• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

F. Analisis Instrumen Penelitian

Alat yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk kuesioner sebagai alat pengumpul data. Kuesioner disusun berdasarkan skala alat ukur untuk mengetahui tingkat keterlaksanaan pelaksanaan peran guru bidang studi dalam melaksanakan fungsi bimbingan dan konseling. Struktur kuesioner berisi tentang pernyataan-pernyataan dan pilihan jawaban responden. Masing-masing pernyataan dilengkapi dengan pilihan jawaban yang menunjukkan tingkatan sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Masing-masing tingkatan diberi nilai angka yang sesuai dengan tingkatan pandangan responden. Pengisian kuisoner dilakukan oleh siswa SMP Terbuka

Kemalang Tahun Pelajaran 2012/2013 menyangkut aspek peran guru bidang studi dalam melaksankan fungsi bimbingan dan konseling baik di dalam kelas dan di luar kelas. Kuesioner dinyatakan dalam satu bentuk pernyataan.

Pemberian skor dilakukan dengan memberi nilai pada setiap alternatif jawaban. Skoring setiap pilihan jawaban dapat dilihat pada table 1.

Tabel 1

Skoring/ Penilaian Kuesioner Peran Guru Bidang Studi dalam Melaksanakan fungsi Bimbingan dan Konseling

Siswa SMP Terbuka Kemalang, Klaten Tahun Ajaran 2012-2013

No Pernyataan Jawaban Pernyataan

Positif

Pernyataan Negatif

1. ... Sangat tidak Setuju 1 5

Setuju 2 4

Ragu-Ragu 3 3

Tidak Setuju 4 2

Sangat Tidak Setuju 5 1

Adapaun kisi-kisi pembuatan kuisoner didapat dari landasan teori peran guru bidang studi dalam melaksanakan fungsi bimbingan dan konseling dapat dilihat pada tabel 2.

2. Validitas dan Reliabilitas a. Validitas

Menurut Azwar (1999:99) Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Uji validitas digunakan untuk pengujian butir soal dikatakan valid jika dapat diungkapkan data dari variabel secara tepat.

Untuk menentukan apakah instrumen ini valid dan tidak valid maka ketentuan sebagai berikut: Menurut Azwar (1999:101) semua item yang mencapai koefisien korelasi minimal 0,30 daya pembedanya dianggap memuaskan. Tetapi Azwar mengatakan bahwa bila jumlah item belum mencukupi kita bisa menurunkan sedikit batas kriteria 0,30 menjadi 0,25 tetapi menurunkan batas kriteria di bawah 0,20 sangat tidak disarankan. Untuk pembahasan ini dilakukan uji signifikansi koefisien korelasi dengan kriteria menggunakan r kritis pada taraf signifikansi 0,05 (signifikansi 5% atau 0,05 adalah ukuran standar yang sering digunakan dalam penelitian). Pelaksanaan uji validitas dilaksankan denagan responden seluruh siswa- siswi SMP Terbuka kemalang dengan jumlah responden 44 siswa.

b. Reliabilitas

Reliabilitas adalah derajat keajegan/konsistensi alat ukur dalam mengukur apa saja yang diukurnya. Jadi reliabilitas menunjukkan apakah instrument secara konsisten memberikan hasil ukur yang sama tentang

sesuatu yang diukur pada waktu yang berlainan. Dengan demikian tujuan reliabilitas adalah mengetahui sejauh mana pengukuran variabel dapat memberikan hasil yang sama jika dilakukan kembali kepada subjek yang sama.

Reliabilitas pada penelitian ini dilakukan metode pendekatan konsisten internal yaitu dengan melihat konsistensi antar item dalam alat ukur atau instrumen itu sendiri. Analisis reliabilitasnya dilakukan dengan teknik Alpha dari Cronbach (Azwar:2004). Reliabilitas dinyatakan oleh koefisien realibilitas (rᵪᵪ’) yang memiliki rentang angka 0 sampai dengan

1,00. Semakin tinggi koefisien reliabilitas mendekati angka 1,00 berarti semakin tinggi reliabilitasnya. Sebaliknya, koefisien yang semakin rendah mendekati angka 0 berarti reliabilitasnya semakin rendah.

