per tahun Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, rekening koran dan deposito berjangka
29. DANA PENSIUN DAN PROGRAM IMBALAN KERJA a Aset Pensiun
Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti untuk seluruh karyawan tetapnya. Dana pensiun ini dikelola oleh Dana Pensiun Tigaraksa Satria (DPTRS) yang akta pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. Kep-430/KM.17/1996 tanggal 6 November 1996. Pendiri DPTRS adalah Perusahaan, dan BGI, Entitas Anak, merupakan salah satu mitra pendiri sejak tahun 2002.
31 Maret 2016 31 Maret 2015
Beban Umum dan Administrasi
Gaji dan upah 28.244.736.390 23.670.183.018
Sewa gudang 3.114.073.454 4.066.703.046
Amortisasi (Catatan 12) 1.789.952.914 407.201.293
Komunikasi 1.123.625.980 1.428.248.776
Penyusutan (Catatan 11) 1.106.919.519 984.673.433
Jasa profesional dan hukum 1.026.824.677 1.054.314.736
Perbaikan dan pemeliharaan 734.597.347 1.214.538.382
Administrasi 627.397.988 716.508.102 Rapat 626.519.574 686.094.794 Kendaraan 391.727.517 339.106.016 Utilitas 345.986.700 359.623.713 Hubungan masyarakat 310.977.649 96.051.000 Asuransi 194.031.268 157.448.988 Biaya Bank 185.482.056 263.494.866 Sumbangan 171.897.640 173.175.575 Pajak 21.436.764 9.615.640
Jamuan dan representasi 20.090.792 14.107.047
Lain-lain 946.573.286 1.125.028.630
Jumlah 40.982.851.515 36.766.117.055
31 Maret 2016 31 Maret 2015
c. Pendapatan (beban) operasi lain
Keuntungan dari penjualan barang usang 417.587.418 493.596.754
Keuntungan penjualan aset tetap (Catatan 11) 251.326.965 309.921.637
Penghasilan sewa 994.463.495 593.197.965
Pendapatan jasa manajemen 306.125.001 306.950.001
Beban pemutusan hubungan kerja (2.398.904.750) (1.274.327.817) Keuntungan (kerugian) selisih kurs - neto (533.069.433) 358.071.300
Pendapatan (beban) lain-lain - neto 1.316.263.118 (36.132.223)
- 45 -
Asumsi utama yang digunakan dalam perhitungan aktuaria untuk tahun 2015 dan 2014 atas biaya pensiun dengan metode Projected Unit Credit berdasarkan pada laporan aktuaris independen, PT Milliman Indonesia masing-masing tertanggal 7 Maret 2016 dan 4 Maret 2015 adalah sebagai berikut:
31 Desember 2015 Tabel mortalita : Tabel Mortalita Indonesia III Tabel Mortalita Indonesia III
Umur pensiun normal : 55 tahun 55 tahun
Tingkat kenaikan gaji : Nihil Nihil
Tingkat diskonto : 9% per tahun 9% per tahun
Perhitungan manfaat pensiun : 1,15 x masa kerja 1,15 x masa kerja x penghasilan dasar x penghasilan dasar
pensiun pensiun
Tingkat kenaikan manfaat pasti
pensiun : 0,00% 0,00%
Tingkat hasil yang diharapkan dari
aset dana pensiun : 7,50% 7,50%
31 Maret 2016
Rata-rata sisa masa kerja di masa mendatang yang diharapkan pada tanggal 31 Maret 2016 adalah 8,4 tahun untuk Perusahaan dan 10,5 tahun untuk BGI.
