Top PDF TOKOH PAHLAWAN DUNIA SEBAGAI IDE GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS FAUVISME.

TOKOH PAHLAWAN DUNIA SEBAGAI IDE GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS FAUVISME.

TOKOH PAHLAWAN DUNIA SEBAGAI IDE GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS FAUVISME.

Selain dengan tuntutan mudah dicerna, nilai sebuah karya dilihat dari penyampaian kosep dan pesan yang terekam baik dalam suatu karya seni. Bukan merupakan hal mudah mengeksekusi dua unsur tersebut, terkadang seniman terlalu larut dalam penyampaian pesan tapi lupa dengan keindahan karya seni tersebut atau sebaliknya. Hal ini menjadi sebuah batu sandungan ketika karya tersebut disajikan kepada para apresiator baik masyarakat awam ataupun kritikus seni, karya yang disajikan menjadi terasa hambar karena tidak memuat nilai estetis atau pesan dan konsep yang tidak terbaca.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS.

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS.

Penciptaan karya seni lukis bertemakan superhero atau pahlawan super ini diawali dengan pengembangan gagasan penulis tentang pengaplikasian tokoh- tokoh pewayangan pada karakter superhero yang sudah diciptakan. Ada beberapa kendala yang didapati penulis dalam penciptaan kostum superhero yang dituntut agar memiliki cita rasa nusantara yang juga memiliki kombinasi desain superhero dari Jepang. Oleh sebab itu penulis berinisiatif menciptakan karakter-karakter superhero tersebut dengan mengadaptasi dari kostum dan tokoh heroic dunia pewayangan yang umumnya sudah dikenal masyarakat Indonesia dengan beberapa icon kostum atau senjatanya yang sudah menjadi ciri khas tokoh tersebut. Sehingga figur superhero yang diciptakan menjadi sosok baru yang bertemakan Nusantara yang mudah dikenal bahkan walau dilihat dari kostumnya saja. Mengingat sangat banyak sekali superhero-superhero asli dari Indonesia yang kini mulai terlupakan, penulis dalam kontemplasinya bermaksud untuk mencoba mengingatkan kembali masyarakat Indonesia khususnya penggemar superhero untuk sedikit menengok ke belakang membuka kembali cerita-cerita kebudayaan Indonesia khususnya cerita pewayangan yang kini hampir ditinggalkan.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

PADI SEBAGAI IDE BERKARYA SENI LUKIS.

PADI SEBAGAI IDE BERKARYA SENI LUKIS.

Latar belakang skripsi ini adalah penciptaan motif batik di Indonesia sangat terbuka luas. Motif batik Indonesia telah dikenal dunia karena memiliki aneka corak dan tata warna yang indah Salah satu sumber ide penciptaan motif batik adalah padi (Oryza Sativa. L). Rumusan masalah pada skripsi ini adalah bagaimana mengembangkan padi sebagai ide utama penciptaan batik lukis? Bagaimana proses penciptaan padi sebagai batik lukis? Bagaimana visualisasi motif batik dengan sumber ide padi dengan pendekatan teknik batik lukis? Metode penciptaan yang dipakai adalah deskriptif-eksperimentatif dengan subject matter Padi sebagai gagasan berkarya seni lukis. Teknik berkarya yang digunakan adalah batik tulis. Simpulan penciptaan karya seni lukis dengan teknik ini adalah: (1) Pengembangan padi sebagai ide utama dalam penciptaan batik lukis dengan teknik batik tulis yang dilakukan melalui proses stilasi, refleksi dan kontemplasi, (2) Proses penciptaan karya lukis dengan teknik batik tulis bersumber ide dari Padi, (3) Visualisasi dan proses penciptaan karya lukis dengan teknik batik, menghasilkan ragam karya seni lukis dengan warna dan variasi obyek yang berbeda. Temuan berdasarkan skripsi penciptaan ini adalah kemungkinan pengembangan lebih lanjut terhadap sumber ide-sumber ide lainnya yang dapat mengangkat ciri khas dan potensi daerah di Indonesia.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Eksotika Candi Gedong Songo dalam Karya Seni Lukis Aquarel

Eksotika Candi Gedong Songo dalam Karya Seni Lukis Aquarel

Candi Gedong Songo merupakan situs bersejarah yang terletak di lereng gunung Ungaran. Selain menyajikan pemandangan yang alam indah Candi Gedong Songo merupakan saksi bisu perpaduan antara dua religi yang berbeda yang bersifat lokal dan global. Gunung yang menurut kepercayaan tradisi lokal pra Hindu dulu adalah tempat persembahan roh kepada nenek moyang. Sedangkan gunung menurut tradisi Hindu yang pada saat itu sedang berkembang pesat mempengaruhi hampir separuh penjuru dunia merupakan tempat tinggal dewa-dewa mampu berdiri setara di Gedong Songo. Kesetaraan radisi lokal yang biasanya berkurang peranya karena adanya tradisi global ternyata kedua tradisi tersebut ditunjukan dengan pemberian arti baru pada situs percandian digedong songo menjadi persembahan roh nenek moyang yang telah menjadi dewa dan ritus itu ke dalam candi.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

