Top PDF TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA PEMAKSAAN PERSETUBUHAN OLEH ORANG TUA TERHADAP ANAKNYA (Studi Kasus Putusan Nomor 1459/Pid.B/2013/PN. Mks)

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA  PEMAKSAAN PERSETUBUHAN OLEH ORANG TUA TERHADAP  ANAKNYA   (Studi Kasus Putusan Nomor 1459/Pid.B/2013/PN. Mks)

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA PEMAKSAAN PERSETUBUHAN OLEH ORANG TUA TERHADAP ANAKNYA (Studi Kasus Putusan Nomor 1459/Pid.B/2013/PN. Mks)

Dalam hal tindak pidana persetubuhan terhadap anak, sebenarnya perangkat perundang-undangan di Indonesia sudah cukup lengkap, yaitu terdapat di Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Undang-Undang Perlindungan Anak selain itu juga terdapat dalam Undang-Undang Kesejahteraan anak maupun di Undang-undang peradilan anak. Akan tetapi dari masa ke masa kejahatan itu selalu tumbuh dan berkembang di dalam lingkungan masyarakat. Hampir setiap hari media massa tak pernah sepi memberitakan peristiwa- peristiwa tentang tindak pidana pemerkosaan maupun persetubuhan baik dengan korban perempuan dewasa maupun dengan korban anak. Melihat kenyataan tersebut maka sudah seharusnya hukum pidana memberikan sanksi yang setimpal bagi pelaku kejahatan tersebut sehingga supremasi hukum benar-benar ditegakkan dan tercipta ketertiban dalam masyarakat. Disamping itu, sanksi tersebut diharapkan memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan sehingga tidak akan mengulangi perbuatannya dimasa mendatang serta mencegah orang lain agar tidak melakukan kejahatan tersebut karena suatu ancaman sanksi yang cukup berat.
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA PENGHINAAN (Studi Kasus Putusan Nomor: 271/PID.B/2013/PN.Mks)

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA PENGHINAAN (Studi Kasus Putusan Nomor: 271/PID.B/2013/PN.Mks)

xii Akhirnya tibalah rasa bahagia yang penuh haru, untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada orang-orang yang Penulis cintai. Penghormatan dan penghargaan yang setinggi-tingginya serta terima kasih yang pertama dan paling utama tentunya kepada kedua orang tua Penulis. Bapak Umar dan ibu Jamiah, yang telah mencurahkan cinta dan kasih sayangnya, membesarkan dan mendidik Penulis, hingga meraih gelar Sarjana Hukum. Penulis menyadari bahwa apa yang Ayah dan Ibu berikan tidak dapat dinilai dengan materi. Ketulusanmu mendidik dan menanamkan nilai-nilai moral dalam diri ini, Insya Allah akan mengantarkan Penulis menjadi orang besar kelak. Kini Allah SWT. telah mengabulkan doamu sehingga Penulis berhasil menjadi orang yang pertama meraih gelar Sarjana, yaitu Sarjana Hukum (S.H) dalam keluarga. Semoga engkau tetap dalam lindungan-Nya dan kepadamulah kupersembahkan karya ini.
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN TERHADAP ANAK (Studi Kasus Putusan No. 761/Pid.B/2013/PN. Makassar)

TINJAUAN YURIDIS TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN TERHADAP ANAK (Studi Kasus Putusan No. 761/Pid.B/2013/PN. Makassar)

Bahwa terdakwa IRSAN alias ICCANG pada tanggal yang sudah tidak di ingat lagi sekitar bulan oktober 2012 sampai dengan bulan 2013 atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan oktober tahun 2012 sampai bulan maret tahun 2013 bertempat di jalan tanjung bayam kota makassar atau setidak-tidaknya pada suatu tempat-tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum pengadilan Negri Makassar, dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak yaitu EKAWATI FADILA melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain, perbuatan tersebut dilakukan terdakwa dengan cara antara lain sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA  PENCURIAN DENGAN KEKERASAN YANG DILAKUKAN  SECARA BERSAMA-SAMA  (Studi Kasus Putusan Nomor : 846/ Pid.B/ 2012 / PN. Mks

