Top PDF Tugas Dan Fungsi Wakil Presiden Di Indonesia

Tugas Dan Fungsi Wakil Presiden Di Indonesia

Tugas Dan Fungsi Wakil Presiden Di Indonesia

Dasar Republik Indonesia 1945 serta bagaimana kedudukan wakil presiden dalam sistem pemerintahan Republik Indonesia. Pertama, tugas, dan wewenang Wapres sangat tergantung pada keinginan Presiden dan kinerja Wapres tergantung pada kemampuan dan kemauan pribadi yang bersangkutan, bukan karena aturan yang baku dan jelas. Menurut Pasal 8 ayat (2) UUD 1945 hanya dinyatakan bahwa Jika presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya, ia digantikan oleh
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERAN DAN FUNGSI WAKIL PRESIDEN SERTA HUBUNGAN HUKUM DENGAN PRESIDEN DALAM SISTEM PEMERINTAHAN PRESIDENSIAL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945.

PERAN DAN FUNGSI WAKIL PRESIDEN SERTA HUBUNGAN HUKUM DENGAN PRESIDEN DALAM SISTEM PEMERINTAHAN PRESIDENSIAL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945.

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya, serta sholawat dan salam senantiasa penulis haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya karena bimbingan dan suri tauladan dari Beliau kita mendapatkan pencerahan dalam kehidupan ini, sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis ini yang berjudul : PERAN DAN FUNGSI WAKIL PRESIDEN SERTA HUBUNGAN HUKUM DENGAN PRESIDEN DALAM SISTEM PEMERINTAHAN PRESIDENSIAL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945. Penyusunan tesis ini bertujuan untuk memenuhi syarat memperoleh gelar magister hukum di Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI DAN WEWENANG DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN DALAM SISTEM PEMERINTAHAN DI INDONESIA

KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI DAN WEWENANG DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN DALAM SISTEM PEMERINTAHAN DI INDONESIA

Ketika gerakan reformasi berhasil menjebol tembok sakralisasi UUD 1945, banyak hal yang dikemukakan oleh masyarakat, terutama kalangan akademisi, berkaitan dengan gagasan untuk memperbaiki UUD 1945 agar ia mampu membangun sistem politik dan ketatanegaraan yang demokratis. Gagasan ini menjadi niscaya karena selama berlakunya UUD 1945 dalam tiga periode sistem politik ternyata di Indonesia tak pernah lahir sistem politik yang demokratis sehingga selalu timbul permasalahan dalam berbagai bidang kehidupan.

16 Baca lebih lajut

Penugasan Wakil Presiden Melaksanakan Tugas Presiden - Produk Hukum - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia

Penugasan Wakil Presiden Melaksanakan Tugas Presiden - Produk Hukum - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia

PERTAMA : Menugaskan Wakil Presiden untuk melaksanakan tugas sehari-hari Presiden sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2000 tentang Penugasan Wakil Presiden Melaksanakan Tugas Presiden Dalam Hal Presiden Berada di Luar Negeri, selama Presiden melaksanakan rangkaian kunjungan kerja pada KTT G-20 di Seoul, Korea Selatan dan APEC Economic Leaders’ Meeting/AELM di Yokohama, Jepang tanggal 11 sampai dengan 13 November 2010 atau sampai dengan tanggal tiba kembali di tanah air.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Penugasan Wakil Presiden Melaksanakan Tugas Presiden - Produk Hukum - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia

Penugasan Wakil Presiden Melaksanakan Tugas Presiden - Produk Hukum - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia

PERTAMA : Menugaskan Wakil Presiden untuk melaksanakan tugas sehari-hari Presiden sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2000 tentang Penugasan Wakil Presiden Melaksanakan Tugas Presiden Dalam Hal Presiden Berada di Luar Negeri, selama Presiden melaksanakan kunjungan kenegaraan ke Shanghai, China dalam rangka menghadiri World Expo Shanghai China dan ke Hanoi, Vietnam dalam rangka menghadiri KTT ASEAN ke-17 pada tanggal 25 sampai dengan 31 Oktober 2010 atau sampai dengan tanggal tiba kembali di tanah air.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

BAB II DESKRIPSI SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN RI. Berdasarkan sejarah ketatanegaraan di Indonesia bahwa Presiden

BAB II DESKRIPSI SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN RI. Berdasarkan sejarah ketatanegaraan di Indonesia bahwa Presiden

