BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data primer. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dengan mengunakan teknik wawancara untuk mendapatkan data dari para petani teh yang ada di Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Data dalam penelitian ini dibedakan menjadi enam yaitu, terdiri dari: data yang berisi tentang luas lahan, penggunaan pupuk organik, penggunaan pupuk anorganik, jam kerja, lamanya bekerja sebagai petani teh dan hasil produksi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 44 responden.
1. Karakteristik Responden
Analisis karakteristik responden digunakan untuk memberikan gambaran umum petani, apakah dari luas lahan, pupuk organik, pupuk anorganik, jam kerja, dan pengalaman budidaya memberikan pengaruh terhadap hasil produksi. Karakteristik dalam responden dapat diuraikan meliputi jenis kelamin, umur, dan pendidikan terakhir.
a. Jenis kelamin
Table 5.1
Data Petani Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Persentase
Laki-laki 17 38,5%
Perempuan 27 61,5%
Jumlah 44 100%
Berdasarkan Tabel di atas, diketahui bahwa petani teh yang ada di Desa Pagerharjo Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo berjenis kelamin perempuan sebanyak 27 petani dengan tingkat persentase sebesar 61,5% dan petani yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 17 petani dengan tingkat persentase sebesar 38,5%. Dengan demikian petani yang bekerja sebagai petani teh di Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo yang paling dominan adalah petani yang berjenis kelamin perempuan, yaitu sebanyak 27 petani (61,5%).
b. Umur
Table 5.2
Data Petani Teh Berdasarkan Usia
Usia Jumlah Persentase
25 – 34 4 9,09% 35 – 44 6 13,6% 45 – 54 15 34,09% 55 – 64 16 36,36% 65 – 74 2 4,59% 75 – 84 1 2,27% Jumlah 44 100%
Dari Tabel di atas diketahui bahwa petani teh yang berusia 25-34 tahun sebanyak 4 orang dengan persentase sebesar 9,09%, petani teh yang berusia 35-44 tahun sebanyak 6 orang dengan persentase sebesar 13,6%, petani teh yang berusia 45-54 tahun sebanyak 15 orang dengan persentase sebesar 34,09%, petani teh yang berusia 55-64 tahun sebanyak 16 orang dengan persentase sebesar 36,36%, petani teh yang berusia 65-74 tahun sebanyak 2 orang dengan persentase sebesar 4,59%, sedangkan petani yang berusia 75-84 tahun sebanyak 1 orang dengan persentase sebesar 2,27%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa petani yang bekerja di perkebunan teh di Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten kulon Progo yang paling dominan adalah petani yang berusia 55-64 tahun sebanyak 16 petani dengan persentase sebesar 36,36%.
c. Pendidikan Terakhir
Karakteristik responden dilihat dari tingkat pendidikannya dapat diuraikan sebagai berikut: kelompok Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menegah Kejuruan (SMK), dan D2. Seperti yang tercantum pada tabel berikut:
Tabel 5.3
Data Petani Berdasarkan Pendidikan
Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase
SD 22 50% SMP 12 27,27% SMA 6 13,65% SMK 1 2,27% D2 1 2,27% Tidak Sekolah 2 4,54% Jumlah 44 100%
Berdasarkan Tabel di atas petani yang memiliki tingkat pendidikan terakhir SD sebanyak 22 orang dengan persentase sebesar 50%, petani yang memiliki tingkat pendidikan terakhir SMP sebanyak 12 orang dengan tingkat persentase sebesar 27,27%, petani yang memiliki tingkat pendidikan terakhir SMA sebanyak 6 orang dengan persentase sebesar 13,65%, petani yang memiliki tingkat pendidikan terakhir SMK sebanyak 1 orang dengan persentase sebesar 2,27%, petani yang memiliki pendidikan terakhir D2 sebanyak 1 orang 2,27%, petani yang tidak memiliki pendidikan sebanyak 2 orang dengan persentase sebesar 4,54%. Dengan demikian dapat dismpulkan bahwa petani teh yang
ada di Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo banyak didominasi oleh tingkat pendidikan SD sebanyak 22 petani dengan persentase sebesar 50%.
