• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ang, Robbert , 1997, Buku Pintar : Pasar Modal Indonesia, Mediasoft Indonesia. Baridwan, Zaki, 2004, Intermediate Accounting, Penerbit BPFE, Yogyakarta Belkaoui, Ahmed Riahi. 2001. Teori Akuntansi. Buku 1. Jakarta: Salemba Empat Brigham, Eugene dan Houston, Joel F., 2001. Manajemen Keuangan. Alih

Bahasa: Ali Akbar Yulianto. Edisi Kedelapan. Jakarta: Erlangga.

Ghozali,Imam. 2001. Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro:Semarang

Harahap, Syafri Sofyan,1998. Menuju Perumusan Teori Akuntansi.

Jakarta:Quantum.

Hanafi, M., Mamduh. 2004. “Manajemen Keuangan”, BPFE, Yogyakarta Kasmir, 2003. Manajemen Perbankan. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. Nasir. Mohammad, 2006, Metodologi Penelitian, Jakarta; Ghalia Indonesia. Norpratiwi, M.V. Agustina. 2004. “Analisis Korelasi Investment Opportunity Set

terhadap Return Saham”, Thesis Pascasarjana UGM.

Martono dan Harjito Agus. 2003. “Manajemen Keuangan”, EKONISIA, Yogyakarta

Riyanto, Bambang, 2001. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Keempat. Yogyakarta: BPFE. Riyanto, Bambang. 2000. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Keempat. Yogyakarta: BPFE.

Standar Akuntansi Keuangan, 2007. Kerangka Dasar Penyusunan Penyajian

Laporan Keuangan.Jakarta: Ikatan Akuntan Indonesia.

Santoso Singgih, 2001, SPSS Statistik Parametik, Komputindo, Jakarta.

Sartono, Agus. 2001. Manajemen Keuangan ”Teori dan Aplikasi”. Edisi Keempat. Yogyakarta: BPFE.

Singhania, 2010, dengan judul : Financial Leverage and Investment Opportunities in India: An Empirical Study, Journal of Financial Economics. Vol. 3

34

Sudrajat, 2001, Modul Teori Akuntansi, Cetakan Ketiga, Bandung,Alfabeta. Sumarsono, 2002, Metodologi Penelitian, Edisi Pertama, Fakultas Ekonomi, UPN

”Veteran” Jawa Timur.

Sumodiningrat, 2002, Metode Statistika, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta

Ulupui, 2009, ”Analisis pengaruh rasio likuiditas, leverage, aktivitas, dan Profitabilitas terhadap Harga saham (studi pada perusahaan makanan dan minuman dengan kategori Industri barang konsumsi di BEJ), Jurnal

Manajemen Keuangan Vol. 4 No.1

Zaki Baridwan. 2004. Intermediate Accounting, Edisi Kedelapan. Yogyakarta: BPFE.

Weston, Jeston, Fred, 1990, Manajemen Keuangan, Jilid I Terjemahan, Penerbit Erlangga, Jakarta.

33 4.1. Deskr ipsi Obyek Penelitian

Adanya dari Deskripsi penelitian untuk meneliti Obyek perusahaan Manufaktur bergerak di bidang Otomotiv dalam Bursa Efek Indonesia sebagai berikut ;

a) PT Astra Otoparts Tbk

PT Astra Otoparts Tbk (“Perseroan”) didirikan dengan Akta Notaris No. 50 tanggal 20 September 1991 dari Rukmasanti Hardjasatya, S.H., notaris di Jakarta, dengan nama PT FeLikuiditasal Adiwiraserasi. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-1326.HT.01.01.TH.92 tanggal 11 Februari 1992 serta diumumkan dalam Berita Negara No. 39 Tambahan No. 2208 tanggal 15 Mei 1992. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris No. 68 tanggal 27 Mei 2008 dari Imas Fatimah, S.H., sehubungan dengan perubahan mengikuti Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007. Perubahan anggaran dasar ini telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. AHU-46481.AH.01.02. tanggal 31 Juli 2008 dan telah diumumkan dalam Berita

34

Negara Republik Indonesia No. 39 Tambahan No. 13154 tanggal 15 Mei 2009.

