• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

A. Kajian Pustaka

3. Kurikulum 2013

a. Pengertian Kurikulum 2013

Sistem Pendidikan Nasional Indonesia menyatakan bahwa pengertian Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, bahan dan isi pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Dasar yang dimaksud adalah pelaksanaannya, yang mempunyai peranan penting untuk dijadikan pegangan dalam melaksanakan pendidikan. Selanjutnya Majid (2014:29-33) berpendapat bahwa orientasi kurikulum 2013 adalah terjadinya peningkatan dan keseimbangan antara kompetensi sikap (attitude), ketrampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge). Untuk mengimbangi peningkatan kompetensi siswa materi

kurikulum harus ditekankan pada mata pelajaran yang sanggup menjawab tantangan global dan perkembangan IPTEK.

Menurut Kunandar (2014:31-34) Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan tiga landasan yaitu: (1) landasan filosofi yang menentukan kualitas pengembangan peserta didik yang tercantum pada pendidikan nasional. (2) landasan teoritis yang dikembangkandari teori pendidikan berdasarkan standar dan teori kurikulum berbasis kompetensi. (3) landasan yuridis yang berupa Undang-undang Dasar 1945, UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU Nomor 17 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional, dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Tiga landasan Kurikulum tersebut diharapkan memberikan dasar bagi pengembangan seluruh potensi peserta didik menjadi manusia Indonesia yang berkualitas.

b. Rasional dan Elemen Perubahan Kurikulum 2013

Dalam suatu sistem pendidikan, kurikulum bersifat dinamis dan harus selalu dilakukan perubahan dan pengembangan. Perubahan dan pengembangan kurikulum tersebut harus memiliki visi misi dan arah yang jelas. Sejak wacana perubahan dan pengembangan Kurikulum 2013 digulirkan, telah muncul berbagai tanggapan dari berbagai kalangan, baik pro maupun kontra. Mendikbud mengungkapkan bahwa perubahan dan pengembangan Kurikulum 2013 merupakan persoalan yang sangat penting, karena kurikulum harus senantiasa disesuaikan dengan perkembangan zaman. Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2013 mengimplementasikan kurikulum

baru sebagai penyempurnaan kurikulum sebelumnya (KTSP) yang diberi nama Kurikulum 2013. Pengembangan kurikulum perlu dilakukan karena adanya berbagai tantangan yang dihadapi. Kurikulum 2013 dikembangkan beradasarkan faktor-faktor sebagai berikut:

1) Tantangan Internal

Tantangan internal terkait dengan kondisi pendidikan dengan tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar pengelolaan, standar biaya, standar sarana prasarana, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar isi, standar proses, standar penilaian, dan standar kompetensi lulusan. Tantangan internal lainnya terkait dengan faktor perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif.

2) Tantangan Eksternal

Tantangan eksternal yang dihadapi dunia pendidikan antara lain berkaitan dengan tantangan masa depan, kompetensi yang diperlukan di masa depan, persepsi masyarakat, perkembangan pengetahuan dan pedagogi, serta berbagai fenomena negatif yang mengemuka.

3) Penyempurnaan Pola Pikir

Kurikulum 2013 dikembangkan dengan penyempurnaan pola pikir sebagai berikut: (a) pola pembelajaran yang berpusat pada guru berubah menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa; (b) pola pembelajaran satu arah menjadi pembelajaran interaktif; (c) pola pembelajaran terisolasi menjadi pembelajaran jejaring; (d) pola pembelajaran pasif menjadi pola pembelajaran aktif; (e) pola

belajar sendiri menjadi pola belajar kelompok; (f) pola pembelajaran alat tunggal menjadi pembelajaran berbasis multimedia; (g) pola pembelajaran dengan memperkuat pengembangan potensi khusus yang dimiliki setiap peserta didik; (h) pola pembelajaran tunggal menjadi pola pembelajaran jamak; (i) pola pembelajaran pasif menjadi pola pembelajaran kritis.

