Top PDF WAYANG RUMPUT (WAYANG SUKET) : Studi Visual Wayang Rumput.

WAYANG RUMPUT (WAYANG SUKET) : Studi Visual Wayang Rumput.

WAYANG RUMPUT (WAYANG SUKET) : Studi Visual Wayang Rumput.

Kesenian yang merupakan salah satu bagian dari seni pertunjukan yaitu kesenian wayang. Kesenian wayang banyak didukung oleh bidang kesenian lain, seperti seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan juga seni perlambang. Kesenian wayang pada saat ini telah menjadi salah satu warisan dunia, seperti terbukti dengan hak paten yang diberikan UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization) bahwa wayang Indonesia sebagai Karya Agung Budaya Dunia (Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity), pada tanggal 7 November 2003 di
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

s sdt 0802981 table of content

s sdt 0802981 table of content

Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena atas berkat bimbingan dan petunjuk-Nya, penulis dapat menyelesaikan salah satu tugas yang menjadi syarat dalam memenuhi dan menyelesaikan Studi Strata I (S1) pada Jurusan Pendidikan Seni Rupa di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berupa pembuatan skripsi dengan judul “WAYANG RUMPUT ( WAYANG SUKET) (Studi Visual Wayang Rumput)” .

19 Baca lebih lajut

Buku Panduan Proses Pembuatan Wayang Suket

Buku Panduan Proses Pembuatan Wayang Suket

Penjelasan tentang segala aspek visual yang ditampilkan pada perancangan media informasi proses pembuatan wayang suket ini akan dijelaskan seluruhnya dalam konsep visual. Mengingat segmentasi target dari perancangan ini adalah individu yang berstatus sebagai pelajar, maka dibutuhkan pertimbangan yang matang agar media ini menarik. Konsep visual dari perancangan ini adalah menggabungkan unsur visual wayang suket, serta penjelasan cara membuat wayang suket, sehingga dapat memudahkan untuk dapat di contoh, namun tidak ketinggalan zaman. Tentunya pertimbangan konsep visual tersebut didasari dari studi target audien dan juga studi referensi yang telah diolah.
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

s sdt 0802981 chapter3(1)

s sdt 0802981 chapter3(1)

Pendekatan studi pustaka sangat umum dilakukan dalam penelitian karena peneliti tidak perlu mencari data dengan sepenuhnya terjun langsung ke lapangan melainkan cukup mengumpulkan dan menganalisis data yang tersedia dalam pustaka. Hasil penelitian berupa skripsi juga dapat dijadikan sebagai acuan dalam mendukung untuk menganalisis masalah dalam sebuah penulisan. Beberapa sumber yang telah peneliti baca dan pelajari selama proses penulisan skripsi ini yaitu berupa buku mengenai teori seni pertunjukan, teori fungsi seni pertunjukan, teori tentang wayang, teori tentang Wayang Rumput (Wayang Suket), serta teori mengenai metode yang menunjang dalam penelitian dan penulisan. Artikel dan tulisan-tulisan dari internet yang dianggap mendukung terhadap teori, skripsi terdahulu tentang wayang sebagai sumber primer, dirasa sangat membantu dalam menambah dan melengkapi materi yang dibutuhkan dalam mendukung penelitian ini.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

WAYANG “KAMPUNG SEBELAH” Kajian Tentang Boneka Wayang Kulit Kreasi Baru (Sebuah Pendekatan Kritik Holistik)

WAYANG “KAMPUNG SEBELAH” Kajian Tentang Boneka Wayang Kulit Kreasi Baru (Sebuah Pendekatan Kritik Holistik)

