Top PDF Ungkapan Tradisional Jawa Dalam Organisasi Pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate

Ungkapan Tradisional Jawa Dalam Organisasi Pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate

Ungkapan Tradisional Jawa Dalam Organisasi Pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate

Sragen sebagai sebuah lingkungan bagi individu maupun kelompok masyarakat yang menempati wilayah tersebut, merupakan ranah sosialisasi yang kental kebudayaan Jawa. Hal tersebut dirasakan baik bagi penduduk asli maupun pendatang di daerah tersebut. Bahasa, tari-tarian, musik tradisional, mitos, dan sebagainya merupakan budaya Jawa yang diwariskan secara turun-temurun. Seperti pendapat Samovar dan Porter (dalam Liliweri 2003:9) kebudayaan dapat berarti simpanan akumulatif dari pengetahuan, pengalaman, kepercayaan, nilai, sikap, makna, hirarki, agama, pilihan waktu, peranan, relasi ruang, konsep yang luas, dan objek material atau kepemilikan yang dimiliki dan dipertahankan oleh sekelompok orang atau suatu generasi. Hall (dalam Liliweri 2003:9) lebih menegaskan bahwa kebudayaan adalah komunikasi dan komunikasi adalah kebudayaan.
Baca lebih lanjut

172 Baca lebih lajut

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KONFLIK ANTAR OKNUM PERGURUAN PENCAK SILAT DI KABUPATEN MADIUN (Studi Kasus Mengenai Konflik yang melibatkan Oknum dari Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate dan Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo di Ka

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KONFLIK ANTAR OKNUM PERGURUAN PENCAK SILAT DI KABUPATEN MADIUN (Studi Kasus Mengenai Konflik yang melibatkan Oknum dari Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate dan Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo di Ka

Imbas kerusakan fasilitas publik, rumah warga dan baku hantam sudah menjadi resiko yang lumrah, meskipun demikian hadirnya konflik tersebut juga menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan dari berbagai lapisan masyarakat Kebijakan penanganan yang diberlakukan oleh pemerintah kota dan Kabupaten Madiun pun masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Beberapa media surat kabar Online bahkan juga terus mencatat berbagai bentuk-bentuk perlawanan dari pelaku bentrokan kepada aparat keamanan. Puluhan pesilat anggota Persaudaraan Setia Hati (PSH) Tunas Muda Winongo pernah menggeruduk Markas Kepolisian Resor (Polres) Madiun Kota, Jawa Timur, Senin (24/12) malam. Kedatangan mereka untuk mendesak Polisi membebaskan empat tersangka bentrok antarpesilat yang terjadi di Jalan Kampar, Kelurahan Taman, Kecamatan Taman, Kota Madiun pada Ahad (23/12)” ( Republika.co.id 24/12/12). Dan sampai awal tahun 2013, bentuk- bentuk perlawanan ini juga masih dapat dilihat. Menurut Harian Antaranews.com
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PERAN  PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) DALAM MENINGKATKAN AKHLAQ KARIMAH [Studi Kasus di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Gandusari Blitar]  Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PERAN PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) DALAM MENINGKATKAN AKHLAQ KARIMAH [Studi Kasus di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Gandusari Blitar] Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Lepas dari semua usaha dan niat-niat baik, sebagian orang meruntuhkan rasa percaya pada diri sendiri dengan cara mereka berbincang tentang diri mereka dan impian-impian mereka. Jalan menuju rasa percaya diri yang dinamik akan bergerak lebih cepat jika anda mengembangkan keyakinan positif dalam diri anda. Caranya, menurut ahli psikologi Robert Anthony, Ph. D., adalah dengan menghilangkan ungkapan-ungkapan mematikan dan menggantinya dengan ungkapan-ungkapan kreatif. Ia menganjurkan membuat transisi bahasa yang sederhana tapi efektif, dari pernyataan negatif menjadi positif. Daripada berkata. ‘saya harus…‘. ganti dengan, ‘Saya ingin….‘. Hilangkan kata- kata ‘Saya tak bisa‘ dan katakan pada diri anda, ‘Saya bisa‘. Tinggalkan kata ‘sulit‘ dan gunakan kata ‘menantang‘. Bayangkan di dalam hati dari melihat ‘masalah‘ menjadi ‘melihat ‘peluang‘. Daripada berkata, ‘Pada akhirnya saya harus‘, lebih baik buat komitmen kuat dengan berkata, ‘Sekarang saya akan!‘
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

