Pada 16 Desember 2020, Ketua Komisi Yudisial (KY), Jaja Ahmad Jayus menyerahkan nama-nama calon hakim agung (CHA) dan calon hakim ad hoc Tindak Pidana Korupsi
G. Kesimpulan dan Rekomendasi
1. Lampiran Tabel 4:
Tabel 4: Komisi Yang Mengawasi Pelaksanaan Undang-undang Selama MS III TS 2020-2021
Tanggal Komisi UU Yang Diawasi Sikap Komisi
3-2-2021 I RDP dengan Dirut dan Dewas LPP TVRI dan RRI untuk mengawasi pelaksanaan UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja.
Komisi I DPR meminta LPP TVRI dan RRI untuk memperhatikan dan menindaklanjuti pandangan Komisi I sebagai berikut:
a. Kesungguhan LPP TVRI dan LPP RRI dalam menyiapkan berbagai instrumen yang dibutuhkan dalam rangka persiapan menuju digitalisasi penyiaran atau migrasi penyiaran analog (Analog Switch Off) tahun 2022 sesuai amanat UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja. b. Mendorong percepatan penyelesaian RPP Pos, Telekomunikasi dan Penyiaran sebagai turunan dari UU No. 11/2020 serta memperhatikan dengan cermat, teliti, hati-hati dan memberikan keterlibatan publik atas substansi materi muatannya apakah sudah sinkron serta mengakomodir kepentingan berbagai
pihak yang terkait.
e. Mempercepat pembahasan revisi PP No. 12/2005 tentang LPP RRI dan PP No.13/2005 tentang LPP TVRI sebagai tindaklanjut rekomendasi/ hasil pemeriksaan BPK RI tentang penerapan regulasi terkait tugas dan fungsi organisasi, kepegawaian, serta pelaksanaan anggaran.
14-1-2021 IV UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja.
• Peraturan pelaksana UU No. 11/2020 di sektor Kehutanan agar mengatur tanggung jawab pengelolaan kawasan hutan serta pemulihan lingkungan dalam rangka kecukupan kawasan hutan dan penutupan lahan menjadi tanggung jawab sepenuhnya Pemerintah Pusat, melalui kewenangan Menteri yang membidangi Kehutanan;
• Dalam penyusunan rancangan peraturan pelaksanaan Undang-undang hingga peraturan pelaksana
49
teknis ke bawahnya di bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mempergunakan data dan informasi yang akurat serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan, terutama masyarakat di dalam dan di sekitar kawasan hutan agar regulasi yang dihasilkan komprehensif, berkeadilan, serta tetap menjaga kelestarian hutan dan lingkungan hidup;
• Komisi IV mendorong KLHK untuk melakukan penyederhanaan proses penerbitan izin usaha di bidang kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dalam rangka memberikan dukungan pada pelaku usaha serta meningkatkan iklim usaha sektor kehutanan;
melakukan penegakan hukum atas penggunaan kawasan hutan untuk kegiatan di luar sektor kehutanan, yang terbukti melanggar ketentuan dalam UU No. 11/2020 dan selanjutnya dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
menindak tegas dan memberikan sanksi administrasi dengan mencabut izin usaha serta memberikan sanksi pidana sesuai peraturan perundang- undangan yang berlaku terhadap perusahaan pemegang Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) di Provinsi Papua yang terbukti melakukan pembalakan liar dan perdagangan kayu ilegal.
14-1-2021 IV UU No. 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya
Meminta Kementerian LHK dapat bersama-sama dengan Komisi IV melakukan penyusunan RUU atas Perubahan UU No. 5/1990.
19-1-2021 IV UU No. 21/2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.
Komisi IV meminta Badan Karantina Pertanian untuk kembali fokus ke Tugas dan Fungsi utamanya sesuai amanat UU No. 21/2019 yaitu mencegah tangkal pemasukan dan penyebaran hama dan penyakit, sedangkan fasilitasi ekspor produk pertanian merupakan tugas
50
tambahan. 18-1-2021 IX Raker dengan Menteri
Ketenagakerjaan untuk membahas Progres Peraturan Turunan dari UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja
Komisi IX meminta Kementerian
Ketenagakerjaan agar mengakomodir masukan-masukan dari dalam
penyusunan RPP tentang: a. Penggunaan TKA
b. Hubungan Kerja, Waktu Kerja dan Waktu lstirahat serta PHK
c. Pengupahan (Revisi PP 78 Tahun 2015)
12-1-2021 X UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas dan UU No. 23/2014 tentang Pemda
Panitia Kerja Peta Jalan Pendidikan (Panja PJP) bentukan Komisi X
Mendorong Kemendikbud untuk melakukan penyesuaian UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas dengan UU No. 23/2014 tentang Pemda dan ketentuan Peraturan perundangan lain yang terkait dengan pendidikan.
