• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab II TINJAUAN PUSTAKA

E. Prestasi Belajar

3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar ada yang bersifat internal dan ada yang bersifat eksternal. Faktor internal, merupakan faktor- faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik. Yang termasuk ke dalam faktor-faktor internal tersebut, yaitu:

a. Faktor fisiologis

Secara umum, kondisi fisiologis, seperti kesehatan yang prima, tidak dalam keadaan lemah dan capek, tidak dalam keadaan cacat jasmani, dan sebagainya, semuanya akan membantu dalam proses dan hasil belajar. Siswa yang kekurangan gizi misalnya, ternyata memiliki kemampuan yang lebih rendah dibandingkan dengan siswa yang gizinya cukup.

Demikian juga kondisi saraf pengontrol kesadaran dapat berpenaruh pada proses dan hasil belajar. Oleh karena itu, kondisi fisiologis sangat penting untuk diperhatikan agar prestasi belajar peserta didik dapat tercapai maksimum.

Disamping faktor-faktor diatas, merupakan hal yang penting juga untuk memperhatikan kondisi panca indra. Panca indra merupakan pintu gerbang ilmu pengetahuan. Artinya kondisi panca indra tersebut akan memberikan pengaruh pada proses dan hasil belajar Yudhi Mulyadi (2008:24-26) b. Faktor Psikologis

Faktor kedua dari faktor internal adalah faktor psikologis. Setiap manusia atau peserta didik memiliki kondisi psikologis yang berbeda-beda, terutama dalam hal kadar bukan dalam hal jenis, dan perbedaan-pebedaan ini akan berpengaruh pada proses dan hasil belajarnya masing-masing. Beberapa faktor psikolos yang dapat diuraikan diantaranya:

Pertama, intelegensi. C. P. Chaplin (Yudhi Mulyadi, 2008:26) mengartikan intelegensi sebagai:

1) Kemampuan menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru secara cepat dan efektif.

2) Kemampuan menggunakan konsep abstrak secara efektif.

3) Kemampuan memahami pertalian-pertalian dan belajar dengan cepat.

Ketiga hal tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Proses belajar merupakan proses yang kompleks, maka aspek intelegensi ini tidak akan menjamin hasil belajar seseorang. Intelegensi hanya sebuah potensi; artinya seseorang yang memiliki intelegensi tinggi mempunyai peluang besar untuk memperoleh hasil belajar yang lebih baik.

Kedua, perhatian. Perhatian adalah keaktifan jiwa yang dipertinggi, jiwa semata-mata tertuju kepada suatu obyek atau sekumpulan obyek Slameto (Yudhi Mulyadi 2008:27) Untuk dapat menjamin hasil belajar yang baik, maka siswa harus dihadapkan pada obyek-obyek yang dapat menarik perhatian siswa, bila tidak, maka perhatian siswa tidak akan terarah atau fokus pada obyek yang dipelajarinya.

Ketiga, minat dan bakat. Minat dan bakat diartikan oleh Hilgard (Yudhi Mulyadi, 2008:27) sebagai kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Bakat adalah kemampuan untuk belajar. Kemampuan ini baru akan terealisasi menjadi kecakapan yang nyata setelah melalui belajar yang terlatih.

Keempat, motif dan motivasi. Kita sering menggunakan kata motif untuk menunjukan tindakan atau aktivitas seseorang. Kata motif diartikan sebagai daya upaya mendorong seseorang.

Menurut Aminuddin Rasyad (Yudhi Mulyadi, 2008:28):

Dalam setiap diri manusia pada umumnya mempunyai dua motif atau dorongan, yaitu motif yang sudah ada di dalam diri yang sewaktu-waktu akan muncul tanpa ada pengaruh dari luar, disebut intrinsic motive bila motif dalam diri ini baik dan berfungsi pada setiap diri siswa, maka tingkah laku belajarnya menampakan diri dalam bentuk aktif dan kreatif. Bila motif intrinsiknya kurang berfungsi maka tingkah laku belajarnya tidak menampakan keaktifan dan kreatif yang berarti. Motif lainnya adalah motif yang datang dari luar diri, yakni karena ada pengaruh situasi lingkungannya, motif ini disebut extrinsic motive . Atas dasar motif inilah dianjurkan kepada para guru untuk dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif. Kedua macam motif ini dapat

bekerja secara sadar (consciousness) maupun tidak sadar (unconsciousness).