Menteri Sekretaris Negara Nomor 1 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Negara, Sekretariat Wakil Presiden adalah lembaga pemerintah yang berkedudukan dan bertanggung jawab langsung kepada Wakil Presiden dengan tugas dan fungsinya memberikan dukungan teknis dan pelayanan administrasi kepada Wakil Presiden. Secara konstitusional, Wakil Presiden bertugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan amanat rakyat memimpin negara (sebagai kepala negara) dan memimpin pemerintahan (sebagai kepala pemerintahan). Dalam melaksanakan tugas sehari-hari, Wakil Presiden dibantu oleh Sekretaris Wakil Presiden.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

KEWENANGAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT DALAM PEMBERHENTIAN PRESIDEN DAN/ATAU WAKIL PRESIDEN  Kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat Dalam Pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden Berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun

KEWENANGAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT DALAM PEMBERHENTIAN PRESIDEN DAN/ATAU WAKIL PRESIDEN Kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat Dalam Pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden Berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun

(a) bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; (b) warga Negara Indonesia sejak kelahiran dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri; (c) tidak pernah mengkhianati negara, serta tidak pernah melakukan tindak pidana korupsi dan tindak pidana berat lainnya; (d) mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Presiden dan Wakil Presiden; (e) bertempat tinggal di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia; (f) telah melaporkan kekayaannya kepada instanti yang berwenang memeriksa laporan kekayaan penyelenggara negara; (g) tidak sedang memiliki tanggungan utang secara perseorangan dan/atau secara badan hukum yang menjadi tanggung jawabnya yang merugikan keuangan negara; (h) tidak pernah dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan; (i) tidak pernah mela kukan perbuatan tercela; (j) terdaftar sebagai Pemilih; (k) memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NP WP ) dan telah melaksanakan kewajiban membayar pajak
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

KEDUDUKAN KEUANGAN PRESIDEN, WAKIL PRESIDEN DAN PEJABAT YANG MENJALANKAN PEKERJAAN JABATAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA uu0111959

KEDUDUKAN KEUANGAN PRESIDEN, WAKIL PRESIDEN DAN PEJABAT YANG MENJALANKAN PEKERJAAN JABATAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA uu0111959

(1) Sesuai dengan kelaziman maka untuk Pejabat Presiden diatur bahwa gaji dan lain-lain tunjangan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat yang bersangkut-paut dengan rumah-tangganya, tetap diterima sedangkan tunjangan-jabatan, ongkos perjalanan dan ongkos penginapan yang berhubungan dengan tugas kedinasan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat seperti yang dimaksud dalam ayat (5) dan ayat (6) pasal 1 Undang-undang No. 2 tahun 1954 atau Undang-undang perubahan/pengganti Undang-undang itu ditiadakan.

0 Baca lebih lajut

KEDUDUKAN KEUANGAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

KEDUDUKAN KEUANGAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Dalam rangka usaha menyederhanakan peraturan perundangan dan menciptakan tertib pengeluaran keuangan Negara, maka segala pembiayaan bagi Presiden dan Wakil Presiden, seperti gaji, tunjangan, pembiayaan yang perlu dalam melaksanakan tugas, biaya rumah tangga dan perawatan kesehatan, sudah selayaknya diatur dalam satu Undang-undang dan perinciannya ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun yang bersangkutan.

0 Baca lebih lajut

sejarah presiden dan wakil indonesia

sejarah presiden dan wakil indonesia

Presiden Republik Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947. Sebelum diangkat sebagai presiden, beliau adalah Wakil Presiden RI yang ke-8 dibawah pemerintahan Abdurrahman Wahid. Megawati adalah putri sulung dari Presiden RI pertama yang juga proklamator, Soekarno dan Fatmawati. Megawati, pada awalnya menikah dengan pilot Letnan Satu Penerbang TNI AU, Surendro dan dikaruniai dua anak lelaki bernama Mohammad Prananda dan Mohammad Rizki Pratama. Pada suatu tugas militer, tahun 1970, di kawasan Indonesia Timur, pilot Surendro bersama pesawat militernya hilang dalam tugas. Derita tiada tara, sementara anaknya masih kecil dan bayi. Namun, derita itu tidak berkepanjangan, tiga tahun kemudian Mega menikah dengan pria bernama Taufik Kiemas, asal Ogan Komiring Ulu, Palembang. Kehidupan keluarganya bertambah bahagia, dengan dikaruniai seorang putri Puan Maharani. Kehidupan masa kecil Megawati dilewatkan di Istana Negara. Sejak masa kanak- kanak, Megawati sudah lincah dan suka main bola bersama saudaranya Guntur. Sebagai anak gadis, Megawati mempunyai hobi menari dan sering ditunjukkan di hadapan tamu-tamu negara yang berkunjung ke Istana.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Tinjauan Fiqih Siyasah terhadap fungsi dan kewenangan kantor Staf Presiden dan Sekretariat Presiden dalam membantu tugas Presiden