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan terutama bergerak dalam perdagangan suku cadang kendaraan bermotor, baik lokal maupun ekspor, dan manufaktur dalam bidang industri logam, plastik dan suku cadang kendaraan bermotor

b) PT. Astr a Internasional

PT Astra International Tbk ("Perusahaan") didirikan pada tahun 1957 sebagai PT Astra International Incorporated. Pada tahun 1990, perusahaan berubah nama menjadi PT Astra International Tbk. Perusahaan terletak di Jln. Gaya Motor Raya No 8, Sunter II, Jakarta. Ruang lingkup kegiatan perusahaan sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran Dasar adalah untuk terlibat dalam perdagangan umum, industri, pertambangan, transportasi, pertanian, konstruksi dan konsultasi layanan. Kegiatan utama anak perusahaan adalah perakitan dan distribusi mobil, sepeda motor dan suku cadang terkait, penjualan dan penyewaan alat berat, pertambangan dan layanan terkait, pengembangan perkebunan, jasa keuangan, infrastruktur, dan teknologi informasi

PT. Gajah Tunggal Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan akta notaris No. 54 tanggal 24 Agustus 1951 dari Raden Meester Soewandi, SH, notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. J.A.5/69/23 tanggal 29 Mei 1952 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 63 tanggal 5 Agustus 1952, Tambahan No. 884. Anggaran Dasar Perusahaan telah disesuaikan dengan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 mengenai Perseroan Terbatas, dengan akta No. 13 tanggal 22 Nopember 2007 dari Amrul Partomuan Pohan SH, Lex Legibus Magister, notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. C-06556.HT.01.04-TH.2007 tanggal 13 Desember 2007.

Perusahaan berdomisili di Jakarta dengan pabrik berlokasi di Tangerang dan Serang. Kantor pusat Perusahaan beralamat di Wisma Hayam Wuruk, Lantai 10 Jl. Hayam Wuruk 8, Jakarta.

d) PT. Goodyear Indonesia

PT Goodyear Indonesia Tbk (“Perusahaan”) semula didirikan dengan nama “NV The Goodyear Tire & Rubber Company Limited” pada tanggal 26 Januari 1917 berdasarkan Akta Notaris Benjamin ter Kuile No. 199, yang kemudian berubah nama menjadi “PT Goodyear Indonesia”

36

berdasarkan Akta Notaris Eliza Pondaag No. 73 tanggal 31 Oktober 1977 yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/250/7 tanggal 25 Juli 1978.

Perusahaan bergerak dalam bidang industri ban untuk kendaraan bermotor dan pesawat terbang serta komponen lain yang terkait, penyaluran dan ekspor ban.

Perusahaan mulai beroperasi dalam bidang usaha perdagangan ban pada tahun 1917. Pabrik Perusahaan dibangun pada tahun 1935 di Bogor sebagai pabrik ban pertama di Indonesia. Kantor pusat Perusahaan berdomisili di Bogor

Pada tanggal 10 Nopember 1980, Perusahaan menawarkan 6.150.000 lembar sahamnya dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000 (Rupiah penuh) per lembar saham kepada masyarakat melalui Bursa Efek Jakarta (“BEJ”), efektif mulai 1 Desember 2007 menjadi Bursa Efek Indonesia

e) PT. Indospring

PT INDOSPRING Tbk. (Perusahaan) berkedudukan di Gresik, didirikan berdasarkan Akta Notaris No.10 tanggal 5 Mei 1978 dari Notaris Stefanus Sindunatha, SH dengan status Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Akta pendirian tersebut diatas telah diubah oleh Notaris yang sama melalui Akta Perubahan No. 148 tanggal 25 Oktober 1978 tentang perubahan anggaran dasarnya, dan telah disahkan dengan Keputusan

Desember 1979 kemudian dimuat dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 71 tanggal 2 September 1980, Lembaran Negara No. 674/1980 serta telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Gresik, tanggal 11 Maret 1980. Anggaran Perusahaan mengalami beberapa kali perubahan, dan terakhir berdasarkan pada Akta Notaris No 50 tanggal 17 April 1997 oleh Notaris Wachid Hasyim, SH., mengenai pengesahan tambahan modal saham Perusahaan. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan C2-3537HT.01.04.Th.97 pada tanggal 6 Mei 1997.

