HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.6 Pembahasan dan Analisis .1 Pembahasan Hasil Penelitian .1 Pembahasan Hasil Penelitian
4.6.2 Analisis Hasil Penelitian
Eksperimen yang dilakukan pada anak usia dini ini merupakan kegiatan yang menggunakan materi didasarkan pada sikap disiplin anak ketika berada disekolah, meliputi selalu datang tepat waktu, dapat memperkirakan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan sesuatu, menggunakan benda sesuai dengan fungsinya, mengambil dan mengembalikan benda pada tempatnya, berusaha menaati aturan yang telah disepakati, tertib menunggu guliran dan menyadari akibat bila tidak disiplin. Tujuannya adalah supaya anak dapat mengembangkan pengendalian diri, karena dengan disiplin anak dapat memperoleh suatu batasan untuk memperbaiki tigkah laku yang salah.
Disiplin diperlukan dalam proses perkembangan anak karena disiplin memenuhi beberapa kebutuhan tertentu yang diharapkan mampu mendidik anak untuk berperilaku sesuai dengan standar. Adapun menurut Hurlock (1978:82) cara mendisiplinkan yang digunakan yaitu peraturan sebagai pedoman berperilaku, konsisten dalam peraturan, hukuman untuk pelanggaran dan hadiah atau penghargaan untuk perilaku baik yang sejalan dengan peraturan yang berlaku. Kedisiplinan awal anak usia dini ditunjukkan oleh hasil pretest yang dilakukan oleh kelompok kontrol dan eksperimen. Kelompok kontrol memiliki prosentase 49,10% jawaban “YA”. Kelompok eksperimen memiliki prosentase 49,60% jawaban “YA”. Kedua kelompok
Kedisiplinan anak usia dini pada kelompok eskperimen ini dapat terbentuk karena token ekonomi yang diberikan pada kelompok eksperimen ini selama 9x perlakuan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kedisiplinan anak berasal dari menyadari adanya perbedaan tingkat kemampuan kognitif anak, penanaman sikap disiplin yang dimulai sejak dini, teknik disiplin demokratis, penggunaan hukuman harus diartikan sebagai bentuk sikap tegas dan penanaman sikap disiplin secara berkelanjutan.
Menurut Moeliono (1993:208) disiplin artinya ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan tata tertib, aturan, atau norma. Sedangkan pengertian siswa adalah pelajar atau anak (orang) yang melakukan aktivitas belajar. Dengan demikian dapat diartikan bahwa disiplin siswa adalah ketaatan (kepatuhan) dari siswa kepada aturan, tata tertib, atau norma yang ada di sekolah yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar. Kedisiplinan siswa dapat dilihat dari ketaatan (kepatuhan) siswa terhadap aturan (tata tertib) yang berkaitan dengan jam belajar disekolah, dan semua aktifitas siswa yang dilihat kepatuhannya dalam aktifitas pendidikan disekolah yang juga dikaitkan dengan kehidupan dilingkungan luar sekolah.
Perlakuan ini dilakukan berulang-ulang dengan tujuan subjek terbiasa dengan pengkondisian ini dan dapat secara otomatis meneruskan apa yang menjadi kebiasaannya. Konsep token ekonomi secara psikologis siswa memiliki reaksi kognitif dan perilaku terhadap materi perlakuan yang diberikan. Token ekonomi ini berfungsi sebagai reward dari perlaku baik atau sikap disiplin yang siswa tunjukan
dan pada akhirnya menanamkan pemahaman baru dalam benak anak sebagai motifasi untuk selalu bersikap disiplin.
Setelah mendapatkan token ini, kedisiplinan yang dimiliki anak meningkat atau berkembang jika dibandingkan dengan kelompok kontrol yang dapat dilihat melalui observasi pretest dan posttest. Hal ini menunjukkan bahwa metode token ekonomi yang diberikan memiliki pengaruh positif dalam meningkatkan kedisiplinan anak usia dini.
Pemberian reward melalui metode token ekonomi yang dilakukan peneliti bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan anak usia dini di TK Hj Isriati Baiturahman 01 Semarang, dengan memberikan sejumlah token yang berupa stiker kepada anak yang menunjukkan sikap disiplin mereka pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Token yang diberikan kepada kelompok eksperimen disesuaikan denga usia mereka, karena subjek dalam penelitian ini merupakan anak usia dini maka token yang sesuai untuk anak usia dini ini berupa striker. Stiker dapat menarik perhatian anak untuk bisa mereka miliki, karena stiker bersifat ringan, tahan lama, mudah dipegang dan tentunya tidak dapat dipalsukan. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa dalam hal ini, kedisiplinan anak dapat ditingkatkan melalui metode token ekonomi.