Tinjauan Fiqih Siyasah terhadap fungsi dan kewenangan kantor Staf Presiden dan Sekretariat Presiden dalam membantu tugas Presiden

Kemudian selang beberapa bulan Presiden jokowi membubarkan Unit Staf Kepresidenan dan diubahnya menjadi Kantor Staf Presiden, dengan dasar hukum Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2015, Kantor Staf Presiden Republik Indonesia adalah lembaga nonstruktural yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden, dan dipimpin oleh Kepala Staf Kepresidenan yang sejak 18 Januari 2018 resmi dijabat oleh Moeldoko. Kantor Staf Presiden sebelumnya bernama Unit Staf Kepresidenan yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 190 Tahun 2014 51 ,4 tentang Unit Kerja Kepresidenan namun dengan adanya perluasan fungsi Kepala Staf Kepresidenan, Unit Staf Kepresidenan berganti nama menjadi Kantor Staf Presiden. Dasar hukum pergantian nama tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 26 tahun 2015 tentang Kantor Staf Presiden yang disahkan Presiden pada tanggal 23 Februari 2015
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

Pemberhentian Presiden Dan/atau Wakil Presiden dalam Kaitannya dengan Upaya Mewujudkan Negara Hukum Demokratis Indonesia

Pemberhentian Presiden Dan/atau Wakil Presiden dalam Kaitannya dengan Upaya Mewujudkan Negara Hukum Demokratis Indonesia

Konstitusi tersebut tidak memuat sanksi politik maupun pidana apabila Presiden dan/atau Wakil Presiden terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan oleh DPR. Isi putusan Mahkamah Konstitusi hanya terbatas pada menyatakan permohonan DPR mengenai alasan pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden diterima atau ditolak. Hal ini berarti putusan Mahkamah Konstitusi tersebut tidak memiliki kekuatan hukum untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden ataupun menjatuhkan pemidanaan, terlebih lagi dengan tidak adanya kewajiban bagi MPR untuk mengikuti putusan Mahkamah Konstitusi. Dengan demikian maka pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden tetap merupakan keputusan politik yang menjadi kewenangan MPR. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa model pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden yang dianut UUD NRI 1945 cenderung menerapkan model impeachment yang ditandai dengan pengambilan keputusan oleh lembaga politik yaitu MPR. Hal yang berbeda apabila putusan Mahkamah Konstitusi memiliki kekuatan hukum misalnya melalui adanya suatu ketentuan yang mengharuskan MPR untuk mengikuti putusan Mahkamah Konstitusi, ataupun melalui adanya mekanisme yang memungkinkan Mahkamah Konstitusi untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden secara tidak langsung seperti yang dipraktikkan di Jerman. Putusan Mahkamah Konstitusi Jerman dapat memberhentikan Presiden secara administratif dengan membekukan tugas-tugas kePresidenannya dengan jalan memerintahkan pengadilan interim untuk mencegah Presiden melaksanakan fungsi-fungsi kePresidenannya, apabila nantinya keputusan parlemen berbeda dengan keputusan Mahkamah Konstitusi. Hal ini menunjukkan adanya supremasi hukum dalam proses politik pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden, dimana pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden harus didasarkan pada alasan yang benar menurut hukum melalui putusan oleh lembaga yudikatif. Bukan sebaliknya hanya didasarkan karena alasan yang terkait dengan kepentingan politik semata misalnya adanya pertentangan atau sengketa antara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Presiden dan/atau Wakil Presiden.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

KEDUDUKAN KEUANGAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN SERTA BEKAS PRESIDEN DAN BEKAS WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

KEDUDUKAN KEUANGAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN SERTA BEKAS PRESIDEN DAN BEKAS WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Presiden adalah Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, dan Mandataris Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, sedang Wakil Presiden membantu Presiden dalam melaksanakan tugasnya. Sesuai dengan kedudukan dan tugasnya, maka di atas pundak Presiden dan Wakil Presiden dibebankan tugas yang sangat berat, yaitu memimpin Bangsa dan Negara Republik Indonesia. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut di atas, diperlukan pemusatan segala perhatian dan pikiran. Berhubung dengan itu maka kedudukan keuangan Presiden dan Wakil Presiden sudah selayaknya diselaraskan dengan kedudukan dan martabat serta beratnya tugas dan tanggungjawab yang dibebankan kepadanya, sehingga kepada Presiden dan Wakil Presiden dimungkinkan untuk dapat melaksanakan tugas serta kewajibannya sebaik- baiknya, pelaksanaan hal tersebut disesuaikan dengan kemampuan keuangan Negara.
Baca lebih lanjut