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN YANG DILAKUKAN SECARA BERSAMA-SAMA (Studi Kasus Putusan Nomor : 846/ Pid.B/ 2012 / PN. Mks

Bahwa ia Bahwa ia Terdakwa Randi Imanuel Alias Randi alias Randi, pada hari Rabu tanggal 21 Maret 2012 sekitar pukul 22.00 Wita, atau setidak-tidaknya pada suatu waktu yang masih termasuk dalam bulan Maret Tahun 2012, bertempat di JL. Veteran Selatan No. 66 Counter handphone Fausan Cell Kota Makassar, atau setidak-tidaknya pada tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Makassar, dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, untuk memberikan barang sesuatu berupa 1 (satu) buah Laptop merk Compact 15 Inci warna hitam, 3 (tiga) buah Handphone masing-masing Merk Blackberry Bold 9900, Nokia 6880, Samsung Flexi, 1 (satu) Jam tangan merk Casio dan uang tunai sebesar Rp. 500.000,. (Lima ratus ribu rupiah) atau setidak-tidaknya lebih dari Rp. 250,.( dua ratus lima puluh rupiah), yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain, atau supaya membuat hutang maupun menghapuskan piutang,
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN (Studi Kasus Putusan Nomor: 1357/pid B/2014/PN.MKS)

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN (Studi Kasus Putusan Nomor: 1357/pid B/2014/PN.MKS)

"Unsur obyektif ketiga" dari tindak pidana pencurian yang diatur dalam Pasal 362 KUHP itu ialah "eenig goed" atau "suatu benda". Kata "goed" atau 'benda' itu oleh para pembentuk Kitab Undag- undang Hukum Pidana yang berlaku di Indonesia dewasa ini, ternyata bukan hanya dipakai di dalam rumusan Pasal 362 KUHP saja melainkan juga di dalamrumusan-rumusan dari Iain-Iain tindak pidana, seperti pemerasan, penggel apan, penipuan, pengrusakan, dan lain-lain. Pada waktu Pasal 362 KUHP tertentu, orang hanya bermaksud untuk mengartikan kata "goed" yang terdapat di dalam rumusannya, semata-mata sebagai "stoffelijk en reorend god" atau sebagai 'sebagai benda yang berwujud dan menurut sifatnya dapat dipindahkan'.
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

TINJAUAN HUKUM PIDANA ISLAM TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI MAKASSAR NOMOR: 1459/PID/B/2013/PN.MKS TENTANG TINDAK PIDANA PERKOSAAN TERHADAP ANAK KANDUNG DI BAWAH UMUR.

TINJAUAN HUKUM PIDANA ISLAM TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI MAKASSAR NOMOR: 1459/PID/B/2013/PN.MKS TENTANG TINDAK PIDANA PERKOSAAN TERHADAP ANAK KANDUNG DI BAWAH UMUR.

Selanjutnya hakim menimbang, bahwa dari keterangan saksi-saksi dan terdakwa diperoleh fakta bahwa terdakwa adalah orang yang telah menyetubuhi anak kandungnnya sendiri, dan dengan sengaja melakukan kekarasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya. Sengaja adalah perbuatan yang oleh pelakunya disadari, dikehendaki dan diketahui akibatnya, akibat perbuatan terdakwa tersebut menyebabkan korban hamil. Menimbang bahwa terdakwa dalam keadaan mabuk telah memaksa anak kandungnnya untuk melayani berhubungan suami istri. Dan menimbang sepanjang persidangan tidak ditemukan adanya alasan pemaaf, alasan pembenaran atau alasan lainnya yang dapat menghapus atas pidana, maka pidana yang akan dijatuhkan kepada terdakwa bukanlah dimaksudkan sebagai pembalasan tapi adalah pembinaan agar di masa yang akan datang terdakwa akan lebih baik lagi atau mudah-mudahan dengan dipidanahnya terdakwa ada efek jeranya;
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