B. Deskripsi Data
Statistik deskriptif yang digunakan untuk menganalisis data yang telah terkumpul dengan cara mendeskripsikan atau mengambarkan objek yang telah diteliti melalui sampel atau populasi yang sebagaimana adanya tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku umum (Sugiyono, 2006). Statistik deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan data sampel. deskripsi variabel bertujuan untuk mengambarkan masing- masing variabel yang terdapat dalam sebuah penelitian. Deskripsi data statistik dapat dilihat pada Tabel berikut ini:
Tabel 5.4
Deskriptif Statistik
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
jumlah_produksi 44 720 30720 6482.45 5949.348 luas_lahan 44 500 20000 4176.14 3684.340 pupuk_organik 44 0 1500 162.50 349.272 pupuk_anoranik 44 0 1000 253.64 228.362 jam_kerja 44 96 4608 988.55 995.928 lamanya_bekerja 44 2 25 19.14 6.733 Valid N (listwise) 44
1. Luas Lahan
Tabel 5.5
Deskriptif Luas Lahan
No. Luas Lahan (m2) N % Keterangan
1. 13.502 m2– 20.002 m2 1 2,28 Luas 2. 7.001 m2– 13.501 m2 5 11,36 Cukup Luas 3. 500 m2– 7.000 m2 38 86,36 Kurang Luas
Jumlah 44 100%
Rata-rata: 4.176,13
Dari Tabel di atas menujukkan bahwa dari 44 responden yang ada, 38 responden (86,36%) tergolong memiliki lahan kurang luas, 5 responden (5%) tergolong memiliki lahan cukup luas, dan 1 responden (2,28%) tergolong memiliki lahan yang luas. Luas lahan minimal yang dimiliki adalah 500 m2, luas lahan maksimal yang dimiliki adalah 20.000 m2, dan rata-rata luas lahan yang dimiliki adalah 4.176,13 m2. Rata-rata luas laahn ini berada pada interval 500 m2-7000 m2 yang berarti kurang luas. Hal ini menujukan bahwa responden yang merupakan petani teh di Desa Pagerharjo memiliki lahan kurang luas yang digunakan petani untuk membudidayakan tanaman teh.
Tanaman teh dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik pada jenis tanah latosol, podsolik merah-kuning dan andosol. Jenis tanah yang ada di Desa Pagerharjo adalah tanah latosol sehingga jenis tanah di Desa Pagerharjo baik untuk tanaman teh.
2. Pupuk Organik
Tabel 5.6
Deskripsi Data Jumlah Pupuk Organik
No. Penggunaan Pupuk Organik (kg) N % Keterangan 1. 1016,68 kg- 1500,01 kg 2 11,76 Banyak 2. 533,34 kg – 1016,67 kg 2 11,76 Cukup Banyak 3. 50 kg – 533,33 kg 13 76,48 Sedikit Jumlah 17 100%
Rata-rata per tahun: 420,58 kg
Dari Tabel di atas menujukkan bahwa dari 17 responden yang ada, 13 responden dengan tingkat persentase sebesar 76,48% tergolong sedikit dalam menggunakan pupuk organik, 2 responden dengan tingkat persentase sebesara 11,76% tergolong cukup banyak dalam mengunakan pupuk organik, dan 2 responden dengan tingkat persentase sebesar 11,76% tergolong banyak dalam mengunakan pupuk organik. Penggunaan pupuk organik minimal adalah 50 kg, penggunaan pupuk organik maksimal adalah 1.500 kg per tahun. Nilai rata-rata ini berada pada kelas interval 50 kg-533,33 kg yang berarti sedikit. Hal ini menujukan bahwa responden yang merupakan petani teh yang ada di Desa Pagerharjo memiliki tingkat penggunaan pupuk organik yang sedikit. jenis pupuk organik yang digunakan petani teh di Desa Pagerharjo adalah jenis pupuk kandang.
Responden melaksanakan dua kali pemupukan dalam satu tahun yaitu pada awal musim penghujan dan awal musim kemarau, tetapi ada juga petani yang melakukan pemupukan tiga kali dalam satu tahun
tanpa memperhatikan musim. Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk organik yaitu berupa pupuk kandang untuk memperoleh unsur hara yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman teh.
3. Pupuk Anorganik
Tabel 5.7
Deskripsi Data Jumlah Pupuk Anorganik No. Penggunaan Pupuk
Anorganik (kg) N % Keterangan 1. 673,34 kg- 1000 kg 2 4,88 Banyak 2. 346,67 kg – 673,33 kg 11 26,82 Cukup Banyak 3. 20 kg – 346,66 kg 28 68,30 Sedikit Jumlah 41 100
Rata-rata per tahun : 272,19 kg
Dari Tabel di atas menujukkan bahwa dari 41 responden yang ada, 28 responden dengan tingkat persentase sebesar 68,30% tergolong sedikit dalam menggunakan pupuk anorganik, 11 responden dengan tingkat persentase sebesar 26,82% tergolong cukup banyak dalam mengunakan pupuk anorganik, dan 2 responden dengan tingkat persentase sebesar 4,88% tergolong banyak dalam mengunakan pupuk anorganik. penggunaan pupuk anorganik minimal adalah 20 kg, penggunaan pupuk anorganik maksimal adalah 1.000 kg per tahun.