Berdasarkan pada Akta Notaris No 18 tanggal 08 Juli 2008 oleh Notaris Dyah Ambarwaty Setyoso, S.H., Perusahaan melakukan perubahan anggaran dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan Undang-undang No 40 tahun 2007. Berdasarkan pada pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup dari aktivitas Perusahaan bergerak dalam bidang industri spare parts kendaraan bermotor khususnya pegas, yang berupa leaf spring (pegas daun) dan coil spring (pegas spiral) beralamat di Jalan Mayjend Sungkono No. 10, Segoromadu, Gresik 61123, Jawa Timur. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada tahun 1979.

38

f) PT. Indo Kordsa Tbk

PT. Indo Kordsa Tbk (Perusahaan) didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968 jo. Undang-Undang No. 12 tahun 1970 berdasarkan akta No. 83 tanggal 8 Juli 1981 dari Ridwan Suselo, S.H., notaris di Jakarta, yang diubah melalui akta notaris No. 288 tanggal 27 November 1981 dan No. 261 tanggal 28 Januari 1982 dari notaris yang sama. Akta-akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. Y.A.5/88/3 tanggal 2 Maret 1982 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 50 tanggal 22 Juni 1982, Tambahan No. 771. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris No. 22 tanggal 10 Desember 2010 dari Amrul Partomuan Pohan S.H., notaris di Jakarta sehubungan dengan perubahan atas dewan direksi Perusahaan. Perubahan ini telah diketahui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusan No. AHU-AH.01.10-00258 tanggal 4 Januari 2011

Perseroan berdomisili di Indonesia dengan kantor pusat dan pabrik berlokasi di Jl. Pahlawan, Desa Karang Asem Timur, Citeureup, Bogor

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi bidang manufaktur dan pemasaran ban, filamen yarn (serai-serat nylon, polyester, rayon), benang nylon untuk ban dan bahan baku polyester (purified terepthalic acid). Perusahaan mulai

Perusahaan dipasarkan di dalam dan di luar negeri, ke Asia dan Timur Tengah. Jumlah karyawan Perusahaan dan anak perusahaan rata-rata 1.769 karyawan untuk tahun 2010 dan 1.470 karyawan untuk tahun 2009.

g) PT. Multistr ada Arah Sar ana

PT Multistrada Arah Sarana Tbk (“Perusahaan”) didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 20 Juni 1988 dengan nama PT Oroban Perkasa dalam rangka Undangundang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968, yang diubah dengan Undang-undang No. 12 tahun 1970, berdasarkan Akta Notaris Lukman Kirana, S.H., No. 63. Akta pendirian disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2- 8932.HT.01.01-TH.88 tanggal 20 September 1988, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 41, Tambahan No. 1877 tanggal 22 Mei 1990. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir melalui Akta Notaris Benny Kristianto, S.H., No. 21, tanggal 21 Februari 2011, mengenai perluasan bidang usaha sehingga mencakup pengusahaan dan pengelolaan Hutan Tanaman Industri serta pengangkatan anggota direksi. Sampai dengan tanggal 25 Februari 2011, perubahan-perubahan Anggaran Dasar tersebut masih dalam proses untuk mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan

40

adalah: Menjalankan usaha di bidang industri ban yang mencakup usaha pembuatan ban untuk semua jenis kendaraan bermotor. Saat ini Perusahaan bergerak dalam bidang industri pembuatan ban luar kendaraan bermotor. Menjalankan kegiatan usaha di bidang pengusahaan dan pengelolaaan Hutan Tanaman Industri melalui anak perusahaan Perseroan yang meliputi usaha-usaha penanaman, pemeliharaan, pemungutan, pengolahan/industry dan pemasaran yang meliputi antara lain : Acasia/Akasia, Sengon, Meranti, Jati, Gmelina Arborea, Pinus, Tengkawang, Sungkai, Karet