13-1-2021 X RDPU dengan Komite Nasional ASN (Non-ASN); Pengurus Pusat dan Perwakilan Wilayah
Forum Guru dan
Tenaga Kependidikan Honorer Non-Kategori Umur 35 Tahun ke Atas (GTKHNK35+); dan Solidaritas Nasional Wiyatabakti Indonesia (SNWI) membahas aspirasi terkait keberadaan Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer; dan Peninjauan kembali regulasi rekruitmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) PPPK Tahun 2021.
Mengharapkan Pemerintah dan DPR RI untuk segera menyelesaikan revisi UU No. 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, terutama mengenai Pasal 131 A.
Mengharapkan Pemerintah menerbitkan peraturan perundang-undangan dalam bentuk Keputusan Presiden mengenai pengangkatan menjadi PNS tanpa tes bagi GTKHNK35+.
Menolak skema pengangkatan melalui rekrutmen PPPK bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan khususnya Honorer Non Kategori umur 35 tahun ke atas.
20-1-2021 X Raker dengan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk membahas perkembangan Penyusunan Revisi UU Sisdiknas.
Komisi X mendorong Kemendikbud RI untuk melibatkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan Pemerintah daerah dalam persiapan pelaksanaan asesmen Nasional, sesuai dengan amanat UU No.20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas khususnya Pasal 57, Pasal 58, dan Pasal 59.
Komisi X mendorong Kemendikbud dalam penyusunan Revisi UU No.20
51
Tahun 2003 tentang Sisdiknas, kebijakan Merdeka Belajar dan Peta Jalan Pendidikan, agar memperhatikan: a. Pelibatan seluruh pemangku kepentingan pedidikan, pakar pendidikan dan pegiat pendidikan serta kebudayaan termasuk organisasi keagamaan yang telah memiliki kontribusi terhadap pembangunan pendidikan sejak sebelum Indonesia Merdeka.
b. Pasal 31 dan Pasal 32 UUD NRI 1945 dan TAP MPR yang masih berlaku, sesuai tata urutan perundang-undangan dalam UU No.12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan jo UU No.15 Tahun 2019. c. Komisi X mendorong Kemendikbud RI mempersiapkan naskah akademik dan RUU Revisi UUU Nomor 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional secara komprehensif sehingga mampu menjawab kebutuhan dan tantangan
pendidikan ke depan.
Komisi X DPR RI rnenekankan Kemendikbud RI untuk menambahkan jam tayang materi pembelajaran di Lembaga Penyiaran Publik (LPP) yang bermanfaat bagi kegiatan belajar mengajar yang tidak terjangkau layanan jaringan internet.
Kornisi X DPR RI mendesak Kemendikbud RI segera berkoordinasi dengan K/L terkait untuk menyusun skema kebijakan afirmatif dan opsi lain yang mernungkinkan sesuai ketentuan perundang-undangan, bagi guru dan tenaga kependidikan honorer dengan mempertimbangkan lama pengabdian dalarn proses perencanaan dan pengadaan ASN baik dalam formasi CPNS maupun PPPK. Dan melaporkan kepada Komisi X DPR RI paling lambat tanggal 21 Maret 2021.
52
Kemendikbud RI untuk memberikan penjelasan tertulis mengenai realisasi kegiatan yang capaiannya melebihi target, klarifikasi data per jalur, jenjang dan jenis pendidikan, khususnya penjelasan dari sisi anggaran, dan penjelasan tertulis terhadap pertanyaan dan catatan anggota disampaikan paling lambat tanggal 5 Februari 2021.
28-1-2021 X RDP Panja PJP dengan Eselon I Kemendibud, Bappenas dan BPIP untuk Membahas Konsep Peta Jalan Pedidikan 2020-2035 Kemendikbud RI, Pendidikan Agama, Kebuadayaan dan Pancasila.
