METODOLOGI PENELITIAN
CATATAN LAPANGAN 2 WAWANCARA
Topik/ Judul : Persepsi Guru dan Siswa Terhadap Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta
Nama Peneliti : Ignatius Leonokto Responden : Bapak Sigit Eko Susanto Waktu : 2 November 2015
Keterangan P : Peneliti I : Informan
P : Bagaimana pendapat Bapak dengan adanya perubahan kurikulum? I : Tidak masalah sebenarnya, hanya perbedaan cara berpikir diawali dengan
menanya, mengamati, ekplorasi, menyimpulkan. Tuntutan keilmiahan lebih ke kurikulum 2013 walaupun ada embel – embel yang harus di isi. P : Menurut Bapak mengapa kurikulum 2006 harus diganti dengan kurikulum
2013?
I : Karena saya bukan pemutus kebijakan, tapi menurut saya dari Menteri pendidikan berfikir bahwa KTSP belum membawa perubahan seperti yang dinginkan
P : Ketika kita berbicara tentang pergantian kurikulum, menurut Bapak apa yang diharapkan pemerintah dengan perubahan kurikulum?
I : Saya berprasangka baik, pemerintah ingin kualitas meningkat harapannya. Cuma karena mereka tidak mengerti keadaan di lapangan sehingga hanya berdasarkan pengamatan, tidak mengerti apa yang harus ditingkatkan, tapi pada prinsipnya bagus
P : Apakah Pelatihan yang diberikan sudah cukup sebagai modal dalam melaksanakan Kurikulum 2013 ?
I : Diklat perlu untuk sosialisasi, saya ikut diklat 2 sampai 3 kali, hanya saja pada akhirnya tergantung pada penafsiran masing-masing guru karena ternyata tutor atau pengajar yang memberikan pelatihan itu bila ditanya sering berbeda pendapat maunya seperti apa. Belum ada tafsiran yang utuh karena tidak ada persamaan persepsi.
P : Bagaimana dengan langkah – langkah penyusunan RPP Kurikulum 2013? I : Kurikulum 2013 harus ada kompetensi inti yang berjumlah 4 itu, ada
penilaian spiritual dan sosial yang dimuat dan dicantumkan dalam tulisan, kalau KTSP tidak ada, tetapi guru tetap menyampaikan spiritual dan sosial dan sebagainya. Yang saya tidak setuju adalah masalah penilaian yang ada dalam kurikulum 2013 sangat idealis dan itu bagus kalau bisa diterapkan tapi kenyataannya sulit diterapkan. Coba bayangkan guru disuruh nilai kognitif, spiritual, kepribadian. Ada sekitar 5 sampai 10 penilaian. Kita diminta menilai peserta didik satu per satu,
sementara siswa SMA banyak waktu kita habis untuk menilai dan saya lihat penilaian ini diadopsi dari penilaian anak SD dan TK.
P : Berkaitan dengan masalah modul dan sumber apakah Bapak mendapatkan modul untuk guru yang bisa di jadikan sebagai pedoman dalam melaksanakan Kurikulum 2013?
I : Modul sudah diberikan dan kita para guru diminta menilai apakah itu cocok atau tidak. Ada 2 buku, yang satu sudah lumayan, yang satu kurang cocok karena penulisnya bukan orang sejarah tetapi oleh pecinta atau pemerhati sejarah
P : Evaluasi yang bapak gunakan di dalam Kurikulum 2013 ?
I : Menggunakan penilaian nya itu yang ada sikap, sosial, spiritual dan yang lainnya, maunya bagus terutama tentang berpikir ilmiah
P : Menurut Bapak evaluasi yang digunakan untuk melihat seberapa jauh pencapaian siswa ?
I : Hanya penilaian, misalnya kita menerapkan metode diskusi cara melihat pencapaian dengan anak aktif bertanya atau menjawab. Sebenarnya kurikulum 2013 sama dengan cara belajar siswa aktif. Cara belajar siswa aktif hanya kelemahannya terkadang guru mempunyai penafsiran salah, yang bekerja siswa dan guru hanya tinggal melihat saja karena guru tidak punya kerja apa-apa dan itu terjadi, bukannya membimbing anak justru para siswa dilepas sendiri.