h) PT. Selamat Sempurna

PT Selamat Sempurna Tbk. (“Perusahaan”) didirikan di Indonesia pada tanggal 19 Januari 1976 berdasarkan akta Notaris Ridwan Suselo, S.H., No. 207. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/96/5 tanggal 22 Maret 1976. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta Notaris Frans Elsius Muliawan, S.H., No. 22 tanggal 23 Mei 2008 sehubungan dengan perubahan seluruh anggaran dasar Perusahaan untuk disesuaikan dengan Undang-undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 mengenai “Perseroan Terbatas”. Akta perubahan tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-76189.A.H.01.02. Tahun 2008 tanggal 21 Oktober 2008. Sesuai

adalah bergerak dalam bidang industri alat-alat perlengkapan (suku cadang) dari berbagai macam alat-alat mesin pabrik dan kendaraan, dan yang sejenisnya. Perusahaan berkedudukan di Jakarta, dengan kantor pusat di Wisma ADR, Jalan Pluit Raya I No. 1, Jakarta Utara, sedangkan pabriknya berlokasi di Jakarta dan Tangerang. Perusahaan memulai kegiatan operasi komersialnya sejak tahun 1980.

i) PT Tunas Ridean Tbk

PT Tunas Ridean Tbk (“Perseroan”) didirikan berdasarkan Akta Notaris Winanto Wiryomartani, S.H., No. 102 tertanggal 24 Juli 1980. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/140/1 tertanggal 7 April 1981 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 935, Tambahan No. 84 tertanggal 21 Oktober 1983. Anggaran Dasar Perseroan telah beberapa kali diubah. Perubahan terakhir dengan Akta Notaris Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., No. 43 tertanggal 8 Agustus 2008 untuk memenuhi Undang-undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-73009.AH.01.02 tanggal 13 Oktober 2008.

42

j) PT United Tr actors Tbk

PT United Tractors Tbk (“Perseroan”) didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama PT Inter Astra Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, oleh Djojo Muljadi, S.H. Akta Pendirian tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Pebruari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973. Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”) meliputi penjualan dan penyewaan alat berat beserta pelayanan purna jual, pertambangan batu bara dan kontraktor pertambangan. Termasuk didalam kontraktor pertambangan adalah jasa kontraktor pertambangan terpadu. Perseroan memulai kegiatan operasinya pada tahun 1973.

4.2. Deskr ipsi Variabel

Berikut ini adalah penjelasan variabel-variabel penelitian, yang meliputi : Profitabilitas, Leverage, dan Likuditias.

Tabel 4.1. Data Profitabilitas Perusahaan Otomotive Tahun 2008-2012

No Nama Per usahaan ROE (Y)

2008 2009 2010 2011 2012 1 Tunas Ridean Tbk. 34.28 41.02 28.65 29.26 30.87 2 Sugih Energi Tbk 10.78 -5.47 5.69 5.69 -1.66 3 Indo Acidatama Tbk 6.51 16.71 6.21 13.4 28.11 4 Selamat Sempurna Tbk 26.29 37.33 39.43 41.69 8.2 5 Intraco Penta Tbk 14.32 17.01 28354 31.46 8.16

6 Indomobil Sukses Internasional Tbk 58.73 52.82 50.57 23.37 15.83 7 Hexindo Adiperkasa Tbk 60.94 34.05 34.42 39.61 26.71

8 Indo Kordsa Tbk 16.12 13.64 19.94 10.24 11.95

9 Astra International Tbk 46.44 41.11 42.65 33.98 31.06

10 Astra Otoparts Tbk 36.11 23.03 26.57 29.51 29.09

Sumber : Bursa Efek Indonesia

Berdasarkan tabel 4.1. diatas dapat diketahui bahwa untuk Profitabilitas Perusahaan Otomotive pada tahun 2008 yang tertinggi diperoleh PT. Hexindo Adiperkasa Tbk sebesar 60.94, sedangkan yang terendah adalah PT. Sugih Energi Tbk pada tahun 2009 sebesar -5.47.