S PSR 0900929 Chapter5

S PSR 0900929 Chapter5

Sumber gagasan dalam pembuatan karya kali ini yaitu berasal dari cerita rakyat Nusantara yang khususnya diambil dari daerah Jawa Barat. Kemudian diaplikasikan kepada suatu karya visual tiga dimensi berupa ilustrasi yang setiap objek yang ada di dalamnya dapat berdiri dan muncul di permukaan. Teknik ini disebut dengan teknik pop-up. Kemudian karya ini dikemas pada suatu media dasar dari beberapa buah benda yang memiliki fungsi untuk menyimpan barang yaitu koper yang sudah lumayan lama dan peti kayu.

2 Baca lebih lajut

OBJEK BURUNG HANTU SEBAGAI IDE GAGASAN BERKARYA TENUN TAPESTRI.

OBJEK BURUNG HANTU SEBAGAI IDE GAGASAN BERKARYA TENUN TAPESTRI.

Tema burung hantu yang dipilih penulis bukan tanpa alasan, selain menggemari binatang burung hantu, namun sosok binatang ini memiliki filosofis yang mendalam, meski sosok binatang ini sering dijadikan simbol-simbol dalam produk desain. Namun bila diaplikasikan dalam seni Tenun Tapestri tentunya akan sangat menarik dan menantang. Dengan sosok burung hantu yang kaku, bagaimana caranya membuat sosok burung hantu menjadi lekukan garis dinamis dan melintas disetiap benangnya, fokus yang terdapat pada matanya, posisi diam serta sayap yang lebarnya hingga tiga kali lebih besar dari tubuhnya.
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

S PSR 0901858 Abstract

S PSR 0901858 Abstract

Seni kinetik sebagai seni yang memiliki unsur gerak suatu bagian atau keseluruhan benda, terdiri dari bagian yang khusus dirancang dan digerakkan oleh mekanisme internal maupun stimulus eksternal, seperti cahaya atau udara. Dengan rumusan masalah yaitu pengembangan berkarya melalui membaca kembali seni lukis pemandangan indonesia dan ekspresi visual dari gagasan tersebut. Seni lukis pemandangan Indonesia pada awal berdirinya salah satu bawaan dari zaman penjajahan. Metode penciptaan karya mixed media , constructed sculpture dan kinetic sculpture sangat mendukung untuk membuat karya dari segala media dengan memanfaatkan media sederhana untuk menggerakkan benda seperti dinamo dan sistem kerja roda gigi pada sepeda. Media-media tersebut dimodifikasi dan diterapkan pada karya. Hasil yang ditawarkan adalah mengangkat kembali serta mempertanyakan mengenai lukisan pemandangan Indonesia melalui seni kinetik di mana unsur gerak dalam karya selain menjadi hal yang estetik, bentukan baru, juga merujuk kepada tema yang dimaksud. Dengan adanya karya ini akan menumbuhkan keragaman seni rupa sekarang yang mengangkat permasalahan nilai-nilai lokal. Selain itu diharapkan dapat memperkaya wawasan tentang seni rupa serta menumbuhkan sikap apresiasi seni.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

S PSR 0901858 Bibliography

S PSR 0901858 Bibliography

Kartika, Dharsono Sony. (2004). Seni Rupa Modern. Bandung: Rekayasa Sains. Rathus, Lois Fitchner. (1995). Understanding Art. New Jersey: Prentice Hall. Siregar, dkk. (2011). Andry Moch (1977-2008). Jakarta: Print Rakyat Bookworks. Smith, Ray. (1997). Art School. New York: DK Publishing.

2 Baca lebih lajut

S PSR 0901858 Table of content

S PSR 0901858 Table of content

v Muchamad Rizky Zakaria, 2014 Membaca Kembali Seni Lukis Pemandangan Indonesia sebagai Gagasan Berkarya Seni Kinetik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpusta[r]