P : Pertimbangan Bapak dalam menentukan metode yang digunakan untuk melihat pencapaian siswa ?
I : Menurut saya metode nya dalah metode inquiry, misalnya saya menayangkan gambar bendera Perancis, kemudin saya bertanya ini gambar apa? Para peserta didik menjawab bendera Perancis, saya menjelaskan bahwa yang akan dipelajari adalah Revolusi Perancis, kemudian peserta didik mencari tentang Revolusi Perancis dan minggu depan presentasi tetapi banyak anak yang tidak paham mereka hanya sekedar mencatat tetapi secara keilmuan tidak dapat, hanya menyelesaikan tugas, setelah itu menguap, karena setelah ditanya mereka mengatakan lebih baik dijelaskan oleh guru.
P : Menurut Bapak metode yang cocok digunakan oleh siswa khususnya di SMA Negeri 1 Depok dalam pembelajaran sejarah itu seperti apa ? I : Sebenarnya di kurikulum 2013 lebih dituntut inquiry tetapi kadang
tergantung kondisi siswa, saya banyak menggunakan ceramah juga karena peserta didik tidak mengerti.
P : Perbedaan Kurikulum 2013 dan KTSP ( 2006 ) dari segi landasan pelaksanaan nya ?
I : Landasanya ada di peraturan menteri tapi saya lupa secara keseluruhan isinya
P : Perbedaan Kurikulum 2013 dan KTSP ( 2006 ) dari segi orientasinya ? I : Kurikulum 2013 membuat peserta didik berfikir secara ilmiah sementara
P : Apakah metode yang digunakan dalam pembelajaran sejarah menggunakan Kurikulum 2013 sama dengan metode yang digunakan di KTSP ?
I : Ketika saya menggunakan metode presentasi secara nilai lebih jelek daripada ceramah bervariasi karena kurikulum 2013 kita menyuruh anak mengerjakan tugas tetapi pemahaman anak kurang sekali.
P : Menurut Bapak metode apa yang paling efektif dalam pembelajaran sejarah ?
I : Sebenarnya di kurikulum 2013 lebih dituntut inquiry tetapi kadang tergantung kondisi siswa, saya banyak menggunakan ceramah juga karena peserta didik tidak mengerti.
P : Dalam penyusunan RPP dari perencanaan hingga evaluasi apa perbedaan dari kedua kurikulum tersebut ?
I : Cuma beda model, tetapi kurikulum 2013 lebih rinci penilaiannya sementara di KTSP semisalnya peserta didik sudah baik bisa diberi nilai A
P : Menurut Bapak apa kelebihan dan kekurangan dari kurikulum 2013? I : Kelebihan dari Kurikulum 2013 adalah melatih anak untuk berpikir
kritis, sementara kekurangan nya adalah Penilaian yang terlalu idealis tapi tidak realistis dan jugaMembuat guru jadi enak seandainya salah penafsiran, siswa yang bekerja tetapi guru yang enak, jika semua pelajaran penafsiran nya seperti itu maka siswanya yang susah
P : Apakah pelaksanaan Kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Depok sudah efektif ?
I : Karena hanya menaati peraturan saja dan itu tidak efektif pada pelaksanaan nya karena siswa belum terbiasa
P : Apa saja kendala yang dihadapi dalam melaksanakan Kurikulum 2013 ? I : Harus paham teknologi, membutuhkan fasilitas yang baik, dan juga
penilaian nya yang banyak
P : Apa solusi yang diambil untuk mengatasi kendala tersebut ?
I : Masalah penilaian sebenarnya guru mengerti anak yang baik dan yang tidak, tetapi tidak sampai mendalam, penilaian tidak betul – betul obyektif akhirnya penilaian agak ngarang tapi didasarkan pengamatan guru yang terbatas itu dan itu tidak valid karena apabila berdasarkan data yang valid guru tidak sanggup dan susah sekali, dan untuk Masalah teknologi sebisa mungkin saya kerjakan semisalnya saya tidak bisa saya meminta bantuan yang ahli.
Lampiran 5