Koefisien reliabilitas yang mencapai angka r ᵪᵪ’= 1,00 atau bahkan

rᵪᵪ’=0,0 tidak pernah dijumpai dalam pengukuran psikologis. Hal ini

dikarenakan pengukuran yang mempengaruhi kecermatan pengukuran (Azwar : 2004). Pengukuran koefisien reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach program SPSS for windows 16. Adapun uji kofisien reability pembuatan kuisoner peran guru bidang studi dalam melaksanakan fungsi bimbingan dan konseling dapat dilihat pada tabel 3.

Tabel 3

Koefisien Reliabilitas Peran Guru Bidang Studi dalam Melaksanakan Fungsi Bimbingan dan Konseling

Siswa SMP Terbuka kemalang, Klaten Tahun Ajaran 2012-2013

Koefisien Alpha Cronbach N item N subyek

0.9599 58 44

Dari hasil perhitungan, reliabilitas skala sebesar 0,9599 dianggap tinggi sehingga dapat dikatakan bahwa kuesioner dianggap memiliki realibilitas tinggi Azwar ( 1999:84).

3. Prosedur Penyusunan Alat

a. Tahap persiapan penyusunan kuesioner yang dilakukan adalah sebagai berikut :

1) Mengidentifikasi variabel, aspek-aspek, dan indikator peran guru bidang studi dalam melaksanakan fungsi bimbingan dan konseling.

2) Mengidentifikasikan indikator-indikator dari aspek peran guru bidang studi dalam melaksanakan fungsi bimbingan dan konseling.

3) Merumuskan kembali item-item yang mengungkap berbagai aspek yang hendak diteliti berdasarkan indikator peran guru bidang studi dalam melaksanakan fungsi bimbingan dan konseling

4) Mengkonsultasikan kuesioner, sehingga mendapat bimbingan seperlunya yang selanjutnya diujicobakan. Kuisoner dalam pengambilan data ini adalah uji coba terpakai, yaitu data yang dipakai adalah data yang diujicobakan.

b. Tahap Pelaksanaan Pengambilan Data

Tahap pelaksanaan pengambilan data kuisoner dan observasi dilaksanakan pada hari senin setelah ujian untuk kelas 3 dan hari jumat untuk kelas 2 dan 1, di SMP Terbuka Kemalang sebanyak 44 siswa, sementara wawancara guru bidang studi dilakukan setelah pulang sekolah.

Tabel 4

Penggolongan Kategorisasi Peran Guru Bidang Studi dalam Melaksanakan Fungsi Bimbingan dan Konseling

Siswa SMP Terbuka Kemalang, Klaten Tahun Ajaran 2012-2013 Penghitungan Skor Item Keterangan

X

[

µ-1,0(σ )

]

Kurang Baik

[

µ-1,0(σ )

]

X <

[

µ+1,0(σ )

]

Baik

[

µ+1,0(σ )

]

X Sangat Baik

Keterangan:

X maximum teoritik : Rata-rata skor total tertinggi X minimum teoritik : Rata-rata skor total terendah

σ : Standar deviasi, yaitu luas jarak

rentangan yang dibagi dalam 6 satuan deviasi sebaran

µ : Mean teoretik, yaitu rata-rata teoretis dari skor maksimum dan minimum

a. Kategorisasi Skor Subyek Penelitian

Kategorisasi skor subyek penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengklasifikasikan subyek penelitian ke dalam kategori yang telah ditetapkan. Kategorisasi tersebut menjadi patokan dalam menentukan tinggi rendahnya subjek penelitian keterlaksanaan peran guru bidang studi dalam melaksanakan fungsi bimbingan dan konseling. Kategorisasi subyek penelitian diperoleh melalui perhitungan (dengan jumlah item 58) sebagai berikut:

X maksimum teoritik : 5 x 58 = 290 X minimum teoritik : 1 x 58 = 58 Luas jarak : 290–58= 232

σ (standar deviasi) : 232 : 6 = 38,6 dibulatkan menjadi 39

µ (mean teoritik) : (290 +58 ) : 2 = 174 dibulatkan menjadi 174 Penentuan kategorisasi setelah dilakukan penghitungan dapat dilihat pada tabel 5 di bawah ini:

Tabel 5

Pengkategosisasian Skor Subyek Penelitian Peran Guru Bidang Studi dalam Melaksankan Fungsi Bimbingan dan Konseling

