KEGIATAN YANG PERLU DILAKUKAN PASCA PELAKSANAAN FUMIGAS
KESELAMATAN KERJA 6.1 Personil Fumigas
6.1.1 Persyaratan Personil
Pelaksanaan fumigasi merupakan pekerjaaan yang memiliki resiko yang tinggi terhadap keselamatan pekerjanya. Oleh karena itu, pelaksanaan fumgasi harus dilakukan oleh personil yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dinilai cakap (kompeten).
Fumigator dinilai memiliki kompetensi untuk melaksanakan fumigasi dengan metil bromida, apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut :
Pendidikan serendah-rendahnya SLTA;
Berbadan sehat;
Memiliki sertifikat pelatihan fumigasi sesuai dengan standar Badan Karantina Pertanian;
Memiliki sertifikat kompetensi sebagai fumigator dari Badan Karantina Pertanian.
6.1.2 Jumlah Personil
Fumigasi harus dilakukan oleh fumigator yang kompeten dan jumlah personil yang terlibat paling sedikit oleh 2 (dua) orang. Anggota tim lainnya, paling tidak, harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang pelaksanaan fumigasi dengan metil bromida dan telah dilatih sebelumnya oleh perusahaan fumigasi yang bersangkutan. Mereka harus benar-benar memahami resiko bahaya yang mungkin terjadi dalam melakukan fumigasi dengan metil bromida, prosedur keamanan yang harus dijalankan serta tindakan pertolongan pertama apabila terjadi kecelakaan/ keracunan.
Jumlah personil yang terlibat dapat disesuaikan dengan volume pekerjaan. Untuk fumigasi ruangan ruangan sampai dengan 1.000 m3 dapat dilakukan oleh tim yang beranggotakan paling sedikit 2 orang personil. Untuk setiap tambahan volume sebesar 500 m3, diperlukan tambahan 1 orang personil.
6.1.3 Pemeriksaan Kesehatan Personil
Pelaksana fumigasi harus secara rutin dilakukan pemeriksaan kesehatan (medical check-up). Pemeriksaan kadar bromide darah perlu dilakukan secara rutin (enam bulan sekali) bagi setiap personil (operator) fumigasi. Hasil pemeriksaan tersebut harus dilaporkan kepada pimpinan perusahaan sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan guna menjamin keselamatan dan kesehatan personil fumigasi.
Kadar bromida normal pada darah adalah <1mg/100 ml. Apabila kadar bromida pada darah telah mencapai 1,5 - <2 mg/100 ml, kepada personil yang bersangkutan harus diberi peringatan untuk berhati-hati. Apabila kadar bromida pada darah telah mencapai >2 mg/100 ml, personil yang bersangkutan harus diistrirahatkan (tidak diperbolehkan untuk melakukan kegiatan fumigasi) sementara sampai kadar bromida tersebut kembali normal. Hasil pemeriksaan kadar bromida darah harus disimpan dengan baik selama 30 tahun.
6.2 . Alat Pelindung Personil
6.2.1 Pakaian Kerja
Personil fumigasi harus menggunakan wearpack berlengan panjang yang terkancing sampai leher pada waktu melaksanakan fumigasi. Pakaian harus berwarna terang dan sebaiknya diberi pita pendar (fluorescence) pada bagian punggung dan dada. Pakaian harus seluruhnya terbuat dari kapas (cotton).
Perlengkapan untuk pakaian kerja termasuk juga helmet, sepatu dan sarung tangan. Sepatu harus terbuat dari kulit, berlaras panjang, serta memiliki pelindung yang keras (biasanya terbuat dari logam) pada bagian depannya. Sebaiknya gunakanlah sepati tanpa tali pengikat sehingga mudah dilepas apabila tercemar metil bromida. Sarung tangan yang digunakan juga harus terbuat dari kulit atau kapas (cotton) yang kuat sehingga tidak mudah robek.
6.2.2 Alat Pelindung Pernapasan
Personil yang melaksanakan fumigasi harus diberi alat pelindung pernafasan yang memadai, berupa masker dengan kanister yang sesuai untuk metil bromida atau tabung oksigen (Self-contained Breathing Apparatus / SCBA).
Kanister yang telah terpakai harus diganti setelah masa berlakunya habis (biasanya 2 jam untuk pemakaian terus-menerus pada konsentrasi gas <5000 ppm). Kanister yang telah terpapar terhadap fumigan dalam konsentrasi yang tinggi juga harus diganti dengan segera. Kanister yang telah basah isinya harus dibuang.
Dalam praktek, kanister dapat digunakan beberapa kali asalkan selalu dilepas dari masker setiap habis digunakan dan ditutup pada waktu tidak digunakan sepanjang masa berlakunya belum habis. Waktu dan tanggal pemakaian harus selalu dituliskan pada kanister tersebut.
Untuk keperluan kesehatan dan keamanan bagi pemakai, masker dan kanister tidak diperbolehkan untuk dipinjam-pakaikan kepada orang lain.
