Top PDF TUGAS DAN WEWENANG KEPALA DAERAH DALAM PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 JO. UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH -

Optimalisasi pengawasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2007 oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surakarta menurut undang undang nomor 32 tahun 2004

Optimalisasi pengawasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2007 oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surakarta menurut undang undang nomor 32 tahun 2004

dengan preferensi dan prioritas daerah. Kondisi ini dimungkinkan dengan semakin besarnya kewenangan yang dimiliki daerah dalam pengambilan keputusan yang didukung oleh semakin besarnya proporsionalnya dana yang dikelola oleh daerah. Dalam rangka mendukung otonomi daerah, maka untuk menyelenggarakan tugas dan fungsi pemerintahan sebagai abdi masyarakat dan penggerak pembangunan, dibutuhkan kapasitas dan kapabilitas pemerintah daerah yang memadai. Keberhasilan pelaksanaan otonomi daerah tergantung dari upaya pemerintah daerah dalam pembiayaan rumah tanggannya sendiri disamping persyaratan administrasi yang telah ditentukan. dalam rangka membiayai rumah tangganya sendiri, pemerintah daerah perlu memberdayakan sumber-sumber pendapatan yang sudah ada dan menggali potensi pendapatan yang belum tergarap. Selain menggali potensi pendapatan, pemerintah daerah juga dapat menggali sumber-sumber pendapatan yang sah dan membuka peluang investasi kepada pihak swasta nasional maupun pihak asing untuk mendirikan usaha di daerah setempat. Pemerintah daerah akan mendapatkan beberapa keuntungan dengan dibukanya investasi di daerah. Keuntungan yang didapat antara lain pihak swasta akan membayar pajak kepada pemerintaha daerah dan hal tersebut akan menambah pendapatan bagi daerah setempat dan kesejahteraan masyarakat akan cepat terwujud seiring dengan adanya peluang pekerjaan dari usaha yang didirikan investor tersebut.
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

Politik Hukum Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 (Studi implementasi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Jo Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008).

Politik Hukum Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 (Studi implementasi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Jo Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008).

Politik hukum pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Tengah tahun 2008 mengacu pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah Jo Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 Tentang Perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah, dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2005 Tentang Pemilihan, Pengesahan Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Sejak diberlakukannya Undang- Undang Nomor 32 Tahun 2004 mekanisme penyelenggaraan pemilihan kepala daerah dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur tidak lagi dipilih oleh DPRD, tetapi melalui pemilihan secara langsung.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PENGATURAN DAN PELAKSANAAN CALON PERSEORANGAN PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH (STUDI PADA PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH KOTA P

PENGATURAN DAN PELAKSANAAN CALON PERSEORANGAN PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH (STUDI PADA PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH KOTA P

Dalam sejarah Pilkada langsung di Indonesia, tercatat sudah ada sejumlah pasangan yang berhasil merebut kemenangan pada Pilkada langsung. Keempat calon itu yakni Pilkada Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Tahun 2006 yang dimenangkan pasangan Irwandi Yusuf – M Nasir, Pilkada Kabupaten Rote Ndou, NTT yang dimenangkan pasangan Christian N Dillak-Zacharias P Manafe. Pasangan lain yang juga berhasil mencatat kemenangan dari jalur independen yakni O.K. Arya Zulkarnain-Gong Martua Siregar berhasil merebut kursi Bupati dan Wakil Bupati Batubara, Sumatera Utara, dan pasangan Aceng Fikri- Raden Dicky Chandra sebagai Bupati dan Wakil Bupati Garut, Jawa Barat. Terakhir, di Tahun 2010, pasangan yang berhasil menang hanya satu pasangan independen saja yakni pada Pilkada Kabupaten Sidoardjo yang dimenangkan pasangan Saifullah-MG Hadi Sutjipto.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pengawasan Keuangan Daerah dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah

Pengawasan Keuangan Daerah dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah

Namun dengan adanya otonomi yang seluas-luasnya bukan berarti tidak muncul suatu permasalahan diantaranya adanya kecenderungan pergeseran pusat kekuasaan didaerah dari eksekutif ke tangan legislatif, diikuti pula dengan maraknya kasus-kasus korupsi didaerah bahkan karena wewenang yang lebih besar dan luas dalam mengelola anggaran didaerah menyebabkan pula terjadi gejala penyelewengan dan penyalahgunaan anggaran didaerah, baik secara langsung atau tidak langsung dalam bentuk penyalahgunaan peruntukan, baik dilakukan masing-masing pihak eksekutif ataupun kerjasama curang diantara keduanya. Adanya laporan sejumlah media massa makin menguatkan dugaan tersebut. Kompas online yang terbit pada Minggu, 2 Februari 2014 22:41 WIB Sepanjang tahun 2013, sebanyak 35 kepala daerah terjerat kasus korupsi. Data tersebut menunjukkan peningkatan dari tahun 2012, dimana 34 kepala daerah menjadi tersangka kasus korupsi. Peneliti Divisi Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Tama S. Langkun mengatakan, korupsi berdasarkan pelaku tak banyak perubahan dan menunjukkan kecenderungan yang sama. "35 kepala daerah
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