Siswa SMP Terbuka Kemalang, Klaten Tahun Ajaran 2012-2013 Penghitungan Skor Item Skor Keterangan

X[µ-1,0(σ )] X < 135 Kurang baik

[µ-1,0(σ )]X < [µ+1,0(σ )] 135 < X≤ 213 Baik

[µ+1,0(σ )]X 213X Sangat Baik

Kemudian, jumlah skor data subyek penelitian dikelompokan berpedoman pada penggolongan kategorisasi yang terdapat pada tabel di atas.

b. Katagorisasi Skor Item Penelitian

Kategorisasi tersebut menjadi patokan dalam menentukan tinggi rendahnya tingkat keterlaksanaan peran guru bidang studi dalam melaksanakan fungsi bimbingan dan konseling. Kategorisasi item ini sebagai patokan atau dasar untuk evaluasi keterlaksanaan guru bidang studi dalam melaksankan fungsi bimbingan dan konseling. Kategorisasi item penelitian diperoleh melalui perhitungan (dengan jumlah item 58) sebagai berikut:

X maksimum teoritik : 5 X 44 = 220 X minimum teoritik : 1 X 44 = 44 Luas jarak : 220-44 = 176

σ (standar deviasi) :176 : 6 = 29,5 dibulatkan menjadi 29

Penentuan kategorisasi setelah dilakukan penghitungan dapat di lihat pada tabel 6 di bawah ini:

Tabel 6

Penggolongan Kategorisasi Item Peran Guru Bidang Studi dalam Melaksankan Fungsi Bimbingan dan Konseling Siswa SMP Terbuka Kemalang, Klaten Tahun Ajaran 2012-2013

Penghitungan Skor Item Skor Keterangan

X

[

µ-1,0(σ )

]

X < 103 Kurang Baik

[

µ-1,0(σ )

]

X <

[

µ+1,0(σ )

]

103 < X≤161 Baik

[

µ+1,0(σ )

]

X 161X Sangat Baik

Kemudian, jumlah skor data subyek penelitian dikelompokan berpedoman pada penggolongan kategorisasi yang terdapat pada tabel di atas.

c. Katogorisasi penggolongan aspek

Penggolongan perhitungan skor aspek peran guru bidang Studi dalam melaksanakan fungsi bimbingan dan konseling Kategorisasi aspek penelitian diperoleh melalui perhitungan (dengan jumlah item 58) sebagai berikut:

X maksimum teoritik : 5 X minimum teoritik : 1 Luas jarak : 5-1 = 4

σ (standar deviasi) : 4 : 6 = 0,66 dibulatkan menjadi 1

µ (mean teoritik) : (1 + 5 ):2 = 3 dibulatkan menjadi 3

Penentuan kategorisasi setelah dilakukan penghitungan dapat di lihat pada tabel 7 di bawah ini:

Tabel 7

Penggolongan Kategorisasi Aspek Peran Guru Bidang Studi dalam Melaksanakan Fungsi Bimbingan dan Konseling Siswa SMP Terbuka

Kemalang, Klaten Tahun Ajaran 2012-2013.

Penghitungan Skor Item Skor Keterangan

X

[

µ-1,0(σ )

]

X < 2 Kurang Baik

[

µ-1,0(σ )

]

X <

[

µ+1,0(σ )

]

2 < X≤ 4 Baik

[

µ+1,0(σ )

]

X 4X Sangat Baik

Kemudian, jumlah skor data subyek penelitian dikelompokan berpedoman pada penggolongan kategorisasi yang terdapat pada tabel di atas.

4. Analisis data observasi

Data observasi dalam pembelajaran dianalisis secara deskriptif. Data hasil observasi dianalisis dengan cara mengatur dan mengelompokkan data sesuai dengan aspek yang diamati untuk mengetahui keterlaksanaan peran guru bidang studi dalam melaksanakan fungsi bimbingan dan konseling. Adapun pedoman observasi terdapat pada lampiran 7.

5. Analisis data wawancara

Data hasil wawancara dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui keterlaksanaan guru bidang studi dalam melaksanakan fungsi bimbingan dan konseling. Adapun pedoman wawancara terdapat pada lampiran 9.

Dokumen terkait