44

4.2.2. Deskr ipsi Variabel Leverage

Tabel 4.2. Data Leverage Perusahaan Otomotive Tahun 2008-2012

No Nama Per usahaan DER (X1)

2008 2009 2010 2011 2012 1 Tunas Ridean Tbk. 2.50 0.77 0.73 0.73 0.87 2 Sugih Energi Tbk 0.12 0.01 0.03 0.03 0.2 3 Indo Acidatama Tbk 1.04 0.89 0.59 0.43 0.46 4 Selamat Sempurna Tbk 0.63 0.8 0.96 0.7 0.78 5 Intraco Penta Tbk 2.46 1.91 2.91 5.96 7.06

6 Indomobil Sukses Internasional Tbk 17.78 10.16 4.99 1.54 2.13

7 Hexindo Adiperkasa Tbk 2 1.5 0.97 1.09 1.54

8 Indo Kordsa Tbk 0.48 0.23 0.26 0.38 0.42

9 Astra International Tbk 1.21 1 1.1 1.02 1.03

10 Astra Otoparts Tbk 0.45 0.38 0.62 0.39 0.47

Sumber : Bursa Efek Indonesia

Berdasarkan tabel 4.2. diatas dapat diketahui bahwa untuk Leverage Otomotive pada tahun 2008 yang tertinggi diperoleh PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk sebesar 17.78, sedangkan yang terendah adalah PT. Sugih Energi Tbk pada tahun 2009 sebesar 0.01.

Tabel 4.3. Data Likuditias Perusahaan Otomotive Tahun 2008-2012

No Nama Per usahaan CR (X2)

2008 2009 2010 2011 2012 1 Tunas Ridean Tbk. 141.06 135.43 151.17 157.23 145.56 2 Sugih Energi Tbk 115.12 694.74 907.51 907.51 66.21 3 Indo Acidatama Tbk 137.08 170.66 242.39 317.48 292.5 4 Selamat Sempurna Tbk 181.79 158.7 217.41 271.58 208.17 5 Intraco Penta Tbk 214.9 174.36 122.55 83.97 85.93 6 Indomobil Sukses Internasional Tbk 90.93 93.4 106.94 136.78 117.04 7 Hexindo Adiperkasa Tbk 140.37 155.45 177.21 170.95 152.7 8 Indo Kordsa Tbk 219.28 343.74 401.76 278.88 207.57 9 Astra International Tbk 132.17 136.88 126.18 136.4 139.91 10 Astra Otoparts Tbk 135.48 175.73 116.49 217.39 213.34 Sumber : Bursa Efek Indonesia

Berdasarkan tabel 4.3. diatas dapat diketahui bahwa untuk Likuditias Perusahaan Otomotive pada tahun 2010 yang tertinggi diperoleh PT. Sugih Energi Tbk sebesar 907.51. Sedangkan yang terendah adalah PT. Intraco Penta Tbk pada tahun 2011 sebesar 83.97.

4.3. Deskr ipsi Hasil Pengujian Hipotesis 4.3.1. Uji Normalitas

Dalam pengujian normalitas data dengan menggunakan uji Kolmogorof-Smirnov dengan menggunakan program SPSS, dimana apabila nilai signifikansi (probabilitas) yang diproleh lebih besar dari nilai signifikansi yang telah ditetapkan dalam penelitian (5%) maka data

46

tersebut telah terdistribusi normal. (Santoso, 2001 : 97)

Pedoman dalam mengambil keputusan apakah sebuah distribusi data mengikuti distribusi normal adalah :

• Jika nilai signifikansi (nilai probabilitasnya) lebih kecil dari 5%, maka distribusi adalah tidak normal.

• Jika nilai signifikansi (nilai probabilitasnya) lebih besar dari 5%, maka distribusi adalah normal.

Tabel 4.4. Nor malitas Data Masing-masing Variabel

Sumber : data diolah

Dari tabel 4.4 diatas, terlihat bahwa nilai probabilitas setiap variabel lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa distribusi dari data adalah mengikuti pola distribusi normal.

