3. MICRO CRAFT
3.9 Algoritma CORELAP
Algoritma CORELAP adalah salah satu algoritma construction yang dikembangan oleh Lee dan Moore pada tahun 1967 yang mengubah data kualitatif menjadi data kuantitatif untuk menentukan fasilitas pertama untuk diletakkan didalam layout yang ada (Heragu) Dalam penggunaan algoritma ini, ada penentuan hubungan kedekatan antar fasilitas dengan tanda A, E, I, O, U, dan X. Setiap huruf memiliki nilai sendiri, dimana A memiliki nilai terbesar hingga X yang memiliki nilai minus. Langkah pertama yang dilakukan dalam pengerjaan algoritma CORELAP adalah perhitungan nilai Total Closeness Rating. Fasilitas yang memiliki nilai Total Closeness Rating tertinggi akan menjadi fasilitas pusat dalam lokasi yang tersedia. Penempatan fasilitas selanjutnya dilakukan sesuai
nilai kedekatan antar fasilitas yang ada dengan fasilitas pusat. Terakhir dilakukan perhitungan momen melalui jarak dan flow yang ada.
Algoritma CORELAP (Computerized Relationship Layout Planning)
menggunakan peringkat hubungan kedekatan yang dinyatakan dalam Total
Closeness Rating (TCR) dalam pemilihan penempatan stasiun kerja. Algoritma ini
merupakan suatu algoritma yang digunakan untuk menghasilkan rancangan layout
baru yang tidak bergantung atau tidak memerlukan initial layout. Adapun prinsip dari analisis yang dilakukuan oleh CORELAP adalah menghitung layout score
dan nilai layout score yang terbesar adalah yang paling baik kerena menunjukkan tingkat hubungan yang lebih dekat dan menghitung jarak departemen baru yang terbentuk secara rectilinear.(Gunawan, 2015).
Pengerjaan algoritma CORELAP ini dimulai dengan perhitungan TCR yang diperoleh dari huruf-huruf hubungan kedekatan dalam ARC yang dikonversikan dalam angka yaitu :
Tabel 3.2. Kode, Nilai dan Kontribusi Activity Relationship Chart
Kode Nilai Kontribusi
A : Absolutely Important/Mutlak didekatkan 5 +
E : Especially Important/Sangat penting didekatkan 4 +
I : Important/Penting didekatkan 3 +
O : Ordinary Closeness 2 +
U : Unimportant/Tidak penting didekatkan 1 +
TCR suatu departemen menyatakan jumlah nilai-nilai hubungan/kedekatan departemen tersebut terhadap departemen-departemen yang lain, secara matematis dapat ditulis sebagai berikut :
Dimana : m menyatakan jumlah departemen dalam rancangan, rij menyatakan nilai hubungan kedekatan dari stasiun kerja i terhadap stasiun kerja j.
Berikut ini merupakan langkah-langkah algoritma CORELAP secara manual.
a. Penentuan Urutan Pengalokasian
1. Pilih salah satu departemen dengan TCR maksimum. Jika terdapat lebih dari 1 pilih sembarang maka departemen terpilih akan dialokasikan pertama kali. 2. Departemen yang dialokasikan kedua, pilih departemen yang mempunyai
hubungan A dengan departemen yang telah terpilih.
- Jika terdapat beberapa maka pilih yang mempunyai TCR terbesar.
- Jika TCRnya sama maka pilih sembarang. Jika tidak ada yang mempunyai hubungan A, pilih departemen yang mempunyai hubungan E dengan departemen yang terpilih.
3. Ulangi proses kedua, sampai semua departemen terpilih. Jika tidak ada departemen yang mempunyai hubungan A atau E dengan departemen yang terpilih (semua) maka lanjutkan dengan hubungan I atau O, serta U atau X.
Menggunakan metode sisi barat (western-edge).Departemen yang terpilih pertama kali (urutan pertama) dialokasikan di pusat dari diagram kotak seperti Gambar 3.7 berikut:
8 7 6
1 PUSAT 5
2 3 4
Gambar 3.7. Diagram Penempatan Stasiun Kerja
Nomor 2 dalam kotak merupakan lokasi yang disediakan.