3 Baca lebih lajut

S PSR 1000570 Chapter1

S PSR 1000570 Chapter1

Diawali dari maraknya fenomena tersebut, penulis kemudian merasa tertarik dan kemudian bertujuan untuk membuat figur superhero modern berlatar belakang Indonesia yang divisualisasikan lewat lukisan. Tidak terbayangkan apabila masyarakat Indonesia semakin hari semakin cinta akan kebudayaan luar lewat figur-figur superhero luar negeri dan semakin meninggalkan kebudayaan Indonesia yang dinilai ketinggalan, terlebih dengan era global yang kian hari kian menggerus kebudayaan kita. Berangkat dari kekhawatiran itu, penulis berusaha memunculkan gagasannya mengenai figur superhero ciptaan yang diwujudkan ke dalam lukisan yang dikemas dengan kostum superhero moderen sebagai salah satu strategi untuk memunculkan rasa kagum, mengidolakan, dan memunculkan rasa kecintaan terhadap sosok superhero idola yang diadaptasi dari kebudayaan dan kearifan asli negaranya. Penulis membuat tiga lukisan dengan tiga karakter yang diadaptasi dari tiga tokoh Jagoning Dewa dalam cerita pewayangan yaitu Gatotkaca, Hanoman, dan Arjuna dengan tujuan untuk mengenalkan tiga karakter ini secara satu persatu dengan bentuk dan ukuran kanvas yang sama sehingga menimbulkan kesan dan tema yang sama antar tokoh.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

S PSR 0805676 Chapter3

S PSR 0805676 Chapter3

Pada tahap awal, penulis menentukan pra-ide, sebagai awal konsep pembuatan karya. Setelah mendapatkan pra-ide, dilakukan proses pengembangan ide gagasan dengan cara membangkitkan memori, kenangan, hal-hal yang terkait dengan pengalaman pribadi penulis. Gagasan yang diterapkan melalui karya seni batik tulis ini merupakan suatu karya yang memiliki tujuan, untuk kepentingan atau kepuasan berkarya penulis maupun sebagai suatu pesan untuk disampaikan kepada khalayak pemerhati karya seni batik penulis.

26 Baca lebih lajut

KUCING : EKSPRESI KUCING SEBAGAI GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS - repository UPI S SRP 1102475 Title

KUCING : EKSPRESI KUCING SEBAGAI GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS - repository UPI S SRP 1102475 Title

Alhamdulillahirobil’alamin , puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang tiada hentinya mencurahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul KUCING (EKSPRESI KUCING SEBAGAI GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS).

10 Baca lebih lajut

HASIL BURUAN SEBAGAI INSPIRASI DALAM BERKARYA SENI LUKIS

HASIL BURUAN SEBAGAI INSPIRASI DALAM BERKARYA SENI LUKIS

Untuk mewujudkan karya dan menuangkan inspirasi pencipta ke dalamnya, pencipta mencari refrensi yang relevan dengan permasalahan yang diangkat yaitu mengenai perburuan liar unggas dengan cara mencari sumber- sumber seperti buku mengenai koservasi satwa serta mendokumentasikan hasil perburuan. Selain itu pencipta melakukan pengamatan objek secara langsung serta mengamati karya-karya terdahulu melalui media internet atau media cetak lainnya. Selanjutnya pada proses penciptaan karya melalui tahap penjajagan, tahap ekperimen, tahap pembentukan, dan tahap penyelesaian sehingga terwujudnya 10(sepuluh) karya lukis yang sesuai dengan tema-tema yang diinginkan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENSIL SEBAGAI SIMBOL FENOMENA SOSIAL DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI

PENSIL SEBAGAI SIMBOL FENOMENA SOSIAL DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI

Skip karya ini mengangkat tema, Pensil sebagai simbol fenomena sosial dalam penciptaan karya seni lukis . Disini ide yang ditampilkan pencipta, melihat fenomena sosial seperti: pengabdian, kemiskinan, kebersamaan, perjuangan, pendidikan. Ide tersebut dituangkan pencipta dalam bentuk pensil sebagai symbol fenomena ke dalam karya seni. bentuk-bentuk pensil dengan berbagai variasi bentuk seperti pensil yang berisi patung batik, pensil yang berisi boneka anak- anak, pensil yang berisi patung babi dan lain- lain, yang sarat dengan makna- makna dan simbol-simbol yang berkaitan dengan fenomena sosial yang Menjadikan keinginan pencipta menuangkan ide tersebut menggunakan bentuk pensil yang akan dikombinasikan dengan patung liberti, sendal jepit, anak panah, bangunan, tikus, jam weker, dimana itu semua bisa mewakili simbol-simbol yang pribadi sifatnya, berdasarkan pengalaman secara langsung maupun tidak langsung. Dari fenomena tersebut di atas pencipta mengangkat pensil sebagai simbol fenomena sosial dalam penciptaan karya seni lukis.
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS - repository UPI S PSR 1000570 Title

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS - repository UPI S PSR 1000570 Title

Rey Azmar Yanuar, 2015 PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHEROSEBAGAI SUMBER GAGASAN BER KARYA SENI LUKIS Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu PENCIPTAA[r]

5 Baca lebih lajut

S PSR 0805676 Chapter1

S PSR 0805676 Chapter1

Berdasarkan urain tersebut penulis tertarik untuk mengaplikasikan ide berkaryanya seni lukis dengan tekhnik batik tulis, dengan mengangkat judul: PADI SEBAGAI IDE BERKARYA SENI LUKIS. Hasil dari penciptaan ini diharapkan dapat makin memperkaya motif-motif batik di Indonesia.