Kelima, kognitif dan daya nalar. Pembahasan mengenai hal ini meliputi tiga hal, yakni persepsi, mengingat dan berpikir. Persepsi adalah pengindraan terhadap suatu kesan yang timbul dalam lingkungannya. Pengindraan itu dipegaruhi oleh pengalaman, kebiasaan dan kebutuhan. Kemampuan mempersepsi antar siswa yang satu dengan siswa yang lain tidak sama meskipun mereka sama-sama dari sekolah yang sama,bahkan dari kelas yang sama. Ini ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman pelajar itu sendiri.

Mengingat adalah suatu aktivitas kognitf, di mana orang menyadari bahwa pengetahuannya berasal dari msa yang lampau atau bedasarkan kesan-kesan yang diperoleh melalui pengalamannya dimasa lampau. Terdapat dua bentuk mengingat yang menarik untuk diperhatikan, yaitu mengenal kembali (rekognisi) dan mengingat kembali (reproduksi).

Berpikir oleh Jamaluddin Rakhmat (Yudhi Mulyadi, 2008:30-31) dibagi dua macam yaitu, berpikir autistik (autistic) dan berpikir realistik (realistic). Yang pertama mungkin lebih tepat disebut melamun; fantasi, menghayal, wishful thinking, adalah contoh-contohnya. Berpikir realistik,disebut juga nalar(reasoning), ialah berpikir dalam rangka menyesuaikan diri engan dunia nyata.

Istilah penalaran sebagai terjemahan dari bahasa Inggris reasoning menurut kamus The Random House Dictionary berarti the act or process of a person who reason (kegiatan atau proses menalar yang dilakukan oleh sesorang). Sedangkan reason berarti the mental powers concened with forming conclusions, judgements or inferences (kekuatan mental yang berkaitan dengan pembentukan kesimpulan dan penilaian). Jadi, yang membedakan pelajar dengan bukan pelajar, adalah faktor penalarannya; dan yang membedakan pelajar dengan pelajar yang lainnya adalah kadar penalarannya. Ini ditentukan oleh daya nalar individual yang merupakan dasar paling menentukan dari kemampuan berpikir analitis dan sintesis.

Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar selain faktor internal yaitu faktor eksternal. Faktor eksternal merupakan faktor yang mempengaruhi prestasi belajar pesrta didik yang berasal dari luar diri peserta didik. Faktor- faktor ekstenal tersebut adalah:

a. Faktor lingkungan

Kondisi lingkungan juga mempengaruhi hasil belajar. Lingkungan ini dapat berupa lingkungan fisik atau alam dan dapat pula beruppa lingkungan sosial. Lingkungan alam misalnya keadaan suhu, kelembapan, kepengapan udara, dan sebagainya.

Lingkungan sosial baik yang berwujud manusia maupun hal-hal lainnya juga dapat mempengaruhi hasil belajar. Hiruk pikuk lingkungan sosial seperti suara mesin pabrik, lalu lintas, gemuruhnya pasar, dan lain-lain

secara tidak langsung juga akan mempengaruhi hasil belajar siswa. Oleh karena itu kondisi fisik lingkungan sekolah harus mendapat perhatian khusus.

b. Faktor Intrumental

Faktor instrumental adalah faktor yang keberadaaan dan penggunaannya dirancang sesuai dengan hasil belajar yang diharapkan. Faktor-faktor ini diharapkan dapat berfungsi sebagai sarana untuk mencapai tujuan-tujuan belajar yang telah direncanakan.

Faktor-faktor instrument ini dapat berupa kurikulum, fasilitas dan sarana, dan guru. Berbicara kurikulum berarti berbicara mengenai komponen- komponennya, yakni tujuan, bahan atau program, proses belajar mengajar, dan evaluasi.

Dokumen terkait