Pada 16 Desember 2020, Ketua Komisi Yudisial (KY), Jaja Ahmad Jayus menyerahkan nama-nama calon hakim agung (CHA) dan calon hakim ad hoc Tindak Pidana Korupsi
G. Kesimpulan dan Rekomendasi
9. DPP HIKMAHBUDHI 10. KMHDI
11. PB PMII
B. Terhadap pandangan, penjelasan dan masukan yang disampaikan para narasumber, Panja Peta Jalan Pendidikan Komisi X DPR RI menyampaikan pandangan antara lain:
1. Organisasi kemahasiswaan agar secara aktif memberikan masukan kepada Pemerintah untuk menyempurnakan konsep Peta Jalan Pendidikan dan memberikan kontribusi pemikiran secara kritis terhadap pembangunan Pendidikan di Indonesia; 2. Mendorong Kemendikbud RI agar dalam
penyusunan Peta Jalan Pendidikan memberikan ruang peran kepada organisasi kemahasiswaan untuk terlibat dalam pengembangan kapasitas
kemahasiswaan berupa ruang aktualisasi, aspirasi dan gagasan-gagasan positif dan kreatif tidak hanya dalam penyusunan Peta Jalan Pendidikan tetapi juga melalui berbagai kegiatan yang relevan dengan tujuan pendidikan nasional; 2-2- 2021 X Eselon I: 1. Kemendikbud RI 2. Kemendagri RI 3. Kemendes, PDT dan Transmigrasi RI 4. Kemenkominfo RI 5. Perpusnas RI
2. Komisi X DPR RI memberikan catatan dan pandangan terhadap penjelasan mengenai perkembangan
dukungan K/L dalam meningkatkan literasi, sebagai berikut:
a. Komisi X DPR RI mendorong K/L terkait, sesuai tugas, fungsi dan kewenangannya bersama
Perpusnas RI untuk membuat indikator capaian literasi yang terintegrasi sehingga peningkatan literasi dapat terukur dari semua K/L.
b. Komisi X DPR RI mendorong K/L terkait bersama Perpusnas RI untuk membuat peta kebutuhan bahan pustaka dan skema akselerasi pengadaan serta pendistribusian bahan pustaka ke perpustakaan di daerah dengan mempertimbangkan hasil kajian Balitbangbuk Kemendikbud RI.
c. Komisi X DPR RI mendorong K/L terkait yang belum melakukan kerjasama dengan Perpusnas RI untuk segera melakukan kerja sama dalam bentuk MoU untuk peningkatan literasi di daerah.
d. Komisi X DPR RI menekankan K/L terkait dan
Perpusnas RI menjadi teladan dengan mengembangkan pola perilaku literasi melalui kegemaran membaca di lingkungan kerjanya masing-masing.
e. Komisi X DPR RI mengusulkan adanya hari membaca nasional secara berkala, yang dilaksanakan oleh semua instansi Pusat dan Daerah.
f. Komisi X DPR RI mendorong Kemendikbud RI berkoordinasi dengan Kemenkominfo RI untuk memastikan penambahan dan penguatan jaringan internet sampai ke daerah 3T.
137
g. Komisi X DPR RI mendorong K/L terkait dan Perpusnas RI untuk lebih meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan literasi dan memberdayakan komunitas-komunitas literasi di daerah.
h. Komisi X DPR RI mendorong Kemendikbud RI untuk bersinergi dengan K/L terkait dan Perpusnas RI agar kebijakan program Merdeka Belajar selaras dengan peningkatan literasi, antara lain: (1) mulai dari jenjang PAUD, (2) peningkatan literasi di desa melalui kerja sama Perguruan Tinggi dengan desa tertinggal. 3. Komisi X DPR RI menekankan KIL terkait dan Perpusnas RI untuk sungguh-sungguh memperhatikan catatan dan masukan yang disampaikan Anggota Komisi X DPR RI guna meningkatkan program dan kegiatan literasi sehingga memberikan hasil nyata di masyarakat.
