Anwar F. 2006. Keamanan pangan. Makalah dalam Pengantar Pangan dan Gizi:
Jakarta: Penebar Swadaya.
Atmarita, Fallah TS. 2004. Analisis situasi gizi dan kesehatan masyarakat.
Prosiding Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VIII; Jakarta, 17-19 Mei 2004. Jakarta: LIPI.
[Bappenas] Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RI. 2000. Rencana Aksi Pangan dan Gizi 2001-2005. Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RI.
________. 2005. Evaluasi Program Perbaikan Gizi Masyarakat 2000-2004.
Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RI.
________. 2007a. Laporan Pencapaian Millennium Development Goals Indonesia 2007. Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RI.
________. 2007b. Rencana Aksi Pangan dan Gizi 2006-2010. Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RI.
________. 2008a. Kebijakan dan Peta Jalan (Roadmap) Pembangunan Pertanian dalam Rangka Ketahanan dan Swasembada Pangan. Jakarta:
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RI.
________. 2008b. Kebijakan dan Strategi Pemantapan Ketahanan Pangan Nasional. Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RI.
________. 2009a. Pencapaian Sebuah Perubahan, Evaluasi 4 Tahun Pelaksanaan RPJMN 2004-2009. Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RI.
________. 2009b. Pembangunan Kesehatan dan Gizi di Indonesia: Overview dan Arah ke Depan. Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RI.
________. 2010a. Laporan Pencapaian MDGs Tahun 2010. Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RI.
________. 2010b. Rencana Aksi Pangan dan Gizi 2011-2015. Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RI.
[BBKP] Badan Bimas Ketahanan Pangan. 2003. Evaluasi Pemantapan Ketahanan Pangan 2000-2003. Jakarta: Badan Bimas Ketahanan Pangan, Departemen Pertanian RI.
[BKP] Badan Ketahanan Pangan. 2010. Rencana Strategis Badan Ketahanan Pangan 2010-2014. Jakarta: Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian RI.
[BPS] Badan Pusat Statistik RI. 1986. Status Gizi Balita menurut Baku Harvard dan WHO-NCHS Tahun 1986, 1987, dan 1989. Jakarta: Badan Pusat Statistik RI.
________. 2000. Indikator Kesejahteraan Rakyat. Jakarta: Badan Pusat Statistik RI.
_______. 2007a. Analisis Perkembangan Statistik Ketenagakerjaan (Laporan Sosial Indonesia 2007). Jakarta: Badan Pusat Statistik RI.
_______. 2007b. Memahami Data Strategis yang Dihasilkan BPS. Jakarta:
Badan Pusat Statistik RI.
_______. 2008. Analisis dan Perhitungan Tingkat Kemiskinan Tahun 2008.
Jakarta: Badan Pusat Statistik RI.
_______. 2010a. Hasil Sensus Penduduk 2010, Data Angregat per Provinsi.
Jakarta: Badan Pusat Statistik RI.
_______. 2010b. Perkembangan Beberapa Indikator Utama Sosial Ekonomi Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik RI.
_______. 2010c. Data Strategis BPS. Jakarta: Badan Pusat Statistik RI.
[DKP] Dewan Ketahanan Pangan. 2006. Kebijakan Umum Ketahanan Pangan 2006-2009. Jakarta: Dewan Ketahanan Pangan.
_______. 2009. Indonesia Tahan Pangan dan Gizi 2015. Jakarta: Dewan Ketahanan Pangan.
_______. 2011. Kebijakan Umum Ketahanan Pangan 2010-2014. Jakarta:
Dewan Ketahanan Pangan.
[FAO] Food and Agriculture Organization. 1996. World Food Summit, 13-17 November 1996. Volume 1, 2 dan 3. Rome: FAO.
_______. 2006a. The Right to Food Guidelines, Information Papers and Case Studies. Rome: FAO.
_______. 2006b. Right to Food Indicator Description. Rome: FAO.
_______. 2008. Methods to Monitor The Human Right to Adequate Food Volume II. Rome: FAO.
_______. 2010. The Right to Adequate Food. Geneva: FAO.
Gibson R. 1993. Nutritional Assesment. A Laboratory Manual. New York: Oxford University.
