BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengembangan media pembelajaran Powerpoint Interaktif, maka peneliti dapat menyimpulkan sebagai berikut ini:
1. Pengembangan media pembelajaran Powerpoint Interaktif dikembangkan dengan prosedur penelitian pengembangan oleh Borg & Gall yang dikutip dalam Sugiyono. Prosedur penelitian pengembangan mempunyai 10 langkah pengembangan namun, peneliti hanya sampai pada langkah 9 hal ini dikarenakan terbatasnya waktu yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian dan media pembelajaran Powerpoint Interaktif yang akan dibuat hanya khusus untuk pegangan guru, sehingga hanya dibutuhkan dua orang ahli atau pakar untuk melakukan validasi. Selain itu, subjek dalam penelitian ini yaitu peserta didik SD kelas V yang cangkupannya sedikit. Sembilan langkah yang digunakan adalah (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian dan (9) revisi produk hingga menghasilkan produk akhir berupa Media
Pembelajaran Powerpoint Interaktif Materi Penyesuaian Diri Makhluk Hidup Terhadap Lingkungan untuk Siswa Kelas V.
2. Hasil yang diperoleh dalam penelitian pengembangan melalui tahap validasi oleh dua pakar media pembelajaran Powerpoint Interaktif dan dua guru kelas V Sekolah Dasar menunjukan hasil sebagai berikut (1)
hasil validasi oleh pakar “N” menunjukan bahwa media pembelajaran
Powerpoint Interaktif termasuk kriteria “Sangat baik” dengan
perolehan skor 3,73. (2) hasil validasi pakar “T” media pembelajaran Powerpoint masuk ke dalam kriteria “Sangat baik” dengan perolehan
skor 3,85. (3) hasil validasi oleh guru “I” termasuk kriteria “Sangat baik” dengan perolehan skor 3,8. (4) hasil validasi guru “H” termasuk dalam kriteria “Sangat baik” dengan perolehan skor 3,7. Peneliti mengembangkan media pembelajaran Powerpoint Interaktif memiliki skor rata-rata 3,75 dengan kategori “Sangat baik”. Berdasarkan skor tersebut menunjukan bahwa media pembelajaran Powerpoint Interaktif Materi Penyesuaian Diri Makhluk Hidup Terhadap Lingkungan untuk
Siswa Kelas V SD Negeri Depok 1 mempunyai kualitas “Sangat baik”
dan layak digunakan dilihat dari aspek audio visual, aspek isi, dan aspek lainnya.
B. Keterbatasan Pengembangan
Produk media pembelajaran Powerpoint Interaktif yang dikembangkan memiliki keterbatasan. Keterbatasan-keterbatasan yang ada akan dipaparkan antara lain sebagai berikut :
1. Proyektor, dan speaker yang digunakan di SD dalam melakukan pembelajaran kepada peserta didik tidak terpasang secara permanen dan membutuhkan waktu untuk membawanya dari kantor dan memasangnya, sehingga banyak waktu yang terbuang.
C. Saran
Berdasarkan keterbatasan penelitian yang ditemukan oleh peneliti, saran bagi peneliti lain yang akan mengembangkan media pembelajaran Powerpoint Interaktif sebagai berikut:
1. Mencari SD yang memiliki proyektor, LCD, dan speaker permanen, sehingga tidak membuang waktu dalam memasangkan berbagai macam yang diperlukan.
128
DAFTAR PUSTAKA
Anitah, S. (2009). Media pembelajaran. Surakarta: Yuma Pustaka bekerjasama dengan FKIP UNS.
Arikunto, S. (2004). Evaluasi program pendidikan pengembangan praktis bagi praktisi pendidikan. Jakarta: PT.Bumi Aksara.
Arsyad, A. (2007). Media pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Arief, S. (2009). Media pendidikan, pengertian, pengembangan, dan
pemanfaatnanya. Jakarta: Rajawali Press.
Arsyad, A. (2010). Media pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo. Arsyad, A. (2014). Media pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo.
Bungin, B. (2010). Penelitian kualitatif: komunikasi, ekonomi, kebijakan publik dan ilmu sosial lainnya. Jakarta: Kencana Prenama Media Group. Darmawan, D. (2011). Teknologi pembelajaran. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Hamalik, O. (1994). Media pendidikan. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti. Haryanto. 2012. Sains untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Erlangga.