3 -1- 2021 X 1. Prof. Dr. Ainun Na'im Pit. Sekretaris Jenderal Kemendikbud RI 2. Totok Suprayitno, Ph.D Pit. Kabalitbangbuk Kemendikbud RI 3. Dr.Mochamad Ardian Noervianto, M.Si. Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri RI 4. Purwanto Direktur Anggaran Bid. Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kemenkeu RI 5. Andin Hadiyanto Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu RI 6. Sudarso Direktur Pelaksanaan Anggaran Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu RI
7. Putut Hari Satyaka Direktur Pembinaan Pengelolaan Keuangan BLU 8. Dr.Subandi Sarjoko Deputi Bid. Pembangunan Manusia,
B. Terhadap pandangan, penjelasan dan masukan yang disampaikan para narasumber, Panja Peta Jalan Pendidikan (PJP) Komisi X DPR RI menyampaikan pandangan antara lain:
5. Panja Peta Jalan Pendidikan (PJP) Komisi X DPR RI menekankan Kemendikbud RI untuk meletakkan Peta Jalan Pendidikan (PJP) diselaraskan dengan visi negara yang tertuang dalam konstitusi UUD NRI Tahun 1945. 6. Panja Peta Jalan Pendidikan (PJP) Komisi X DPR RI mendorong Pemerintah untuk memperhatikan satuan pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan di daerah 3T.
7. Panja Peta Jalan Pendidikan (PJP) Komisi X DPR RI mendorong Pemerintah membuat formulasi kontribusi dana dari dunia usaha dan dunia industri atau swasta yang dipergunakan untuk bidang pendidikan.
8. Panja Peta Jalan Pendidikan (PJP) Komisi X DPR RI mendorong Pemerintah untuk
memanfaatkan teknologi dalam memperkuat akuntabilitas, melalui pemanfaatan Big Data dalam mengumpulkan, mengintegrasi, dan menganalisis data keuangan, administrasi, dan hasil belajar siswa dapat digunakan untuk pengambilan keputusan bidang Pendidikan yang lebih baik.
138 Masyarakat dan Kebudayaan BAPPENAS RI 9. Dr. Amich Alhumamih Direktur Pendidikan Agama dan Kebudayaan BAPPENAS RI
10. Dr. Tatamg Muttaqin Direktur Pendidikan Tinggi dan IPTEK BAPPENAS RI 11. Andi Sudirman Sulaiman Wakil Gubernur Sulawesi Selatan 12. Prof. Muhammad Jufri, M.Si. M.Psi. Kepala Dinas Pendidikan Sulsel
13. Ir. Benediktus Polo Maing Sekretaris Daerah Provinsi NTT 14. Linus Lusi, S.Pd. M.Pd. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT 15. H. Aminullah Usman, SE., Ak., MM .. ,
Walikota Banda Aceh 16.Faisal, S.STP Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan
17. Ors. Saminan, M.Pd Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kata banda Aceh
18. Salman Ishak Kepala Majelis Pendidikan Daerah.
4-2- 2021 X 1. Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D (Dirjen Pendidikan
Vokasi Kemendikbud RI) 2. Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D (Dirjen DIKTI Kemendikbud RI)
Terhadap pandangan, penjelasan dan masukan yang disampaikan para narasumber, Panja Peta Jalan Pendidikan (PJP) Komisi X DPR menyampaikan pandangan antara lain:
1. Penyusunan Peta Jalan Pendidikan perlu menekankan pada pembentukan ekosistem pendidikan dimulai dari Pendidikan Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, dan
139 3. Totok Suprayitno, Ph.D. (Pit. Kabalitbangbuk Kemendikbud RI) 4. Dr. Muhammad Dimyati (Pit. Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek RI) 5. Ir. Prakoso, M.M. (Sekretaris Deputi Penguatan Risbang Kemenristek/BRIN RI) 6. Prof. Heri Hemansyah (Direktur Pengelolaan Kekayaan lntelektual Kemenristek/BRIN RI) 7. Surya Lukita Warman, M.Sc. (Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Dirjen Sinalattas Kemenaker RI) 8. M. Arifin (Sekretaris Sadan Standarisasi dan Kebijakan Jasa lndustri Kemenperin RI) 9. Arus Gunawan (Kepala Sadan
Pengembangan Sumber Daya Manusia lndustri Kemenperin RI) 10. Yulia Astuti (Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia lndustri) 11. Tatang Muttaqin, S.Sos., M.Ed., Ph.D (Direktur Pendidikan Tinggi, llmu Pengetahuan dan Teknologi Bappenas RI.