SUATU PERBANDINGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NO 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DALAM MEWUJUDKAN PEMERINTAHAN YANG BAIK.

SUATU PERBANDINGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NO 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DALAM MEWUJUDKAN PEMERINTAHAN YANG BAIK.

karena adanya hubungan yang baik antara Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dalam menjalankan fungsi, tugas dan wewenangnya masing-masing. Sedangkan Pada Pasal 42, terciptanya check and balances terhadap pemerintahan sehingga eksekutif tidak keluar dari tugas dan wewenangnya dalam menyelenggarakan pemerintahan yang baik sebab adanya kontrol yang baik dari legislatif. Pada Pasal 56, pasangan calon Perseorangan memiliki legitimasi yang kuat, untuk ikut dalam pemilihan calon Kepala Daerah. Pasal 59, setiap calon Kepala Daerah atau Wakil Kepala Daerah baik yang dari partai politik, gabungan partai politik atau calon perseorangan yang telah ditetapkan oleh KPU tidak dapat mengundurkan diri, apabila mengundurkan diri maka calon Kepala Daerah atau Wakil Kepala Daerah dikenakan sanksi. 2. Pemerintahan Daerah dimasa yang akan datang adalah Pemerintahan Daerah
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

manajemen pemerintahan daeRah id. docx

manajemen pemerintahan daeRah id. docx

Definisi pemerintahan Daerah berdasarkan undang-undang nomor 32 Tahun 2004 sebagaimana telah diamandemen dengan undang-undang nomor 12 Tahun 2008 tentang pemerintahan daerah pasal 1 ayat (2) adala sebagai berikut : pemerintah daerah adalah penyelenggaran urusan pemerintahan oleh pemerintahan daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tygas pembantuan dengan prinsip Negara kesatuan Repulik Indonesia sebagamana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar 1945.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

KEWENANGAN MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM MEMUTUS SENGKETA PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH (STUDI KASUS : PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH KOTAWARINGIN BARAT).

KEWENANGAN MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM MEMUTUS SENGKETA PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH (STUDI KASUS : PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH KOTAWARINGIN BARAT).

Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (pemilukada) merupakan amanat yang telah diatur dalam UUD 1945 Pasal 18 Ayat (4). Untuk selanjutnya mengenai pemilukada ini diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Jo Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2008 Tentang Pemerintahan Daerah. Dalam pelaksanaan pemilukada seringkali menimbukan sengketa. Untuk menyelesaikan sengketa pemilukada ini didalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 diberikan kewenangan kepada Mahkamah Konstitusi untuk menyelesaikannya. Dalam melaksanaan kewenangannya, Mahkamah Konstitusi banyak mengeluarkan putusan yang menimbulkan perdebatan. Salah satunya adalah putusan pemilukada Kotawaringin Barat. Dari latar belakang tersebut timbul permasalahan yang hendak diteliti antara lain : Bagaimanakah kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam menyelesaikan sengketa hasil pemilukada Kotawaringin Barat, Bagaimanakah Implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi tersebut. Dalam penulisan skripsi ini, peneliltian yang dilakukan bersifat deskriptif yaitu cara penelitian yang menggambarkan secara lengkap dan jelas tentang persoalan yang diteliti dengan pendekatan yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Dalam pelaksanaan kewenangan Mahkamah dalam menyelesaikan sengketa pemilukada Kotawaringin Barat ini ternyata telah melampaui kewenangannya. Hal itu karena dalam Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 15 Tahun 2008 sebagai landasan dalam menyelesaikan sengketa pemilukada tidak ada yang menyebutkan bahwa salah satu bentuk putusan Mahkamah Konstitusi adalah mendiskualifikasi salah satu pasangan calon. Terkait adanya pelanggaran yang bersifat masif, terstruktur, dan sistematis seharusnya Mahkamah Konstitusi juga memeriksa kedua pasangan calon. Indikasi pelanggaran tersebut bisa saja terjadi terhadap siapapun bukan hanya terhadap salah satu pasangan calon saja. Selanjutnya dalam menentukan pemenang pemilukada seharusnya Mahkamah Konstitusi menyebutkan jumlah suara yang sah. Keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi ini tentunya membuat salah satu pasangan calon yang sebelumnya memenangkan pemilukada Kotawaringin Barat didiskualifikasi oleh Mahkamah Konstitusi. Sebaliknya pasangan calon lain di tetapkan sebagai pemenang dengan perolehan suara yang ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