Menurut Stolnitz (dalam Sutopo, 1995:7) kritik seharusnya berupa aktivitas evaluasi yang memandang seni sebagai objek untuk pengalaman estetik. Pengalaman itu dihasilkan lewat kajian teliti atas karya seni sejalan dengan pandangan Flaccus dalam Sutopo (1995: 7) yang merumuskan kritik sebagai studi rinci dan apresiatif tentang karya seni. Dari pandangan ini, di satu sisi kritik merupakan keyakinan dan semangat yang lebih besar dari logika seorang pecinta seni yang berusaha mendukung karya, sedang di sisi lain ia merupakan analisis cendekia dan teliti atas karya seni disertai berbagai tafsir dengan alasan-alasannya. Sudah diakui bahwa di dalam dunia kritik seni terdapat beragam struktur yang sering saling bertentangan. Menurut Osbone (dalam Sutopo, 1995:8) para kritikus sering saling berbenturan tidak hanya penggunaan metode yang dianggapnya sah tetapi juga berbeda mengenai peran yang harus dipenuhinya. Perbedaana itu itu kemudian memunculkan kritikus yang cenderung berkelompok untuk menjaga aktivitas kritiknya supaya tetap mencerminkan secara kuat disiplin ilmunya. Adanya kritik aliran sosiologis dan psikologis yang selanjutnya pecah menjadi dua arah yaitu aktivitas psikologis senimannya dan aktiviats psikologis penghayatnya, lebih menjelaskan adanya keragaman kritik tersebut.
Baca lebih lanjut

119 Baca lebih lajut

4196 KST Seni Pedalangan Bali

4196 KST Seni Pedalangan Bali

Kompetensi Kemampuan yang Diuji 1 Mendeteksikan sejarah wayang Menafsirkan wayang pada jaman pra sejarah Mendeskripsikan wayang pada jaman Hindu Mendeskripsikan wayang pada jaman Isl[r]

2 Baca lebih lajut

BAB I  MUSEUM WAYANG KULIT DI YOGYAKARTA.

BAB I MUSEUM WAYANG KULIT DI YOGYAKARTA.

Bangunan museum kesenian pada saat ini umumnya hanya sebuah bangunan yang berfungsi sebagai wadah menjaga dan memamerkan benda seni saja namun belum mampu untuk mengapresiasi pengunjungnya. Misalnya, Gedung Museum Wayang di Jakarta. Gedung ini mengalami banyak perombakan, Gedung ini berarsitektur Klasik Eropa awalnya dibangun pada tahun 1640 sebagai gereja dengan nama de Oude Hollandse Kerk. Kemudian gedung tersebut diserahkan kepada Stichting Out Batavia pada tanggal 22 Desember 1939 dan dijadikan museum dengan nama Oude Bataviasche Museum.

12 Baca lebih lajut

Hari Wayang 2016 “Wayang Cermin Kehidupan” | ISI Solo

Hari Wayang 2016 “Wayang Cermin Kehidupan” | ISI Solo

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan berbagai jenis dan gaya pertunjukan wayang kepada masyarakat pemerhati wayang. Jenis dan ragam gaya pertunjukan wayang nusantara yang akan dipentaskan meliputi: wayang kulit purwa berbagai gaya (antara lain gaya Surakarta, Yogyakarta, Banyumasan, Jawa Timuran, gaya Bali), wayang golèk berbagai gaya (antara lain gaya Sunda, Kebumen, Tegal), wayang Palembang, wayang Banjar, wayang Sasak, wayang madya, wayang gedhog, wayang klithik, wayang bèbèr, wayang wahyu, wayang warta, wayang sadat, wayang suluh, wayang kampung sebelah, dan wayang kroncong.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

4205 KST Seni Tari Sunda

4205 KST Seni Tari Sunda

Kompetensi Kemampuan yang Diuji 1 Mendeteksikan sejarah wayang Menafsirkan wayang pada jaman pra sejarah Mendeskripsikan wayang pada jaman Hindu Mendeskripsikan wayang pada jaman Isl[r]

2 Baca lebih lajut

Media Pertunjukkan Wayang Untuk Menumbuhkan Karakter Anak Bangsa

Media Pertunjukkan Wayang Untuk Menumbuhkan Karakter Anak Bangsa

1. Cara mengenalkan budaya adiluhung wayang kepada anak-anak bisa dengan berbagai cara yaitu antara lain membaca buku wayang, mengajak menonoton pertunjukan, datang ke museum wayang, guru membawa wayang di kelas atau guru bercerita tentang kisah pewayangan. Metode konvensional semacam itu bisa saja dilakukan, tetapi kadang perlu inovasi metode yang lebih atraktif dan menarik bahkan bisa mengasah imajinasi dan kreativitas anak. Beberapa pihak sudah mengupayakan cara-cara agar wayang bisa diterima dan dekat dengan anak-anak antara lain dari dibukanya sanggar dalang untuk anak-anak, pementasan wayang oleh dalang anak-anak, pembuatan komik, film animasi, wayang dalam film bentuk tokusatsu, dan lain sebagainya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