Tinjauan hukum pidana Islam terhadap sanksi tindak pidana pemaksaan persetubuhan kepada anak: studi Putusan Nomor 104/Pid.Sus/2018/PN Trg

Tinjauan hukum pidana Islam terhadap sanksi tindak pidana pemaksaan persetubuhan kepada anak: studi Putusan Nomor 104/Pid.Sus/2018/PN Trg

Contoh kasus mengenai persetubuhan secara paksa terhadap anak dibawah umur yang dilakukan oleh orang tua kandung terjadi dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Tenggarong, seperti dalam Putusan Nomor 104/Pid.Sus/2018 PN Trg. Terdakwa yang bernama Eko Sulistiono memaksa anak kandungnya Lailatul Rohmah untuk melakukan persetubuhan. Persetubuhan dilakukan Terdakwa kepada Korban sebanyak 23 kali kejadian tersebut dilakukan Terdakwa ketika anaknya berusia 12 sampai 14 tahun. Bertempat di rumah Terdakwa dan Korban yang bermula ketika Terdakwa bernafsu melihat anak kandungnya Lailatul Rohmah sedang tidur di ruang tamu, untuk mencapai maksud Terdakwa bisa menyetubuhi Lailatul Rohmah, Terdakwa lalu mendekati Korban sambil memijit-mijit kaki Korban, Korban yang kaget berusaha bangun namun ditarik tangannya oleh Terdakwa lalu Terdakwa melakukan aksi bejatnya. Korban pernah menangis dan bilang kepada Terdakwa ‚jangan pak, jangan pak‛ tetapi Terdakwa tetap melakukan persetubuhan tersebut, kemudian Terdakwa bilang ke Korban ‚jangan bilang mamamu ya, nanti mama sama bapak bisa pisah kalo sampai mamamu tau ini‛. Setelah kejadian yang pertama tersebut, Terdakwa
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak  Pidana Persetubuhan Yang Dilakukan Oleh Anak Terhadap Anak ( Studi  Kasus Nomor : 1157 / Pid.B / 2012 / PN. Mks ).

Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Persetubuhan Yang Dilakukan Oleh Anak Terhadap Anak ( Studi Kasus Nomor : 1157 / Pid.B / 2012 / PN. Mks ).

 Bahwa terdakwa dan saksi korban sejak bulan Juli tahun 2010 berpacaran, dan di awal tahun 2011 saat orang tua yaitu bapak terdakwa meninggal dunia, saksi ITA JULIATI SUKARSA sering mengunjungi terdakwa bertempat di rumah terdakwa yaitu di Kompleks Budi Daya Permai Blok E No. 12 Tamalanrea Kota Makassar, dan di sekitar awal tahun 2011 tersebut, untuk pertama kalinya terdakwa mengajak saksi ITA JULIATI SUKARSA menuju ke kamar terdakwa yang terletak di lantai 2, sesampainya di tempat tersebut, terdakwa lalu mengajak saksi untuk melakukan hubungan layaknya hubungan suami istri, namun hal tersebut ditolak oleh saksi, selanjutnya terdakwa merayu dan membujuk saksi bahwa terdakwa akan bertanggung jawab dan akan menikahi saksi ITA JULIATI SUKARSA, mendengar terdakwa mengatakan hal tersebut di atas, maka saksi ITA JULIATI SUKARSA akhirnya tidak menolak untuk memenuhi perkataan terdakwa yaitu bersetubuh dengan terdakwa layaknya hubungan suami istri.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA  PERSETUBUHAN TERHADAP ANAK   (Studi Kasus Nomor Putusan 139/PID.B/2012/PN. PINRANG)

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN TERHADAP ANAK (Studi Kasus Nomor Putusan 139/PID.B/2012/PN. PINRANG)