Hardinsyah. 2001. Pembangunan pangan di era otonomi daerah. Makalah dalam Dialog dan Lokakarya Kebijakan dan Program Ketahanan Pangan di Era Otonomi. Jakarta: Pusat Studi Kebijakan Pangan dan Gizi IPB, Agrindo Aneka Consult, Partnership of Economic Growth USAID, dan Badan Bimas Ketahanan Pangan.
Hardinsyah, Martianto D. 1992. Gizi Terapan. Bogor: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Pusat Antar Universitas (PAU) Pangan dan Gizi, Institut Pertanian Bogor.
[ICESCR] Covenant on Economic, Social and Cultural Rights.1966. Kovenan Internasional Hak-Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya.
[IMF] International Monetary Fund. 2011. World economic outlook database.
http://www.imf.org. [11 April 2011].
[Kemenkes] Kementerian Kesehatan RI. 1988. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 1988. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
________. 2007. Riset Kesehatan Dasar Tahun 2007. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
________. 2009. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2008. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
________. 2010a. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2009. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
________. 2010b. Riset Kesehatan Dasar Tahun 2010. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
________. 2011. Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak. Jakarta:
Kementerian Kesehatan RI.
Khumaidi M. 1989. Gizi Masyarakat. Bogor: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Pusat Antar Universitas (PAU) Pangan dan Gizi, Institut Pertanian Bogor.
Nasoetion A, Riyadi H. 1995. Gizi Terapan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Rimbawan, Baliwati FY. 2006. Masalah pangan dan gizi. Makalah dalam Pengantar Pangan dan Gizi: Jakarta: Penebar Swadaya.
Riyadi H, Suhardjo. 1990. Penilaian Keadaan Gizi Masyarakat. Bogor: Pusat Antar Universitas, Institut Pertanian Bogor.
Sanjur D. 1982. Sosial and Cultural Perspective in Nutrition. New York. Prentice Hall, Inc. Englewood.
Soekirman. 2000. Ilmu Gizi dan Aplikasinya. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional.
Sosilowati dkk. 2006. Studi Masalah Gizi Mikro di Indonesia. Bogor: Puslitbang Gizi dan Makanan Kementerian Kesehatan RI.
Sparringa RA, Rahayu WP. 2011. Keracunan pangan masih terabaikan. Makalah dalam Keamanan Pangan Peduli Kita Bersama. Bogor: IPB Press.
Suhardjo et al. 1986. Pangan, Gizi dan Pertanian. Jakarta: Universitas Indonesia.
_______. 1989. Sosio Budaya Gizi, Hidayat Syarif, penelaah. Bogor: Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi, Institut Pertanian Bogor.
_______. 2008. Perencanaan Pangan dan Gizi. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Suntoro E. 2004. Upaya mengatasi rawan pangan. Dalam Kemandirian Pangan Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan; penyunting Suryana A. Jakarta:
Badan Bimas Ketahanan Pangan, Departemen Pertanian & Harian Umun
“Suara Pembaruan”.
Supariasa et al. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
_______. 2002. Penilaian Status Gizi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Suryana A. 2001. Harmonisasi kebijakan ketahanan pangan nasional dan daerah. Makalah dalam Dialog dan Lokakarya Kebijakan dan Program Ketahanan Pangan di Era Otonomi. Jakarta: Pusat Studi Kebijakan Pangan dan Gizi IPB, Agrindo Aneka Consult, Partnership of Economic Growth USAID, dan Badan Bimas Ketahanan Pangan.
_______. 2003. Kapita Selekta, Evolusi Pemikiran Kebijakan Ketahanan Pangan.
Yogyakarta: BPTE-Yogyakarta.
_______. 2004. Arah dan strategi perwujudan ketahanan pangan.
http://pse.litbang.deptan.go.id/ind/pdffiles/Anjak_2004_VI_02.pdf [7 Okt 2011].