ISU DAN KEBIJAKAN OTONOMI DAERAH (1)

ISU DAN KEBIJAKAN OTONOMI DAERAH (1)

setelah pemerintah dan DPR sepakat untuk mengesahkan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Kedua UU otonomi daerah ini merupakan revisi terhadap UU Nomor 22 dan Nomor 25 Tahun 1999 sehingga kedua UU tersebut kini tidak berlaku lagi. Dalam perjalanannya sesuai dengan kebutuhan demokrasi, UU No.22/1999 telah dinilai baik dari segi kebijakan dan implementasinya, dan ternyata mengalami kelemahan sehingga undang-undang tersebut mengalami revisi menjadi UU.32/2004 dan di revisi lagi menjadi UU No.12/2008 kemudian direvisi lagi menjadi UU Nomor 23 tahun 2014
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Latar Belakang Otonomi Dan Daerah

Latar Belakang Otonomi Dan Daerah

Tujuan otonomi daerah kerap menjadi pembicaraan dan bahan diskusi yang menarik bahkan hingga saat ini setelah konsepsi otonomi daerah itu diselenggarakan di Indonesia. Mungkin inilah akibat belum tercapainya tujuan otonomi daerah itu sendiri sesuai dengan gagasan awal pelaksanaannya atau mungkin lemahnya indikasi akan tercapainya tujuan otonomi daerah dengan melihat realitas pelaksanaan otonomi daerah dengan berbagai macam ekses yang telah ditimbulkannya. Hal ini dikarenakan pembicaraan mengenai tujuan otonomi daerah selalu dibarengi dengan harapan untuk mewujudkannya.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

KAJIAN YURIDIS IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN DAERAH NOMOR 16 TAHUN 1996 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH BANK PERKREDITAN RAKYAT GIRI SUKADANA KABUPATEN WONOGIRI DALAM PERSPEKTIF

KAJIAN YURIDIS IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN DAERAH NOMOR 16 TAHUN 1996 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH BANK PERKREDITAN RAKYAT GIRI SUKADANA KABUPATEN WONOGIRI DALAM PERSPEKTIF

Serta karena PD. BPR Giri Sukadana termasuk Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD ) Kabupaten Wonogiri, sehingga semua pengaturan dan perincian mengenai PD. BPR Giri Sukadana tertuang dalam Peraturan Daerah tersebut ( Perda No.6 tahun 2008 ). Keterlibatan Pemerintah Daerah Kabupaten Wonogiri terlihat dengan adanya peran pemerintah daerah terhadap PD. BPR Giri Sukadana yang tercantum dalam Perda No.6 Tahun 2008, yaitu misalnya, pemerintah daerah melalui Bupati, Bupati melantik Anggota Direksi, Bupati dapat mengangkat dan memberhentikan Anggota Direksi dan Anggota Dewan Pengawas, menyetujui ketentuan kepegawaian PD. BPR yang ditetapkan dengan Keputusan Direksi setelah mendapatkan persetujuan Dewan Pengawas, Bupati meakukan pembinaan umum terhadap PD. BPR dalam rangka meningkatkan daya guna dan hasil guna PD. BPR sebagai alat kelengkapan Otonomi Daerah shingga dapat beroperasi secara sehat, madiri, dan efisien.
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

Perda 11 Thn 2010 Ttg Pengelolaan keudaerah

Perda 11 Thn 2010 Ttg Pengelolaan keudaerah

(1) BLUD dibentuk bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan masyarakat dengan memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip ekonomi dan produktifitas, dan penerapan praktek bisnis yang sehat. (2) Kekayaan BLUD merupakan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan

43 Baca lebih lajut

perda no 2 th 2009 ttg alokasi dana desa

perda no 2 th 2009 ttg alokasi dana desa

(1) Bupati dengan persetujuan DPRD, berhak mengurangi jumlah Alokasi Dana Desa tertentu pada tahun berikutnya dari jumlah yang seharusnya secara proporsional bagi desa yang terbukti tidak mampu melaksanakan pembangunan skala desa yang bersumber dari Alokasi Dana Desa secara transparan, partisipatif dan akuntabel.

