Anggraini R. 2012. Karakteristik cross laminated timber kayu jabon berdasarkan ketebalan dan orientasi sudut lamina [tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Apriliana F. 2012. Pengaruh kombinasi tebal dan orientasi sudut lamina terhadap karakteristik cross laminated timber kayu sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen) [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Associates H. 2010. Cross Laminated Timber.B & K Timber Structures A Trading Division of B & K Steelwork Fabrications Limited.
18
[ASTM] American Society for Testing and Materials. 2005. Annual Book of ASTM Standards Volume 04-10, Wood D143 (2005). USA (US): Standard Test Methods of small Clear Specimen of Wood.
Asun S. 2011. Potret Kondisi Hutan Indonesia 2000-2009, (http://sudirmanasun.blogspot.com/) (20 Mei 2014)
Departemen Kehutanan (2000). Statistik Departemen Kehutanan dan Perkebunan. Tahun 1999-2000. Jakarta (ID).
Dumanauw J F. (2001) .Mengenal Kayu, Pendidikan Industri Kayu Atas – Semarang. Yogyakarta (ID): Penerbit Kanisius
Ekawati D. 1998. Pengaruh jenis perekat dan pengaturan letak kayu meranti (Shorea spp) serta kelapa (Cocos nucifera) terhadap sifat fisis mekanis balok lamina contoh kecil bebas cacat [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Gulzow A, Richter K, Steiger R. 2011. Influence of wood moisture content on bending and shear stiffness of cross laminated timber panels. European Journal of Wood and Wood Products. 69(2):193-197.
Haygreen J G, Bowyer J L. 1986. Hasil Hutan dan Ilmu Kayu, Suatu Pengantar. Hadikusumo SA dan Prawirohatmodjo S, penerjemah. Yogyakarta (ID): Gajah Mada University Press.
Haygreen J G, Bowyer J L. 1993. Forest Product and Wood Science, An Introduction. Iowa (US): Iowa State University Press..
Haygreen J G, R. Shmulsky, dan J L Bowyer. 2003. Forest Products and Wood Science, An Introduction. USA (US): The Lowa State University Press.
Herman. 2011. Bahan Kuliah Struktur Beton II.
(http://file.upi.edu/Direktori/FPTK/Jur_Pend.TeknikSipil/196202021988031 -nanang_dalil_heman/bab_V_bahan_kuliah_struktur_beton_II)
[ISO] The International Organization for Standardization. 2009. Timber structures – Structural insulated panel wall – Test methods” (22452) International Organization for Standardization. Geneva.
[JAS] Japanese Agricultural Standard. 2007. Japanese Agricultural Standard for Glued Laminated Timber
Lepage R T M. 2012. Moisture response of wall assemblies of cross laminated timber construction in cold Canadian climates [tesis]. Canada (CA): University Waterloo.
Maemunah S. 2014. Uji biodiversitas zat ekstraktif pohon mindi (Melia azedarach Linn) dengan Metode brine shrimp lethality test [skripsi] Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Mardikanto T R, Karlinasari L, Bahtiar ET. 2011. Sifat Mekanis Kayu. Bogor (ID): IPB Press.
Marsoem S N. 2013. Produksi etanol dari serbuk kayu dengan perlakuan kalsium hidroksida menggunakan metode SSF [skripsi] Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Martawijaya A, Kartasujana I, Mandang Y I, Prawira SA, Kadir K. 2005. Atlas Kayu Indonesia Jilid II. Bogor (ID): Departemen kehutanan. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan.
Michael 2008. Constructed of Beetle-Killed Cross Laminated Timber (CLT), (http://141/Cross_Laminated_timber.html). (20 Mei 2014).
19 Mutmainnah. 2014. Evaluasi pengujian dinding geser panel cross lamninated
timber (CLT) dari tiga jenis kayu rakyat [tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Perkins P, McCloskey K. 2010. A Strategic Plan for the Commercialization of Cross-Laminated Timber in Canada and the United State. Canada (CA): Canadian Wood Council.
Ruhendi S, Koroh D S, Syamani F A, Yanti H, Nurhaida, Saad S, Sucipto T. 2007. Analisis Perekatan Kayu. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Praptoyo H. 2010. Sifat Anatomi dan Sifat Fisika Kayu Mindi (Melia azedarach Linn) dari Hutan Rakyat di Yogyakarta. Jurnal Ilmu Kehutanan IV (1): 21-27.
Riztian, G F. 2013. Pengaruh kombinasi tebal dan orientasi sudut lamina terhadap karakteristik cross laminated timber kayu nangka menggunakan perekat isosianat [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Siregar I Z, Yunanto T, Ratnasari J. 2008. Prospek Bisnis, Budi Daya, Panen & Pascapanen Kayu Sengon. Jakarta (ID): Penebar Swadaya.