PENDIDIKAN KEPRIBADIAN DAN PEMBINAAN MENTAL SPIRITUAL MELALUI ILMU BELADIRI PENCAK SILAT (STUDI KASUS PADA LEMBAGA BELADIRI PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) CABANG KUDUS). - STAIN Kudus Repository

PENDIDIKAN KEPRIBADIAN DAN PEMBINAAN MENTAL SPIRITUAL MELALUI ILMU BELADIRI PENCAK SILAT (STUDI KASUS PADA LEMBAGA BELADIRI PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) CABANG KUDUS). - STAIN Kudus Repository

Sebagaimana diungkapkan di atas akan pentingnya peserta didik dalam proses pelatihan, maka dalam lembaga beladiri pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), seorang siswa yang akan mendapat pembinaan dan pelatihan mereka harus dapat mengkondisikan dirinya dengan baik agar dalam proses pembinaan terjadi hubungan yang harmonis antara pelatih dan siswa, hubungan harmonis ini harus selalu dijaga agar proses pembinaan dapat berjalan dengan baik. Dalam pengertian umum, peserta didik adalah setiap orang yang menerima pengaruh dari seseorang, atau sekelompok orang yang menjalankan kegiatan pelatihan. Sedangkan dalam arti sempit peserta didik adalah pribadi yang belum dewasa yang tanggung jawabnya diserahkan kepada pelatih. Hal senada dikatakan oleh Muhammad Eko bahwa anak didik adalah pihak yang dididik, pihak yang diberi anjuran-anjuran, norma-norma dan berbagai macam pengetahuan dan ketrampilan, pihak yang dibentuk dan pihak yang dihumanisasikan Karena itulah peserta didik memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut: 85
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

PEMAKNAAN PERSAUDARAAN (STUDI TENTANG PEMAKNAAN PERSAUDARAAN DALAM PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE DI UKM UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA) Repository - UNAIR REPOSITORY

PEMAKNAAN PERSAUDARAAN (STUDI TENTANG PEMAKNAAN PERSAUDARAAN DALAM PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE DI UKM UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA) Repository - UNAIR REPOSITORY

Di Persaudaraan Setia Hati Terate sangat kental dengan latar belakang orang-orang ningrat yang mendirikan pencak silat, maka nilai-nilai budaya Jawa terwariskan hingga saat ini kepada siswa atau warga SH Terate seperti halnya ketika berbicara antar anggota diharuskan menggunakan bahasa Jawa krama inggil, begitu juga dengan berjabat tangan dilakukan kepada antar anggota, budaya ini yang kemudian diadopsi dalam hubungan sosial antar anggota SH Terate. Kekuasaan di Persaudaraan Setia Hati Terate di pegang oleh warga atau siswa yang sudah disahkan menjadi warga, kekuasaan dipandang sebagai gejala yang selalu ada dalam proses organisasi atau yang lainnya. Secara umum kekuasaan dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain, sehingga pihak lain tersebut berperilaku sesuai pihak yang mempengaruhi.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENDIDIKAN KEPRIBADIAN DAN PEMBINAAN MENTAL SPIRITUAL MELALUI ILMU BELADIRI PENCAK SILAT (STUDI KASUS PADA LEMBAGA BELADIRI PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) CABANG KUDUS). - STAIN Kudus Repository

PENDIDIKAN KEPRIBADIAN DAN PEMBINAAN MENTAL SPIRITUAL MELALUI ILMU BELADIRI PENCAK SILAT (STUDI KASUS PADA LEMBAGA BELADIRI PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) CABANG KUDUS). - STAIN Kudus Repository