4) Penguatan Tata Kelola Kurikulum

Dalam Kurikulum 2013 dilakukan penguatan tata kelola kurikulum yaitu: (a) tata kerja guru yang bersifat individual diubah menjadi tata kerja yang bersifat kolaboratif; (b) penguatan manajemen sekolah melalui penguatan kemampuan manajemen kepala sekolah; dan (c) penguatan sarana dan prasarana untuk kepentingan manajemen dan proses pembelajaran.

5) Penguatan Materi

Penguatan materi dilakukan dengan cara pendalaman dan perluasan materi yang relevan bagi peserta didik.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disiumpulkan bahwa Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang dimaksudkan untuk melanjutkan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan ketrampilan secara terpadu. Dengan kata lain,

hard skill dan soft skill berjalan secara seimbang dan berjalan secara integratif. Elemen-elemen perubahan kurikulum 2013 antara lain sebagai berikut: 1) Kompetensi lulusan; 2) Kedudukan mata pelajaran; 3) Pendekatan isi; 4) Struktur

kurikulum; 5) Proses pembelajaran; 6) Penilaian hasil belajar; dan 7) Ekstrakurikuler sebagai berikut :

Tabel 2.1 Elemen Perubahan Kurikulum 2013

Elemen Deskripsi

SD

Kompetensi Lulusan

Adanya peningkatan dan keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan.

Kedudukan Mata Pelajaran (ISI)

Kompetensi yang semula diturunkan dari mata pelajaran berubah menjadi mata pelajaran dikembangkan dari kompetensi.

Pendekatan Kompetensi dikembangkan melalui:

(ISI)

Tematik Integratif dalam semua mata pelajaran.

Struktur

Kurikulum (Mata Pelajaran dan alokasi waktu) (ISI)

a. Holistik dan integratif berfokus kepada alam, sosial, dan budaya.

b. Pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan sains.

c. Jumlah mata pelajaran dari 10 menjadi 6. d. Jumlah jam bertambah 4 JP/ minggu akibat

perubahan pendekatan pembelajaran.

Proses

Pembelajaran

Standar proses yang semula terfokus pada eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi dilengkapi dengan mengamati, menanya,

mengolah, menalar, menyajikan,

Elemen Deskripsi SD

Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Guru bukan satu-satunya sumber belajar. Sikap tidak diajarkan secara verbal, tetapi melalui contoh dan teladan.

Tematik dan terpadu.

Penilaian

Penilaian berbasis kompetensi

Pergeseran dari penilaian melalui tes (mengukur kompetensi berdasarkan hasil saja), menuju penilaian otentik (mengukur semua kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil). Memperkuat PAP (Penilaian Acuan Patokan), yaitu pencapaian hasil belajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor ideal (maksimal).

Penilaian tidak hanya pada level KD, tetapi juga kompetensi inti dan SKL.

Mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai instrumen utama penilaian. Ekstrakurikuler a. Pramuka (wajib) b. UKS c. PMR d. Bahasa Inggris

Tabel 2.1 menunjukkan elemen perubahan pada kurikulum 2013 meliputi: (1) Kompetensi lulusan; (2) Kedudukan mata pelajaran; (3) Pendekatan isi; (4) Struktur kurikulum; (5) Proses pembelajaran; (6) Penilaian hasil belajar; dan (7) Ekstrakurikuler. Terdapat beberapa kelemahan yang ada di dalam kurikulum sebelumnya, perubahan dan pengembangan kurikulum diperlukan karena adanya beberapa kesenjangan kurikulum yang ada pada kurikulum KTSP. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni yang berlangsung cepat dalam era global dewasa ini, dapat diidentifikasi beberapa kesenjangan kurikulum sebagai berikut :

Tabel 2.2 Kesenjangan Kurikulum KTSP dan Kurikulum 2013

KONDISI SAAT INI KONSEP IDEAL

KOMPETENSI LULUSAN 1 Belum sepenuhnya menekankan pedidikan karakter 1 Berkarakter mulia 2 Belum menghasilkan ketrampilan sesuai kebutuhan