Pendidikan Tinggi dengan melibatkan Dunia Usaha-Dunia lndustri (DUDI), komunitas agama, budaya untuk pembentukan karakter yang menggambarkan visi pendidikan Indonesia secara komprehensif. 2. Mendorong Kemendikbud RI agar Peta Jalan Pendidikan menekankan pentingnya peran keluarga dan pendidikan keluarga untuk membimbing dan mengarahkan peserta didik sesuai dengan minat dan bakat.
3. Mendorong Kemendikbud RI agar Peta Jalan Pendidikan menghasilkan keluaran pendidikan yang memiliki kepemimpinan (leadership), mandiri, kreatif dan literasi yang baik serta berdaya saing.
4. Mendorong Kemendikbud RI agar substansi Peta Jalan Pendidikan menekankan adanya keluaran (output) yang memiliki kompetensi sesuai jenjang Pendidikan, termasuk kualitas kemampuan peserta didik membuat keputusan terbaik dalam kehidupannya. 5. Mendesak Kemendikbud RI agar subtansi Peta Jalan Pendidikan memasukkan urgensi kerja sama dengan Kementerian/Lembaga lain, seperti Kemenristek/BRIN RI dalam hal penelitian, dan kolaborasi dengan komunitas dan pihak swasta.
14-1- 2021 XI Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI)
140
25-1- 2021 XI Menteri Keuangan 1. Menteri Keuangan agar menyampaikan road map atau business plan Lembaga Pengelola Investasi (LPI). 2. Komisi XI DPR RI mendukung upaya Menteri Keuangan membangun LPI untuk memenuhi prinsip-prinsip tata kelola lembaga yang profesional, good governance, memiliki kinerja komersial dan manfaat pelayanan publik yang seimbang, serta berkontribusi dalam pembangunan nasional.
3. Menteri Keuangan selaku Pembina dan Ketua Dewan Pengawas LPI menyampaikan aset-aset yang
merupakan pengelolaan cabng-cabang produksi yang penting dan menguasai hajat hisup orang banyak dan aset-aset pengelolaan bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya untuk dibahas bersama Komisi XI DPR RI.
4. Kementerin Keuangan agar segera membuat syarat dan ketentuan mengenai:
a. Kerjasam LPI dan Pemerintah untuk mengoptimalkan aset negara melalui kuasa kelola dan/atau bentuk kerjasama lainnya tanpa melalui pemindahtanganan aset, agar tetap menempatkan kekuasaan Pemerintah dalam melakukan fungsi pengelolaan, pengurusan, pengaturan, dan pengawasan, serta memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.
b. Kriteria sektor dan jenis usaha perusahaan patungan tertentu, yang mensyaratkan agar LPI memiliki porsi kepemilikan mayoritas, menjadi penentu utama kebijakan usaha dan penentu dalam pengambilan keputusan.
c. Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) berkaitan dengan perlakuan perpajakan dalam transaksi LPI. untuk dikonsultasikan dengan Komisi XI DPR RI. 26-1-2021 XI Pusat Investasi
Pemerintah (PIP)
1. Menerima penjelasan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) atas Penyaluran Kredit Ultra Mikro (UMI) di tahun 2020.