Hasil dari usaha standarisasi awal pencak silat ini dipertunjukkan oleh kurang lebih 1.000 pesilat anak-anak dalam demonstrasi senam pencak silat massal pada Pembukaan PON I tanggal 8-12 September 1948 di Solo. Sejak PON I tersebut, pencak silat dilombakan sebagai demonstrasi dalam kategori solo dan ganda, baik tangan kosong maupun senjata. Tidak semua aliran dan perguruan pencak silat sepakat mengenai perlunya organisasi nasional. Ada yang khawatir bahwa dengan penyusunan sistem pencak silat nasional maka persatuan aliran-aliran pencak silat tidak akan terlaksana, bahkan akan terdapat perpecahan karena tiap aliran atau perguruan pencak silat akan mengklaim dirinya yang terbaik. Pada awalnya Gapensi ikut menolak karena anggota panitia IPSI dianggap didominasi oleh anggota perguruan pencak silat Setia Hati. Selain itu, beberapa perguruan pencak silat di daerah Kauman, yang saat ini dikenal dengan nama Tapak Suci, ikut menolak karena Mr Wongsonegoro yang dijadikan Ketua IPSI dikenal sebagai salah seorang tokoh aliran kebatinan. 4
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

SOLIDARITAS SOSIAL KOMUNITAS PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) (Studi Kasus Desa Rejosari Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun)

SOLIDARITAS SOSIAL KOMUNITAS PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) (Studi Kasus Desa Rejosari Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun)

b. Solidaritas merupakan suatu sistem fungsi yang berbeda dan khusus, yang menyatukan hubungan-hubungan yang tetap, walaupun sebenarnya kedua masyarakat tersebut hanyalah satu saja, seperti komunitas PSHT rayon Rejosari dan masyarakat Desa Rejosari. PSHT di Desa Rejosari merupakan sebuah organisasi pencak silat yang mempunyai tujuan untuk membentuk manusia berbudi luhur tahu benar dan salah dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam menjalin persaudaraan yang kekal abadi, walaupun mempunyai tujuan yang khusus dalam mendidik siswanya, PSHT tetap melakukan interaksi sosial dengan lingkungan Desa Rejosari melalui kerjasama yang dilakukan dalam setiap kegiatan- kegiatan yang dilaksanakan di desa ini yang menumbuhkan rasa solidaritas diantara masyarakat dan anggota PSHT.
Baca lebih lanjut

105 Baca lebih lajut

PERAN  PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) DALAM MENINGKATKAN AKHLAQ KARIMAH [Studi Kasus di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Gandusari Blitar]  Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PERAN PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) DALAM MENINGKATKAN AKHLAQ KARIMAH [Studi Kasus di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Gandusari Blitar] Institutional Repository of IAIN Tulungagung

4. Peran ekstrakurikuler pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dalam meningkatkan akhlak kepada sesama manusia di MTs Negeri Gandusari Blitar dalam PSHT diajarkan lebih menekan kan memayu hayuning bawono (menciptakan ketentraman di dalam masyarakat/sesama manusia), menjujung tinggi Persaudaraan dan tidak membeda-bedakan ras, suku maupun agama dan antar golongan, didalam organisasi PSHT tidak membeda bedakan suku ras, maupun agama karena organisasi PSHT sendiri sadar bahwa semua manusia merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Dan diharuskan untuk saling menghormati dan menghargai antara sesama manusia dengan bukti berjabatan tangan, bila berjumpa dengan warga atau siswa dimana saja. Hormat menghormati sesama warga muda ataupun tua untuk menjaga kesopanan, saling tolong menolong sesama tidak membeda-bedakan demi persaudaraan demi mempererat persaudaraan, adanya sabung antara anggota atau warga, demi mempererat persaudaraan di PSHT tidak boleh dendam lahir batin. Ini merupakan upaya untuk meningkatkan akhlaq karimah kepada sesama manusia.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENDIDIKAN KEPRIBADIAN DAN PEMBINAAN MENTAL SPIRITUAL MELALUI ILMU BELADIRI PENCAK SILAT (STUDI KASUS PADA LEMBAGA BELADIRI PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) CABANG KUDUS). - STAIN Kudus Repository