Tjahjadi D. 2004. Pengentasan kemiskinan dan ketahanan pangan. Dalam Kemandirian Pangan Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan;
penyunting Suryana A. Jakarta: Badan Bimas Ketahanan Pangan, Departemen Pertanian & Harian Umun “Suara Pembaruan”.
UN Committee on Economic, Social and Cultural Rights. 1999. General Comment No. 12. Geneva: ICESCR.
[WHO] World Health Organization. 2005. WHO Child Growth Standard. Geneva:
WHO.
World Bank. 2010. World data bank. http://databank.worldbank.org. [12 April 2011].
LAMPIRAN
Lampiran 1 Perkembangan indeks harga konsumen (IHK) dan pengeluaran per kapita sebulan atas dasar harga berlaku dan konstan
Tahun Indeks Harga Konsumen (IHK)
Pengeluaran per kapita atas dasar harga berlaku
(Rp/kap/bulan)
Pengeluaran per kapita atas dasar harga konstan
(Rp/kap/bulan)
1980 156,32 8341 5336
1981 175,46 11088 6319
1984 237,19 16127 6799
1987 287,27 22125 7702
1990 112,48 30271 26912
1993 145,07 43565 30030
1996 185,92 70062 37684
1997 198,22 62780 31672
1998 168,32 77033 45766
1999 202,63 137453 67834
2000 210,3 128659 61179
2001 234,46 145503 62059
2002 262,31 206336 78661
2003 279,59 224902 80440
2004 113,25 235337 207803
2005 125,09 266751 213247
2006 141,48 293061 207140
2007 150,55 353421 234753
2008 109,78 386370 351949
2009 115,06 430065 373775
2010 125,17 494845 395338
Sumber: BPS RI
Lampiran 2 Hasil uji korelasi Person hubungan ketersediaan energi dan protein per kapita dengan PDB per kapita dan persentase anggaran Kementerian Pertanian
Variabel (y) Variabel (x) Koefisien
Korelasi (r) Signifikansi (p) Ketersediaan energi per kapita PDB per kapita 0,909 0,000**
Ketersediaan protein per kapita
PDB per kapita 0,945 0,000**
Ketersediaan energi per kapita Persentase anggaran
Kementerian Pertanian -0,673 0,000**
Ketersediaan protein per kapita
Persentase anggaran Kementerian Pertanian
-0,646 0,000**
*signifikan pada level 5%
**signifikan pada level 1%
Lampiran 3 Hasil uji korelasi Person hubungan konsumsi energi dan protein per kapita dengan tingkat kemiskinan dan tingkat pengeluaran
Variabel (y) Variabel (x) Koefisien
Korelasi (r) Signifikansi (p) Konsumsi energi per kapita Persentase penduduk miskin -0,65 0,002**
Konsumsi protein per kapita Persentase penduduk miskin -0,591 0,006**
Konsumsi energi per kapita Pengeluaran per kapita
sebulan 0,541 0,013*
Konsumsi protein per kapita Pengeluaran per kapita sebulan
0,742 0,000**
*signifikan pada level 5%
**signifikan pada level 1%
Lampiran 4 Hasil uji korelasi Person hubungan konsumsi energi per kapita dan persentase penduduk defisit energi (<70%AKE) dengan ketersediaan energi per kapita
Variabel (y) Variabel (x) Koefisien
Korelasi (r) Signifikansi (p) Konsumsi energi per kapita Ketersediaan energi per
kapita 0,577 0,008**
Persentase penduduk defisit
energi (<70%AKE) Ketersediaan energi per
kapita 0,093 0,375
*signifikan pada level 5%
**signifikan pada level 1%
Lampiran 5 Hasil uji korelasi Person hubungan persentase penduduk defisit energi (<70%AKE) dengan tingkat kemiskinan
Variabel (y) Variabel (x) Koefisien Korelasi (r)
Signifikansi (p) Persentase penduduk
defisit energi (<70%AKE)
Persentase penduduk miskin 0,614 0,01*
*signifikan pada level 5%
**signifikan pada level 1%
76
Tabel 14 Perkembangan pencapaian pemenuhan hak atas pangan dan gizi di Indonesia dalam tiga dekade terakhir
Periode
Dokumen perencanaan/
Sumber
Indikator Output/Outcome Target Capaian
1979-1983
Repelita III Ketersediaan energi dan protein memenuhi kebutuhan
- Energi 2550 kkal/kap/hr dan Protein 55 gram/kap/hr
- Energi 2489 kkal/kap/hr dan Protein 49,4 gram/kap/hr (1980) - Energi 2565 kkal/kap/hr dan Protein 53 gram/kap/hr (1983)
Akses Pangan - Tingkat harga yang terjangkau serta
memberikan gairah bagi petani untuk meningkatkan produksinya
- Harga pangan strategis terkendali, khususnya beras. Perbedaan harga gabah dan beras rata-rata antara musim panen dan musim peceklik selama Repelita III menunjukkan keadaan yang stabil dan terkendali.