0 Baca lebih lajut

PERTANGGUNGJAWABAN WAKIL PRESIDEN MENURU

PERTANGGUNGJAWABAN WAKIL PRESIDEN MENURU

Dalam sistem pemerintahan Republik Indonesia, Presiden memegang kekuasaan pemerintahan tertinggi yang dalam melaksanakan kewajibannya dibantu oleh seorang Wakil Presiden. Pasal 4 ayat (2) UUD NRI Tahun 1945 menyebutkan “Dalam melakukan kewajibannya Presiden dibantu oleh satu orang Wakil Pre- siden”. Secara konstitusional pasal ini memperlihatkan kedudukan dan tugas Wakil Presiden sebagai pembantu Presiden. Mengetengahkan sistem pemerin-tahan menurut UUD dimaksudkan untuk mengetahui kedudukan jabatan Wakil Presiden dalam hubungannya dengan Presiden ditinjau dari pertanggung-jawabannya. Berdasarkan pendekatan yuridis-normatif dalam penelitian ini dipe-roleh kesimpulan bahwa dengan adanya beberapa perubahan dalam UUD 1945 nampak semakin memperjelas bahwa pertanggungjawaban Wakil Presiden adalah kepada Presiden. Hal ini berdasarkan pada penafsiran kedudukan Wakil Presiden di dalam sistem pemerintahan Indonesia yang tidak sederajat. Kedudukan yang tidak sederajat ini menunjukkan lembaga kepresidenan sebagai penyelenggara pemerintahan bersifat tunggal (single executive). Akan tetapi, untuk menghindari kesan Wakil Presiden sebagai "ban serep", maka Wakil Presiden harus diberi tugas yang jelas secara konstitusional dengan cara pelimpahan atau pembagian tugas dan bukan melalui pelimpahan atau pembagian kekuasaan.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

BAWASLU (TUGAS, WEWENANG DAN KEWAJIBAN) Institusi Penyelenggaraan Pemilu KPU DKPP KESIAPAN BAWASLU DALAM PENGAWASAN PEMILU PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN

BAWASLU (TUGAS, WEWENANG DAN KEWAJIBAN) Institusi Penyelenggaraan Pemilu KPU DKPP KESIAPAN BAWASLU DALAM PENGAWASAN PEMILU PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN

Amanat Pasal 267 UU No. 8 Tahun 2012: “Untuk menyamakan pemahaman dan pola penanganan tindak pidana Pemilu, Bawaslu, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia membentuk sentra penegakan hukum terpadu.”

12 Baca lebih lajut

HAK MENYATAKAN PENDAPAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DALAM MEKANISME PEMBERHENTIAN PRESIDEN DAN/ATAU WAKIL PRESIDEN DI INDONESIA

HAK MENYATAKAN PENDAPAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DALAM MEKANISME PEMBERHENTIAN PRESIDEN DAN/ATAU WAKIL PRESIDEN DI INDONESIA

Tujuan penulisan skripsi ini terbagi menjadi dua, yaitu: tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum untuk memenuhi dan melengkapi salah satu syarat dan tugas menyelesaikan studi meraih gelar Sarjana Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Jember dan memberikan sumbangan pemikiran yang bermanfaat bagi kalangan umum dan khususnya mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jember. Tujuan khusus untuk mengetahui dan menganalisis permasalahan yang diangkat dalam skripsi ini.

17 Baca lebih lajut

KEDUDUKAN ,TUGAS DAN PERTANGGUNG JAWABAN WAKIL PRESIDEN MENURUT UUD 1945

KEDUDUKAN ,TUGAS DAN PERTANGGUNG JAWABAN WAKIL PRESIDEN MENURUT UUD 1945

Di negara-negara Amerika Latin dan khususnya negara Indonesia yang berdasarkan UUD 1945 (yang telah mengalami empat kali perubahan) wakil presiden dipilih langsung oleh warga negara dan merupakan satu paket dengan pemilihan presiden. Dalam sistem pemilihan umum lain, jabatan wakil presiden dapat juga diserahkan pada kandidat yang memperoleh suara kedua terbanyak, atau ditunjuk langsung oleh Presiden. Biasanya dalam urutan suksesi, wakil presiden akan mengambil alih jabatan presiden bila ia berhalangan sementara atau tetap.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PEMBERHENTIAN PRESIDEN DAN ATAU WAKIL PR

