SIMPAN & CETAK
C. GRAFIK ANALISIS PERENCANAAN
TRIMS k13 membantu Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam analisis perencanaan terkait dengan pencapaian SPM, tata kelola guru dan tata kelola rombongan belajar.
mencapai indikator SPM. Tabel juga menampilkan persentase pencapaian iap indikator dan graik batang (perhaikan box).
Berikut langkah-langkah analisis perencanaan untuk pencapaian SPM sesuai gambar diatas:
1. Klik tombol pada sheet “Control Panel” (lihat Gambar 1). 2. Tentukan kriteria atau pencapaian, misalnya 100%.
3. Kolom 3 (Status Capaian) akan menyesuaikan dengan kriteria. Indikator yang telah tercapai 100% akan berstatus “Tercapai” sedangkan yang belum tercapai akan berstatus “Belum” dan diberi tanda merah secara otomais. 4. Level sekolah terisi secara otomais.
5. Baseline terisi secara otomais, yaitu pencapaian SPM saat ini.
6. Target sekolah terisi secara otomais, yaitu jumlah sekolah yang belum mencapai SPM.
7. Isi Units, yaitu target pencapaian SPM, berdasarkan target sekolah, pada tahun pertama.
8. Isi Cost, yaitu biaya per unit pada target pencapaian tahun pertama. 9. % Achieve terisi secara otomais, yaitu persentase target tahun pertama. 10. Isi Units, target pencapaian SPM, berdasarkan target sekolah, pada tahun kedua. 11. Isi Cost, yaitu biaya per unit pada target pencapaian tahun kedua.
12. % Achieve terisi secara otomais yaitu persentase target tahun kedua. Untuk melakukan analisis tata kelola guru, maka langkah pertama yang harus dilakukan ialah memilih graik analisis. Lihat gambar berikut ini.
Sebagai dasar analisis tata kelola guru, TRIMS k13 memberikan data deskripif berupa graik:
1. Kelebihan/Kekurangan Guru;
2. Kelebihan/Kekurangan Guru SD/MI per Mata Pelajaran; 3. Kelebihan/Kekurangan Guru SMP/MTs per Mata Pelajaran; 4. Perbandingan Siswa Guru;
5. Rata-rata Jam Mengajar Guru SD;
6. Kondisi Jam Kerja Guru SMP. Sedangkan dasar analisis tata kelola rombongan belajar dapat dilihat pada graik;
7. Siswa dan Rombel;
8. Rasio Guru/Siswa dan Siswa/Rombel. Deil iap graik diuraikan sebagai berikut: 1. Kelebihan/Kekurangan Guru
Graik di atas menggambarkan kelebihan/kekurangan guru secara umum pada level SD/MI dan SMP/MTs negeri dan swasta. Sumbu X ialah level sekolah, sumbu Y ialah jumlah kelebihan/kekurangan guru. Pada graik tersebut terlihat bahwa terjadi kekurangan guru SD negeri sebanyak 244 orang, SD swasta 50 orang, MI swasta 19 orang dan MTs swasta 14 orang. Sedangkan kelebihan guru terjadi pada level SMP negeri dan swasta serta MTs negeri.
2. Analisis Kelebihan/Kekurangan Guru SD dan MI per Mata Pelajaran
Graik di atas menunjukkan bahwa terdapat kelebihan guru SD pada mata pelajaran agama dan penjas. Namun terdapat kekurangan guru kelas sebanyak 250 orang dan mata pelajaran kesenian sebanyak 188 orang.
Berdasarkan graik, dapat dilihat bahwa terdapat kekurangan guru pada mata pelajaran seni budaya, penjas dan TIK di level SMP Negeri dan MTs Negeri. Sedangkan pada level MTs, terdapat kekurangan guru pada mata pelajaran Bahasa Inggris dan TIK.
4. Perbandingan Siswa Guru per Jenjang
Graik di atas menggambarkan distribusi perbandingan siswa/guru di sebuah Kabupaten/Kota. Garis berwarna biru merupakan garis ideal perbandingan siswa/guru pada level SD/MI, sedangkan garis merah untuk level SMP/MTs. Sumbu X adalah jumlah siswa, sedangkan sumbu Y adalah jumlah guru. Tiap iik mewakili 1 sekolah yang mana koordinat iik tersebut menunjukkan (jumlah siswa, jumlah guru). Terlihat bahwa sebagian besar sekolah di Kabupaten/Kota tersebut memiliki jumlah siswa dibawah 200 orang dengan jumlah guru berkisar antara 5 – 12 orang. Secara umum, dapat disimpulkan bahwa perbandingan siswa/guru masih memenuhi ketentuan SPM. Hal ini dapat dilihat dari penyebaran iik-iik yang masih diatas dari garis biru dan merah.