2 Ketrampilan yang relevan

3 Pengetahuan-pengetahuan lepas

3 Pengetahuan-pengetahuan terkait

MATERI PEMBELAJARAN 1 Belum relevan dengan

kompetensi yang dibutuhkan

1 Relevan dengan materi yang dibutuhkan

KONDISI SAAT INI KONSEP IDEAL

3 Terlalu luas, kurang

mendalam 3

Sesuai dengan tingkat perkembangan anak PROSES PEMBELAJARAN

1 Berpusat pada guru 1 Berpusat pada peserta didik 2 Proses pembelajaran

berorientasi pada buku teks 2

Sifat pembelajaran yang kontekstual

3 Buku teks hanya memuat materi bahasan

3 Buku teks memuat materi dan proses pembelajaran, sistem penilaian serta kompetensi yang diharapkan PENILAIAN

1 Menekankan aspek kognitif 1 Menekankan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara proporsional 2 Tes menjadi cara penilaian

yang dominan

2 Penilaian tes pada portofolio saling melengkapi

PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 1 Memenuhi kompetensi

profesi saja

1 Memenuhi kompetensi profesi, pedagogi, sosial, dan personal

2 Fokus pada ukuran kinerja PTK 2 Motivasi mengajar PENGELOLAAN KURIKULUM 1 Satuan pendidikan mempunyai pembebasan dalam pengelolaan kurikulum

1 Pemerintah pusat dan daerah memiliki kendali kualitas dalam pelaksanaan kurikulum di tingkat satuan pendidikan

KONDISI SAAT INI KONSEP IDEAL kecenderungan satuan pendidikan menyusun kurikulum tanpa mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan,

kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah

menyusun kurikulum dengan mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah.

3 Pemerintah hanya

menyiapkan sampai standar isi mata pelajaran

3 Pemerintah menyiapkan semua komponen kurikulum sampai buku teks pedoman Sumber: Materi Uji Publik Kurikulum 2013

Tabel 2.2 menunjukkan adanya kesenjangan kurikulum KTSP (2006). Perubahan kurikulum dilakukan untuk penyempurnaan kurikulum sebelumnya, dari tabel di atas dijelaskan kondisi saat ini dalam proses pembelajaran dengan kondisi ideal yang harus ditempuh saat proses pembelajaran berlangsung.

Berdasarkan kondisi tersebut, dilakukan beberapa penyempurnaan pola pikir sebagai berikut.

Tabel 2.3 Penyempurnaan Pola Pikir Perumusan Kurikulum

No KBK 2004 KTSP 2006 Kurikulum 2013

1 Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari Standar Isi

Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari kebutuhan Standar isi dirumuskan

berdasarkan Tujuan Mata

Standar Isi diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan

No KBK 2004 KTSP 2006 Kurikulum 2013 Pelajaran (Standar

Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran) yang dirinci menjadi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran

melalui Kompetensi Inti yang bebas mata pelajaran

Pemisah antara mata pelajaran pembentuk sikap, pembentuk ketrampilan, dan pembentuk pengetahuan

Semua mata pelajaran harus berkonstribusi terhadap pembentukan sikap,

ketrampilan, dan pengetahuan Kompetensi diturunkan dari

mata pelajaran

Mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai

Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain, seperti sekumpulan mata pelajaran terpisah

Semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti (tiap kelas)

Sumber: Materi Uji Publik Kurikulum 2013

Tabel 2.3 menunjukkan bahwa pola pikir kurikulum KBK (2004) dan KTSP 2006 perlu adanya penyempurnaan. Dari tabel di atas menunjukkan beberapa perbedaan dalam kurikulum KBK (2004) dan KTSP 2006 dengan Kurikulum 2013.

Berdasarkan dari uraian tabel di atas, penyempurnaan kurikulum akan memberikan dampak yang akan berpengaruh terhadap bagi peserta didik, pendidik dan tenaga, manajemen satuan pendidikan, masyarakat umum, dan bangsa dan negara. Setiap perubahan yang terjadi akan menimbulkan dampak yang akan

terjadi. Dampak yang terjadi pada pengembangan Kurikulum 2013 sebagai berikut.