Nomor 1 : selalu untuk lokasi (kotak) pada sisi terbarat dari departemen – departemen yang telah dialokasikan. Kotak tepat bersebelahan dengan departemen yang telah dialokasikan dalam arah vertikal/horisontal mempunyai bobot 1. Kotak yang tepat bersebelahan dengan departemen yang telah dialokasikan dalam arah diagonal mempunyai bobot 0,5. Bobot x Nilai hubungan dari departemen yang telah dialokasikan terhadap departemen yang akan dialokasikan. Contoh dapat dilihat pada Tabel 3.3
Tabel 3.3. Alokasi TCR
Stasiun Kerja I II III IV TCR
I - A E E 13
II A - U E 10
III E U - E 9
IV E E E - 12
- Stasiun kerja I mempunyai hubungan A dengan stasiun kerja II - Stasiun kerja II dialokasikan kedua.
- Stasiun kerja I mempunyai hubungan E dengan stasiun kerja III dan IV - Stasiun kerja II mempunyai hubungan E dengan stasiun kerja IV. Pilih stasiun kerja IV TCR lebih besar dari stasiun kerja III
Stasiun kerja III dialokasikan terakhir sehingga urutannya sebagai berikut : I – II – IV - III, kemudian masing ditempatkan dalam kotak/cell seperti pada Gambar 3.8.
8 7 6
1 I 5
2 3 4
Gambar 3.8. Diagram Penempatan Stasiun Kerja I
Jika stasiun kerja II di : lokasi 1, bernilai = 1 x 5 = 5 lokasi 2, bernilai = 0,5 x 5 = 2,5
Lokasi 1 adalah lokasi terbaik untuk stasiun kerja II karena mempunyai nilai penempatan terbesar (jika dibandingkan lokasi 2, 4, 6, 8) dan nomor lokasi terkecil diantara nilai-nilai penempatan yang sama (jika dibandingkan dengan lokasi 3,5,7 ).
10 9 8 7
1 II I 6
2 3 4 5
Jika stasiun kerja IV di :
lokasi 1, bernilai = ( 1x4 ) + ( 0 x 4 ) = 4 lokasi 2, bernilai = ( 0,5 x 4 ) + ( 0 x 4 ) = 2 lokasi 3, bernilai = ( 1 x 4 ) + ( 0,5 x 4 ) = 6
lokasi 4, bernilai = ( 0,5 x 4 ) + ( 1 x 4 ) = 6 dan seterusnya Lokasi terbaik untuk stasiun kerja IV - lokasi 3
12 11 10 9
1 II I 8
2 IV 6 7
3 4 5
Gambar 3.10. Diagram Penempatan Stasiun Kerja IV
Jika stasiun kerja III di :
lokasi 1, bernilai = ( 0 x 4 ) + ( 1 x 1 ) + ( 0,5 x 4 ) = 3 lokasi 2, bernilai = ( 0 x 4 ) + ( 0,5 x 1 ) + ( 1 x 4 ) = 4,5 lokasi 6, bernilai = ( 0 x 4 ) + ( 0,5 x 1 ) + ( 1 x 4 ) = 4,5
dan seterusnya. Lokasi terbaik untuk stasiun kerja III adalah lokasi 6
FINAL LAYOUT
II I
IV III
Gambar 3.11. Diagram Penempatan Stasiun Kerja III
Penempatan disesuaikan dengan luasan dan bentuk masing-masing stasiun kerja dimana akan dialokasikan. Block diagram pengerjaan algoritma CORELAP dapat dilihat pada Gambar 3.12. berikut.
Masalah yang berhubungan dengan tata letak tertentu berhubungan dengan penempatan yang tepat dari fasilitas produksi. Tataletak fasilitas produksi yang tidak teraut berdampak pada efesiensi arus material sehingga mengurangi optimasi proses produksi. Hal lain yang menyebabkan permasalahan adalah pola aliran bahan dan jarak pemindahan material. Algoritma CORELAP dipilih sebagai salah satu metode yang terbaik dalam menangani masalah material handling karena sangat cocok untuk perancangan ulang tataletak fasilitas (Hakim, 2015).
Pembuatan Activity Relationship Chart (ARC)
Perhitungan Total Closeness
Rating untuk setiap Departemen
Pemilihan Departemen Pusat berdasarkan Derajat Kedekatan
Pengalokasian Departemen Berdasarkan Derajat Kedekatan
Perhitungan nilai departemen pada setiap penempatan
Penempatan Departemen pada bagian dengan nilai terbesar hingga semua departemen telah
dialokasikan Perhitungan jumlah momen
perpindahan dari alternatif rancangan
Gambar 3.12. Block Diagram Algoritma CORELAP