PENDIDIKAN KEPRIBADIAN DAN PEMBINAAN MENTAL SPIRITUAL MELALUI ILMU BELADIRI PENCAK SILAT (STUDI KASUS PADA LEMBAGA BELADIRI PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) CABANG KUDUS). - STAIN Kudus Repository

Sebagaimana diungkapkan di atas akan pentingnya peserta didik dalam proses pelatihan, maka dalam lembaga beladiri pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), seorang siswa yang akan mendapat pembinaan dan pelatihan mereka harus dapat mengkondisikan dirinya dengan baik agar dalam proses pembinaan terjadi hubungan yang harmonis antara pelatih dan siswa, hubungan harmonis ini harus selalu dijaga agar proses pembinaan dapat berjalan dengan baik. Dalam pengertian umum, peserta didik adalah setiap orang yang menerima pengaruh dari seseorang, atau sekelompok orang yang menjalankan kegiatan pelatihan. Sedangkan dalam arti sempit peserta didik adalah pribadi yang belum dewasa yang tanggung jawabnya diserahkan kepada pelatih. Hal senada dikatakan oleh Muhammad Eko bahwa anak didik adalah pihak yang dididik, pihak yang diberi anjuran-anjuran, norma-norma dan berbagai macam pengetahuan dan ketrampilan, pihak yang dibentuk dan pihak yang dihumanisasikan Karena itulah peserta didik memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

MODEL MANAJEMEN KONFLIK BERBASIS KEARIFAN LOKAL: KONFLIK PERGURUAN PENCAK SILAT DI MADIUN – JAWA TIMUR

MODEL MANAJEMEN KONFLIK BERBASIS KEARIFAN LOKAL: KONFLIK PERGURUAN PENCAK SILAT DI MADIUN – JAWA TIMUR

Mengacu pada Koentjaraningrat (1993) yang menyatakan bahwa budaya memiliki andil besar dalam upaya penyelesaian konflik di masyarakat, pentingnya peranan budaya Jawa dalam proses manajemen konflik dalam fenomena konflik antara perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate dan Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda dipengaruhi oleh pertama, pada dasarnya ajaran – ajaran dari kedua perguruan pencak silat sangat dipengaruhi oleh nilai – nilai budaya Jawa, utamanya dalam hal olah batin. Ajaran – ajaran tersebut akan dibawa sebagai pedoman mereka dalam kehidupan sehari – hari anggota kedua perguruan, baik sebagai anggota perguruan maupun sebagai anggota masyarakat. Kedua, dipengaruhi oleh pandangan anggota perguruan sebagai masyarakat Madiun yang menempatkan budaya Jawa sebagai pedoman hidup yang memiliki nilai – nilai dan ajaran – ajaran yang adiluhung, sehingga sebagai orang Jawa, nilai – dan ajaran tersebut harus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan, ketika mereka meninggalkan nilai dan ajaran tersebut maka akan dianggap sebagai orang yang lupa dengan identitas budayanya atau dianggap tidak jawani. Keharmonisan sebagai keutamaan dalam kehidupan anggota perguruan sebagai bagian dari masyarakat Madiun sekaligus juga sebagai penganut budaya Jawa digambarkan melalui kondisi yang tentram dan selamat.Hal ini berkaitan dengan keseimbangan atau keselarasan antara jagad gedhe atau makrokosmos yaitu hubungan manusia dengan Tuhan dan alam semesta, dan jagad cilik atau mikrokosmos yaitu hubungan antara sesama manusia (Mulder, 1983; Suseno, 2003; Wahyono, 2003).Keharmonisan dalam kehidupan sosial masyarakat dapat terwujud apabila anggota perguruan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat dapat menciptakan dan memelihara kerukukan dengan sesama anggota masyarakat.Dasar untuk mewujudkan kerukunan tersebut ialah dengan menumbuhkan kesadaran dalam diri anggota perguruan untuk selalu menjalin dan menjaga hubungan yang baik dengan anggota perguruan lainnya serta bersikap saling menghormati, karena setiap anggota perguruan memiliki sifat kebergantungan terhadap anggota perguruan lainnya dalam kehidupan sosialnya.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI SOSIAL DI PERGURUAN SILAT  Pelaksanaan Pendidikan Karakter Peduli Sosial di Perguruan Silat (Studi pada Siswa Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Purwantoro Cabang Ponorogo).

PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI SOSIAL DI PERGURUAN SILAT Pelaksanaan Pendidikan Karakter Peduli Sosial di Perguruan Silat (Studi pada Siswa Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Purwantoro Cabang Ponorogo).

Kendala pelaksanaan pendidikan karakter peduli sosial di perguruan silat pada siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) ranting Purwantoro cabang Ponorogo adalah sebagai berikut: 1) Rendahnya sopan santun para siswa PSHT ranting Purwantoro dikarenakan sifat dasar (kurang baik) yang dimiliki oleh para siswa, 2) Sikap rendahnya toleransi atas perbedaan sehingga terjadi konflik dengan organisasi pencak silat lain disebabkan banyaknya siswa sehingga tidak mampu mengontrol dan mengawasi secara penuh dan karena masalah pribadi walaupun diakui jarang terjadi, 3) Sikap tidak mau mendengarkan orang lain dikarenakan siswa memiliki sifat egois yang masih tinggi, 4) Tidak melaksanakannya sikap mau berbagi dengan membagikan takjil kepada pengguna jalan secara keseluruhan oleh siswa PSHT ranting Purwantoro dan hanya dilakukan oleh rayon Purwantoro karena kurangnya komunikasi, 5) Kurang ikut sertanya siswa dalam kegiatan masyarakat disebabkan karena ada siswa yang memiliki sifat individual yang masih tinggi.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

ORGANISASI PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE DI KEBUMEN TAHUN2008-2016

ORGANISASI PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE DI KEBUMEN TAHUN2008-2016

Kesimpulan dari penelitian ini adalah orang yang membawa masuk ajaran PSHT ke Kebumen adalah Mas Sri Sabdono dari Ngawi pada tahun 1984. Perkembangan PSHT di Kebumen terlihat tahun 2008-2016 saat PSHT Kebumen mempunyai struktur organisasi yang jelas dan berhasil mengadakan banyak kegiatan pencak silat. Pengaruh PSHT Kebumen bagi IPSI Kebumen adalah anggota-anggota PSHT berandil untuk memajukan pencak silat di Kebumen.

20 Baca lebih lajut

SOLIDARITAS KELOMPOK ORGANISASI PENCAK SILAT CABANG KABUPATEN PONOROGO (STUDI KASUS KONFLIK ANGGOTA PENCAK SILAT SETIA HATI TERATE VS SETIA HATI WINONGO) | Aziiz | SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant 8301 17390 1 SM

SOLIDARITAS KELOMPOK ORGANISASI PENCAK SILAT CABANG KABUPATEN PONOROGO (STUDI KASUS KONFLIK ANGGOTA PENCAK SILAT SETIA HATI TERATE VS SETIA HATI WINONGO) | Aziiz | SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant 8301 17390 1 SM