9 Baca lebih lajut

DEFORMASI BENTUK ANJING DALAM BERKARYA SENI LUKIS

DEFORMASI BENTUK ANJING DALAM BERKARYA SENI LUKIS

Komposisi adalah penyusunan atau pengorganisasikan dari unsur – unsur seni komposisi merupakan suatu cara untuk menyusun suatu bagian sampai keseluruhannya di dalam mendapatkan suatu wujud dari uraian, kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa komposisi adalah usaha – usaha pengaturan atau penysunan unsur – unsur seni rupa baik berupa garis, warna, bidang dan lain – lain dengan pertimbangan – pertimbangan dan harmoni dalam suatau karya (Fajar Sidik, Desain Elementer, 1981 : 44). Komposisi pada karya pencipta buat melalui penempatan objek-objek anjing dengan yang jauh dan berdekatan. Komposisi pencipta yang tidak beraturan bertujuan untuk membangun kedinamisan karya itu sendiri. Komposisi sangat penting dalam karya pencipta, karena komposisi secara tidak langsung dapat membangun pusat perhatian pada karya yang pencipta ciptakan.
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

MEMBACA KEMBALI SENI LUKIS PEMANDANGAN INDONESIA SEBAGAI GAGASAN BERKARYA SENI KINETIK - repository UPI S PSR 0901858 Title

MEMBACA KEMBALI SENI LUKIS PEMANDANGAN INDONESIA SEBAGAI GAGASAN BERKARYA SENI KINETIK - repository UPI S PSR 0901858 Title

MEMBACA KEMBALI SENI LUKIS PEMANDANGAN INDONESIA SEBAGAI GAGASAN BERKARYA SENI KINETIK Oleh Muchamad Rizky Zakaria Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat me[r]

4 Baca lebih lajut

STRATEGI PEMBELAJARAN SENI LUKIS ANAK USIA DINI DI SANGGAR PRATISTA YOGYAKARTA

STRATEGI PEMBELAJARAN SENI LUKIS ANAK USIA DINI DI SANGGAR PRATISTA YOGYAKARTA

1. Hasil karya seni lukis anak Sanggar Pratista baik, indah, dan dinamis dengan penggunaan goresan dan warna tebal dan kuat. Penggambaran objek utama dibuat dinamis bervariatif sehingga nampak indah dan unik. Pembuatan latar belakang bervariasi dan masih nampak ada kesan stereotipe. Penggunaan warna warna kuat dengan efek pastel kombinasi dengan cat air memberikan kesan yang lebih bagus dan mantap. Karya anak menggambarkan dunia anak dengan tema pilihannya sendiri sesuai pengalaman dalam kehidupannya. Jika anak melukiskan kehidupan anak salah satu tokoh sentral dalam tema lukisan adalah pelukisnya sendiri.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

KEHIDUPAN LANJUT USIA SEBAGAI SUMBER IDE DALAM BERKARYA LUKIS

KEHIDUPAN LANJUT USIA SEBAGAI SUMBER IDE DALAM BERKARYA LUKIS

Tetapi tidak semua keluarga yang berstatus ekonomi tinggi dapat memenuhi kebutuhan subyektif lanjut usia. Terpenuhinya kebutuhan subyektif lanjut usia sangat tergantung pada iklim keluarga, apakah peran keluarga memungkinkan pengakuan atas keberadaan dan peran lansia. Jika peran, manfaat dan eksistensi lansia dihitungkan dalam keluarga maka kebutuhan subyektif akan terpenuhi, karena merasa masih berguna di depan anak cucu. Sebaliknya bagi keluarga miskin (status ekonomi rendah) kemungkinan tidak dapat memenuhi kebutuhan obyektif lanjut usia secara memuaskan, namun jika iklim keluarga memungkinkan peran lansia, keberadaan lansia diakui dan dipandang bermanfaat, maka berarti kebutuhan subyektif dapat terpenuhi. Peran lingkungan masyarakat juga perlu menciptakan iklim seperti ini, agar lanjut usia merasa masih berguna di masyarakat, dihormati dan dihargai keberadaannya di lingkungan masyarakat. Memberi ruang dan kesempatan lansia untuk berkarya dan tetap produktif sesuai kemampuannya terhadap peranan baru yang disandangnya (lansia).
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...