Setelah subjek mendapatkan token dalam kurun waktu dua minggu perlakuan, ada perubahan tingkahlaku positif yang terjadi pada kelompok eksperimen, perubahan yang terjadi ialah anak dapat datang kesekolah tepat waktu, berbaris rapi saat masuk kelas, tenang pada saat berdoa maupun mengerjakan tugas, sabar
menungu giliran, antri pada saat mencuci tangan dan pada saat bersalaman dengan guru.
Perlakuan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kedisiplinan anak usia dini, hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Hurlock (1978: 91) sepanjang masa kanak-kanak, penghargaan mempunyai nilai edukatif yang penting. Imbalan mengatakan pada mereka bahwa perilaku mereka sesuai dengan harapan sosial, dan memotivasi mereka untuk mengulangi perilaku yang disetujui secara sosial. Jadi penghargaan merupakan pendorong untuk perilaku yang baik.
Kegiatan perlakuan ini tidak luput dari kelemahan dan kekurangan meski sudah dilakukan pengendalian, kadang-kadang instruksi yang diberikan peneliti tidak dapat dilaksanakan dengan baik oleh siswa, instruksi tersebut harus diberikan berkali-kali. Pengawasan pun harus selalu dilakukan agar siswa tidak salah dalam mengikuti aturan main dalam pemberian reward melalui token ekonomi ini.
Berdasarkan uraian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa meningkatnya kedisiplinan pada kelompok eksperimen adalah benar-benar karena perlakuan yang diberikan yaitu token ekonomi. Penelitian ini dilakukan sesuai dengan berbagai penelitian sebelumnya. Menurut Boniecki (2003: 225) mengenai penggunaan token ekonomi sebagai penguatan dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas menunjukan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan setelah penggunaan token ekonomi, terlihat bahwa siswa lebih antusias dalam ikut berpartisipasi dalam proses pembelajaran berlangsung. Hasil ini menunjukkan bahwa token ekonomi memotivasi siswa dalam menanggapi setiap pertanyaan yang disampaikan dalam pembelajaran.
Berdasarkan hasil penelitian di atas mengidentifikasikan bahwa token ekonomi dapat digunakan dalam meningkatkan partisipasi belajar siswa pada proses pembelajaran berlangsung. Token ekonomi yang digunakan untuk siswa ini berupa point atau permen. Token ekonomi ini juga dapat digunakan pada anak usia dini, jika pada siswa token ekonomi yang digunakan berupa poin atau permen, sedangkan untuk anak usia dini dapat berupa sesuatu yang lebih menarik seperti kartu, koin, dll.
Hasil penelitian ini dapat mendukung penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa token ekonomi dapat menjadi motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah. Jadi dapat di simpulkan bahwa pemberian reward melalui metode token ekonomi efektif untuk meningkatkan kedisiplinan anak usia dini di TK Hj Isriati Baiturrahman 1 Semarang. Nantinya, hasil yang akan dicapai oleh subjek penelitian akan dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah apakah perlakuan ini akan berlanjut dan teratur atau tidak oleh sekolah.
97
BAB V
PENUTUP
5.1 Simpulan
Hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil test tingkat kedisiplinan siswa TK Hj Isriati Biaturrahman 1 Semarang pada kelompok eksperimen dengan pemberian reward melalui token ekonomi ini memiliki rata 60,42% dari 100% kebenaran. Jika dibandingkan dengan rata-rata hasil posttest kelompok kontrol maka ada perbedaan yang cukup signifikan. Kelompok eksperimen memiliki tingkat kedisiplinan yang lebih baik dari kelompok kontrol yang memiliki rata-rata sebesar 51,17% dari 100% kebenaran. Sehingga dapat dikatakan bahwa pemberian reward melalui token ekonomi dalam penelitian ini efektif digunakan untuk meningkatkan kedisiplinan anak usia dini.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan simpulan diatas, maka peneliti memberikan saran-saran sebagai berikut:
1. Bagi guru sebaiknya pemberian reward melalui token ekonomi ini dapat diteruskan sesuai dengan kebutuhan dan dikembangkan sebagai sarana untuk meningkatkan kedisiplinan anak usia dini.
2. Bagi peneliti dan penelitian selanjutnya agar memilih tipe token yang akan digunakan lebih menarik dan sesuai dengan karakter anak usia dini agar penelitian lebih menarik. Studi literatur dan studi pendahuluan yang lebih
mendalam agar penelitian lebih untuk menemukan dan mengungkapkan fenomena baru terkait dengan tingkat kedisiplinan.