Konsumsi energi dan protein memenuhi AKG
- Energi 2100 kkal/kap/hr dan Protein 46 gram/kap/hr
- Energi 1794 kkal/kap/hr dan Protein 42,7 gram/kap/hr (1980) - Energi 1802 kkal/kap/hr dan Protein 42,4 gram/kap/hr (1981)
Keamanan Pangan Terjamin - -
Status Gizi - Berkurangnya Kurang Kalori Protein (KKP) - Jumlah balita yang menderita KKP masih cukup besar meskipun jumlahnya semakin menurun. Pada tahun 1983 sebesar 29,1%
balita mengalami KKP.
1984-1988
Repelita IV Ketersediaan energi dan protein memenuhi kebutuhan
- Energi 2550 kkal/kap/hr dan Protein 55 gram/kap/hr
- Energi 2516 kkal/kap/hr dan Protein 52,8 gram/kap/hr (1984) - Energi 2712 kkal/kap/hr dan Protein 60 gram/kap/hr (1988)
Akses Pangan - Tingkat harga yang terjangkau serta
memberikan gairah bagi petani untuk meningkatkan produksinya
- Harga pangan strategis terkendali, khususnya beras. Perbedaan harga gabah dan beras rata-rata antara musim panen dan musim peceklik selama Repelita IV menunjukkan keadaan yang stabil dan terkendali, kecuali pada tahun 1987/1988 disebabkan musim kering yang panjang sehingga cadangan beras menurun.
Konsumsi energi dan protein memenuhi AKG
- Energi 2100 kkal/kap/hr dan Protein 46 gram/kap/hr
- Energi 1798 kkal/kap/hr dan Protein 43,3 gram/kap/hr (1984) - Energi 1859 kkal/kap/hr dan Protein 44,1 gram/kap/hr (1987)
Keamanan Pangan Terjamin - -
Status Gizi - KKP balita 22% - KKP balita 11,1% (1987)
1989-1993
Repelita V Ketersediaan energi dan protein memenuhi kebutuhan
- Energi 2550 kkal/kap/hr dan Protein 55 gram/kap/hr
- Energi 2640 kkal/kap/hr dan Protein 56,8 gram/kap/hr (1989) - Energi 2899 kkal/kap/hr dan Protein 66 gram/kap/hr (1993)
Akses Pangan - Tingkat harga yang terjangkau serta
memberikan gairah bagi petani untuk meningkatkan produksinya
- Harga pangan strategis terkendali, khususnya beras. Perbedaan harga gabah dan beras rata-rata antara musim panen dan musim peceklik selama Repelita V menunjukkan keadaan yang stabil dan terkendali.