Bahwa terdakwa Muhammad Aras, S.Pd Bin Muhammad Saleh, pada hari Rabu tanggal 13 Juni 2012 sekitar jam 09.00 WITA atau setidak-tidaknya pada waktu lain pada dalam tahun 2012, bertempat di kamar mandi ruangan kepala sekolah SMP Negeri 5 Data Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang atau setidak-tidaknya pada suatu tempat- tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Pinrang, dengan segaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak yang bernama Afadaliah Binti Sahuddin untuk melakukan persetubuhan dengannya atau orang lain yang dilakukan terdakwa dengan cara sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

ANALISIS YURIDIS PEMIDANAAN BAGI PELAKU ANAK DALAM TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN (PUTUSAN NOMOR 787/PID/2011/PT.SBY)

ANALISIS YURIDIS PEMIDANAAN BAGI PELAKU ANAK DALAM TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN (PUTUSAN NOMOR 787/PID/2011/PT.SBY)

Syukur Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis ucapkan Kehadirat Allah SWT Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang atas segala Rahmat, Petunjuk, serta Hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul : Analisis Yuridis Pemidanaan Bagi Pelaku Anak dalam Tindak Pidana Persetubuhan (Putusan Nomor 787/PID/2011/PT.SBY). Penulisan skripsi ini merupakan tugas akhir sebagai syarat untuk menyelesaikan Program Studi Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Jember serta mencapai gelar Sarjana Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Jember.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pemberian Pidana oleh Hakim dalam Tindak Pidana Perkosaan yang Dilakukan Oknum Polisi (Studi Kasus : Putusan Nomor 410/pid. B/2014/pn. Bgl.)

Pemberian Pidana oleh Hakim dalam Tindak Pidana Perkosaan yang Dilakukan Oknum Polisi (Studi Kasus : Putusan Nomor 410/pid. B/2014/pn. Bgl.)

Raping is a crime with consequences not only experienced by victim its own, victim’s family and society also affected by it. Recently, the number of raping cases occurred in Indonesia is classified in high number. Police in spite as an individual is a role model in public life. But, on the contrary it is the police whom did the law violation in the form of raping. The purpose of this writing is to determine how is the law enforcing being done by law enforcement on trial, and the role of visum et repertum on proving the crime of rape and also juries considerations on Putusan Nomor 410/Pid.B/2014/PN.Bgl. with police as the defendant. The method used in this research is normative juridical approach.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

ANALISIS YURIDIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI PENGADAAN ALAT KESEHATAN Studi Putusan Nomor 62/Pid.Sus.Tpk/2016/Pn/Mks)

ANALISIS YURIDIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI PENGADAAN ALAT KESEHATAN Studi Putusan Nomor 62/Pid.Sus.Tpk/2016/Pn/Mks)

Kasus tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan yang dilakukan oleh terdakwa Chandra Pratama,S.Sos selaku Direktur PT. Pahlawan Roata bersama-sama Uwais Alqarni, Se. M.Si selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Alat Kesehatan, Kedokteran dan Kamar Bersalin Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makassau Kota Parepare Tahun Anggaran 2014 yang telah telah penulis uraikan mulai dari kronologis hingga pada amar putusan. Sehingga menurut penulis perbuatan yang telah dilakukan oleh terdakwa adalah perbuatan yang salah dan melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku sehingga menurut doktrin teori pertanggungjawaban pidana bahwa setiap orang yang melakukan tindak pidana secara melawan hukum sebagaimana telah diancam sanksi dalam peraturan perundang-undangan maka patut dipertanggungjawabkan atau bertanggungjawab atas keslahanya tersebut.
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

ANALISIS YURIDIS TERHADAP ANAK SEBAGAI KORBAN TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN SECARA BERLANJUT (PUTUSAN PENGADILAN NEGERI NOMOR.170/Pid/B/2010/PN.PDG)

ANALISIS YURIDIS TERHADAP ANAK SEBAGAI KORBAN TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN SECARA BERLANJUT (PUTUSAN PENGADILAN NEGERI NOMOR.170/Pid/B/2010/PN.PDG)

Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah : Apakah dasar pertimbangan hakim dalam putusan Nomor.170/Pid/B/2010/PN.PDG sudah memenuhi unsur-unsur Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Permasalahan kedua yaitu apakah putusan yang dijatuhkan oleh hakim terhadap terdakwa sudah memberikan perlindungan kepada korban.

