• Tidak ada hasil yang ditemukan

FASILITAS DARAT

Dalam dokumen BUKU 4. Laporan Akhir (Halaman 48-53)

ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI 6.2

FASILITAS DARAT

HHWL = Tinggi muka air pada keadaan pasang tertinggi (m) dari

LLWL m 1,5 - -

Hd = Tinggi gelombang maksimum di kolam pelabuhan (m) m 1 - -

Freeboard = Tinggi jagaan = 0.5 m m 0,5 - -

H= Tinggi dek dermaga (m) dari LLWL m 3 - -

Lebar Disesuaikan eksisting dengan kondisi m 6 - -

Tabel 6-2 Perkiraan Kebutuhan Fasilitas Darat

FASILITAS DARAT

Luas Pendekatan Jangka Pendek

(2012-2016) Jangka Menengah (2017-2022) Jangka Panjang (2023-2032)

TERMINAL

-ruang tunggu 9 x 8 9 x 10 10 x 10 -areal Kios/kantin 3 X 4 4 x 4 4 x 4 -areal Kantor Administrasi 3 x 4 4 x 4 4 x 4 -areal kebutuhan lainnya seperti ruang

ibadah, toilet, tempat tiket, tempat telepon,

dan sebagainya (utilitas) 5 x 5 5 x 6 5 x 7 -areal Public Hall 3 X 4 3 x 4 3 x 5 PARKIR KENDARAAN 25 x 30 30 x 30 30 x 30 PARKIR PENJEMPUT 13 x 14 14 x 14 14 x 15

Sumber: Hasil Perhitungan Tahun 2012

Komponen biaya investasi pengembangan transportasi penyeberangan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 6-3 Perkiraan Biaya Investasi Pelabuhan

No U R A I A N P E K E R J A A N J U M L A H B I A Y A

1 Pekerjaan persiapan Rp 381.875.000 2 Pekerjaan timbunan Rp 3.641.394.240 3 Pemb. Konstruksi abutment ( 1 buah ) Rp 501.748.596 4 Pemb. Konstruksi dermaga Rp 6.367.927.843 5 Pemb. Konstruksi dermaga (penambahan) Rp 1.772.240.337 6 Pemb. Konstruksi plensengan Rp 2.468.353.586 7 Perkerasan jalan & lapangan parkir Rp 6.449.177.532 8 Gedung terminal Rp 1.114.907.782 9 Tiang listrik dan instalasi Rp 1.003.546.843 10 Reservoir air kap. 10 m³ dan instalasi ( 1 unit) Rp 3.510.000.000 11 Ruang genset (1 unit) Rp 150.000.000 12 Pos jaga, pintu gerbang dan pagar pelabuhan Rp 265.000.000

Sub total i Rp 28.385.671.760 Ppn 10 % Rp 2.838.567.176 Sub total ii Rp 31.224.238.936 Supervisi 2,5% Rp 780.605.973 Total Rp 32.004.844.909 Sub total i Rp 7.842.162.180 PPN 10 % Rp 784.216.218 Sub total ii Rp 8.626.378.397 Supervisi 2,5% Rp 215.659.460 TOTAL Rp 8.842.037.857

Keterangan : Biaya Pembangunan Baru, Biaya Pengembangan Dermaga Eksisting

Sumber: Hasil Analisis Konsultan Tahun 2012

Total biaya investasi untuk pembangunan pelabuhan penyeberangan diperkirakan sebesar Rp32.004.844.909, sedangkan jika dilakukan pengembangan pelabuhan eksisting hanya dibutuhkan biaya investasi sebesar Rp 8.842.037.857. Pada kajian ini, biaya investasi yang digunakan adalah investasi pengembangan pelabuhan eksisting. Sarana angkutan penyeberangan yang derencanakan yakni moda angkutan jenis ro-ro 750 GT dengan perencanaan dibutuhkan sebanyak 1 unit.

6.2.2 Biaya Operasi Dan Pemeliharaan

Penetapan biaya operasional untuk melayani skenario pergerakan dilakukan pendekatan terhadap harga yang berlaku di wilayah studi sehingga mendekani harga sebenarnya. Dalam pentapan biaya operasional terdapat dua variabel yaitu yaitu biaya operasional langsung dan tidak langsung.