SPESIFIKASI DAN KARAKTERISTIK WAYANG WAH (1)

SPESIFIKASI DAN KARAKTERISTIK WAYANG WAH (1)

Gagasan awal penciptaan Wayang Wahyu berasal dari seorang biarawan gereja, dan dalam proses visualisasi dan pelaksanaan pakelirannya ditangani oleh para seniman pedalangan, karena kesenian wayang tidak pernah berkait langsung dengan gereja. Wayang Wahyu adalah hasil kolaborasi gereja dengan seniman dalam menciptakan perangkat wayang yang mempunyai fungsi utama sebagai alternatif pewartaan iman , yang membawa aturan-aturan gerejani sekaligus konsep-konsep pakem pakeliran; dengan kata lain adalah mengangkat kisah dalam Kitab Suci untuk dilakonkan dalam pakeliran. Untuk menyikapi segala kemungkinan kesalahan tafsir, maka fihak gereja membuat batasan; mulai dari proses perupaan wayang hingga bentuk pakelirannya, dengan pola standar kontrol atau kendali bentuk yang disebut nihil obstat. Dalam tataran perkembangan budaya, fenomena wayang wahyu merupakan wilayah yang menarik untuk dijadikan objek penelitian; dengan harapan akan memunculkan sebuah wacana atau diskursus baru dalam perkembangan pakeliran di Tanah Air; setidaknya penelitian ini dapat mengangkat ke ranah akademik tentang fenomena pakeliran baru tersebut.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

teks eksposisi bahasa Jawa

teks eksposisi bahasa Jawa

Miturut penuturan lan data saking dinas pariwisata Kotamadya Dati II Surakarta, wayang wong ana utawa lair ing abad XVIII. Diciptaken menika Mangkunegara I ingkang kadosipun dipunilhami saking seni drama saking negeri kilen utawa Eropa. Wiwitan pementasan wayang wing dipungelar ing Surakarta lajeng dipungelar ing Yogyakarta. Wekdal ing sasu April 1868 yaiku Mangkunegara IV ngawontenaken acara khitan putranipun. Ingkang taun 1899, Pakubuwana X mbangun taman Sriwedari wonteng ing peresmianipun ngawontenaken pagelaran keseniang wayang wong. Kang ditonton kaliyan warga sekitar.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

4169-KST-Seni Pedalangan Yogyakarta

4169-KST-Seni Pedalangan Yogyakarta

2 Menjelaskan pengetahuan wayang Menjelaskan keragaman wayang Menjelaskan jenis-jenis wayang Menjelaskan unsur-unsur garap Pedalangan 3 Menerapkan tehnik gerak wayang Menjelaskan teknik[r]

2 Baca lebih lajut

Wayang Potehi ke Wayang Thithi Ngesti

Wayang Potehi ke Wayang Thithi Ngesti

Salah satu kawasan yang melesarikan wayang Potehi di Semarang adalah di “Klenteng Tay Kak Sie” sebuah klenteng tertua ke-3 yang didirikan pada tahun 1771 Masehi dan terkenal dengan sebutan Klenteng Besar Semarang 9. Pada waktu klenteng tersebut mulai didirikan , daerah Gang Lombok boleh dikatakan masih berupa kebun yang banyak ditanami lombok, sehingga dikenal dengan sebutan Gang Lombok. Di wilayah inilah tersimpan berbagai warisan budaya Cina , bahkan replika kapal Cheng Ho juga berada di depan Klenteng Tay Kak Sie. Demikian pula ketika akan diadakan pemilihan Gubernur Jawa Tengah di wilayah ini juga ditayangkan kethoprak dari Yogyakarta yang mengambil tema yang berkaitan dengan peristiwa 13 Mei 1998 yang merupakan peristiwa penting di era reformasi , namun sampai saat ini tidak ada penyelesainnya. 10 . Acara tersebut merupakan peringatan 10 tahun reformasi yang digelar di depan Klenteng Tay Kak Sie , gang Lombok. Pentas seni tersebut baru-baru ini ditayangkan ulang di stasiun Televisi di Semarang.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

4196-KST-Seni Pedalangan Bali (1)

4196-KST-Seni Pedalangan Bali (1)

Standar Kompetensi Lulusan Kemampuan yang Diuji 1 Mendeskripsikan sejarah wayang Menjelaskan asal-usul wayang Menjelaskan bentuk-bentuk wayang Menjelaskan fungsi wayang Membedakan sifa[r]

2 Baca lebih lajut

PERANAN PRODUSER TERHADAP PRODUKSI PROGRAM DOKUMENTER “BUDAYA SEMATA WAYANG”.