Iskandar, S. (2001). Pendidikan ilmu pengetahuan alam. Bandung: CV. Maulana. Jasmadi. (2010). Menyusun presentasi pembalajaran berbasis tik dengan ms
office 2010. Jakarta: PT Elek Media Komputindo.
Kustandi, C dan Bambang Sutjipto. (2011). Media pembelajaran manual dan digital. Bogor: Ghalia Indonesia.
Kusprimanto. (2014). Pengembangan media pembelajaran interaktif ipa materi pencernaan pada manusia untuk siswa kelas v di sd n pundung, Girirejo, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. (skripsi tidak diterbitkan).
Lewis, G. (2008). Pembelajaran aktif meningkatkan keasyikan kegiatan di kelas. Jakarta: PT Indeks.
Muhamad, I & Novan, A. W. (2013). Psikologi pendidikan: teori dan aplikasi dalam proses pembelajaran. Yogyakarta: Ar-Ruzz media.
Murti, I. (2013). Membuat media mengajar visual. Jakarta: Erlangga.
Parida, P.R. (2016). Peningkatan motivasi dan prestasi belajar menggunakan media pembelajaran berbsis it pada mata pelajaran ipa kelas iv sd
kanisius kintelan 1 yogyakarta tahun ajaran 2015/2016. (skripsi tidak titerbitkan).
Permana. (2010). Budi dan kurweni ukar. 36 jam belajar komputer : microsoft office. Jakarta: PT Elek Media Komputindo.
Prawiradilaga, D.S. (2013). Mozaik teknologi pendidikan e-learning. Jakarta: PT Fajar Interpratama Mandiri.
Rahardi, A. (2008). Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Jakarta: Departemen Pendidikan.
Rusman. (2015). Pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Saefuddin. (2014). Pengelolaan pembelajarann teoritis dan praktis. Yogyakarta: CV. Budi Utama.
Samatowa, U. (2011). Pembelajaran ipa di sekolah dasar. Jakarta: PT Indeks. Sanaky, H. (2013). Media pembelajaran interaktif-inovatif. Yogyakarta: Kaukaba
Dipantara.
Sanjaya, W. (2012). Media komunikasi pembelajaran.Jakarta: PT Fajar Interpratama Mandiri.
Sanjaya, W. (2013). Penelitian pendidikan.: jenis, metode dan prosedur edisi pertama. Jakarta: Kencana.
Semiawan, C.R. (2002). Belajar dan pembelajaran prasekolah dan sekolah dasar. Jakarta: PT INDEKS.
Sitiatava, R. (2013). Desain belajar mengajar kreatif berbasis SAINS Berbasis Kinerja. Yogyakarta: Diva.
Smaldino, E. (2011). Instructional Tecnology & Media For Learning: Teknologi Pembelajaran dan Media Untuk Belajar. Jakarta: Kencana.
Soekidjo, N. (2003). Pendidikan dan perilaku kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Sukmadinata, N.S. (2008). Metode penelitian pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Susanto, A. (2013). Teori belajar dan pembelajaran di sekolah dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Suparlan. (2011). Tanya jawab pengembangan kurikulum dan materi pembelajaran. Jakarta: Sinar Grafika Offset.
Sutopo, A.H. (2012) Teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sukiman. (2012). Pengembangan media pembelajaran. Yogyakarta: Pedagogia PT Pustaka Insan Madani.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian dan pengembangan (research and development/r&d). Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan r & d.Bandung: Alfabeta.
Tatang. (2012). Ilmu pendidikan. Bandung: CV Pustaka Setia.
Trianto. (2009). Mendesain model pembelajaran inovatif progresif. Jakarta: Prenanda Media.
Veriana, N. (2016). Pengembangan media pembelajaran berbasis ict mengacu kurikulum sd 2013 subtema keberagaman makhluk hidup di lingkunganku unttuk siswa kelas iv sekolah dasar negeri kalasan 1. (skrisi tidak diterbitkan).
Widoyoko, E.P. (2014). Penilaian hasil pembelajaran di sekolah. Yogyakarta: Pustaka Belajar.