Skaar C. 1972. Water in Wood. Syracuce Wood Science Series. New York (US): University Press.
Sugiarti. 2010. Kekuatan lentur glulam struktural yang terbuat dari papan sambung kayu tusam dan kayu manis [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. Tsoumis G. 1991. Science and Technology of Wood. Structure, Properties,
Utilization. New York. (US): Van Nostrand Reinhold.
Vick C B. 1999. Adhesive Bonding of Wood Material. Forest Product Technology.. Wisconsin (US): USDA Forest Service
20
21 Lampiran 1 Hasil pengujian sifat fisis CLT-450 Sengon
Kayu Kerapatan
(kg/cm3)
KA (%) Susut (%) Kembang (%) DAD (%) DAP (%)
Sengon451 0.36 16.30 3.34 7.87 3.35 33.75 Sengon452 0.39 16.00 4.83 5.71 2.46 24.50 Sengon453 0.29 16.10 5.53 6.42 3.89 11.25 Sengon454 0.29 15.39 3.06 6.39 3.75 4.95 Rata-rata 0.33 15.95 4.19 6.60 3.36 18.61 Keterangan :
1-4 : ulangan ke-1sampai ke-4
Lampiran 2 Hasil Pengujian sifat fisis CLT-450 Mindi
Kayu Kerapatan
(kg/cm3)
KA (%) Susut (%) Kembang (%) DAD (%) DAP (%)
Mindi452 0.50 16.87 3.89 6.50 10.95 50.45 Mindi451 0.50 17.00 3.48 6.60 8.95 25.65 Mindi453 0.50 17.16 3.72 7.34 7.35 29.35 Mindi454 0.52 17.43 3.88 7.74 5.10 5.50 Rata-rata 0.51 17.12 3.74 7.04 8.09 27.74 Keterangan :
1-4 : ulangan ke-1sampai ke-4
Lampiran 3 Hasil pengujian keteguhan rekat CLT-450 Sengon
Keteguhan rekat (kg/cm2) Sengon451 26.70 Sengon452 36.63 Sengon453 36.62 Sengon454 49.56 Sengon455 23.44 Sengon456 42.76 Rata-rata 35.95 Keterangan :
22
Lampiran 4 Hasil pengujian keteguhan rekat CLT-450 Mindi
Keteguhan rekat (kg/cm2) Mindi452 59.36 Mindi451 69.08 Mindi453 24.16 Mindi454 81.18 Mindi455 23.01 Mindi456 22.35 Rata-rata 46.52 Keterangan :
1-4 : ulangan ke-1sampai ke-4
Lampiran 5 Alat uji UTM Jack untuk pengujian racking test
23
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Jember pada tanggal 5 Maret 1992. Penulis merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dari keluarga Bapak R Suwondho dan Ibu Sri Purwanti. Pada tahun 2010 penulis lulus dari SMA Negeri 3 Jember dan pada tahun yang sama diterima sebagai mahasiswa jurusan Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor, melalui jalur Undangan Seleksi Mahasiswa IPB (USMI).
Selama menjadi mahasiswa penulis telah melakukan beberapa kegiatan praktek lapang diantaranya Praktek Pengenalan Ekosistem Hutan (PPEH) pada tahun 2012 di Sancang Barat dan Kamojang. Pada tahun 2013 penulis mengikuti kegiatan Praktek Pengelolaan Hutan (PPH) dengan lokasi di Hutan Pendidikan Gunung Walat, KPH Cianjur, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, dan PGT Sindangwangi. Pada tahun 2012 penulis juga mengikuti kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) di perusahaan kayu lapis yaitu PT Sari Bumi Kusuma, Pontianak, Kalimantan Barat.
Selain aktif mengikuti kegiatan perkuliahan, penulis juga aktif dalam kepanitiaan dan kegiatan kampus. Penulis merupakan anggota dalam kepanitiaan Bina Crops Rimbawan (BCR) pada tahun 2012 dan 2013, anggota Divisi Kelompok Kewirausahan pada 2011 dan merupakan pengurus Himpunan Mahasiswa Hasil Hutan (HIMASILTAN) Divisi Kelompok Minat Rekayasa Desain Bangunan dan Konstruksi Kayu pada tahun 2012.
Sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Kehutanan, penulis melaksanakan penelitian dan penyusunan skripsi dengan Judul “Karakteristik cross laminated timber dari kayu Sengon (Falcataria moluccana (Miq.) Barneby & J.W. Grimes) dan Mindi (Melia azedarach L) menggunakan perekat isosianat” dibawah