5. Lembaga Swadaya Masyarakat
7.2. Implikasi Kebijakan
1. Dalam upaya pengentasan kemiskinan perlu diperhatikan beberapa faktor ekonomi yang sensitif terhadap peningkatan pendapatan dan upaya pemenuhan kebutuhan pangan. Apabila ingin melakukan sebuah strategi penanggulangan kemiskinan, maka yang perlu diperhatikan adalah masalah pengendalian harga dan tidak hanya terfokus pada target peningkatan jumlah produksi pertanian.
2. Peningkatan anggaran riset perlu dilakukan, karena dengan peningkatan riset akan diperoleh hasil produksi pertanian yang lebih baik secara kuantitas
maupun kualitas, sehingga hasil produksi pertanian lokal memiliki daya saing yang tinggi di pasar domestik maupun internasional.
3. Sebagai upaya untuk menanggulangi kemiskinan perlu dilakukan pendekatan multisektor yang saling terkait. Kebijakan pengendalian stabilitas moneter dan fiskal juga harus diperhatikan, guna menghindari adanya goncangan ekonomi secara mendadak, sehingga upaya penanggulangan kemiskinan di pedesaan maupun di perkotaan, baik melalui kebijakan perbaikan produksi, harga, investasi dan kebijakan lainnya bisa berjalan dengan baik.
Adjid, A. 1985. Pola Partisipasi Masyarakat Pedesaan Dalam Pembangunan Pertanian Berencana. Orba Shakti, Bandung.
Arifin, B. 2004. Analisis Ekonomi Pertanian Indonesia. Penerbit Kompas, Jakarta.
_______ . 2005. Pembangunan Pertanian, Paradigma Kebijakan dan Strategi Revitalisasi. Grasindo, Jakarta.
Asnawi. 2005. Dampak Kebijakan Makroekonomi terhadap Kinerja Sektor Pertanian di Indonesia. Disertasi Doktor. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. 2005. Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan. Bappenas, Jakarta.
Caves, R.E. dan R. W. Jones. 1981. World Trade and Payments : An Introduction. Little, Brawn and Company, Boston.
Darmansyah, S. 2003. Dampak Kebijakan Ekonomi terhadap Kinerja Ekonomi Tanaman Pangan Indonesia : Suatu Pendekatan Multi Komoditi. Disertasi Doktor. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Ekelund R.B. dan R.D. Tollison. 1996. Economics : Private Markets and Public Choice. Addison-Wesley Publishing Company, Inc ., New York. Ellis, F. 1992. Agricultural Policies in Development Countries. Cambridge
University Press, Cambridge.
Glahe, F.R. 1977. Macroeconomics : Theory and Policy. Harcourt Brace Jovanovich, Inc ., New York.
Gujarati, D. 1999. Ekonometrika Dasar. Terjemahan. Erlangga, Jakarta.
Heinz, K. 1988. Politik dan Kebijakan Pembangunan Pertanian. Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.
Herliana, L. 2004. Peranan Sektor Pertanian dalam Perekonomian Indonesia Analisis Dekomposisi Sis tem Neraca Sosial Ekonomi. Tesis Magister Sains. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor. Intriligator, M. D. 1978. Econometric Model, Techniques, and Applications.
Irawan, B. 2001. Pencadangan Lahan Pertanian di Jawa. Bulletin Agro Ekonomi, 1(2) : 1-6.
Jayawinata, A. 2005. Dampak Kebijakan Makroekonomi terhadap Ketahanan Pangan Nasional. Disertasi Doktor. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Jhingan, M. L. 2002. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Terjemahan. Rajawali Pers , Jakarta.
Kelompok Kerja Propenas. 2002. Penanggulangan Kemiskinan dan Kelaparan. Kelompok Kerja Propenas , Jakarta
Koutsoyiannis, A. 1977. Theory of Econometrics: An Introductory Exposition of Econometric Methods. Second Edition. The MacMillan Press Ltd ., London.
Mahasin, A. 1989. Pola Gerakan Pinggiran. Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan Ekonomi dan Sosial, Jakarta.
Mellor, J.W. dan R. Ahmed. 1988. Agricultural Price Policy for Developing Countries. The Johns Hopkins University Press, London.
Mitchel, M. 1985. Agricultural and Policy : Methodology for The Analysis Developing Country Agricultural Sectors. The Abdul Hameed Shoman, Amman by Ithaca Press, London.
Mubyarto. 1986. Pengantar Ekono mi Pertanian. Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan Ekonomi dan Sosial, Jakarta.