Status pendanaan DPTRS pada tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 berdasarkan laporan aktuaris adalah sebagai berikut:
31 Maret 2016 31 Desember 2015 Nilai kini kewajiban imbalan pasti 11.001.645.750 9.177.503.000 Nilai wajar aset DPTRS (28.149.623.663) (28.030.255.000) Kelebihan nilai wajar aset atas liabilitas aktuaria (17.147.977.913) (18.852.752.000) Dampak pembatasan aset pensiun 641.242.063 2.642.255.000 Aset manfaat pensiun per laporan posisi
keuangan konsolidasian (16.506.735.850) (16.210.497.000)
Aset dana pensiun terutama terdiri dari deposito berjangka, reksadana, saham dan obligasi. Kategori utama aset program sebagai persentase dari total aset program adalah sebagai berikut:
31 Maret 2016 31 Desember 2015
Deposito 94% 92%
Obligasi 4% 5%
Saham 2% 3%
Pada tahun 2005, Perusahaan dan BGI, Entitas Anak, menghentikan tingkat kenaikan gaji karyawan dimana dasar perhitungan manfaat pensiun yang akan dibayarkan kepada karyawan pada saat pensiun adalah berdasarkan gaji karyawan pada tanggal 31 Agustus 2005. Akibatnya, untuk tujuan perhitungan beban (keuntungan) pensiun, gaji karyawan diasumsikan tidak mengalami peningkatan setelah 31 Agustus 2005. Perubahan kebijakan DPTRS tersebut telah disahkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. KEP-032/KM.12/2006 tanggal 26 Juli 2006. Namun, pada tahun 2015,
- 46 -
Perusahaan dan BGI mengajukan permohonan pengesahan atas perubahan kebijakan DPTRS untuk tingkat kenaikan gaji karyawan yang diubah menjadi tanggal 31 Desember 2007. Sehingga, untuk tujuan perhitungan beban (keuntungan) pensiun, gaji karyawan diasumsikan tidak mengalami peningkatan setelah 31 Desember 2007.
Perubahan atas kebijakan DPTRS tersebut telah disahkan oleh Otoritas Jasa Keuangan dengan Surat Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No. KEP-550/NB.1/2015 tanggal 29 September 2015.
Beban (keuntungan) pensiun yang dibebankan (diakui) pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, serta disajikan dalam akun beban usaha, adalah sebagai berikut:
31 Maret 2016 31 Desember 2015 Keuntungan bunga bersih pada
kewajiban manfaat penisun (432.123.250) (1.453.061.000) Beban jasa kini 114.642.500 2.867.570.000 Jumlah beban (penghasilan)
manfaat pensiun (317.480.750) 1.414.509.000
Keuntungan manfaat pensiun di atas merupakan dampak dari pembekuan dana pensiun atas gaji para anggota Dana Pensiun per tanggal 31 Desember 2007 yang menjadi dasar perhitungan manfaat masa datang yang akan diterima oleh karyawan pada saat pensiun, dan kelebihan pendanaan dari liabilitas pensiun.
Beban (penghasilan) komprehensif lain yang dibebankan (diakui) pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, serta disajikan dalam penghasilan (beban) komprehensif lain, adalah sebagai berikut:
31 Maret 2016 31 Desember 2015 Beban (keuntungan) aktuarial (5.502.813) (508.937.000) Tingkat pengembalian yang diharapkan 7.930.882 733.501.000 Perubahan atas dampak
batasan aset (23.669.968) (2.189.157.000) Jumlah beban (penghasilan)
komprehensif lain (21.241.900) (1.964.593.000)
Perubahan mutasi aset manfaat pensiun untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2016 31 Desember 2015 Aset awal tahun 16.210.497.000 15.660.413.000 (Beban) penghasilan
manfaat pensiun 317.480.750 (1.414.509.000) Penghasilan (beban)
komprehensif lain (21.241.900) 1.964.593.000 Aset akhir tahun 16.506.735.850 16.210.497.000
- 47 - b. Program Imbalan Kerja
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang berdasarkan UU Ketenagakerjaan No. 13/2003 terdiri dari:
Perusahaan dan Entitas Anak juga menghitung dan mencatat estimasi biaya pensiun karyawan yang merupakan selisih lebih manfaat pensiun sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tentang penyelesaian pemutusan hubungan kerja dan penetapan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan ganti kerugian atas manfaat yang disediakan oleh DPTRS. Pada tahun 2014, Perusahaan membentuk pendanaan untuk program imbalan kerja tersebut dengan menyisihkan dana sebesar Rp10.790.951.490 yang ditempatkan atau diinvestasikan pada program asuransi Allianz Life.
