Top PDF Uji Antagonis Trichoderma spp Dalam Menekan ..........

UJI IN VITRO BEBERAPA ISOLAT Trichoderma spp. DAN UJI EFEKTIVITAS Trichoderma harzianum SERTA BAHAN ORGANIK DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG LADA DI LAPANGAN

UJI IN VITRO BEBERAPA ISOLAT Trichoderma spp. DAN UJI EFEKTIVITAS Trichoderma harzianum SERTA BAHAN ORGANIK DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG LADA DI LAPANGAN

Pengendalian hayati dengan menggunakan mikroorganisme merupakan alternatif pengendalian yang perlu dikaji dan dikembangkan, sebab relatif aman serta bersifat ramah lingkungan. Telah banyak dilaporkan beberapa mikroorganisme antagonis memiliki daya antagonisme yang tinggi terhadap patogen tanaman dan dapat menekan perkembangan patogen tular tanah (soil-borne pathogen) (Trianto, 2003 dalam Soenartiningsih et al., 2011), salah satunya adalah jamur Trichoderma spp. yang diaplikasikan bersama dengan pemberian bahan organik. Jamur Trichoderma spp. memiliki kemampuan kompetisi (ruang dan makanan), antibiosis (pembentukan antibiotik), dan parasitisme dalam menghambat pertumbuhan jamur patogen
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

UJI EFEKTIVITAS Trichoderma spp. UNTUK MENEKAN PERKEMBANGAN JAMUR Ganodermaboninense Pat. PADA MEDIA PELEPAH KELAPA SAWIT | Purwanto | AGROTEKBIS 8378 27514 1 PB

UJI EFEKTIVITAS Trichoderma spp. UNTUK MENEKAN PERKEMBANGAN JAMUR Ganodermaboninense Pat. PADA MEDIA PELEPAH KELAPA SAWIT | Purwanto | AGROTEKBIS 8378 27514 1 PB

Penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit disebabkan oleh infeksi jamur Ganoderma boninense yang merupakan penyakit penting yang menyerang perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pemberian Trichoderma spp. dan jumlah inokulum yang terbaik dalam menekan perkembangan jamur Ganoderma boninense pada media pelepah kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan dilaboratorium Unit Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu. Penelitian ini disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) factorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah cara pemberian Trichoderma spp. dan faktor kedua ialah jumlah inokulum yang diulang sebanyak 4 kali. Data hasil pengamatan dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan dari analisis statistic bahwaTerdapat interaksi antara cara pemberian Trichoderma spp. dan jumlah inokulum dalam menekan perkembangan jamur G. boninense pada media pelepah sawit. Dimana interaksi terbaik terdapat pada aplikasi Trichoderma spp. sebelum inokulasi G. boninense dengan konsentrasi 8 g.Aplikasi jamur Trichoderma spp. menyebabkan waktu munculnya basidiokarp berbeda, waktu kemunculan basidiokarp paling lama terdapat pada perlakuan aplikasi Trichoderma spp. dengan konsentrasi 8 g yaitu 35.00 hari, namun tidak berbeda dengan aplikasi lainya tetapi berbeda dengan kontrol.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Uji Efektifitas Jamur Antagonis Trichoderma sp. dan Gliocladium sp. dalam Mengendalikan Penyakit Rebah Semai (Phytium spp.) pada Tanaman Tembakau deli (Nicotiana tabaccum L.) di Pembibitan

Uji Efektifitas Jamur Antagonis Trichoderma sp. dan Gliocladium sp. dalam Mengendalikan Penyakit Rebah Semai (Phytium spp.) pada Tanaman Tembakau deli (Nicotiana tabaccum L.) di Pembibitan

Trichoderma sp. merupakan jamur antagonis yang sangat penting untuk pengendalian hayati. Mekanisme pengendalian Trichoderma sp. yang bersifat spesifik target, membentuk koloni dengan cepat dan melindungi akar dari serangan jamur patogen, mempercepat pertumbuhan tanaman dan meningkatkan hasil produksi tanaman, menjadi keunggulan lain sebagai agen pengendali hayati. Aplikasi dapat dilakukan melalui tanah secara langsung, melalui perlakuan benih maupun melalui kompos. Selain itu Trichoderma sp. sebagai jasad antagonis mudah dibiakkan secara massal, mudah disimpan dalam waktu lama dan dapat diaplikasikan sebagai seed furrow dalam bentuk tepung atau granular/butiran (Purwantisari dan Rini, 2009). Beberapa keuntungan dan keunggulan Trichoderma sp. yang lain adalah mudah dimonitor dan dapat berkembang biak, sehingga keberadaannya di lingkungan dapat bertahan lama serta aman bagi lingkungan, hewan dan manusia lantaran tidak menimbulkan residu kimia berbahaya yang persisten di dalam tanah.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