Indonesia merupakan negeri dengan sejuta kekayan yang meliputi sumber daya alam dan kesenian. Keanekaragaman budaya merupakan cermin jati diri bangsa indonesia. salah satu kebudayaan indonesia yang sangat terkenal dikalangan masyarakat nasional maupun global adalah pencak silat. Pencak silat merupakan bentuk kesenian tradisional asli indonesia. kesenian pencak silat bentuk warisan leluhur bangsa indonesia yang patut dipertahankan. Keanekaragaman pencak silat asli indonesia yang tersebar dari sabang sampai merauke dan memiliki ciri khas yang berbeda- beda. Setia Hati Winongo dan Setia Hati Terate merupkan contoh kecil dari bentuk organisasi pencak silat besar yang terdapat diwilayah jawa timur yang terpusat dikota madiun. Dua organisasi pencak silat Setia Hati Winongo dan Setia Hati Terate memiliki jumlah angota cukup besar bahkan kedua organisasi tersebut sudah meluas hingga luar wilayah madiun seperti Ponorogo, Magetan, Ngawi, Pacitan dan masih banyak wilayah lainnya. Proses perjalanan kedua organisasi ini sangat signifikan dari tahun ke tahun dilihat dari jumlah masa semakin meningkat. Jumlah anggota yang sangat besar mempengaruhi indentitas kejayaan kedua organisasi. Masa yang sangat besar mempengaruhi rasa gengsi yang timbul dari anggota organisasi Setia Hati Winongo dan Setia Hati Terate. Gengsi antar anggota merupakan langkah awal timbulnya konflik yang pecah antara kedua kelompok. Berdasarkan sejarah sebelum adanya konflik, kedua perguruan ini dipersatukan dengan nama perguruan silat SETIA HATI
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

View of Perancangan Video Promosi Pencak Silat Setia Hati Organisasi

View of Perancangan Video Promosi Pencak Silat Setia Hati Organisasi

Pencak silat kini telah menyebar luas ke seluruh tanah air bahkan juga Batam. Dengan banyaknya perguruan silat di Batam, secara tidak langsung tercipta persaingan atau kompetisi yang ketat dalam meraih prestasi. Keunikan menjadi sanagat penting dalam mengembalikan citra suatu perguruan silat. Citra membuat perguruan silat mengidentifikasikan dirinya akan eksistensinya dibandingkan bela diri lainnya. Tanpa pembangunan citra maka masyarakat dapat memiliki persepsi yang berbeda dengan persepsi yang ingin disampaikan oleh perguruan sialt tersebut.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan antara Frekuensi Denyut Jantung dengan Volume Oksigen Maksimal pada Anggota Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Universitas Muhammadiyah Surakarta.

PENDAHULUAN Hubungan antara Frekuensi Denyut Jantung dengan Volume Oksigen Maksimal pada Anggota Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Pada penelitian tersebut, terdapat hubungan yang signifikan antara denyut jantung istirahat dengan VO2 Maks pada pemain sepakbola SSB PUSLAT Tersono Kabupaten Batang Tahun 2012-2013 Keb[r]

4 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI SOSIAL DI PERGURUAN SILAT  Pelaksanaan Pendidikan Karakter Peduli Sosial di Perguruan Silat (Studi pada Siswa Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Purwantoro Cabang Ponorogo).

PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI SOSIAL DI PERGURUAN SILAT Pelaksanaan Pendidikan Karakter Peduli Sosial di Perguruan Silat (Studi pada Siswa Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Purwantoro Cabang Ponorogo).

Segala puji dan syukur yang hakiki milik Allah SWT semata, yang senantiasa melimpahkan kasih sayangnya untuk seluruh umat dan alam semesta. Sholawat dan salam teruntuk manusia pilihan Illahi, Muhammad SAW yang dengan perjuangannya telah mengantarkan kita menjadi umat pilihan, yang terakhir untuk seluruh umat manusia demi menuju ridha-Nya. Alhamdulillah, dengan ridho Allah SWT penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “ Pelaksanaan Pendidikan Karakter Peduli Sosial di Perguruan Silat (Studi pada Siswa Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Purwantoro Cabang Ponorogo) ”.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA VOLUME OKSIGEN Hubungan antara Frekuensi Denyut Jantung dengan Volume Oksigen Maksimal pada Anggota Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Universitas Muhammadiyah Surakarta.

HUBUNGAN ANTARA VOLUME OKSIGEN Hubungan antara Frekuensi Denyut Jantung dengan Volume Oksigen Maksimal pada Anggota Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Syukur Alhamdullilah kehadirat Allah SWT atas segala anugerah dan rahmat yang telah dilimpahkan-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Hubungan Antara Frekuensi Denyut Jantung dan Volume Oksigen Maksimal pada Anggota Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Universitas Muhammadiyah Surakarta”. Penyusunan skripsi ini sebagai salah satu syarat meraih gelar Sarjana Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta.