Pradesain Pelabuhan Penyeberangan di Pulau Missol (Lintas Wahai – Pulau Missol) Tahun 2012

Tabel 6-4 Biaya Operasional Penyelenggaraan BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN

BIAYA OPERASIONAL LANGSUNG

A Biaya Tetap

 Jumlah Awak Kapal = 12,00 orang  Gaji rata-rata = Rp 1.500.000 per bulan  Biaya Awak Kapal = Rp 216.000.000,00 per tahun  Depresiasi = Rp 1.292.000.000 per tahun  Premi Asuransi = Rp 510.000.000 per tahun Total Biaya Tetap = Rp 2.019.500.012,00 per tahun

B Biaya Tidak Tetap

 Frekuensi Per Tahun = 55,00 trip per tahun  Waktu Tempuh = 6,945 jam

 Rasio BBM = 0,13 liter/HP/Jam  Harga BBM = Rp 9.000 per liter  Biaya Bahan Bakar (BBM) = Rp 740.978.024 per tahun  Biaya Oli = Rp 56.428.326 per tahun  Biaya Gemuk = Rp 68.750.000 per tahun  Biaya Sandar = Rp 2.097.370 per tahun  Biaya Air Tawar = Rp 5.500.000 per tahun Biaya Repairs, Maintenance & Supplies (RMS) = Rp 1.700.000.000 per tahun Total Biaya Tidak Tetap = Rp 4.593.253.732 per tahun

BIAYA OPERASIONAL TIDAK LANGSUNG

Biaya Pegawai Darat = Rp 36.000.000 per tahun Biaya Operasional Kantor = Rp 12.000.000 per tahun Biaya Manajemen dan Pengelolaan = Rp 24.000.000 per tahun Total Biaya Tidak Langsung = Rp 42.000.000 per tahun

TOTAL BIAYA OPERASIONAL PER TAHUN = Rp 4.635.253.731,91 per tahun

TOTAL BIAYA OPERASIONAL PER TRIP = Rp 84.277.340,58 per trip

Sumber: Hasil Analisis Tahun 2012

Biaya operasional langsung terdiri atas: Biaya tetap, yaitu biaya penyusutan kapal, biaya bunga modal, asuransi kapal, serta biaya awak kapal dan biaya tidak tetap, yaitu biaya untuk pengoperasian kapal seperti biaya BBM, biaya pelumas, biaya gemuk, biaya air tawar, biaya di lingkungan pelabuhan, biaya perniagaan dan promosi, dan biaya perawatan kapal, serta biaya untuk pengoperasian dan perawatan pelabuhan. Sementara biaya operasional tidak langsung terdiri atas biaya pegawai darat, biaya operasional kantor dan biaya manajemen dan pengelolaan.

Tabel 6-5 Biaya Operasional dan Kenaikannya (Rp)

Tahun Biaya Operasional Kendaraan

Per Tahun

Biaya Operasional Kendaraan Per Trip 2012 Rp 4.635.253.731,91 Rp84.277.340,58 2013 Rp 4.727.958.806,54 Rp85.962.887,39 2014 Rp 4.822.517.982,67 Rp87.682.145,14 2015 Rp 4.918.968.342,33 Rp89.435.788,04 2016 Rp 5.017.347.709,17 Rp91.224.503,80 2017 Rp 5.117.694.663,36 Rp93.048.993,88

Tahun Biaya Operasional Kendaraan Per Tahun

Biaya Operasional Kendaraan Per Trip 2018 Rp 5.220.048.556,62 Rp94.909.973,76 2019 Rp 5.324.449.527,76 Rp96.808.173,23 2020 Rp 5.430.938.518,31 Rp98.744.336,70 2021 Rp 5.539.557.288,68 Rp100.719.223,43 2022 Rp 5.650.348.434,45 Rp102.733.607,90 2023 Rp 5.763.355.403,14 Rp104.788.280,06 2024 Rp 5.878.622.511,20 Rp106.884.045,66 2025 Rp 5.996.194.961,43 Rp109.021.726,57 2026 Rp 6.116.118.860,66 Rp111.202.161,10 2027 Rp 6.238.441.237,87 Rp113.426.204,32 2028 Rp 6.363.210.062,63 Rp115.694.728,41 2029 Rp 6.490.474.263,88 Rp118.008.622,98 2030 Rp 6.620.283.749,16 Rp120.368.795,44 2031 Rp 6.752.689.424,14 Rp122.776.171,35 2032 Rp 6.887.743.212,62 Rp125.231.694,77

Sumber: Hasil Analisis Tahun 2012

Tabel diatas menunjukkan kenaikan biaya operasional dengan asumsi kenaikan sebesar ± 2% setiap tahunnya. Persentase kenaikan biaya operasional berdasarkan perkiraan rata-rata kenaikan tingkat inflasi pada akhir tahun 2011.

6.2.3 Usulan Tarif

Penetapan usulan tarif menggunakan mekanisme penetapan tarif lintasan penyeberangan dengan menggunakan konversi SUP untuk menetapkan kapasitas angkut. Perhitungan dilakukan pada lintasan Wahai-Pulau Misool. Kapasitas maksimum angkut/ load factor sebesar 60% hal ini dibuat untuk menjamin kapasitas angkutan tidak melebihi kapasitas maksimum kapal dan meningkatkan keselamatan dalam pelayarannya.