2. PIP membuat dan memberikan road map terkait penyaluran Kredit UMi dan PMN. Road map tersebut diserahkan kepada Komisi XI DPR RI.
3. PIP meningkatkan meningkatkan sosialisasi bekerja sama dengan Komisi XI DPR RI.
4. PIP dalam mengelola Dana Bergulir, sebagai Investasi Pemerintah, agar mengoptimalkan pengembalian nilai pokok investasi dan mengefektifkan manfaat ekonomi, sosial dan manfaat lainnya.
5. Pelaksanaan Dana Bergulir PIP untuk pengembangan dan pemberdayaan UMKM sektor UMi agar
meningkatkan penyeluran untuk sektor perikanan, pertanian, dan perkebunan.
141
6. PIP agar meningkatkan kualitas pendampingan dan pelatihan penerima manfaat Kredit UMi di seluruh wilayah Indonesia serta menjaga kinerja keuangan PIP. 27-1- 2021 XI Menteri Keuangan 4. Manteri Keuangan agar terus mengupayakan
konsolidasi fiskal, sehingga pengelolaan keuangan negara memiliki ketahanan fiskal yang kuat,
pengelolaan utang yang tetap menjaga kemampuan keuangan negara dimasa yang akan datang, serta pengelolaan belanja negara yang efektif.
5. Menteri Keuangan agar memastikan bahwa
kebijakan Cukai Hasil Tembakau (CHT) tidak berdampak buruk kepada kepentingan oetani tembakau, tenaga kerja industri tembakau nasional, mencegah dan mengendalikan rokok ilegal, dan mengendalikan impor tembakau untuk melindungi kepentingan tembakau. 28-1- 2021 XI Askrindo dan Jamkrindo Komisi XI DPR RI dan Direktur Utama PT Askrindo dan
Direktur Utama PT Jamkrindo menyepakati hal-hal sebagai berikut:
1. Komisi XI DPR telah menerima laporan PT Askrindo dan PT Jamkrindo mengenai kinerja Penjaminan Kredit UMKM Tahun 2020 dan Keberlanjutan Penjaminan Kredit Tahun 2021. Laporan tersebut digunakan Komisi XI DPR RI dalam melaksanakan fungsi pengawasan. 2. PT Askrindo dan PT Jamkrindo berkomitmen menjaga kinerjanya sehingga berperan dalam Program
Pemulihan Ekonomi Nasional dan membantu UMKM khususnya selama masa pandemi Covid-19.
4. PT Askrindo dan PT Jamkrindo berkomitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip good corporate governance
dan good corporate management serta mengelola
penempatan investasi dengan memperhatikan risk
management dan prinsip kehati-hatian.
1-2- 2021 XI Menteri Keuangan 1. Komisi XI DPR telah memperoleh penjelasan dari Menteri Keuangan mengenai Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Perlakuan Perpajakan atas
Transaksi yang melibatkan Lembaga Pengelola Investasi dan/atau Entitas yang dimilikinya.
2. Komisi XI DPR mendukung upaya Menteri Keuangan untuk mengatur perlakuan perpajakan atas transaksi yang melibatkan LPI dan/atau entitas yang dimilikinya, dengan pengaturan yang memiliki kejelasan maksud dan tujuan, memiliki dampak yang efektif dalam mencapai tujuan pembentukan LPI, mengutamakan kepentingan perekonomian nasional, melaksanakan prinsip tata kelola perpajakan yang adil dan transparan. 3. Menteri Keuangan dalam melakukan upaya,
142
LPI, agar tetap mengutamakan manfaat bagi
optimalisasi aset negara yang dikelola dan penerimaan negara dan perekonomian nasional.
2-2-021 XI Direktur Utama PT. BRI Tbk dan Direktur Utama PT. BTN Tbk
2. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk dan Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja keuangan Perusahaannya untuk lebih baik agar bisa lebih kompetetif dalam memajukan Perbankan Nasional.
3. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berkomitmen untuk menggerakkan sektor rill melalui fokus
pembiayaan pada UMKM, pangan, kesehatan, dan infrastruktur padat karya dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.
4. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berkomitmen untuk menggerakkan sektor rill melalui fokus pada pembiayaan perumahan, kontruksi perumahan, dan industri turunan perumahan serta perluasan kredit perumahan bagi pelaku UMKM dan pekerja mandiri. 5. Komisi XI DPR RI mendorong Pemerintah agar program subsidi perumahan lebih difokuskan pada Bank BTN.
4-2- 2021 XI Direktur Utama PT. Bank Mandiri Tbk dan Direktur Utama PT. BNI Tbk
1. Komisi XI DPR telah memperoleh penjelasan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengenai kondisi sektor perbankan tahun 2020 dan keberlanjutan program Pemulihan Ekonomi Nasional di sektor perbankan.
2. Komisi XI DPR RI mendukung upaya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dalam menjalankan program restrukturisasi dan relaksasi kredit dan program PEN yang dilaksanakan dengan profesional dan tetap menjaga kinerja keuangan yang sehat.
3. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk agar tetap memperhatikan dan mempersiapkan langkah-langkah miitigasi resiko dalam menjalankan program restrukturisasi dan dampak kedepannya di tengah ketidakpastian situasi pandemi Covid-19 serta program PEN.
4. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dalam menjalankan program pemulihan ekonomi nasional agar memperkuat pertumbuhan ekonomi sektor produktif rakyat, sektor golongan ekonomi lemah dan sektor padat karya. 5. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk agar memaksimalkan
kinerjanya sehingga memberikan sumbangan yang optimal bagi penerimaan negara, memberikan
143
kemanfaatan umum bagi nasabah, mengembangkan inovasi digital perbankan, memperkuat
kegiatan-kegiatan usaha perintis, dan membantu usaha golongan ekonomi lemah.
9-2- 2021 XI Gubernur BI 1. Komisi XI DPR RI telah memperoleh penjelasan dari Bank Indonesia mengenai bauran kebijakan BI Tahun 2021 dalam sinergi pemulihan ekonomi nasional. 2. Komisi XI mendukung upaya BI dalam mengarahkan instrumen kebijakan BI untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pemulihan ekonomi nasional pada tahun 2021.
3. BI agar terus memperkuat sinergi kebijakan antar otoritas dalam menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan serta dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional dan mengarahkan kebijakan makroprudensial untuk dapat mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan ke dunia usaha serta penurunan suku bunga kredit perbankan.
4. BI dalam mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah agar mengoptimalkan momentum saat ini, penguatan nilai tukar rupiah, net inflow modal asing, dan cadangan devisa meningkat untuk dapat menjaga stabilitas nilai rupiah yang berkelanjutan sesuai dengan nilai fundamentalnya.
5. BI dalam mengatur digitalisasi sistem pembayaran agar mendorong ekonomi dan keuangan digital sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, memastikan bahwa pelayanan berbagai transaksi pembayaran yang diberikan oleh digital banking maupun fintech dapat dilakukan secara aman, murah, bermitigasi resiko, dan melindungi data pribadi, serta membangun iklim industri yang sehat.
6. Komisi XI DPR mendukung upaya BI agar terus mendorong pengembangan UMKM yang dapat meningkatkan skala ekonomi UMKM pada sektor-sektor prioritas dan/atau potensi unggulan di daerah, memperkuat gerakan bangga buatan Indonesia, percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan, mempercepat reformasi pasar uang , dan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Keterangan: Data-data dikompilasi oleh FORMAPPI dari Lapsing rapat-rapat Komisi sebagaimana
diunggah pada laman https://www.dpr.go.id; https://twitter.com/DPR_RI;
https://www.facebook.com; https://www.youtube.com.
144