Panja Peta Jalan Pendidikan Komisi X DPR menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para nara sumber yang telah menyampaikan paparan, masukan, dan saran mengenai PJP dengan beberapa poin, antara lain: 1. Kemendikbud RI menyusun PJP 2020-2035 sebagai penyempurnaan dari Konsep Generasi Emas 2045, dan penyusunannya tetap mengacu pada UU N0. 20/ 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU N0. 5/2017 tentang
Pemajuan Kebudayaan;
2. Kemenag RI memandang penyusunan PJP memiliki tingkat urgensi yang tinggi dengan catatan tetap memperhatikan keunikan dan karakteristik pendidikan di lembaga-lembaga Pendidikan Islam (Pesentren dan Madrasah) dan dalam perumusan dan implementasinya melibatkan Kemenag RI;
3. Kemenag RI memandang PJP perlu mengakomodir perubahan paradigma memandang sekolah swasta terutama madrasah bukan sebagai kompetitor sekolah negeri, namun merupakan komplementor dalam pemajuan pendidikan;
4. BPIP menyampaikan penyusunan PJP harus dirancang sesuai dengan visi negara dalam membangun manusia Indonesia, dimana pendidikan karakter sebagai dasar dari proses pendidikan dan mengacu pada nilai-nilai Pancasila. Untuk itu Pancasila perlu menjadi mata pelajaran tersendiri dalam kurikulum
53
nasional pendidikan dasar, menengah dan tinggi;
BPIP berpendapat bahwa komponen karakter yang terdapat dalam Profil Pelajar Pancasila perlu disempurnakan dengan memperkuat karakteristik pelajar Pancasila sesuai dengan nilai-nilai Pncasila seperti memasukkan poin-poin yang terkait dengan memegang teguh dan mengamalkan sila-sila Pancasila, Konsensus terhadap UUD NRI 1945 dan komitmen menjaga keutuhan NKRI;
Kementerian PPN/Bappenas RI memandang pendidikan karakter merupakan inti proses pendidikan yang akan membangun pranata pendidikan, pranata kebudayaan yang pada akhirnya membangun pranata sosial;
Kementerian PPN/Bapppenas RI memandang pendidikan karakter perlu ditanamkan sejak usis dini dengan melibatkan peran orang tua dan menjadikan agama, tradisi budaya nusantara serta pemikiran-pemikiran tokoh pendidikan dan agama bangsa menjadi dasar pemikiran pendidikan karakter.
Terhadap pandangan, penjelasan dan masukan yang disampaikan para narasumber, Panja PJP Komisi X DPR RI menyampaikan pandangan sbb: 1. Panja PJP Komisi X DPR mendorong Kemendikbud RI meningkatkan komunikasi dan kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan pendidikan, pakar pendidikan dan penggiat pendidikan keagamaan dan budaya untuk perbaikan konsep PJP agar sejalan dimensi sejarah, ideologi, kebudayaan dan teknologi; 2. Panja PJP Komisi X mendesak Kemendikbud RI untuk merevisi Konsep Profil Pelajar Pancasila pada PJP dengan menambahkan penekanan komitmen
54
kebangsaan dan memegang teguh untuk mengamalkan Pancasila dan UU NRI 1945;
3. Panja PJP Komisi X mendorong Kemendikbud RI dalam menyusun konsep pendidikan karakter pada PJP yang didalamnya mencakup nilai agama, Pancasila dan keteladanan sebagai upaya mencegah masuknya budaya dan pemikiran yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan budaya bangsa. 4. Panja PJP Komisi X mendorong Kemendikbud RI untuk menambahkan unsur orang tua dalam komponen pendidikan karakter pada PJP; 5. Panja PJP Komisi X mendorong Kemendikbud RI mengadopsi nilai-nilai pemikiran tokoh pendidikan dan agama bangsa untuk penyempurnaan PJP; 6. Panja PJP Komisi X menekankan agar pendidikan karakter memuat strategi yang meliputi profil pelajar dan guru Pancasila, sehingga internalisasi nilai-nilai Pancasila kepada peserta didik dapat secara mudah terwujud. 7. Panja PJP Komisi X mendorong Kemendikbud RI untuk mengoptimalkan penggunaan media sebagai instrumen strategis menanamkan nilai-nilai Pancasila, di luar metode secara formal melalui pelajaran di sekolah.
1-2-2021 XI Konsultasi RPP Perlakuan Perpajakan dalam UU Cipta Kerja.
• Komisi XI telah memperoleh penjelasan dari Menteri Keuangan mengenai RPP tentang Perlakuan Perpajakan atas Transaksi yang melibatkan Lembaga Pengelola Investasi dan/atau Entitas yang dimilikinya.
• Komisi XI mendukung upaya Menteri Keuangan untuk mengatur perlakuan perpajakan atas transaksi yang melibatkan LPI dan/atau entitas yang dimilikinya, dengan pengaturan yang memiliki kejelasan maksud dan tujuan, memiliki dampak yang efektif
dalam mencapai tujuan
55
kepentingan perekonomian nasional, melaksanakan prinsip tata kelola perpajakan yang adil dan transparan. • Dalam melakukan upaya, kebijakan,
dan pengaturan perpajakan atas transaksi LPI, Menteri Keuangan agar tetap mengutamakan manfaat bagi optimalisasi aset negara yang dikelola dan penerimaan negara dan perekonomian nasional.