9 Baca lebih lajut

KERANGKA KELEMBAGAAN DAN REGULASI KABUPATEN TULUNGAGUNG 6.1 Kerangka Kelembagaan

KERANGKA KELEMBAGAAN DAN REGULASI KABUPATEN TULUNGAGUNG 6.1 Kerangka Kelembagaan

Terkait dengan kelembagaan dimaksud dan dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah sebagaimana diatur dalam undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah khususnya mengenai Perangkat Daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, Pemerintah Kabupaten Tulungagung telah membentuk organisasi perangkat daerah yang baru sebagaimana tersebut dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007. Peraturan Pemerintah ini pada prinsipnya dimaksudkan memberikan arah dan pedoman yang jelas kepada daerah dalam menata organisasi yang efisien, efektif dan rasional sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daerah masing-masing serta adanya koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplifikasi serta komunikasi kelembagaan antara pusat dan daerah. Adapun dalam menetapkan kriteria untuk menentukan jumlah besaran organisasi perangkat daerah masing-masing pemerintah daerah dengan variable jumlah penduduk, luas wilayah dan jumlah APBD, yang
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Daya Tarik Dan Pola Penyebaran Investasi di Kota Gunungsitoli

Daya Tarik Dan Pola Penyebaran Investasi di Kota Gunungsitoli

Pertumbuhan ekonomi sebagai suatu ukuran kuantitatif yang menggambarkan perkembangan suatu perekonomian dalam suatu tahun tertentu apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Perkembangan tersebut selalu dinyatakan dalam bentuk persentase perubahan pendapatan nasional pada suatu tahun tertentu dibandingkan dengan tahun sebelumnya (Sukirno 2010 : 9).

7 Baca lebih lajut

perda no 22 thn 2008

perda no 22 thn 2008

1) Dasar Hukum diawali dengan kata "Mengingat" yang harus memuat dasar hukum bagi pembuatan produk hukum. Pada bagian ini perlu dimuat pula jika ada peraturan perundang-undangan yang memerintahkan dibentuknya Peraturan Desa, Peraturan Kepala Desa dan Keputusan Kepala Desa atau yang mempunyai kaitan langsung dengan materi yang akan diatur.

33 Baca lebih lajut

Tata Cara Penghapusan Denda Piutang Pajak Kendaraan Bermotor (Pkb) Yang Kadaluarsa Di Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Pangkalan Berandan

Tata Cara Penghapusan Denda Piutang Pajak Kendaraan Bermotor (Pkb) Yang Kadaluarsa Di Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Pangkalan Berandan

Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah Undang – Undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Daerah Undang – [r]

1 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Akuntansi Penggajian Pegawai Pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provsu

Sistem Informasi Akuntansi Penggajian Pegawai Pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provsu

Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi[r]

1 Baca lebih lajut

Teguh Kayen Abstract - HUKUM ADAT DI HADAPAN POLITIK HUKUM NERGARA: STUDI SOSIOLOGIS HUKUM MASYARAKAT ADAT REJANG

Teguh Kayen Abstract - HUKUM ADAT DI HADAPAN POLITIK HUKUM NERGARA: STUDI SOSIOLOGIS HUKUM MASYARAKAT ADAT REJANG

Kesimpulan dari hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pola politik masyarakat hukum adat Rejang pada tahun 1999-2004 masih memiliki unsur pengaruh pada basis sosial, kepemimpinan, pranata sosial dan lembaga adat yang responsif dan futuristik secara kokoh. Sangat berbeda dengan yang ada pada periode tahun 2004-2015, pola politik hukum Rejang lebih banyak terpengaruh oleh politik hukum nasional melalui UU 23 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU 6 tahun 2015 tentang Desa yang secara radikal menggerus dan merubah basis sosial kepemimpinan, pranata sosial, lembaga-lembaga adat yang ada.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PERDA NOMOR 11 TAHUN 2006 TENTANG DANA CADANGAN PILKADA

PERDA NOMOR 11 TAHUN 2006 TENTANG DANA CADANGAN PILKADA

Kepala dan Wakil Kepala Daerah yang diatur dalam Peraturan Daerah ini, dalam melaksanakan hak dan kewajibannya dapat berjalan dengan lancar dan akhirnya dapat dicapai tertib administrasi. Pengertian ini diperlukan karena istilah-istilah tersebut mengandung pengertian yang baku dan teknis.

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...