13 Baca lebih lajut

PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP KONFLIK ANTAR OKNUM PERGURUAN SILAT (Studi Fenomenologi Mengenai Konflik Antar Oknum Perguruan Silat di Kabupaten Madiun) | Firmansyah | SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant 8303 17394 1 SM

PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP KONFLIK ANTAR OKNUM PERGURUAN SILAT (Studi Fenomenologi Mengenai Konflik Antar Oknum Perguruan Silat di Kabupaten Madiun) | Firmansyah | SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant 8303 17394 1 SM

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konflik yang melibatkan Oknum dari Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate dan Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo di Kabupaten Madiun memunculkan persepsi yang beragam dari masyarakat baik itu negatif maupun positif. Terbaginya persepsi masyarakat ini disebabkan oleh faktor komunikasi yang belum berjalan selaras. Kuranglengkapnya informasi yang diperoleh masyarakat menimbulkan prasangka (Ketidaktahuan) yang berbuah desas-desus dan kecurigaan sehingga pelabelan terhadap kelompok yang sering melakukan konflik belum sepenuhnya hilang. Perasaan was-was, dan tidak nyaman masih dirasakan masyarakat sebagai dampak dari konflik. Keadaan antagonistik pun masih kuat terasa pada masyarakat di tataran bawah, terutama ketika agenda masing-masing perguruan pencak silat ini tiba di bulan Suro. Penafsiran Nilai- nilai luhur ajaran perguruan yang berbeda oleh sejumlah oknum mengindikasikan belum berhasilnya upaya pembinaan yang dilakukan. Lemahnya sistem sanksi dan kontrol masyarakat juga menjadi kendala sulitnya aparat dalam mengusut permasalahan dari konflik sehingga perlanggaran cenderung diulang. Menindaklanjuti hal ini pihak perguruan, pemerintah maupun aparat keamanan telah berusaha melakukan upaya pembinaan, ikrar, koordinasi, pengamanan, dan kemudian membentuk Paguyuban Pencak Silat serta mengusulkan rebranding Kabupaten menjadi “Madiun Kampung Pesilat”.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN WEBSITE PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE OLEH ANGGOTA (Studi pada Mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Persaudaraan Setia Hati Terate Universitas Negeri Malang)

PEMANFAATAN WEBSITE PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE OLEH ANGGOTA (Studi pada Mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Persaudaraan Setia Hati Terate Universitas Negeri Malang)

Dengan jumlah cabang banyak dan tersebar di seluruh Indonesia bahkan luar negeri, organisasi ini dapat merangkul semua anggotanya untuk mendapatkan informasi atau kabar perkembangan terbaru dari masing-masing cabang Persaudaraan Setia Hati Terate ini. Seperti pendapat Nuri salah satu anggota Persaudaraan Setia Hati Terate. 2

18 Baca lebih lajut

PENDIDIKAN KEPRIBADIAN DAN PEMBINAAN MENTAL SPIRITUAL MELALUI ILMU BELADIRI PENCAK SILAT (STUDI KASUS PADA LEMBAGA BELADIRI PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) CABANG KUDUS). - STAIN Kudus Repository

PENDIDIKAN KEPRIBADIAN DAN PEMBINAAN MENTAL SPIRITUAL MELALUI ILMU BELADIRI PENCAK SILAT (STUDI KASUS PADA LEMBAGA BELADIRI PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) CABANG KUDUS). - STAIN Kudus Repository

Merupakan metode pengambilan data dengan cara menanyakan sesuatu kepada orang yang menjad informan atau responden. Caranya adalah dengan bercakap-cakap secara tatap muka. 12 Dalam hal ini peneliti akan mengamati serta berpartisipasi di dalamnya untuk mengetahui proses pelaksanaan pendidikan kepribadian dan pembinaan mental spiritual di pergurun pencak silat PSHT cab. Kudus.

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...