Keterangan: Data-data dikompilasi oleh FORMAPPI dari Lapsing rapat-rapat Alat Kelengkapan DPR RI sebagaimana diunggah di laman: https://www.dpr.go.id;
https://twitter.com/DPR_RI; https://www.facebook.com; https://www.youtube.com. 2. Lampiran Tabel 5:
Tabel 5. Sikap Komisi-Komisi DPR Terhadap Realisasi Anggaran TA 2020 oleh K/L Selama MS III TS 2020-2021
Tgl. Komisi Nama K/L Mitra %
Realiasi Sikap Komisi 26-1-2021 I (Mitra kerja: 16 K/L)
Kemenlu 95,35 Rapat dilanjutkan secara tertutup
27-1-2021 I Gubernur Lemhanas 93,05 Komisi I mengapresiasi capaian kinerja Lemhanas TA 2020 Komisi I DPR RI memahami realisasi Lemhanas TA 2020 RP.176.265.110.244 atau sebesar 93,05% dari pagu anggaran RP.189.431.030.000.
27-1-2021 I Sesjen Wantannas 93,45 Komisi I DPR memahami realisasi anggaran TA 2020 sebesar Rp.45.884.008.145 atau 93,45% dari pagu
anggaran 2020 sebesar Rp.49.051.252.000. 1-2-2021 I Raker dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo)
98,2 Komisi I telah mendengarkan penjelasan Menkominfo terkait realisasi anggaran TA 2020, serta rencana program kerja Kemkominfo TA 2021;
Komisi I mengapresiasi capaian kinerja Kemkominfo TA 2020 dan mendorong agar pencapaian kinerja Kemkominfo
56
terus ditingkatkan di tahun 2021.
1-2-2021 I RDP dengan Ketua
Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPIP), Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) dan Wakil Ketua Dewan Pers.
? Komisi I telah mendengarkan penjelasan Ketua KPI Pusat, Ketua KI Pusat dan Wakil Ketua Dewan Pers terkait:
a. Realisasi anggaran TA 2020;
b. Evaluasi pencapaian program kerja TA 2020
b. Rencana Program kerja.
Sehubungan dengan penjelasan tersebut, Komisi I mengapresiasi capaian kinerja KPI Pusat, KI Pusat dan Dewan Pers TA 2020 dan mendorong agar pencapaian kinerja tersebut terus ditingkatkan di Tahun 2021.
2-2-2021 I Bakamla 96,39 Komisi I memahami capaian kinerja
Bakamla TA 2020 dan realisasi anggaran tahun 2020 sebesar Rp545.083.545.217 atau sebesar 96,39% dari pagu TA 2020 sebesar Rp565.473.073.000.
Komisi I mendorong Bakamla untuk terus berupaya meningkatkan kinerjanya dalam rangka mewujudkan komitmen dan integritas Bakamla, termasuk mengupayakan laporan keuangan mendapatkan opini WTP dari BPK.
3-2-2021 I Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)
96,47 Komisi I DPR:
• Cukup memahami capaian kinerja BSSN TA 2020 dan realisasi anggaran tahun 2020;
• Mendorong BSSN agar meningkatkan kinerjanya dalam mewujudkan keamanan siber dan mendapatkan opini WTP dari BPK tahun 2021.
3-2-2021 I RDP dengan Dirut
dan Dewas LPP TVRI
93,52 Komisi I telah mendengarkan penjelasan Dewas dan Dirut LPP TVRI berkaitan dengan Relisasi anggaran LPP TVRI sebesar Rp1.201.203.306.533 atau sebesar 93,52% dari pagu anggaran LPP
TVRI TA 2020 sebesar
57
Komisi I telah mendengarkan penjelasan Dewas dan Dirut LPP TVRI tentang pencapaian kinerja Tahun 2020.
Komisi I meminta LPP TVRI untuk dapat mempertahankan hasil opini WTP dari BPK RI pada TA 2020.
Komisi I Meminta LPP TVRI memberikan laporan tertulis terkait Barang Milik Negara/Aset Negara kepada Komisi I DPR RI selama 5 (lima) tahun terakhir dan proyeksi 5 (lima) tahun ke depan sebagai bagian pengawasan legislatif selambat-lambatnya dua pekan setelah RDP pada hari ini.