Tabel. 2.4 Dampak Penyempurnaan Pengembangan Kurikulum 2013

No Entitas

Pendidikan Perubahan yang Diharapkan 1. Peserta Didik 1. Lebih produktif, kreatif, inovatif, afektif

2. Lebih bergairah dan senang di sekolah dan belajar

2. Pendidik dan Tenaga

1. Lebih bergairah dalam mengajar

2. Lebih mudah dalam memenuhi ketentuan 24 jam per minggu

3. Manajemen Satuan Pendidikan

1. Lebih mengedepankan layanan

pembelajaran termasuk bimbingan dan penyuluhan

2. Antisipasi atas semaraknya variasi kegiatan pembelajaran

4. Masyarakat Umum

1. Memperoleh lulusan sekolah yang kompeten

2. Kebutuhan pendidikan dapat dipenuhi oleh masyarakat

3. Dapat meningkatkan kesejahteraannya 5. Bangsa dan

Negara

1. Meningkatkan reputasi international dalam bidang pendidikan

2. Meningkatkan daya saing

Tabel 2.4 menunjukkan dampak dari penyempurnaan pengembangan Kurikulum 2013. Entitas pendidikan yang menjadi tolak ukur tersebut yaitu peserta didik, pendidik dan tenaga, manajemen satuan pendidikan, masyarakat umum, bangsa dan negara. Perubahan yang diharapkan dari masing-masing entitas pendidikan dimaksudkan untuk memperbaiki sumber daya manusia dan bangsa indonesia di mata dunia internasional.

c. Kelebihan Kurikulum 2013

Menurut Kurniasih dan Sani (2014:40), Kurikulum 2013 memiliki beberapa kelebihan. Kelebihan Kurikulum 2013 yaitu: (1) siswa dituntut aktif, kreatif, dan inovatif dalam setiap pemecahan masalah yang mereka hadapi di sekolah; (2) adanya penilaian dari semua aspek. Penentuan nilai bagi siswa bukan hanya didapat dari nilai ujian saja tetapi juga didapat dari nilai kesopanan, religi, praktek, dan sikap; (3) munculnya pendidikan karakter dan pendidikan budi pekerti; (4) adanya kompetensi yang sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional; (5) kompetensi yang dimaksud menggambarkan secara holistik domain sikap, ketrampilan, dan pengetahuan; (6) guru berperan sebagai fasilitator.

Hal yang menarik dari Kurikulum 2013 ini adalah sangat tanggap terhadap fenomena dan perubahan sosial. Mulai dari perubahan sosial yang terjadi tingkat lokal, nasional, maupun global. Selain tanggap terhadap fenomena dan perubahan sosial Kurilukum 2013 juga meningkatkan motivasi mengajar dengan meningkatkan kompetensi profesi, pedagogi, sosial dan personal.

d. Kelemahan Kurikulum 2013

Kurniasih dan Sani (2014:40) menyebutkan Kurikulum 2013 memiliki beberapa kekurangan. Kekurangan 2013 yaitu (1) guru banyak salah kaprah, karena beranggapan dengan Kurikulum 2013 guru tidak perlu menjelaskan materi kepada siswa di kelas; (2) banyak guru belum siap dengan Kurikulum 2013; (3) Kurangnya pemahaman guru dengan konsep pendekatan saintifik; (4) kurangnya ketrampilan guru untuk merancang RPP; (5) guru tidak banyak yang menguasai penilaian autentik; (6) terlalu banyak materi yang harus dikuasai siswa sehingga tidak setiap materi bisa tersampaikan dengan baik. Banyaknya materi yang harus dikuasai siswa membuat beban belajar siswa bertambah berat.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang dikembangkan untuk menyempurnakan kurikulum sebelumnya, kurikulum ini dikembangkan sesuai dengan landasan filosofi, landasan teoritis, dan landasan yuridis. Pelaksanaan Kurikulum 2013 memiliki kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaannya. Kelebihan Kurikulum 2013 adalah siswa dituntut aktif dalam proses pembelajaran, mengembangkan domain sikap, ketrampilan dan pengetahuan, pembelajaran kontekstual, sehingga memberikan pengalaman nyata bagi siswa. Kekurangan Kurikulum 2013 adalah kurangnya kesiapan guru dalam menjalankan Kurikulum 2013 dan merancang RPP, sehingga guru kesulitan pada saat menyusun penilaian autentik serta guru tidak diikut sertakan dalam pengembangan Kurikulum 2013.

Dokumen terkait