16 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS TENTANG TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN DAN PEMBERATAN DI WILAYAH SURABAYA Putusan No.1836 / Pid. B / 2010 / PN. SBY.

TINJAUAN YURIDIS TENTANG TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN DAN PEMBERATAN DI WILAYAH SURABAYA Putusan No.1836 / Pid. B / 2010 / PN. SBY.

Berdasarkan uraian di atas penulis akan memberikan suatu contoh kasus mengenai tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan pemberatan. Pada hari selasa tanggal 20 April 2010 sekitar jam 14.00 wib, di dalam rumah Jl.Dinoyo No.24 Surabaya, telah terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan pemberatan terhadap barang milik saksi korban Djuwita Tjandrakasih yang dilakukan oleh tersangka Riswan Alamsyah Bin Ruski (tertangkap), Tommy Haris Bin Haris (tertangkap), H. Sony Syafi’i Bin HM. Syafi’i (tertangkap), Burhanuddin Bin Muh. Yusuf Als. Taufik (tertangkap), Hasanuddin Bin Hafid Als. Udin Als. Budi (tertangkap), dan Arnold Azis Lalo (DPO). Barang berupa uang tunai sebesar Rp 400.000 (empat ratus ribu rupiah), perhiasan kalung emas dan liontin 4 gram, gelang emas 3 gram, dan giwang sepasang 2 gram dan mengakibatkan korban rugi total Rp 3.500.000 (tiga juta lima ratus ribu rupiah). Atas kejahatan yang tersangka lakukan telah melanggar Pasal 365 ayat (2) ke 2 KUHP, subsidair Pasal 363 ayat (1) ke 4 KUHP.
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA  PENYIMPANAN UANG RUPIAH PALSU  (Studi Kasus Putusan Nomor 32 /Pid.Sus/2013/PN Majene)

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA PENYIMPANAN UANG RUPIAH PALSU (Studi Kasus Putusan Nomor 32 /Pid.Sus/2013/PN Majene)

Menimbang, bahwa dari hasil pemeriksaan dipersidangan Majelis Hakim tidak menemukan adanya alas an-alasan pengecualian pidana yang dapat menghilangkan pertanggungjawaban pidana Terdakwa, serta berdasarkan fakta hukum yang terungkap dipersidangan terhadap Terdakwa pada awal persidangan Majelis hakim telah membacakan identitas Terdakwa sesuai dengan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum dan telah dibenarkan oleh Terdakwa, sehingga tidak ada kekeliruan (error in persona) terhadap orang yang diajukan kepersidangan maka dengan demikian Terdakwa adalah orang yang cakap dan mampu bertanggung jawab secara hukum, maka oleh karena ituTerdakwa harus dinyatakan bersalah atas perbuatan yang didakwakan sebagaimana dimaksud pada dakwaan Jaksa Penuntut Umum tersebut ;
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

Analisis Yuridis Pemidanaan Bagi Pelaku Anak Dalam Tindak Pidana Persetubuhan (Putusan Nomor 787/Pid/2011/PT.Sby)

Analisis Yuridis Pemidanaan Bagi Pelaku Anak Dalam Tindak Pidana Persetubuhan (Putusan Nomor 787/Pid/2011/PT.Sby)