Key words: Antagonism, Trichoderma spp., Phytophthora palmivora, Cacao pod

Key words: Antagonism, Trichoderma spp., Phytophthora palmivora, Cacao pod

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa isolat Trichoderma yang diuji menunjukkan potensi penghambatan yang cukup baik terhadap pertumbuhan secara in vitro P. palmmivora. Pada tiga hari setelah perlakuan, persentase daerah penghambatan rata-rata sudah mencapai lebih dari 50%. Pada uji in planta dengan buah kakao, persentase penghambatan yang ditunjukkan oleh setiap isolat belum menunjukkan pola yang teratur sehingga belum dapat disimpulkan isolat apa yang terbaik sebagai pengendali P. palmmivora. Berdasarkan klasifikasi antagonismenya, dari tujuh isolat Trichoderma yang diuji, lima isolat tergolong dalam antagonis Klas 1 yaitu Trichoderma tumbuh baik dan menimpa koloni jamur patogen serta menutupi seluruh pemukaan media. Dua isolat yang lain tergolong dalam antagonis Kelas 2, yaitu Trichoderma tumbuh menutupi 75% pemukaan media.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

UJI DAYA HAMBAT JAMUR ANTAGONIS Trichoderma spp DALAM FORMULASI KERING BERBENTUK TABLET TERHADAP LUAS BERCAK Phytophthora palmivora PADA BUAH KAKAO | Asrul | AGRISAINS 2151 6327 1 PB

UJI DAYA HAMBAT JAMUR ANTAGONIS Trichoderma spp DALAM FORMULASI KERING BERBENTUK TABLET TERHADAP LUAS BERCAK Phytophthora palmivora PADA BUAH KAKAO | Asrul | AGRISAINS 2151 6327 1 PB

Buah kakao segar dan sehat, dimasukkan tanah dengan cara sebagai berikut. Permukaan buah dilubangi dengan besi berlubang (Cork borer) berdiameter 5 mm dan kedalaman 5 ml pada 2 posisi, yakni bagian atas dan bawah dari buah kakao, dengan posisi bertolak belakang. Selanjutnya, pada lubang tersebut dimasukkan tanah yang sudah terinfestasi patogen dan antagonis sesuai dengan perlakuan dengan berat tanah sebanyak 5 g per lubang. Tiap lubang di tutupi dengan kapas basah steril dan diberi isolasi, kemudian dibungkus dengan tissue dan plastik untuk menjaga kelembaban. Selanjutnya, buah diinkubasikan selama 3 hari pada suhu kamar. Prosedur tersebut di ulang kembali untuk perlakuan lainnya. Setiap 3 hari secara visual, diamati perkembangan gejala serangan patogen P. palmivora tersebut dengan melihat dan menghitung luas bercak pada kulit / jaringan buah kakao.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Uji Daya Hambat Trichoderma spp. Terhadap Beberapa Patogen Tanaman Perkebunan Secara In Vitro.

Uji Daya Hambat Trichoderma spp. Terhadap Beberapa Patogen Tanaman Perkebunan Secara In Vitro.

Penelitian dengan judul “Uji Daya Hambat Trichoderma spp. terhadap beberapa patogen tanaman perkebunan secara In Vitro”. bertujuan untuk mengetahui potensi jamur antagonis asal Baglog jamur tiram yang terkontaminasi dalam upaya mengendalikan penyakit secara In Vitro. penelitian dilakukan di Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, dilanjutkan dengan kegiatan isolasi dan identifikasi jamur tanaman perkebunan dan jamur Trichoderma spp. asal baglog jamur tiram yang terkontaminasi di Laboratorium Bioteknologi Konsentrasi Perlindungan Tanaman Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Udayana mulai bulan Pebruari 2015 sampai dengan bulan Juni 2015.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Cara Aplikasi Trichoderma spp. untuk Menekan Infeksi Busuk Pangkal Batang (Athelia rolfsii (Curzi)) pada Beberapa Varietas Kedelai di Rumah Kassa