4.3.2.1 Heteroskedastisitas

Penyimpangan asumsi model klasik yang lain adalah adanya heteroskedastisitas. Artinya, varians variabel dalam model tidak sama (konstan). Hal ini bisa diindentifikasi dengan cara menghitung korelasi Rank Spearman antara residual dengan seluruh variabel bebas.

Tabel 4.5 : Hasil Pengujian Heteroskedastisitas

Sumber : data diolah

Hasil analisis menunjukkan bahwa pada variabel X1, X2 tidak mempunyai korelasi yang signifikan antara residual dengan variabel bebasnya,(nilai Sig lebih besar dari 0,05) maka hasil analisis ini dapat disimpulkan seluruh variabel penelitian tidak terjadi Heteroskedastisitas.

48

4.3.2.2 Autokorelasi

Salah satu metode yang digunakan untuk mendeteksi adanya autokorelasi adalah dengan metode Uji Durbin-Watson d. Adapun pengujiannya adalah sebagai berikut :

Tabel 4.6. Data Autokorelasi

Sumber : data diolah

Untuk asumsi klasik yang mendeteksi adanya autokorelasi di sini dilihat dari hasil analisis yang menunjukkan hasil bahwa nilai Durbin Watson sebesar 2.113.

Jadi dapat disimpulkan bahwa model regresi linier berganda yang diperoleh pada penelitian ini telah memenuhi asumsi klasiknya yaitu tidak memenuhi autokorelasi dan normalitas datanya untuk sebagian variabel Adapun kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut :

Tabel 4.7. Batas-batas daerah Test Durbin Watson Daerah Keterangan Kurang dari 1,462 1,462 dan 1,628 1,628 dan 2,372 2,372 dan 2,538 DW ≥ 2,538 Autokorelasi positif Tanpa kesimpulan/inconclusive Non autokorelasi Tanpa kesimpulan/inconclusive Autokorelasi negatif Sumber : data diolah

Sedangkan nilai Durbin Watson dari perhitungan DW = 2.113 dan nilai ini terletak pada daerah tanpa kesimpulan.

4.3.2.3 Multikolinearitas

Untuk mengetahui ada atau tidaknya gejala multikolinier pada model regresi linier berganda yang dihasilkan dapat dilakukan dengan menghitung nilai Variance Inflation Factor (VIF) dari masing-masing variabel bebas dalam model regresi.

Tabel 4.8 : Hasil Pengujian Multikolinieritas

Sumber : data diolah

Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa pada bagian colliniearity

statistics, nilai VIF pada seluruh variabel bebas lebih kecil dari 10, yang

artinya seluruh variabel bebas tidak ada gejala multikolinier.

50

4.3.3. Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda

Hasil analisis mengenai koefisien model regresi adalah seperti yang tercantum dalam Tabel 4.9 berikut ini.

Tabel 4.9 Koefisien Regresi

Sumber : Lampiran

Berdasarkan Tabel 4.9 tersebut, maka model regresi yang diperoleh adalah sebagai berikut :

Y = α + β1X1 + β2X2 + β3X3 + e Y = 30.068 + 1.677 X1 − 0.032 X2 + e

Dengan asumsi bahwa variabel X1, X2, adalah nol atau konstan maka nilai Profitabilitas (Y) adalah sebesar -30.068

Koefisien regresi untuk variabel Leverage (X1) diperoleh nilai 1.677, hal ini menunjukkan terjadinya perubahan yang searah dengan variabel terikat. Jadi semakin besar nilai Leverage (X1) akan menaikkan nilai Profitabilitas (Y) dengan asumsi bahwa variabel yang lainnya adalah konstan.

Koefisien regresi untuk variabel Likuiditas (X2) diperoleh nilai

− 0.032 mempunyai koefisien regresi negatif, hal ini menunjukkan

semakin besar nilai Likuiditas (X2) akan menurunkan nilai Profitabilitas (Y) dengan asumsi bahwa variabel yang lainnya adalah konstan.