Penjatuhan pidana terhadap tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur seharusnya hakim memperhatikan akibat-akibat yang timbul dari adanya suatu perbuatan tersebut baik aspek psikis maupun aspek psikologis dari korban, sehingga dalam putusannya dapat memuaskan rasa keadilan bagi korban dan masyarakat. Melihat kenyataan tersebut maka sudah seharusnya hukum pidana memberikan sanksi yang setimpal bagi pelaku kejahatan tersebut sehingga supremasi hukum benar-benar ditegakkan dan tercipta ketertiban dalam masyarakat. Disamping itu, sanksi tersebut diharapkan memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan sehingga tidak akan mengulangi perbuatannya dimasa mendatang serta mencegah orang lain agar tidak melakukan kejahatan tersebut karena suatu ancaman sanksi yang cukup berat.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

KAJIAN YURIDIS TINDAK PIDANA PSIKOTROPIKA (Putusan No :186/Pid B/2003/PN. Sda)

KAJIAN YURIDIS TINDAK PIDANA PSIKOTROPIKA (Putusan No :186/Pid B/2003/PN. Sda)

Penulis menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan mengkaji permasalahan di atas sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku dan berkaitan dengan permasalahan dalam skripsi ini. Penulis menelaah buku- buku, serta dokumen yang berisi konsep teoriti, sebagai salah satu bahan dasar analisa permasalahan yang menjadi pokok pembahasan.

5 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Tindak Pidana Penipuan (Studi Kasus Putusan Perkara Nomor 482/Pid.B/2018/PN Blt)

Tinjauan Yuridis Tindak Pidana Penipuan (Studi Kasus Putusan Perkara Nomor 482/Pid.B/2018/PN Blt)

60 | P a g e Berdasarkan fakta-fakta di persidangan, dengan hadirnya para saksi, terdakwa, serta barang bukti yang dipakai oleh terdakwa dalam melakukan kejahatan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan, sesuai dengan Pasal 183 KUHAP. Terdakwa telah melakukan tindak pidana Penipuan, sesuai yang diatur dalam Pasal 378 KUHP. Serta fakta-fakta yang terungkap selama proses persidangan juga membuktikan bahwa terdakwa cakap menurut hukum dan tidak berada di bawah pengampuan (curatele), serta tidak ditemukan alasan pembenaran terhadap apa yang telah dilakukan oleh terdakwa, sehingga terdakwa dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut. Pertimbangan Majelis Hakim dalam menjatuhkan Pidana terhadap Leni Mathul Kasanah dalam putusan Nomor 482/Pid.B/2018/PN Blt telah sesuai dengan terpenuhinya semua unsur pada Pasal 378 KUHP, serta adanya minimal 2 alat bukti, yakni keterangan saksi- saksi serta keterangan terdakwa, beserta barang bukti yang dipakai terdakwa dalam melakukan perbuatannya sesuai dengan Pasal 183 KUHAP. Selain itu pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana telah mempertimbangkan berbagai hal yang dapat memberatkan penjatuhan pidana, dan juga hal–hal yang memperingan penjatuhan pidana. Keadaan yang memberatkan dalam Putusan Nomor 482/Pid.B/2018/PN Blt yaitu perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat dan merugikan saksi Nanda Irawan. Sedangkan keadaan yang meringankan dalam Putusan Nomor 482/Pid.B/2018/PN Blt yaitu terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ANALISIS YURIDIS PUTUSAN HAKIM DALAM TINDAK PIDANA PENCURIAN (Putusan Nomor: 01/ Pid. B/ 2012/ PN.DPS)

ANALISIS YURIDIS PUTUSAN HAKIM DALAM TINDAK PIDANA PENCURIAN (Putusan Nomor: 01/ Pid. B/ 2012/ PN.DPS)