Pada tanggal 31 Desember 2014, dana ini disajikan sebagai pengurang liabilitas imbalan kerja di laporan posisi keuangan konsolidasian tahun 2014 karena dana ini hanya dapat digunakan untuk pembayaran liabilitas imbalan kerja karyawan.
Pada tanggal 4 Mei 2015, Perusahaan memindahkan dana investasi tersebut dari asuransi Allianz Life kepada PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia dalam Manulife Program Pesangon Plus. Pada tanggal 31 Maret 2016, dana ini naik menjadi Rp14.606.993.247 yang disajikan sebagai dana pensiun di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian 31 Maret 2016 karena jika Perusahaan memutuskan untuk menghentikan perjanjian pendanaan ini, semua dana tersebut akan dikembalikan kepada Perusahaan sesuai perjanjian dengan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia.
Pada tahun 2015, BGI membuat perjanjian dengan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia untuk mendanai liabilitasnya atas pembayaran manfaat karyawan sesuai ketentuan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 melalui Manulife Program Pesangon Plus. Dalam program ini, jika BGI membatalkan polis sebelum tanggal jatuh tempo, maka PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia akan mengembalikan seluruh nilai polis kepada BGI. Pada tanggal 31 Maret 2016, jumlah premi investasi yang telah dibayarkan oleh BGI sebesar Rp 9.908.957.963 dan disajikan sebagai dana pensiun dalam laporan posisi keuangan konsolidasian 31 Maret 2016.
Pada tahun 2015, BGI juga membuat perjanjian dengan PT Allianz Life Indonesia untuk mendanai liabilitasnya atas pembayaran manfaat karyawan sesuai Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13. Dalam perjanjian dengan PT Allianz Life Indonesia, BGI akan membayar premi investasi secara berkala. Dana akan digunakan hanya untuk pembayaran pesangon pada saat pemutusan hubungan kerja karyawan BGI. Perjanjian ini berlaku untuk masa yang tidak ditentukan dan apabila perjanjian ini diakhiri oleh BGI, maka seluruh nilai polis sampai dengan tanggal pengakhiran akan dibayarkan oleh Allianz Life hanya kepada penyedia program sejenis yang ditunjuk oleh BGI. Pada tanggal 31 Maret 2016, jumlah premi investasi yang telah dibayarkan oleh BGI sebesar Rp6.500.000.000 yang disajikan sebagai akun pengurang liabilitas imbalan kerja dalam laporan posisi keuangan konsolidasian 31 Maret 2016.
31 Maret 2016 31 Desember 2015 Liabilitas imbalan kerja 62.290.716.400 59.311.500.000
Dana pensiun (6.500.000.000) (6.500.000.000)
- 48 -
Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan biaya manfaat pensiun adalah sebagai berikut:
31 Maret 2016 31 Desember 2015
Tabel Mortalita : Tabel Mortalita Indonesia III Tabel Mortalita Indonesia III
Umur pensiun normal : 55 tahun 55 tahun
Tingkat kenaikan gaji : 8,0% per tahun 8,0% per tahun
Tingkat diskonto : 9,5% per tahun 9,5% per tahun
Beban imbalan kerja yang diakui pada laba rugi adalah sebagai berikut:
31 Maret 2016 31 Desember 2015
Beban jasa kini 2.121.446.000 6.890.300.000
Beban bunga 1.343.407.500 4.634.761.000
Jumlah 3.464.853.500 11.525.061.000
Mutasi liabilitas imbalan kerja untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2016 31 Desember 2015
Liabilitas awal tahun 59.311.500.000 59.477.547.000
Beban imbalan kerja 3.464.853.500 11.525.061.000
Beban (penghasilan) komprehensif lain:
Penyesuaian obligasi (7.401.144.000)
Perubahan asumsi keuangan (2.296.672.000)
Hak pengembalian 81.084.000
Pembayaran imbalan (485.637.100) (2.205.792.000)
Hak pengembalian bersih 131.416.000
- 49 -