Penyimpanan kanister harus dilakukan di tempat yang terpisah dengan fumigan.
SCBA biasanya digunakan untuk perlindungan pernafasan di ruangan/tempat yang dipenuhi oleh gas dengan konsentrasi tinggi. Akan tetapi alat ini juga direkomendasikan untuk digunakan sebagai pelindung pernafasan biasa selama fumigasi karena lebih aman dan relatif lebih murah biaya operasionalnya. SCBA biasanya mampu mensuplai oksigen selama 30 menit atau kurang dari itu. Alat ini dilengkapi dengan alarm yang akan berbunyi bila suplai oksigen menipis sehingga pemakai masih mempunyai waktu untuk meninggalkan ruangan yang mengandung gas beracun. Bila alarm tersebut mulai berbunyi, pemakai masih mempunyai waktu sekitar 5 menit untuk meninggalkan ruangan. Di kawasan yang ramai atau di mana lebih dari satu SCBA digunakan (sehingga sulit untuk menentukan alarm siapa yang berbunyi), sentuhlah alarm tersebut untuk merasakan getarannya. Bila terasa bergetar, tinggalkan segera ruangan/tempat tersebut.
Semua peralatan keamanan personil harus dipelihara agar selalu berada dalam keadaan baik dan siap pakai. Tabung SCBA harus diuji secara rutin kemampuannya untuk menahan tekanan hidrostatik untuk menghindarkan timbulnya kecelakaan akibat pecahnya tabung tersebut. Pengujian ini biasanya dilakukan 5 tahun sekali untuk tabung yang terbuat dari logam dan 2,5 tahun sekali untuk tabung yang terbuat dari serat karbon. Tabung SCBA yang digunakan oleh personil fumigasi setidak-tidaknya harus mampu menahan tekanan hingga sebesar 450 atm. Pada waktu digunakan, tekanan udara pada tabung harus diusahakan tidak melebihi 300 atm.
Sebelum digunakan, masker harus diperiksa kekedapannya. Masker harus melekat dengan baik pada wajah pada waktu dipasang. Uji sederhana terhadap kekedapan udara masker dapat dilakukan dengan cara menutupkan telapak tangan pada lubang masuk udara yang terdapat pada bagian depan masker setelah masker terpasang dalam posisi yang benar dan terikat erat pada wajah. Setelah itu, tariklah napas dalam-dalam, dan tahan. Kendurkan sedikit tali pengikat. Apabila masker tetap menempel erat pada wajah selama napas masih ditahan, berarti masker dalam keadaan baik (tidak bocor). Akan tetapi, apabila masker tidak dapat melekat erat pada wajah, berarti ada kebocoran pada masker atau cara pemasanggannya yang kurang benar. Lakukanlah uji ulang untuk meyakinkan hal itu.
Jambang dan jenggot dapat menghalangi menempelnya masker secara erat pada wajah. Oleh karena itu, jambang dan jenggot harus dicukur sebelum melaksanakan fumigasi.
6.2.3 Tanda Peringatan Medis (Medical Warning Badge)
Personil fumigasi harus menggunakan Medical Warning Badge (Tanda Peringatan Medis) yang dikalungkan di leher dengan bentuk seperti contoh pada Lampiran 16. Medical Warning Badge ini dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada dokter bahwa pasien adalah korban keracunan metil bromida, sehingga dokter dapat segera menentukan tindakan medis yang sesuai untuk menolong korban.
6.3 Keselamatan Lingkungan Kerja
Pelaksanaan fumigasi harus aman, baik terhadap pelaksana fumigasi maupun terhadap lingkungan. Untuk keamanan dan keselamatan lingkungan, sebelum pelaksanaan fumigasi maka perusahaan fumigasi dan fumigator harus memastikan lingkungan disekitar kegiatan fumigasi berlangsung sudah bebas dari orang-orang yang tidak berkepentingan. Setelah dinyatakan aman, perusahaan fumigasi harus membuat garis batas atau tanda-tanda peringatan kepada masyarakat umum bahwa di lokasi tersebut sedang berlangsung kegiatan fumigasi dan mengawasinya terus-menerus sampai fumigasi dinyatakan berakhir.
Hal penting yang harus diperhatikan dalam menagamankan lingkungan kerja adalah ketika pelaksanaan kegiatan pembuangan sisa-sisa fumigant (aerasi). Fumigator harus memastikan bahwa lingkungan kerja sudah aman dan sisa fumigant yang akan dibuang tidak membahayakan lingkungan sekitarnya. Untuk itu, disarankan agar fumiogator menggunakan kipas (exhouse fan) yang dilengkapai dengan belalai.
CATATAN :
Kanister hanya dapat digunakan sebagai pelindung pernafasan untuk konsentrasi gas MB < 5 % by volume atau 5.000 ppm di udara.
Jangan sekali-kali memasuki ruangan fumigasi apabila anda hanya menggunakan masker dengan kanister.
Karena alasan-alasan keamanan dan ekonomi, disarankan untuk menggunakan SCBA sebagai alat proteksi pernafasan.
BAB VII