Jadi, Peneliti melihat putusan itu masih di anngap terlalu ringan di takut kan muncul pendapat dalam masyarakat” lebih baik mencuri secara terus menerus dalam suatu jenis pidana”. Maka setidaknya hakim dalam menjatuhkan pidana disini harus benar- benar melihat dimana unsur perbuatan berlanjut (Menurut Adami Chazawi dalam buku Pelajaran hukum Pidana 2) hampir beda tipis dengan concursus realis dimana apabila concursus realis dimana tidak terlalu menfokokskan itu merupakan tindak pidana yang sejenis. Karena, dianggap sejenis bukan sama tindak pidananya atupun tindak pidana yang sama(Pencurian dengan Pencurian) karena banyak pakar hukum mendefinisikan perbuatan sama dalam bentuk perbuatan Menurut Harun M. Husein SH. Dalam bukunya surat dakwaan Teknik Penyusunan, Funsi dan Permasalahan. Memberikan Contoh “Seorang pelayan toko pakaian berniat untuk mencuri satu lusin (12 Lembar) baju, untuk melaksanakan niatnya ia mengambil dua lembar baju .Sehingga untuk mencukupkan satu lusin baju tersebut ia melakukan enam kali pengambilan. Perbuatan itu sengaja dilakukanya demikian agar tidak di ketahui oleh majikanya” Sehingga apabila di lihat perbuatan itu dianggap sejenis bukan sama hanya dalam jenis tindak pidananya tapi kesamaan dalam hal obyek dan cara melakukanya. Maka bisa di lihat hubungan sedemikian rupa sehingga di pandang sebagi perbuatan berlanjut. Dalam hal penjatuhan pidananya yaitu diambil pidana pokok yang terberat dalam hal ini yaitu 5 tahun ditambah sepertiga disini hakim memberikan sanksi penjara 7 bulan maka di tambah sepertiga dari pidana pokokonya jadi pertimbangan itu bisa di masukkan karena di ketahui dalam hal perbuatan berlanjut ada dua cara penjatuhan pidana yaitu hisapan khusus dan hisapan umum. Maka dalam hal ini hakim setidaknyya memilih sistim penjatuhan pidana hisapan umum, Maka yang di terapkan adalah aturan pidana yang memuat ancaman pidana pokok yang paling berat. Sehinnga pertimbangan hakim dalam hal- hal yang memberatkan dapat dimasukkkan unsur dari perbuatan berlanjut . Jadi
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Putusan Lepas Dari Segala Tuntutan Hukum  (Onslag Van Rechtsvervolging)  Terhadap Tindak Pidana Penggelapan  (Studi Kasus Putusan Nomor: 171/ Pid. B/ 2011/ Pn. Smi)

Putusan Lepas Dari Segala Tuntutan Hukum (Onslag Van Rechtsvervolging) Terhadap Tindak Pidana Penggelapan (Studi Kasus Putusan Nomor: 171/ Pid. B/ 2011/ Pn. Smi)

Bahwa ia Terdakwa ROBERTH Alias AHMAD YUSUF Bin LIM ONG KUN, baik bertindak sendiri maupun secara bersama-sama dengan saksi RIDWAN EKA Bin IIN SUTISNA (diajukan dalam berkas terpisah/splitsing) dan saksi ANDREAS BUDIYANTO Bin AGUS IRAWAN (diajukan dalam berkas perkara terpisah/splitsing), pada bulan Oktober 2010 sampai dengan bulan Juni 2011 atau setidak-tidaknya pada pada waktu lain yang sudah tidak dapat diingat lagi dengan pasti dalam tahun 2010 sampai dengan tahun 2011, di Jalan Pelabuhan Nomor 250 Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi atau setidak-tidaknya di tempat lain dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Sukabumi, beberapa perbuatan mempunyai hubungan yang demikian rupa, sehingga harus dianggap sebagai satu tindakan yang dilanjutkan, walaupun tiap-tiap perbuatan itu masing-masing merupakan kejahatan atau pelanggaran, dengan sengaja memberikan kesempatan, sarana atau keterangan, dengan sengaja menguasai secara melawan hukum, sesuatu benda yang seluruhnya atau sebahagian adalah kepunyaan orang lain, yang berada padanya bukan karena kejahatan, yang dilakukan oleh orang atas benda yang berada di bawah kekuasaannya karena hubungan kerja pribadinya, karena mata pencahariannya atau karena mendapat upah, yang dilakukan Terdakwa dengan cara yaitu sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

131 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects