Top PDF Uji Perforrnansi Alat Panen Buah Rambutan (Nephelium /appaceum L.)

Usulan Perbaikan Fasilitas Kerja Pada Alat Panen Kelapa Sawit Pada Pekerja PT. Perkebunan Nusantara III Kebun Rambutan

Usulan Perbaikan Fasilitas Kerja Pada Alat Panen Kelapa Sawit Pada Pekerja PT. Perkebunan Nusantara III Kebun Rambutan

PT. Perkebunan Nusantara III merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan khususnya perkebunan karet dan kelapa sawit. aktifitas terpenting dalam perusahaan perkebunan adalah proses pemanenan. Dalam pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit digunakan alat panen berupa egrek, egrek merupakan alat panen TBS kelapa sawit dengan pisau berbentuk sabit yang disambungkan dengan galah dengan panjang 6 sampai 12 meter. Egrek digunakan pada tanaman kelapa sawit berumur lebih dari 8 tahun atau tanaman mencapai tinggi diatas 3 m. Alat pemanen buah sawit seperti egrek masih menggunakan metode manual dengan menggunakan tenaga manusia dalam pengoperasiannya. Dalam perkembangannya alat ini sangat diperhatikan dalam proses pemotongan tandan buah yang mana sangat membantu dan mempermudah dalam proses pemanenan buah sawit. Aktifitas pemanenan yang dilakukan menggunakan dengan pohon sawit yang tinggi beresiko untuk menyebabkan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs).
Baca lebih lanjut

155 Baca lebih lajut

UJI JENIS MATA PISAU PADA ALAT PEMETIK BUAH

UJI JENIS MATA PISAU PADA ALAT PEMETIK BUAH

The results showed that various type of blade had highly significant effect the field capacity and the percentage of damaged fruit but had no significant effects on the the effective capacity of the tool. Fruit type had significant effect on the field capacity. The best type of blade of was disc blade with 16.91 kg / hour and percentage of 4.90% broken material. The best fruit type was rambutan with 29.37 kg / h and the percentage of 7.82% broken material.

9 Baca lebih lajut

Uji Jenis Mata Pisau Pada Alat Pemetik Buah

Uji Jenis Mata Pisau Pada Alat Pemetik Buah

SARI AZHIRA SIREGAR: The test of Fruit Picker Fool on different type of fruit craps supervised by SAIPUL BAHRI Daulay and SULASTRI PANGGABEAN. This study is on a test of the type of blade ofl fruit picker tool. This study was conducted to test the type of blade of fruit picker tool using tamarind , melinjo, and rambutan trees to determine the effective capacity, field capacity, percentage of defects of the tool and the level of operator fatigue. The research was conducted in Tridharma , A. H. Nasution and Bunga Mawar Roads from February to August 2012 with two factors using completely randomized design using blade disc, star knives, rotary knives and Rambutan ,Melinjo and tamarind fruits. The parameters measured were the effective capacity, field capacity. percentage of defects of the tool and the level of operator fatigue.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

Usulan Perbaikan Fasilitas Kerja Pada Alat Panen Kelapa Sawit Pada Pekerja PT. Perkebunan Nusantara III Kebun Rambutan

Usulan Perbaikan Fasilitas Kerja Pada Alat Panen Kelapa Sawit Pada Pekerja PT. Perkebunan Nusantara III Kebun Rambutan

PT. Perkebunan Nusantara III merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan khususnya perkebunan karet dan kelapa sawit. aktifitas terpenting dalam perusahaan perkebunan adalah proses pemanenan. Dalam pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit digunakan alat panen berupa egrek, egrek merupakan alat panen TBS kelapa sawit dengan pisau berbentuk sabit yang disambungkan dengan galah dengan panjang 6 sampai 12 meter. Egrek digunakan pada tanaman kelapa sawit berumur lebih dari 8 tahun atau tanaman mencapai tinggi diatas 3 m. Alat pemanen buah sawit seperti egrek masih menggunakan metode manual dengan menggunakan tenaga manusia dalam pengoperasiannya. Dalam perkembangannya alat ini sangat diperhatikan dalam proses pemotongan tandan buah yang mana sangat membantu dan mempermudah dalam proses pemanenan buah sawit. Aktifitas pemanenan yang dilakukan menggunakan dengan pohon sawit yang tinggi beresiko untuk menyebabkan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs).
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Modifikasi dan Uji Performansi Alat Pemanen Buah Rambutan (Nephelium lappaceum L.)

Modifikasi dan Uji Performansi Alat Pemanen Buah Rambutan (Nephelium lappaceum L.)

Pemanenan buah rambutan dapat dilakukan setiap saal pada waktu buah masak. Alat tradisional yang biasa dipakai pad a saal ini adalah glinting pangkas dan galah bambu. Alat yang digunakan untuk memanen rambutan adalah tipe berpisau y:mg belulll begitu diketahui oleh petani. Pada penclitian ini penulis memodifikasi alat panen tipe berpisau dengan mengubah metode pengambilan tangkai buah dari sistem tarik menjadi sistem dorong, menguji perfonnansi alat pemanen rambutan sehingga layak digunakan. Pengujian dengan melihat pola denyut jantung pekerja pada saal memanen buah rambutan, analisis beban kerja fisik yang dialami pekerja pada saat nenggunakan ala! pemancn rambutan, studi kapasitas penanenan dari ala! pemanen rambutan, scrla pengujian mutu buah hasil pemancnan.
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

Tanggap pertumbuhan dan hasil cabai (Capsicum annuum L.) terhadap inokulasi fungi mikoriza arbuskula pada tanah ultisol

Tanggap pertumbuhan dan hasil cabai (Capsicum annuum L.) terhadap inokulasi fungi mikoriza arbuskula pada tanah ultisol

Genotipe Cilibangi 3 dan Helm yang ditanam pada kondisi tercekam Al menghasilkan tinggi tanaman, jumlah buah panen, panjang buah, bobot per buah dan bobot buah panen yang lebih rendah dibandingkan genotipe PBC 619 dan Jatilaba (Tabel 2). Rendahnya tinggi tanaman dan beberapa komponen hasil tersebut sejalan dengan pertumbuhan akar genotipe Cilibangi 3 dan Helm yang lebih pendek dibandingkan genotipe PBC 619 dan Jatilaba. Fakta tersebut menunjukkan bahwa terhambatnya pertumbuhan akar akibat cekaman Al berdampak buruk terhadap tinggi tanaman dan beberapa komponen hasil yang diamati. Hasil penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa panjang akar berkorelasi positif dan sangat nyata dengan bobot buah panen (Purnomo et al., 2007).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

522714290.doc 576.11KB 2015-10-12 00:17:56

522714290.doc 576.11KB 2015-10-12 00:17:56

Di daerah Batang, khusunya desa Lebo kec.Gringsing merupakan daerah penghasil buah rambutan yang sangat melimpah. Hampir di depan setiap rumah penduduk terdapat pohon dari buah yang dalam bahasa ilmiah bernama Nephelium lappaceum ini. Maka tidak heran jika harga buah rambutan saat musim panen tiba begitu rendah. Bahkan ada penjual yang menjual rambutannya hanya dengan harga Rp.2000 ,- per ikatnya.

11 Baca lebih lajut

792740106.doc 163.29KB 2015-10-12 00:18:15

792740106.doc 163.29KB 2015-10-12 00:18:15

Di Semarang , tepatnya Kelurahan Sekaran Kecamatan Gunung Pati, Semarang ini masih banyak pohon rambutan. Buah rambutan ini tumbuh liar di sekitar rumah warga dan biasanya hanya dikonsumsi saat buah masih dalam keadaan segar saja. Tidak jarang pula warga yang peduli dengan tanaman ini, banyak buah rambutan yang berjatuhan di jalan tanpa ada yang mengambilnya. Dari keadaan tersebut, tim PKMM tertarik untuk mengadakan suatu program MILBUT sebagai alternatif pemanfaatan buah rambuatan di Kelurahan Sekaran.

23 Baca lebih lajut

Pengaruh Berbagai Konsentrasi Edible Coa

Pengaruh Berbagai Konsentrasi Edible Coa

Tomat merupakan komoditi yang memiliki masa simpan / pasca panen yang pendek, akibatnya apabila produksi tomat di suatu daerah melimpah atau terjadi panen raya maka dapat diperkirakan bahwa akan banyak buah tomat yang terbuang karena tidak terserap oleh pasar dan harjga jualnya akan sangat rendah. bahkan di daerah sentra kita akan melihat hamparan tomat yang terbuang di pinggir jalan dan buah tomat yang dibiarkan busuk di batang. Jika hal ini terus terjadi tentulah akan sangat merugikan bagi petani. Untuk itu perlu diupayakan agar tomat ini dapat memiliki masa simpan yang lebih lama dan nilai jual yang lebih tinggi. Salah satu upaya untuk meningkatkan masa simpan dan nilai jual yang lebih tinggi dapat diusahakan dengan cara pengolahan pasca panen tomat (Mutiarawati, 2009).
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

LAPORAN AKHIR SIRUP GULA BUAH (NANAS DAN RAMBUTAN) YANG DIPROSES SECARA HIDROLISIS ASAM DAN PEMANASAN

LAPORAN AKHIR SIRUP GULA BUAH (NANAS DAN RAMBUTAN) YANG DIPROSES SECARA HIDROLISIS ASAM DAN PEMANASAN

(Andini Permatasari, 2014, 47 Pages, 25 Tabels, 21 Pictures, 4 Enclosures) Pineapple and rambutan are plants that contain carbohydrates. Carbohydrates can be converted into glucose. The process of conversion of carbohydrates into glucose can be done by using the method of acid hydrolysis. In this research the sugar syrup processed in acid hydrolysis of pineapple and rambutan fruit by using hydrochloric acid 1 N concentration with the variation of the volume of 2 ml, 5 ml and 7 ml, temperature of hydrolysis 60°C, 80°C and 100°C. Pineapple sugar syrup that is produced has a density standard can achieve at a temperature of 60°C with the addition of HCl 1 N as much as 7 ml which is equal to 1,0437 - 1,0612 gr/ml with a concentration of 10.00 - 11,54%. And the resulting density of rambutan sugar syrup can be up to 80°C temperature standards with the addition of HCl by as much as 5 ml is equal to 1,0465- 1,0782gr/ml with a concentration of 10,19 - 13,13%. But for the viscosity of sugar syrup pineapple and rambutan are still below standard. Of both fruit sugar syrup that has been generated, the sugar syrup fruit rambutan fruit sugar syrup to produce a level of viscosity and concentration of higher sugar syrup.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PRODUKSI JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) PADA MEDIA TAMBAHAN MOLASE DENGAN DOSIS YANG BERBEDA  Produksi Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Pada Media Tambahan Molase Dengan Dosis Yang Berbeda.

PRODUKSI JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) PADA MEDIA TAMBAHAN MOLASE DENGAN DOSIS YANG BERBEDA Produksi Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Pada Media Tambahan Molase Dengan Dosis Yang Berbeda.

memiliki kandungan gula yang merupakan sumber energi untuk metabolisme sel jamur tiram putih yang akan merangsang pertumbuhan miselium. Molase juga memiliki kandungan unsure nitrogen berkisar 2-6% yang berfungsi untuk membangun miselium. Pemilihan media tambahan molase pada dosis yang berbeda diharapkan dapat meningkatkan produksi jamur tiram putih (Pemenuhan miselium, jumlah tubuh buah jamur dan berat buah jamur tiram putih).

15 Baca lebih lajut

UAS 1 plus Kunci MTK 6 SD

UAS 1 plus Kunci MTK 6 SD

1.Hasil panen buah salak Pak Anto selama 5 hari adalah sebagai berikut.. Rata­rata hasil panen buah salak Pak Anto adalah ...[r]

7 Baca lebih lajut

Budidaya rambutan di kebun benih hortikultura Ranukitri Pendem Mojogedang Karanganyar 3352

Budidaya rambutan di kebun benih hortikultura Ranukitri Pendem Mojogedang Karanganyar 3352

Buah rambutan berbentuk lonjong dinding buah tebal. Panjangnya berkisar 4-5 cm, dengan duri tempel yang bengkok, lemas, sampai kaku. Buah rambutan bergantug didahan dengan tangkai panjang. Kulit buah berwarna hijau dan merah kalau sudah masak. Apabila sudah masak buah rambutan mengeluarkan harum yang khas. Buah rambutan terbungkus oleh kulit yang memiliki rambut dibagian luarnya(eksokrap). Endokrap berwarna putih, menutupi daging. Bagian buah yang dimakan, daging buah, adalah salut biji atau aril, yang bisa melekat kuat pada kulit terluar biji atau lepas (ngelotok). Jika pertumbuhan baik, musim rambutan pada bulan maret hingga mei. Masa berbuah biasanya bersamaan dengan buah musiman lain, seperti durian dan mangga (Arief Prahasta, 2009).
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

Uji Toksisitas Akut dari Ekstrak Kulit Buah Rambutan (Nepheliumlappaceum L.) yang Berpotensi sebagai Obat Herbal Antidiabetes

Uji Toksisitas Akut dari Ekstrak Kulit Buah Rambutan (Nepheliumlappaceum L.) yang Berpotensi sebagai Obat Herbal Antidiabetes

Berdasarkan hasil uji in vitro , bahwa ekstrak etanol kulit buah durian (Roongpisuthipong et al., 1991) dan rambutan (Manaharan et al., 2012) memiliki aktivitas antihiperglikemik.Ekstrak etanol dari kulit dalam dan luar buah durian memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi(Muhtadi et al., 2014) dan bersifat antiproliferative (Haruenkit et al., 2010).Kandungan senyawa-senyawa polifenol dan flavonoid dalam ekstrak kulit buah durian, diduga dapat menghambat penumpukan lemak, bersifat antioksidan dan menurunkan kadar kolesterol dalam darah secara in vivo pada tikus Wistar yang diuji (Leontowicz et al., 2011).Kulit buah rambutan mengandung senyawa-senyawa
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

