana mati dalam sistem pemidanaan di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari adanya kekuasaan kehakiman yang berlaku di Indonesia. Hakim dalam mengadili pelaku tindak pidana harus melalui proses penyajian kebenaran dan keadilan dalam suatu putusan pengadilan sebagai rangkaian proses penegakan hukum, maka dapat dipergunakan teori kebenaran. Dengan demikian, putusan pengadilan dituntut untuk memenuhi teori pembuktian, yaitu saling berhubungan antara bukti yang satu dengan bukti yang lain, misalnya, antara keterangan saksi yang satu dengan keterangan saksi yang lain atau saling berhubungan antara keterangan saksi dengan alat bukti lain sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Mengenai Asuransi Dalam Transaksi Bisnis Melalui Internet (E-Commerce) Dalam Persfektif Hukum Perdata Indonesia

Tinjauan Yuridis Mengenai Asuransi Dalam Transaksi Bisnis Melalui Internet (E-Commerce) Dalam Persfektif Hukum Perdata Indonesia

Michael Chissik dan Alistair Kelman mengemukakan bahwa sekarang ini telah menjadi revolusi di dunia cyber khususnya e-commerce sebagaimana dikatakan : “Everybody agrees that electronic commerce is going to revolutionise spending habits and change the way business is conduct. The reasons are many and varied such as globalization and the dismantling of trade barriers, the deployment of smart cards, the internet, and the de facto emergence of English as the global language”. Pernyataan di atas mengandung makna bahwa setiap orang menyetujui bahwa komersialisme melalui elektronik merupakan suatu revolusi yang menghilangkan dan merubah sistem bisnis biasa. Alasannya adalah telah timbulnya globalisasi dan perdagangan bebas, perkembangan sistem kartu identitas dan sebagainya, internet adalah satu hal yang sangat penting juga khususnya dalam perkembangan bahasa bisnis global.
Baca lebih lanjut

132 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS MALPRAKTEK MEDIS DALAM SISTEM HUKUM INDONESIA

TINJAUAN YURIDIS MALPRAKTEK MEDIS DALAM SISTEM HUKUM INDONESIA

Kelemahan sistem hukum kesehatan di Indonesia karena Indonesia belum memiliki hukum normatif (Undang-Undang) tentang malpraktek medis sehingga pengaturan dan ketentuan yuridis bila terjadi malpraktek tidak ada. Permasalahan lain yakni, kesediaan dokter yang dijadikan saksi ahli dalam suatu kasus dugaan malpraktek karena diantara dokter itu sendiri terdapat perlindungan korps dan saling berusaha untuk tidak membeberkan kesalahan dokter lainnya. Namun, tidak berarti upaya-upaya hukum untuk menuntut hak pasien berkaitan dengan kasus malpraktek selamanya akan gagal. Pasien dengan bekal pembuktian yang kuat dan bila dokter benar-benar terbukti melakukan malpraktek, pasti hak pasien akan diterima kembali. Oleh karena itu, pasien yang merasa memiliki keluhan atas pelayanan medis yang diterimanya di institusi kesehatan, harus mengumpulkan informasi sebanyak mungkin agar upaya menuntut keadilan atas haknya tidak sia- sia.
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERAN PEMERINTAH DALAM MEMBERIKAN PERLINDUNGAN HUKUM KEPADA ANAK DARI TENAGA KERJA INDONESIA YANG LAHIR AKIBAT PERKOSAAN DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2002.

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERAN PEMERINTAH DALAM MEMBERIKAN PERLINDUNGAN HUKUM KEPADA ANAK DARI TENAGA KERJA INDONESIA YANG LAHIR AKIBAT PERKOSAAN DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2002.

Penulisan skripsi berdasarkan metode pendekatan yuridis normatif dan metode deskriptif analitis, yaitu memfokuskan pemecahan masalah berdasarkan data yang diperoleh yang kemudian dianalisa berdasarkan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan terkait hukum perlindungan anak di Indonesia, literatur serta bahan lain yang berhubungan dengan penelitian dan penelitian lapangan untuk memperoleh data primer melalui wawancara dan selanjutnya data dianalisis secara yuridis kualitatif.

1 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN    TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PELAKSANAAN PENGANGKATAN ANAK PASCA BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 2006.

PENDAHULUAN TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PELAKSANAAN PENGANGKATAN ANAK PASCA BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 2006.

Selain itu juga harus disadari bahwa pengangkatan anak yang sesuai dengan budaya dan akidah dalam masyarakat Indonesia tidak memutuskan hubungan darah antara anak yang diangkat dengan orangtua kandungnya. Hal sensitif yang juga harus disadari oleh calon orangtua angkat dan orang tua kandung adalah bahwa calon orangtua angkat harus seagama dengan agama yang dianut oleh calon anak angkat, hal ini penting diperhatikan oleh karena pengaruh agama orangtua angkat terhadap anak angkat hanya memiliki satu arus arah dari orangtua angkat terhadap anak angkatnya, jika hal ini terjadi maka akan sangat melukai hati dan nurani serta akidah orangtua kandung anak angkat itu (Budiarto, 1991: 56).
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENERAPAN ASAS RETROAKTIF DALAM UNDANG-UNDANG NO 15 TAHUN 2003 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA TERORISME.

PENDAHULUAN TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENERAPAN ASAS RETROAKTIF DALAM UNDANG-UNDANG NO 15 TAHUN 2003 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA TERORISME.

Kasus kejahatan terorisme di Indonesia Tragedi Bali, tanggal 12 Oktober 2002 merupakan tindakan terorisme, menimbulkan korban sipil terbesar di dunia, yaitu menewaskan 184 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Seperti aksi Bom Natal tahun 2000, kemudian kejadian 81 bom dan 29 peledakan di Jakarta pada tahun 2001, serta bom Marriot tahun 2003. Kejahatan seperti ini jika merujuk pada KUHP yang sifatnya kaku dan tidak dinamis, maka akan memungkinkan untuk tidak mendapatkan penyelesaian hukum yang seharusnya. Asas retroaktif inilah yang diperlukan dalam menyelesaikan kasus-kasus tindak pidana khusus seperti terorisme ini.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Sistem Pendidikan di In

Tinjauan Yuridis Sistem Pendidikan di In

Dalam alinea keempat UUD NRI Tahun 1945 menyebutkan bahwa salah satu tujuan hadirnya negara Indonesia adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka haruslah dibangun dan ditopang dengan sistem pendidikan yang baik. Tolak ukur keberhasilan suatu sistem pendidikan dikonkretkan didalam Pasal 31 ayat (3) UUD NRI 1945. Dalam pasal tersebut menjelaskan bahwa tujuan utama dalam sistem pendidikan nasional adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia. Sehingga proses pendidikan haruslah mampu membangun 3 ranah yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...