Konsumsi energi dan protein memenuhi AKG
- Energi 2100 kkal/kap/hr dan Protein 46 gram/kap/hr
- Energi 1901 kkal/kap/hr dan Protein 45,4 gram/kap/hr (1990) - Energi 1879 kkal/kap/hr dan Protein 45,5 gram/kap/hr (1993)
Keamanan Pangan Terjamin - -
Status Gizi - KKP balita 9.5% - Prevalensi KEP total balita 40% (1992)
1994-1998
Repelita VI Ketersediaan energi dan protein memenuhi kebutuhan
- Energi 2550 kkal/kap/hr dan Protein 55 gram/kap/hr
- Energi 2879 kkal/kap/hr dan Protein 66,8 gram/kap/hr (1994) - Energi 3021 kkal/kap/hr dan Protein 72 gram/kap/hr (1998)
77
Indikator Output/Outcome Target Capaian
Akses Pangan - Menurunnya angka kemiskinan - Persentase penduduk miskin meningkat dari 13,7% (1994) menjadi 24,23% (1998)
Konsumsi energi dan protein memenuhi AKG
- Energi 2100 kkal/kap/hr dan Protein 46 gram/kap/hr
- Energi 2020 kkal/kap/hr dan Protein 54,5 gram/kap/hr (1996)
Keamanan Pangan Terjamin - Terbebas dari jenis pangan yang berbahaya bagi kesehatan manusia
- Jumlah penderita keracunan makanan: 1078 orang (1998)
Status Gizi - Prevalensi KEP total balita 30% - Prevalensi KEP total balita 20.7% (1998)
1999-2004
Propenas Ketersediaan energi dan protein memenuhi kebutuhan
- Energi 2550 kkal/kap/hr dan Protein 55 gram/kap/hr
- Energi 3120 kkal/kap/hr dan Protein 80,5 gram/kap/hr (1999) - Energi 3082 kkal/kap/hr dan Protein 75,5 gram/kap/hr (2003)
Akses Pangan - Menurunnya angka kemiskinan dan
pengangguran
- Persentase penduduk miskin berkurang dari 23,43% (1999) menjadi 16,66% (2004)
- Tingkat pengangguran terbuka meningkat dari 6,36%(1999) menjadi 9,86%(2004)
Konsumsi energi dan protein memenuhi AKG
- Energi 2200 kkal/kap/hr dan Protein 48 gram/kap/hr
- Periode 1999-2003, konsumsi energi masih berkisar 1849–1990 kkal/kap/hr (di bawah anjuran), sedangkan konsumsi protein sudah melebihi angka rekomendasi
Mutu Gizi Seimbang - Skor PPH mendekati 100 - Skor PPH konsumsi 76,9 (2004) Keamanan Pangan Terjamin - Tidak ditemukannya kasus keracunan
pangan dan bahan berbahaya pada makanan
- KLB keracunan pangan terlaporkan: 164 kasus (2004)
Status Gizi - Prevalensi gizi kurang pada balita 20%
- Prevalensi GAKY: <5%
- Prevalensi AGB bumil: 40%
- Prevalensi gizi kurang pada balita 27,5% (2004) - Prevalensi GAKY 11,1% (2003)
- Prevalensi AGB bumil 40,1% (SKRT 2001)
2004-2009
RPJMN Ketersediaan energi dan protein memenuhi kebutuhan
- Energi 2200 kkal/kap/hr dan Protein 57 gram/kap/hr
- Energi 3005 kkal/kap/hr dan Protein 76,2 gram/kap/hr (2004) - Energi 3509 kkal/kap/hr dan Protein 89,2 gram/kap/hr (2009)
(angka sementara) Akses Pangan - Persentase Penduduk Miskin 8,2% pada
tahun 2009
- Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 5,1%
pada akhir tahun 2009
- Persentase penduduk miskin: 14,15% (2009) - TPT: 7,87% (2009)
Konsumsi energi dan protein memenuhi AKG
- Energi 2000 kkal/kap/hr dan Protein 52 gram/kap/hr
- Periode 2004-2009, konsumsi energi masih berkisar 1928 – 2038 kkal/kap/hr, sedangkan konsumsi protein sudah melebihi angka rekomendasi
Mutu Gizi Seimbang - Skor PPH mendekati 100 - Skor PPH konsumsi 75,7 (2009) Keamanan Pangan Terjamin - Tidak ditemukannya kasus keracunan
pangan dan bahan berbahaya pada makanan
- KLB keracunan makanan terlaporkan: 115 kasus (2009)
Status Gizi - Prevalensi gizi kurang pada balita 20% - Prevalensi gizi kurang pada balita: 18,4% (2007)
78