Biaya per SUP (Satuan Unit Produksi) = = Rp4.635.253.731,91 ÷ 4.026.412,50 SUP = Rp 1.151,21

Hasil perhitungan tarif diuraikan pada tabel berikut ini:

Tabel 6-6 Perhitungan SUP (Satuan Unit Produksi)

Lintas 75,0 Biaya

Wahai - Pulau Misool mil LF Rp. SUP/MIL Rp. SUP/Lintasan

100% Rp 1.165 Rp 87.377

Total Biaya Operasional = Rp 4.635.253.732 90% Rp 1.294 Rp 97.086 Biaya per SUP - mil = 1.151,21 80% Rp 1.456 Rp 109.221 PPh Pelayaran Sebesar 1,2

% = Rp 14 70% Rp 1.664 Rp 124.824

Total Biaya + PPh Pelayaran = Rp 1.165 60% Rp 1.942 Rp 145.628

Pradesain Pelabuhan Penyeberangan di Pulau Missol (Lintas Wahai – Pulau Missol) Tahun 2012

Sumber: Hasil Analisis Tahun 2012

Usulan tarif berdasarkan hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 6-7 Perhitugan Tarif

JENIS MUATAN SATUAN BIAYA USULAN TARIF TH. 2012

POKOK ASURANSI Total Pembulatan

PENUMPANG Kelas Ekonomi - Dewasa Rp. / orang 145.628 700 146.328 147.000 - Anak (70 % tiket dewasa) Rp. / orang 101.940 700 102.640 103.000

KENDARAAN Golongan I Rp. / unit 233.005 1.000 234.005 235.000 Golongan II Rp. / unit 407.759 1.000 408.759 409.000 Golongan III Rp. / unit 815.518 1.000 816.518 817.000 Golongan IV - Kendaraan Penumpang Rp. / unit 3.149.940 5.000 3.154.940 3.155.000 - Kendaraan Barang Rp. / unit 2.618.397 5.000 2.623.397 2.624.000 Golongan V - Kendaraan Penumpang Rp. / unit 5.445.042 15.000 5.460.042 5.461.000 - Kendaraan Barang Rp. / unit 4.594.573 10.000 4.604.573 4.605.000 Golongan VI - Kendaraan Penumpang Rp. / unit 9.215.359 25.000 9.240.359 9.241.000 - Kendaraan Barang Rp. / unit 7.620.729 20.000 7.640.729 7.641.000 Golongan VII - Kendaraan Penumpang Rp. / unit 9.615.836 20.000 9.635.836 9.636.000 - Kendaraan Barang Rp. / unit 14.380.794 20.000 14.400.794 14.401.000 Golongan VIII Rp. / unit 21.571.920 20.000 21.591.920 21.592.000

Sumber: Hasil Analisis Tahun 2012

Tarif angkutan penyeberangan diasumsikan mengalami peningkatan sebesar 5% setiap tahunnya sesuai dengan kenaikan biaya operasional. Rencana kenaikan tarif antara lain:

Tabel 6-8 Rencana Kenaikan Tarif Tahun Tarif Penumpang (Rp) Tarif Kendaraan Golongan II (Rp) Tarif Kendaraan Golongan IV (Rp) Tarif Kendaraan Golongan V (Rp) 2012 147.000 409.000 3.155.000 4.605.000 2013 154.350 429.450 3.312.750 4.835.250 2014 162.068 450.923 3.478.388 5.077.013 2015 170.171 473.469 3.652.307 5.330.863 2016 178.679 497.142 3.834.922 5.597.406 2017 187.613 521.999 4.026.668 5.877.277

Tahun Tarif Penumpang (Rp) Tarif Kendaraan Golongan II (Rp) Tarif Kendaraan Golongan IV (Rp) Tarif Kendaraan Golongan V (Rp) 2018 196.994 548.099 4.228.002 6.171.140 2019 206.844 575.504 4.439.402 6.479.697 2020 217.186 604.279 4.661.372 6.803.682 2021 228.045 634.493 4.894.441 7.143.866 2022 239.448 666.218 5.139.163 7.501.060 2023 251.420 699.529 5.396.121 7.876.113 2024 263.991 734.505 5.665.927 8.269.918 2025 277.190 771.230 5.949.223 8.683.414 2026 291.050 809.792 6.246.684 9.117.585 2027 305.602 850.282 6.559.018 9.573.464 2028 320.883 892.796 6.886.969 10.052.137 2029 336.927 937.435 7.231.318 10.554.744 2030 353.773 984.307 7.592.884 11.082.482 2031 371.462 1.033.523 7.972.528 11.636.606 2032 390.035 1.085.199 8.371.154 12.218.436

Sumber: Hasil Analisis Tahun 2012

Usulan tarif untuk lintas dihitung berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan No. KM. 58 Tahun 2003 tentang Mekanisme Penetapan dan Formulasi Perhitungan Tarif Angkutan Penyeberangan. Perkiraan muatan yang diangkut meliputi penumpang dan kendaraan golongan II, Golongan IV dan golongan V.

KELAYAKAN FINANSIAL

Dalam dokumen BUKU 4. Laporan Akhir (Halaman 48-53)

Dokumen terkait