Cara Aplikasi Trichoderma spp. untuk Menekan Infeksi Busuk Pangkal Batang (Athelia rolfsii (Curzi)) pada Beberapa Varietas Kedelai di Rumah Kassa

Rafika Husna. “ Cara Aplikasi Trichoderma spp. untuk Menekan Infeksi Busuk Pangkal Batang (Athelia rolfsii (Curzi)) pada Beberapa Varietas Kedelai di Rumah Kassa”. Dibawah bimbingan Irda Safni dan Suzanna Fitriany Sitepu. Athelia rolfsii (Curzi) merupakan penyakit tular tanah yang mempunyai kisaran inang yang luas antara lain padi, kacang hijau, kacang tanah, kedelai, ubi jalar, pisang, gandum, dan kentang. Trichoderma spp. merupakan jamur sebagai agen antagonis yang dapat menekan beberapa patogen penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji cara aplikasi Trichoderma spp. dengan cara perendaman benih dan sebar langsung terhadap Athelia rolfsii (Curzi) penyebab penyakit busuk pangkal batang dengan tiga jenis varietas tanaman kedelai yaitu, Anjasmoro, Willis dan Grobogan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan dan di Rumah Kassa Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan. mulai bulan November 2015 sampai dengan Februari 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yaitu 2 faktor, dengan 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan intensitas serangan tertinggi terdapat pada perlakuan A0V1 dan A0V3 sebesar 80 %. Sedangkan yang terendah pada perlakuan A1V1, A1V3 dan A2V3 sebesar 0 %. Semua varietas yang digunakan tidak berpengaruh nyata terhadap semua perlakuan.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

Cara Aplikasi Trichoderma spp. untuk Menekan Infeksi Busuk Pangkal Batang (Athelia rolfsii (Curzi)) pada Beberapa Varietas Kedelai di Rumah Kassa

Cara Aplikasi Trichoderma spp. untuk Menekan Infeksi Busuk Pangkal Batang (Athelia rolfsii (Curzi)) pada Beberapa Varietas Kedelai di Rumah Kassa

Rafika Husna. “ Cara Aplikasi Trichoderma spp. untuk Menekan Infeksi Busuk Pangkal Batang (Athelia rolfsii (Curzi)) pada Beberapa Varietas Kedelai di Rumah Kassa”. Dibawah bimbingan Irda Safni dan Suzanna Fitriany Sitepu. Athelia rolfsii (Curzi) merupakan penyakit tular tanah yang mempunyai kisaran inang yang luas antara lain padi, kacang hijau, kacang tanah, kedelai, ubi jalar, pisang, gandum, dan kentang. Trichoderma spp. merupakan jamur sebagai agen antagonis yang dapat menekan beberapa patogen penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji cara aplikasi Trichoderma spp. dengan cara perendaman benih dan sebar langsung terhadap Athelia rolfsii (Curzi) penyebab penyakit busuk pangkal batang dengan tiga jenis varietas tanaman kedelai yaitu, Anjasmoro, Willis dan Grobogan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan dan di Rumah Kassa Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan. mulai bulan November 2015 sampai dengan Februari 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yaitu 2 faktor, dengan 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan intensitas serangan tertinggi terdapat pada perlakuan A0V1 dan A0V3 sebesar 80 %. Sedangkan yang terendah pada perlakuan A1V1, A1V3 dan A2V3 sebesar 0 %. Semua varietas yang digunakan tidak berpengaruh nyata terhadap semua perlakuan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Beberapa Jamur Antagonis Dengan Berbagai Tingkat Konsentrasi Untuk Menekan Perkembangan Jamur Pythium sp. Penyebab Rebah Kecambah Pada Tanaman Tembakau (Nicotiana tabaccum L.)

Pengaruh Pemberian Beberapa Jamur Antagonis Dengan Berbagai Tingkat Konsentrasi Untuk Menekan Perkembangan Jamur Pythium sp. Penyebab Rebah Kecambah Pada Tanaman Tembakau (Nicotiana tabaccum L.)

jamur antagonis yang paling rendah intensitas serangannya (paling efektif dalam menekan perkembangan jamur Pythium sp.) adalah secara berurutan adalah Trichoderma harzianum lalu Trichoderma koningii, Trichoderma viridae dan Gliocladium virens. Hal ini dikarenakan mekanisme antagonis dari masing- masing jamur. Jamur Trichoderma dapat berkompetisi cepat dengan patogen. Harman (1998) menyatakan mekanisme utama dalam pengendalian patogen tular tanah dengan menggunakan Trichoderma spp. dapat melalui mikoparasitik, antibiotik yang dapat menguap seperti alanatechin, paracelsin, trichotoxin yang dapat menghancurkan sel, kompetisi dan interferensi hifa. Suwahyono dan Wahyudi (2005) juga menyatakan Trichoderma menghasilkan enzim -1,3 glukanase dan kitinase.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