KAJIAN SIFAT KUANTITATIF BEBERAPA GENOTIPE MELON (Cucumis melo L.) dan BLEWAH (Cucumis melo varcantalupensis) THE QUANTITATIVE CHARACTERS STUDY OF SOME GENOTYPES OF MELON (Cucumis melo L.) AND CANTALOUPE (Cucumis melo varcantalupensis)

KAJIAN SIFAT KUANTITATIF BEBERAPA GENOTIPE MELON (Cucumis melo L.) dan BLEWAH (Cucumis melo varcantalupensis) THE QUANTITATIVE CHARACTERS STUDY OF SOME GENOTYPES OF MELON (Cucumis melo L.) AND CANTALOUPE (Cucumis melo varcantalupensis)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kuantitatif dan keunggulan-keunggulan karakteristik genotipe-genotipe tanaman melon dan blewah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimental dengan percobaan di lapangan dengan media tanah dalam pot. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji yaitu dua genotip melon, dua genotipe blewah dan empat keturunan hasil persilangan. Masing-masing perlakuan diulang lima kali. Sifat kuantitatif yang diamati meliputi panjang tanaman, jumlah daun, umur berbunga jantan dan betina, jumlah bunga jantan dan betina, jumlah cabang produktif, jumlah buah panen, umur panen, diameter buah, bobot buah segar, ketebalan daging buah, lingkar buah dan kadar gula. Data pengamatan dianalisis dengan menggunakan Analisis Keragaman pada taraf 5%, yang dilanjutkan dengan uji lanjut dengan menggunakan Uji Duncan Mutiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5% dan analisis korelasi sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1). Sifat kuantitatif yang beragam pada sifat yang diamati adalah bobot buah, diameter buah, ketebalan daging buah, dan umur panen; 2). Genotipe G8 memiliki karakteristik yang unggul dibandingkan dengan tetua betina (G1) dan tetua jantan (G4); 3). Sifat kuantitatif yang berkorelasi positif nyata dengan bobot buah adalah diameter buah, ketebalan buah dan lingkar buah.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Ekstrak Kulit Buah Rambutan (Nephelium lappaceum L.) terhadap Nekrosis Sel Hepar Tikus (Ratus Norvegicus) Obesitas

Pengaruh Ekstrak Kulit Buah Rambutan (Nephelium lappaceum L.) terhadap Nekrosis Sel Hepar Tikus (Ratus Norvegicus) Obesitas

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan. Dua puluh empat tikus jantan strain wistar umur 14 minggu yang mengalami obesitas dikelompokkan secara acak menjadi 4 kelompok, diberi ekstrak kulit buah rambutan melalui sonde lambung dengan dosis 15, 30, dan 60 mg/kgbb dan kelompok kontrol diberi akuades. Setelah 12 minggu, tikus didekapitasi dan dikoleksi organ heparnya untuk dibuat preparat histologi dengan pewarnaan Hemotoksilin-Eosin (HE). Tiap sayatan diamati dalam 3 lapang pandang, diamati 100 sel hepatosit, dihitung persentase sel yang mengalami nekrosis menggunakan hand tally counter. Analisis data menggunakan analisis varian tunggal pada taraf kepercayaan 95%, dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf kepercayaan 95%.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Anonim.  2009.  Manfaat  dan  Bahaya  Kandungan  Kafein  dalam  Kopi.Cara  Aktivitas Antioksidan Kopibiji Rambutannon Kafein Dengan Variasi Perbandingan Komposisi Beras Hitam Yang Berbeda.

DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2009. Manfaat dan Bahaya Kandungan Kafein dalam Kopi.Cara Aktivitas Antioksidan Kopibiji Rambutannon Kafein Dengan Variasi Perbandingan Komposisi Beras Hitam Yang Berbeda.

Uji Aktivitas Penangkap Radikal Ekstrak Etanol, Fraksi -Fraksi dari Kulit Buah dan Biji Rambutan Nephelium lappaceum L.. Serta Penetapan Kadar Fenolik dan Flavonoid Totalnya.[r]

4 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Kulit dan Biji Buah Beberapa Tumbuhan Asli Indonesia Untuk Bahan Obat Herbal MUHTADI BAB I

Pemanfaatan Kulit dan Biji Buah Beberapa Tumbuhan Asli Indonesia Untuk Bahan Obat Herbal MUHTADI BAB I

Salah satu usaha dan pemikiran untuk memanfaatkan bahan alami yang banyak diperoleh dari lingkungan sekitar sebagai bahan obat herbal, adalah dengan memanfaatkan kulit dan biji buah tumbuhan asli Indonesia. Selama ini, sebagian besar masyarakat masih menganggap kulit dan biji buah sebagai sampah atau limbah, yang tidak bermanfaat dan bernilai guna lagi. Padahal secara kimiawi, diketahui bahwa biodiversity adalah chemical diversity.

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...