Anda dapat menyesuaikan graik sesuai jenjang, status sekolah dan status guru dengan menggunakan tombol scroll down. Anda juga dapat memilih usia PNS yang akan dianalisis (perhaikan box).
Seiap guru melakukan tatap muka 24 jam atau bekerja 37.5 jam per minggu di satuan pendidikan, termasuk merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing atau melaih peserta didik dan melaksanakan tugas tambahan (Sumber: Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota, Pasal 2 ayat 2 dan Peratuan Lima Menteri Nomor: 05/x/pb/2011, spb/03/m.pan-rb/10/2011, 48 tahun 2011, 158/pmk.01/2011, 11 tahun 2011 tahun 2011 tentang Penataan dan Pemerataan Guru Pegawai Negeri Sipil).
Bulatan pada graik mewakili jam mengajar guru di satu sekolah. Gambar diatas adalah jam mengajar guru kelas. Graik dapat disesuaikan berdasarkan mata pelajaran dengan tombol scroll down (perhaikan box merah). Graik diatas menggambarkan bahwa sebagian besar guru kelas memiliki jam mengajar diantara 15 – 40 jam per minggu. Dengan demikian, eisiensi dan efekiitas 5. Rata-rata Jam Mengajar Guru SD
5. Rata-rata Jam Mengajar Guru SD 6. Rata-rata Jam Mengajar Guru SMP
Graik di atas untuk level MP sehingga pilihan mata pelajarannya lebih banyak. Berdasarkan graik, dapat dilihat bahwa jam mengajar sebagian besar guru matemaika masih dibawah 24 jam. Klik pilihan mata pelajaran lalu klik tombol Chart untuk melihat graik dari guru mata pelajaran lainnya.
Menggambarkan perbandingan antara jumlah siswa dan jumlah rombel. Garis merah menunjukkan perbandingan ideal jumlah siswa per rombel untuk SD/MI menurut SPM yaitu 32 orang. Sedangkan garis hijau menunjukkan perbandingan ideal jumlah siswa per rombel untuk SMP/MTs menurut SPM yaitu 36 orang. Tiik-iik yang berada di kanan garis merah atau garis hijau mengindikasikan bahwa sekolah tersebut kelebihan jumlah siswa atau kurang rombel. Sebaliknya, sekolah yang berada di kiri garis mengindikasikan bahwa sekolah tersebut masih memiliki rombel yang cukup atau jumlah siswa yang sedikit. Klik combo box untuk memilih level sekolah, graik akan tampil secara otomais. Klik tombol Ruang Kelas Baik untuk melihat jumlah ruang kelas yang dalam keadaan baik sehingga Anda dapat membandingkannya dengan jumlah rombel (perhaikan box).
8) Rasio Guru/Siswa dan Siswa/Rombel
Kuadran I:
Perbandingan guru per siswa berada diatas ketentuan SPM (> 32). Sementara perbandingan siswa per rombel kurang dari ketentuan minimal menurut PP 74 Tahun 2008 (< 20 siswa per rombel). Sekolah seperi ini umumnya terletak di
I II III
IV V VI
perbandingan siswa per rombel berada diantara 20 dan 32 (ideal dari sisi perbandingan siswa per rombel).
Kuadran III:
Perbandingan guru per siswa dan perbandingan siswa per rombel diatas 32 (idak memenuhi SPM).
Kuadran IV:
Perbandingan guru per siswa memenuhi ketentuan SPM (< 32). Sementara perbandingan siswa per rombel kurang dari ketentuan minimal menurut PP 74 Tahun 2008 (< 20 siswa per rombel).
Kuadran V:
Perbandingan guru per siswa dan perbandingan siswa per rombel sesuai dengan ketentuan SPM (kondisi ideal).
Kuadran VI:
Perbandingan guru per siswa memenuhi ketentuan SPM (< 32). Sementara perbandingan siswa per rombel di atas 32 (idak memenuhi SPM).
Kuadran VII:
Perbandingan guru per siswa dan siswa per rombel kurang dari ketentuan minimal menurut PP 74 Tahun 2008 (< 20).
Kuadran VIII:
Perbandingan guru per siswa kurang dari ketentuan minimal menurut PP 74 Tahun 2008 (<20). Sedangkan siswa per rombel berada diantara 20 dan 32 (ideal). Kuadran IX:
Perbandingan guru per siswa kurang dari ketentuan minimal menurut PP 74 Tahun 2008 (<20). Sementara perbandingan siswa per rombel diatas 32 (idak memenuhi SPM).