T1__BAB I Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Uji Efektivitas Biofungisida Trichoderma spp. dan Fungisida untuk Mengendalikan Penyakit Jamur Akar Putih yang Disebabkan oleh (Rigidoporus microporus (Sw.) Overeem) pada Pembibitan K

T1__BAB I Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Uji Efektivitas Biofungisida Trichoderma spp. dan Fungisida untuk Mengendalikan Penyakit Jamur Akar Putih yang Disebabkan oleh (Rigidoporus microporus (Sw.) Overeem) pada Pembibitan K

Jamur dari genus Trichoderma merupakan salah satu jamur antagonis yang berpotensi dalam Mengendalikan JAP pada tanaman karet. Beberapa spesies dari genus Trichoderma yang telah dilaporkan sebagai agen hayati JAP adalah: Trichoderma koningii, T. viridae, T. harzianum, T. virens dan T. hamatum (Harni, 2014). Selain kemampuannya mengendalikan penyakit tanaman melalui mekanisme mikoparasit, Trichoderma spp. mampu merangsang peningkatan hormon pertumbuhan tanaman. Asosiasi antara isolat Trichoderma dengan akar membantu tanaman dalam mengabsorbsi mineral dari media tumbuhnya (Widyastuti, 2007).
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Cara Aplikasi Trichoderma spp. untuk Menekan Infeksi Busuk Pangkal Batang (Athelia rolfsii (Curzi)) pada Beberapa Varietas Kedelai di Rumah Kassa

Cara Aplikasi Trichoderma spp. untuk Menekan Infeksi Busuk Pangkal Batang (Athelia rolfsii (Curzi)) pada Beberapa Varietas Kedelai di Rumah Kassa

Foto Penelitian Beberapa isolat Trichoderma spp yang ditemukan Uji daya hambat Trichoderma spp dengan Athelia rolfsii pada hari ke-5 Tanaman terserang A.[r]

26 Baca lebih lajut

Seleksi Agens Antagonis yang Berpotensi Menekan Penyakit Layu Fusarium Omysporum F.Sp Cubense pada Pisang (Musa Spp.)

Seleksi Agens Antagonis yang Berpotensi Menekan Penyakit Layu Fusarium Omysporum F.Sp Cubense pada Pisang (Musa Spp.)

Dalam penelitian ini dicoba mengeksplorasi calon agens antagonis dari rizosfer tanaman pisang yang tumbuh pada atau diberi kompos yang berasal dari kotoran ayam, kotoran kambing dan sampah rumah tangga dari daerah Bogor dan Dramaga. Patogen uji diisolasi dari pisang yang terserang Foc di daerah Bogor dan Cisarua. Uji patogenisitas Fusarium dilakukan terhadap pisang cavendish berumur 2 bulan dari hasil kultur jaringan. Untuk mengisolasi calon agens antagonis dari dalam tanah digunakan media Martin Agar untuk kelompok cendawan, Soybean Meal Glucose Agar (SMGA) untuk mengisolasi aktinomicetes, Tryptic Soy Agar 0.1 (TSA 0.1) untuk mengisolasi bakteri tahan panas. Uji antagonisme (screening awal) calon agens antagonis dilakukan dalam media Potato Dextrose Agar (PDA) dengan metode dual culture.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Cara Aplikasi Trichoderma spp. untuk Menekan Infeksi Busuk Pangkal Batang (Athelia rolfsii (Curzi)) pada Beberapa Varietas Kedelai di Rumah Kassa

Cara Aplikasi Trichoderma spp. untuk Menekan Infeksi Busuk Pangkal Batang (Athelia rolfsii (Curzi)) pada Beberapa Varietas Kedelai di Rumah Kassa

