Nama lengkap Nabi Ayub adalah Ayub bin Maush bin Ra’ail bin Alaish bin Ishaq bin Ibrahim. Dari ibunya, Ayub keturunan Nabi Luth AS. Secara nasab, Ayub keturunan dari para nabi. Nabi Ayub AS adalah seorang nabi yang kaya raya dan mempunyai binatang ternak yang bermacam-macam seperti kambing, sapi, kuda, keledai. Beliau pun dikaruniai putra yang banyak, baik laki-laki maupun perempuan. Ia hidup makmur dan sejahtera. Nabi Ayub AS dikenal dermawan dan gemar berbuat kebajikan, suka menolong orang yang menderita yakni fakir miskin, membantu anak yatim piatu, memuliakan tamu apabila datang ke rumahnya, dan selalu berbuat baik. Walaupun demikian, ia tetap tekun beribadah. Segala nikmat dan kesenangan yang dikaruniakan kepadanya tidak membuatnya melupakan Allah SWT, demikian juga istrinya Rahmah. Melihat keadaan Nabi Ayub AS yang begitu kokoh dan tekun beribadah kepada Allah SWT menjadikan Iblis, laknatullah datang menggoda dan menghancurkan keteguhan iman Nabi Ayub AS Iblis pun menghancurkan semua harta milik Nabi Ayub AS mulai dari kebun, hewan ternak, dan anak-anaknya semua meninggal.
Nabi Ayub AS akhirnya jatuh miskin. Meskipun demikian, keimanan Nabi Ayub AS tidaklah goncang, karena beliau ingat bahwa manusia lahir ke dunia tidak mempunyai apa-apa. Allah yang memberikan kekayaan dan rezeki kepada manusia. Harta benda itu dapatnya dari Allah dan kembalinya kepada Allah juga. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 155 -156:
Artinya :
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. (Q.S. Al-Baqarah : 155 -156)
Keimanan Nabi Ayub AS tidak dapat digoda oleh setan, sesuai dengan apa yang diterangkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an bahwa manusia itu tidak dapat tergoda oleh setan jika ia hamba Allah yang beriman.
Melihat kekokohan iman Nabi Ayub AS membuat Iblis semakin gusar dan mencari cara lain untuk menghancurkan keyakinan Nabi Ayub AS kepada Allah SWT. Iblis menebarkan penyakit di sekujur tubuh Nabi Ayub AS berupa kudis bernanah dari kepala hingga kakinya sehingga menimbulkan bau busuk menyengat hidung selama 7 tahun.
Kaum familinya, sahabat, dan tetangga telah menjauhinya selain istrinya yang masih setia, dia selalu ada di sampingnya. Rahmah, istrinya itu merupakan seorang istri yang sangat setia, taat, dan beriman kepada Allah SWT.Segala amal ibadah kepada Allah yang bisa dikerjakannya terus juga dikerjakannya semampunya. Nabi Ayub AS menderita penyakit kulit yang menjijikkan apabila orang melihatnya. Kaum familinya, sahabat, dan tetangga telah menjauhinya selain istrinya yang masih setia, dia selalu ada di sampingnya. Istrinya itu bernama Rahmah seorang istri yang sangat setia, taat, dan beriman kepada Allah SWT.
Nabi Ayub AS tidak berkeluh kesah ketika menderita sakit. Bahkan, beliau tetap sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan yang datang kepadanya.Setelah Nabi Ayub AS diuji dengan kemiskinan dan kematian anak-anaknya kemudian Nabi Ayub AS diuji pula oleh Allah dengan penyakit yang lamanya 7 tahun. Beliaupun tidak berkeluh kesah ketika menderita sakit. Bahkan Nabi Ayub AS tetap sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan yang datang kepadanya. Segala amal ibadah kepada Allah yang bisa dikerjakannya terus juga dikerjakannya semampunya.
Iblis tidak senang melihat keadaan itu. Iblis pun mencari jalan lain yaitu menggoda Rahmah, istri Nabi Ayub AS yang setia itu agar jangan mau menunggui berlama-lama di dalam sakit.Karena kesabaran itu, setan tidak senang hati melihatnya. Setan mencari jalan lain yaitu istri Nabi Ayub AS yang setia itu digodanya agar jangan mau menunggui berlama-lama di dalam sakit. Lama kelamaan istrinya itu tergoda juga, dan ia agak enggan apabila disuruh oleh suaminya. Ia sudah tidak tahan menahan penderitaan. Pada suatu hari Rahmah pamit meninggalkan suaminya. Ia akan bekerja untuk menghidupi suaminya. Nabi Ayub AS melarangnya. Namun, Rahmah tetap pergi sambil berkeluh kesah.
Gambar 3.2 Iblis selalu menggoda manusia agar lalai dari mengingat Allah SWT Sumber : D o ku men p ri b ad i
Alangkah terkejut dan marahnya Nabi Ayub AS ketika melihat Rahmah kembali dalam keadaan botak lantaran rambutnya telah dijual. Nabi Ayub AS pun tambah marah manakala Rahmah memberikan sebotol arak yang diyakininya sebagai obat yang dapat menyembuhkan penyakit suaminya. Rahmah pun diusir oleh Nabi Ayub AS seraya berkata: “Keluar dan pergilah engkau, tinggalkan aku sendiri! Awas satu saat jika tubuhku sehat kembali akan kucambuk dirimu seratus kali ”.
Setelah ditinggal Rahmah, Nabi Ayub AS hidup seorang diri. Di dalam kamarnya dia berdoa kepada Allah SWT. Doa Nabi Ayub AS dimakbulkan Allah SWT. sebagaimana yang tersebut dalam Al-Qur’an surah Al-Anbiya ayat 83-84.
Artinya :
dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya : “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang, Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipatgandakan bilangan mereka sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah”. (Q.S. Al-Anbiya : 83-84)
Firman Allah dalam Al-Qur’an surah Shad ayat 42-43.
Artinya :
“Allah berfirman: Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan minum. Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai fikiran.” (Q.S. Shad : 42-43)
Demikianlah, setelah Nabi Ayub AS minum dan mandi air yang memancar dari bawah kakinya, maka ia sembuh seperti sedia kala. Nabi Ayub AS bertemu kembali dengan Rahmah, istrinya. Tatkala Nabi Ayub AS hendak melaksanakan janjinya mencambuk istrinya seratus kali, datanglah perintah Allah SWT kepadanya: “Hai Ayub AS ambillah lidi seikat yang berjumlah 100 lidi, kemudian pukullah istrimu satu kali saja! Karena ia setia kepadamu. Dengan begitu, engkau tidak kena lagi oleh sumpahmu.” Berkat kesabaran dan keteguhan semuanya, Nabi Ayub AS dikaruniai lagi harta yang melimpah ruah.