PERANAN PRODUSER TERHADAP PRODUKSI PROGRAM DOKUMENTER “BUDAYA SEMATA WAYANG”.

mendengar istilah wayang golek, wayang kulit atau wayang orang. Tetapi bagaimana dengan istilah yang satu ini, yakni “Wayang Onthel”. Wayang karya para seniman muda asal Magelang ini merupakan suatu karya yang cukup unik dan langka serta satu-satunya di Indonesia, bahkan dunia. Karena bahan – bahan yang di gunakan terbuat dari onderdil sepeda onthel. Tidak hanya itu, alat musiknya pun juga terbuat dari bagian – bagian sepeda kuno, seperti kunci ring, kunci pas, bel sepeda, hingga jari – jari roda, yang dapat memberikan kombinasi musik yang menarik dan enak di dengar. Cerita yang diangkat pun mengenai kehidupan sehari – hari, dengan tujuan menyampaikan pesan moral yang edukatif lewat hiburan rakyat
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

HASIL KEBUDAYAAN DARI WAYANG KULIT

HASIL KEBUDAYAAN DARI WAYANG KULIT

Jadi karakter wayang tidaklah ditentukan oleh warna rias muka saja, tetapi juga ditentukan oleh unsur lain, seperti misalnya bentuk (patron) wayang itu sendiri. Tokoh Arjuna, baik yang mempunyai warna muka hitam maupun kuning, adalah tetap Arjuna dengan sifat-sifatnya yang telah kita kenal. Perbedaan warna muka seperti ini hanya untuk membedakan ruang dan waktu pemunculannya. Arjuna dengan warna muka kuning dipentaskan untuk adegan di dalam kraton, sedangkan Arjuna dengan warna muka hitam menunjukkan bahwa dia sedang dalam perjalanan. Demikian pula halnya dengan tokoh Gatotkaca, Kresna, Werkudara dan lain-lain. Perbedaan warna muka wayang ini tidak akan diketahui oleh penonton yang melihat pertunjukan dari belakang layar.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

s sdt 0802981 chapter1

s sdt 0802981 chapter1

Wayang Suket merupakan bentuk tiruan dari berbagai figur wayang kulit yang terbuat dari rumput (bahasa Jawa: suket ). Wayang Suket ini biasanya dibuat sebagai alat permainan atau penyampaian cerita perwayangan pada anak-anak di desa-desa dataran Jawa. Untuk membuatnya, beberapa helai daun rerumputan dijalin lalu dirangkai (dengan melipat) hingga membentuk figur serupa wayang kulit. Karena bahannya dari rumput, maka Wayang Suket ini biasanya tidak dapat bertahan lama. Salah seorang seniman asal Tegal yaitu Slamet Gundono, dikenal sebagai tokoh yang berusaha mengangkat kesenian Wayang Suket pada tingkat pertunjukan panggung.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Produksi Program Dokumenter menelusuri masterpiece budaya dalam `Cerita Dibalik Kantong Potehi`.

Produksi Program Dokumenter menelusuri masterpiece budaya dalam `Cerita Dibalik Kantong Potehi`.

berkunjung ke Tay Kak Sie. Presenter (host) melihat keindahan akan suasana dan ornament- ornament yang ada di klenteng ini, namun ada hal yang membuatnya bingung yaitu kotakan berwarna merah yang terletak di halaman luar klenteng. Ia berlalu meninggalkan keanehan yang ia temui. Ketika melangkah memasuki klenteng presenter (host) melihat sebuah benda mirip boneka yang sedang dipegang oleh seorang bapak-bapak, presenter (host) pun menghampirinya dan bertanya-tanya. Bapak-bapak tersebut ternyata adalah pak Subur yang merupakan ketua kelompok wayang potehi, dia menjelaskan tentang wayang potehi juga mengajak presenter (host) untuk mendekat dan masuk ke dalam panggung wayang potehi, memperkenalkan seluruh personil
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...