Rafika Husna . “ Cara Aplikasi Trichoderma spp. untuk Menekan Infeksi Busuk Pangkal Batang (Athelia rolfsii (Curzi)) pada Beberapa Varietas Kedelai di Rumah Kassa”. Dibawah bimbingan Irda Safni dan Suzanna Fitriany Sitepu. Athelia rolfsii (Curzi) merupakan penyakit tular tanah yang mempunyai kisaran inang yang luas antara lain padi, kacang hijau, kacang tanah, kedelai, ubi jalar, pisang, gandum, dan kentang. Trichoderma spp. merupakan jamur sebagai agen antagonis yang dapat menekan beberapa patogen penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji cara aplikasi Trichoderma spp. dengan cara perendaman benih dan sebar langsung terhadap Athelia rolfsii (Curzi) penyebab penyakit busuk pangkal batang dengan tiga jenis varietas tanaman kedelai yaitu, Anjasmoro, Willis dan Grobogan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan dan di Rumah Kassa Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan. mulai bulan November 2015 sampai dengan Februari 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yaitu 2 faktor, dengan 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan intensitas serangan tertinggi terdapat pada perlakuan A0V1 dan A0V3 sebesar 80 %. Sedangkan yang terendah pada perlakuan A1V1, A1V3 dan A2V3 sebesar 0 %. Semua varietas yang digunakan tidak berpengaruh nyata terhadap semua perlakuan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIKUM MIKOLOGI . docx

LAPORAN PRAKTIKUM MIKOLOGI . docx

Untuk yang Trichoderma dengan candida, terdapat zona bening yang hal tersebut terjadi karena karena adanya pertumbuhan yeast disekitar kapang antagonis, maka kapang antagonis pertumbuhannya terhambat (terlihat pertumbuhannya tidak melewati batas dari pertumbuhan Yeast).

11 Baca lebih lajut

Jurnal Hama dan penyakit Tumbuhan Tropika - Repositori Universitas Andalas

Jurnal Hama dan penyakit Tumbuhan Tropika - Repositori Universitas Andalas

Key words : anthracnose, Aspergillus, colonization, Paecilomyces, Trichoderma ABSTRAK Kesintasan beberapa jamur antagonis pada buah cabai dan potensinya dalam menekan penyakit antraknos[r]

8 Baca lebih lajut

Eksplorasi Agens Antagonis yang Berpotensi Menekan Penyakit Fusarium pada Pisang

Eksplorasi Agens Antagonis yang Berpotensi Menekan Penyakit Fusarium pada Pisang

Pisang (Musa spp.) merupakan salah satu komoditi hortikultura penting di Indonesia yang diusahakan secara meluas di dataran rendah sampai dataran tinggi. Tanaman pisang mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi serta mempunyai prospek sebagai komoditi ekspor. Pisang segar di Indonesia dari tahun 1993 hingga 1997 menempati urutan pertama dari volume dan nilai ekspor buah, diikuti oleh buah manggis dan mangga (Rahmalia 2001). Di Indonesia luas lahan kebun pisang yang ada sampai tahun 2001 seluas 76.923 ha dengan produksi 4.300.422 ton. Namun penanaman pisang pada daerah sentra produksi pisang tersebar dengan kepemilikan lahan yang kecil, kurang diolah dengan tehnologi yang maju dan mutunya terutama penampilan luarnya kurang menarik. Selain itu kendala utama yang dihadapi di beberapa sentra produksi pisang dalam 10 tahun terakhir adalah serangan penyakit layu fusarium. Penyakit itu disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum Schlecht f. sp. cubense (E.F.Smith) Synd. & Hans. (DEPTAN 2001). Dalam hal ini pengembangan perkebunan pisang dalam skala besar-besaran akan menghadapi kendala dan ancaman serius dari penyakit layu fusarium ini.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

2010 Rinto prosiding polinela ORIGINAL

2010 Rinto prosiding polinela ORIGINAL

dimurnikan dengan metode goresan pada media MRS. Satu koloni yang diperkirakan murni, dikembangbiakan pada media agar miring untuk penyimpanan. Sebelum dilakukan pengujian antagonis terhadap bakteri pembusuk dan patogen, isolat yang ada diperiksa kemurniaanya dengan melihat keseragaman bentuk sel (batang, bulat, koma) pada mikroskup, dilakukan uji pewarnaan gram dan uji katalase bakteri. Hal ini diperuntukan agar benar-benar diperoleh bakteri asam laktat. Untuk keperluan pembuatan stok biomasa BAL, inokulum yang berumur 24 jam, diambil sebanyak 1 ose dan ditumbuhkan pada 5ml media MRS cair, kemudian diinkubasi pada 30-37 o C selama 16-24 jam. Kultur dalam media MRS cair disentrifugasi 3500 rpm selama
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...