Mulyono . 2000 . Peramalan Bisnis dan Ekonometrika. Edisi Pertama. Badan Penerbitan Fakultas Ekonomi, Universitas Gajah Mada, Yogjakarta. Nasution, M. 1992. Keragaan Koperasi Unit Desa Sebagai Organisasi
Ekonomi Pedesaan. Inkop No. 10 Tahun 1992. Badan Penelitian dan Pengembangan Koperasi, Departemen Koperasi, Jakarta.
Norton, R.D. 2004. Agricultural Development Policy. Food and Agriculture Organization dan John Wiley and Son, Chichester.
Prawira, S.M. 2004. Pergeseran Tenaga Kerja Sektor Pertanian. Makalah Workshop “Upaya strategis mengurangi kemiskinan di pertanian” Pusat Studi Pembangunan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Pindyck, R.S. dan D.L. Rubinfeld. 1991. Econometric Models and Economic Forecast. Third Edition. McGraw-Hill Inc., New York.
Quizon, J. dan H. Binswanger.1999. Modeling the Impact of Agricultural Growth and Government Policy on Income Distribution in India. World Bank Economic Review, 1(1): 103 -148.
Rajasa, H. 2002. Sambutan Menteri Riset dan Teknologi pada Seminar Nasional Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia. Malang 3-4 Mei 2002, Malang.
Ravallion, M. dan G. Datt. 1996. Farm Productivity and Rural Poverty In India . Food Consumption and Nutrition Division, International Food Policy Research Institute, Washington, D.C.
Rogers, M. 1983. Diffusion of Innovations. Third Edition. Collier Macmillan Publisher. London.
Sanim, B. 1996. Transformasi Pertanian Tradisional Menuju Pertanian Industri Menghadapi Pasar Bebas. Prosiding Diskusi Panel Media Massa dan Pertanian, November 1996, Jakarta.
Sanim, B. dan A. Satria. 1995. Agribusiness and Agroindustry Approach : Supporting Sustainable Regional Development and Transmigration Settlements in Indonesia. Departemen Transmigrasi dan PPH, Jakarta. Silitonga, C., D.J. Rachbini, M.H. Sawit dan A. Pakpahan. 1995.
Perkembangan Ekonomi Pertanian Nasional 1969-1994. Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia, Jakarta.
Simatupang, P. 1999. Peran Sektor Pertanian dalam Pembangunan Kembali Perekonomian Indonesia. Workshop Konsep dan Program Restrukturisasi Perbankan dan Koperasi dalam Pembangunan Ekonomi Indonesia, Jakarta.
____________. 2000. Kelayakan Pertanian Sebagai Sektor Andalan Pembangunan Ekonomi Nasional. Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen Pertanian, Bogor.
____________. 2004. Kembalikan Subsidi Pupuk Kepada Petani. Harian Kompas, 19 Mei 2004, Jakarta.
Sitepu, R.K. 2002. Dampak Kebijakan Ekonomi dan Liberalisasi Perdagangan Terhadap Penawaran dan Permintaan Beras di Indonesia. Tesis Magister Sains. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Sitorus, F. 1996. Memahami dan Menanggulangi Kemiskinan di Indonesia. PT. Grasindo, Jakarta.
Sumarto, S., A. Suryahadi, dan A. Arifianto. 2004. Tata Kelola Pemerintah dan Penanggulangan Kemiskinan, Bukti-Bukti Awal Desentralisasi di Indonesia. Kertas Kerja Semeru, Jakarta.
Sumodiningrat, G. 1999. Ekonometrika : Pengantar. Badan Penerbitan Fakultas Ekonomi, Universitas Gajah Mada, Yogjakarta.
Timmer, C. 1997. How Well do the Poor Connect to the Growth Process. CAER Discussion Paper No. 178, Harvard Institute for International Development, Cambridge.
Todaro, M.P. 1999. Pembangunan Ekonomi Negara Dunia Ke Tiga. Terjemahan. Erlangga, Jakarta.
UNDP. 1991. Agriculture Extension : Program Advisory Note. United Nation Development Program, New York.
United Nation. 2002. Sustainable Social Development in a Period of Rapid Globalization. United Nation, New York.
Warr, P.G. dan W.T. Wang. 1999. Poverty, Inequality and Economic Growth in Taiwan.The Political Economy of Development in Taiwan, Essays in Memory of John C. H. Fei. Edward Elgar, London.
Yudhoyono, S.B. 2004. Pembangunan Pertanian dan Pedesaan sebagai Upaya Mengatasi Kemiskinan dan Pengangguran : Analisis Ekonomi Politik Kebijakan Fiskal. Disertasi Doktor. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.