PEMBERHENTIAN PRESIDEN DAN ATAU WAKIL PR

Konstitusi tersebut tidak memuat sanksi politik maupun pidana apabila Presiden dan/atau Wakil Presiden terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan oleh DPR. Isi putusan Mahkamah Konstitusi hanya terbatas pada menyatakan permohonan DPR mengenai alasan pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden diterima atau ditolak. Hal ini berarti putusan Mahkamah Konstitusi tersebut tidak memiliki kekuatan hukum untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden ataupun menjatuhkan pemidanaan, terlebih lagi dengan tidak adanya kewajiban bagi MPR untuk mengikuti putusan Mahkamah Konstitusi. Dengan demikian maka pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden tetap merupakan keputusan politik yang menjadi kewenangan MPR. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa model pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden yang dianut UUD NRI 1945 cenderung menerapkan model impeachment yang ditandai dengan pengambilan keputusan oleh lembaga politik yaitu MPR. Hal yang berbeda apabila putusan Mahkamah Konstitusi memiliki kekuatan hukum misalnya melalui adanya suatu ketentuan yang mengharuskan MPR untuk mengikuti putusan Mahkamah Konstitusi, ataupun melalui adanya mekanisme yang memungkinkan Mahkamah Konstitusi untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden secara tidak langsung seperti yang dipraktikkan di Jerman. Putusan Mahkamah Konstitusi Jerman dapat memberhentikan Presiden secara administratif dengan membekukan tugas-tugas kePresidenannya dengan jalan memerintahkan pengadilan interim untuk mencegah Presiden melaksanakan fungsi-fungsi kePresidenannya, apabila nantinya keputusan parlemen berbeda dengan keputusan Mahkamah Konstitusi. Hal ini menunjukkan adanya supremasi hukum dalam proses politik pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden, dimana pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden harus didasarkan pada alasan yang benar menurut hukum melalui putusan oleh lembaga yudikatif. Bukan sebaliknya hanya didasarkan karena alasan yang terkait dengan kepentingan politik semata misalnya adanya pertentangan atau sengketa antara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Presiden dan/atau Wakil Presiden.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

No dan Wakil Presiden dilaksanakan dengan tujuan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden yang memperoleh dukungan kuat dari rakyat sehingga

No dan Wakil Presiden dilaksanakan dengan tujuan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden yang memperoleh dukungan kuat dari rakyat sehingga

dan Wakil Presiden dilaksanakan dengan tujuan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden yang memperoleh dukungan kuat dari rakyat sehingga mampu menjalankan fungsi kekuasaan pemerintahan negara dalam rangka tercapainya tujuan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Di samping itu, pengaturan terhadap Pemilu Presiden dan Wakil Presiden dalam Undang-Undang ini juga dimaksudkan untuk menegaskan sistem presidensiil yang kuat dan efektif, di mana Presiden dan Wakil Presiden terpilih tidak hanya memperoleh legitimasi yang kuat dari rakyat, namun dalam rangka mewujudkan efektivitas pemerintahan juga diperlukan basis dukungan dari DPR.
Baca lebih lanjut

127 Baca lebih lajut

ANALISIS PEMILIHAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM ( Studi terdahap Undang-Undang No 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden) - Raden Intan Repository

ANALISIS PEMILIHAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM ( Studi terdahap Undang-Undang No 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden) - Raden Intan Repository

Menurut M. Dawam Raharjo, istilah Khilafah dalam Al –Qur‟an mempunyai tiga makna. Pertama, adam yang merupakan symbol manusia sehingga kita dapat mengambol kesimpulan bahwa manusia berfungsi sebagai khalifah dalam kehidupan. Kedua, khlifah berarti pula generasi penerus atau generasi pengganti, fungsi khalifah diemban secara kolektif oleh suatu generasi. Ketiga, khalifah adalah kepala Negara atau kepala pemerintahan. Adapun menurut Ibnu Khaldun dalam bukunya mukadimah, khilafah adalah kepemimpinan. Istilah ini berubah menjadi pemerintahan berdasarkan kedaulatan. Khilafah ini masih bersifat pribadi, sedangkan pemerintahan adalah kepemimpinan yang telah melembaga ke dalam suatu kedaulatan. Menurut Al-Mawardi khilafah atau imamah berfungsi mengganti peran kenabian dalam memelihara agama dan mengatur dunia 21 .
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...