4.3.4 Hasil Pengujian Kecocokan Mode

Uji F digunakan untuk menguji cocok atau tidaknya model regresi yang dihasilkan dan uji t digunakan untuk menguji pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Adapun hasil dari uji F dan uji t adalah sebagai berikut :

Tabel 4.10 : Hasil Uji F

Sumber : Lampiran

Berdasarkan hasil pengujai dengan F test, menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Sig) = 0,000 lebih kecil dari 0,05 hal ini dapat disimpulkan jika penggunaan model regresi dalam penelitian ini adalah tepat.

52

Tabel 4.11 : Hasil Uji t

Hasil uji t pada tabel di atas menunjukkan bahwa :

1. Nilai thitung pada variabel Leverage sebesar 2.574 dengan tingkat signifikan sebesar 0.013. Karena tingkat signifikan pada variabel ini lebih kecil dari 5% (sig < 5%). Hal ini berarti variabel Leverage secara parsial berpengaruh terhadap Profitabilitas.

2. Nilai thitung pada variabel Likuiditas sebesar 2.862 dengan tingkat signifikan sebesar 0.006. Karena tingkat signifikan pada variabel ini lebih kecil dari 5% (sig < 5%). Hal ini berarti variabel Leverage secara parsial berpengaruh terhadap Profitabilitas.

4.4 Pembahasan

Berdasarkan uji secara simultan untuk variabel Leverage (X1), Likuiditas (X2), berpengaruh terhadap Profitabilitas (Y). Sedangkan untuk variabel Leverage (X1) secara parsial berpengaruh terhadap Profitabilitas, variabel Likuiditas (X2) secara parsial berpengaruh terhadap Profitabilitas.

Berdasarkan hasil pengujian untuk variabel Leverage secara parsial berpengaruh terhadap Profitabilitas, hal ini menunjukkan bahwa kehadiran hutang jangka panjang dalam struktur modal sebuah perusahaan merupakan keputusan yang mencoba melakukan efektifitas dan efesiensi yang dilakukan oleh pihak manajemen. Disamping dapat membantu perusahaan untuk melakukan peningkatan aktivitas operasional dan produksinya dengan adanya suntikan dana dari hutang tersebut, akan tetapi dengan adanya hutang akan menanggung resiko berupa beban bunga yang mengikuti hutang tersebut, dan ketidak mampuan perusahaan untuk menutupi biaya tetap berupa beban bunga itu akan berakibat pada kebangkrutan, sebaliknya bila lonjakan aktifitas yang dihasilkan dari suntikan dana itu dapat menjadi pendongkrak pendapatan dan dapat menutupi beban bunga tadi, maka dapat meningkatkan tingkat profitabilitas perusahaan.

Dalam usaha pemenuhan kebutuhan pendanaan yang memang dibutuhkan oleh perusahaan, peranan manajer dalam hal ini sangat penting dalam menjalanlan keputusan - keputusan pendanaan yang tentu saja dengan mempertimbangkan tingkat efektifitas dan efesiensinya, dengan demikian maka setiap rupiah dana yang tertanamkan didalam aktiva harus dapat dipergunakan seefisien mungkin untuk dapat menghasilkan tingkat keuntungan investasi atau rentabilitas yang maksimal, efesiensi dari setiap penggunaan dana akan berimplikasi dalam penentuan besar kecilnya return yang dihasilkan dari investasi tersebut, perusahaan harus selektif dalam mengalokasikan dana yang tersedia, karena pada umumnya jumlah kebutuhan

54

yang harus dipenuhi lebih banyak dari pada jumlah yang tersedia, maka dari itu pihak manajemen perlu mengusahakan agar dapat memperoleh dana yang diperlukan dengan biaya (cost of capital) yang minimal dan syarat - syarat yang menguntungkan.

4.4.2 Pengaruh Likuiditas terhadap Profitabilitas

Berdasarkan hasil pengujian untuk variabel Likuiditas secara parsial berpengaruh terhadap Profitabilitas, hal ini menunjukkan bahwa untuk menjaga posisi likuiditas suatu perusahaan, maka dalam kegiatan operasionalnya perusahaan harus memiliki cadangan reserve untuk memenuhi kebutuhan desakan likuditas. Semakin besar rasio ini, maka posisi likuiditas

Dokumen terkait