Dalam pusat penelitian teh dan kina telah merekomendasikan ketentuan dalam pemupukan teh berdasarkan Tanaman Menghasilkan (TM). Pupuk anorganik yang digunakan untuk tanaman menghasilkan yaitu pupuk Urea. Jumlah dosis pemupukan yang digunakan sebanyak
250-350 kg dan dilakukan pemupukan setahun 3-4 kali pemupukan dengan luas lahan dalam 1 hektar atau 10.000 m2. Sedangkan nilai rata- rata penggunaan pupuk anorganik per tahun yang ada di Desa Pagerharjo ini yaitu 272,19 yang berarti jika dilihat dalam norma yang ada jumlah pupuk yang digunakan oleh petani teh per tahun sudah masuk rentang minimal. Akan tetapi jika dilihat pada interval kelas di mana jumlah penggunaan pupuk anorganik menujukan bahwa responden yang merupakan petani teh yang ada di Desa Pagerharjo memiliki tingkat penggunaan pupuk anorganik yang sedikit, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa petani yang ada di Desa Pagerharjo mengunakan pupuk anorganik dengan tidak insentif. Jenis pupuk anorganik yang digunakan petani teh di Desa Pagerharjo adalah jenis pupuk Urea dan KCL.
Responden melaksanakan dua kali pemupukan dalam satu tahun yaitu pada awal musim penghujan dan awal musim kemarau, tetapi ada juga petani yang melakukan pemupukan tiga kali dalam satu tahun tanpa memperhatikan musim.
4. Jam Kerja
Tabel 5.8
Deskripsi Data Jam Kerja
No. Penggunaan Jam Kerja N % Keterangan
1. 3106 jam- 4610 jam 3 6,82 Lama 2. 1601 jam – 3105 jam 3 6,82 Cukup Lama 3. 96 jam – 1600 jam 38 86,36 Sebentar
Jumlah 44 100%
Dari Tabel di atas menujukkan bahwa dari 44 responden yang ada, 38 responden dengan tingkat persentase sebesar 86,36% tergolong sebentar dalam bekerja, 3 responden dengan tingkat persentase sebesar 6,82% tergolong cukup lama dalam bekerja, dan 3 responden dengan tingkat persentase sebesar 6,82% tergolong lama dalam bekerja. Jam kerja minimal adalah 96 jam per tahun, jam kerja maksimal 4608 jam per tahun, dan rata-rata jam kerja adalah 988,54 jam per tahun. Nilai rata-rata ini berada pada kelas interval 96 jam-1600 jam yang berarti sebentar. Hal ini menujukan bahwa responden yang merupakan petani teh yang ada di Desa Pagerharjo memiliki jam kerja yang sebentar dalam bekerja.
Petani teh yang ada di Desa Pagerharjo bekerja dari pukul 08.00-11.00 WIB dimulai dengan pemetikan daun teh dan setelah itu perawatan tanaman seperti pemberian pupuk pada tanaman teh.
5. Pengalaman Budidaya
Tabel 5.9
Deskripsi Data Pengalaman Budidaya
No. Pengalaman Budidaya N % Keterangan
1. 17,34 tahun – 25 tahun 29 65,90 Lama 2. 9,67 tahun – 17,33 tahun 11 25 Cukup Lama 3. 2 tahun – 9,66 tahun 4 9,10 Sebentar
Jumlah 44 100%
Rata-rata : 19,13 tahun
Dari Tabel di atas menujukkan bahwa dari 44 responden yang ada, 4 responden dengan tingkat persentase sebesar 9,10% pengalaman budidaya yang diperoleh petani tergolong sebentar, 11 responden
dengan tingkat persentase sebesar 25% pengalaman budidaya yang diperoleh petani teh tergolong cukup lama, dan 29 responden dengan tingkat persentase sebesar 65,90% pengalaman budidaya yang diperoleh petani teh tergolong lama. Pengalaman budidaya minimal adalah 2 tahun, pengalaman budidaya maksimal 25 tahun, dan rata-rata pengalaman budidaya yang diperoleh petani adalah 19,13 tahun. Hal ini menujukan bahwa petani teh yang ada di Desa Pagerharjo memiliki pengalaman budidaya yang lama.
6. Hasil Produksi
Tabel 5.10
Deskripsi Data Hasil Produksi
No. Hasil Produksi (kg) N % Keterangan
1. 20.722 kg – 30.722 kg 2 4,55 Banyak 2. 10.721 kg – 20.721 kg 6 13,64 Cukup Banyak 3. 720 kg – 10.720 kg 36 81,81 Sedikit
Jumlah 44 100%
Rata-rata per tahun : 6482,45 kg
Dari Tabel di atas menujukkan bahwa 44 responden yang ada, 36 responden dengan persentase sebesar 81,81% tergolong sedikit dalam memproduksi teh, 6 responden dengan persentase sebesar 13,64% tergolong cukup banyak dalam memproduksi teh dan 2 responden dengan persentase sebesar 4,55% tergolong banyak dalam memproduksi teh. Hasil produksi minimal adalah 720 kg per tahun dan hasil produksi maksimal adalah 30.720 kg per tahun, rata-rata produksi teh pertahun sebesar 6.482,45 kg per tahun. Nilai ini berada pada kelas interval 720 kg- 10.720 kg yang berarti sedikit. hal ini menujukkan bahwa responden yang
berarti petani teh di Desa Pagerharjo memiliki tingkat hasil produksi sedikit dalam memproduksi teh per tahun.