3-2-2021 I RDP dengan LPP RRI
dengan agenda Evaluasi Kinerja dan Realisasi Anggaran LPP RRI
87,92 Realisasi anggaran LPP RRI sebesar
Rp946.139.242.824 atau sebesar 87,92% dari pagu anggaran LPP RRI TA 2020 sebesar Rp1.076.120.781.000.
Komisi I meminta LPP RRI untuk:
• dapat mempertahankan hasil opini WTP dari BPK RI pada TA 2020;
• memberikan laporan tertulis terkait Barang Milik Negara/Aset Negara kepada Komisi I DPR RI selama 5 (lima) tahun terakhir dan proyeksi 5 (lima) tahun ke depan sebagai bagian pengawasan legislatif selambat-lambatnya dua pekan setelah RDP pada hari ini.
II (mitra kerja 12
K/L)
Tidak ditemukan data
III (mitra kerja 12
K/L)
Tidak ditemukan data
25-1- 2021 IV (mitra kerja 5 K/L) Raker dengan Menteri Pertanian untuk membahas Realisasi Kegiatan Tahun 2020; Refocusing dan Tidak ditemu kan data tentang realisasi
Komisi IV meminta Kementerian Pertanian untuk melakukan evaluasi program dan kegiatan tahun 2020 serta meminta untuk tidak melanjutkan program dan kegiatan yang berjalan
58 Realokasi Belanja Kementerian Pertanian TA 2021 sesuai Surat Menkeu Nomor S-30/MK.02/2021 tanggal 12 Januari 2021; Strategi Pelaksanaan Kegiatan Tahun 2021; dan Isu-isu Aktual Lainnya. kegiata n tahun 2020.
tidak sesuai harapan atau bermasalah.
27-1-2021 IV Raker dengan
Kementerian
Kelautan dan
Perikanan
91,27 Komisi IV DPR menerima penjelasan
Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait realisasi penyerapan anggaran tahun 2020 sebesar 91,27% atau sebesar Rp4.809.642.208.000,00 (empat trilliun delapan ratus sembilan milliar enam ratus empat puluh dua juta dua ratus delapan ribu rupiah) dari pagu anggaran sebesar Rp5.269.641.991.000,00 (lima trilliun dua ratus enam puluh sembilan milliar enam ratus empat puluh satu juta sembilan ratus sembilan puluh satu ribu rupiah). 1-2-2021 IV Raker dengan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk membahas 1. Realisasi Kegiatan Tahun 2020; 2. Refocusing dan Realokasi Belanja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan TA 2021 sesuai Surat Menkeu Nomor S-30/MK.02/2021 tanggal 12 Januari 2021; Tidak ditemuk an data tentang realisasi kegiata n Tahun 2020.
Komisi IV DPR justru hanya menyesalkan pemotongan anggaran belanja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan TA 2021.
59 3. Strategi Pelaksanaan Kegiatan Tahun 2021 dan; 4. Isu-isu Aktual Lainnya 18-1-2021 V (mitra kerja 4 K/L Raker dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT).
95,57 Mengapresiasi realiasi anggaran TA
2020. Terhadap pendanaan
program/kegiatan yang bersumber dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri PHLN yang tidak terealisasi, Komisi V meminta tidak terulang kembali; meminta Kemendes dan PDTT untuk berkoordinasi dengan pihak donor dan Bappenas mengenai prediksi kendala teknis pelaksanaan pada program/kegiatan TA 2021 sehingga tidak mengganggu kinerja tahun berjalan. Komisi V juga mendesak Kemendes dan PDTT agar melakukan refocusing dan realokasi belanja program dan kegiatan TA 2021 untuk tetap memperhatikan capaian output peioritas TA 2021, utamanya program/kegiatan yang sangat dibutukan oleh masyarakat.
21-1-2021 V Menteri PUPR 93,87 Mengapresiasi realisasi anggaran TA
2020; Terhadap pendanaan program/ kegiatan pada TA 2020 yang tidak terealisasi sebesar Rp. 6,36 triliun (6,75%) dari pagu anggaran TA 2020 antara lain dari dana blokir, sisa lelang serta kegiatan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN), dan Surat Berharharga Syariah Negara (SBSN), Komisi V meminta Kementerian PUPR untuk mengambil langkah strategis untuk mengatasinya sehingga ke depannya tidak terulang kembali.
25-1-2021 V Kemenhub 95,58 Komisi V DPR memberikan apresiasi
atas capaian realisasi dalam TA 2020 Realisasi Keuangan 95,58% dan Realisasi
Fisik 96,9%.
Komisi meminta Kementerian Perhubungan untuk tetap meningkatkan penyerapan anggaran di tahun-tahun mendatang.
60
Terhadap pendanaan program/ kegiatan di TA 2020 yang tidak terealisasi sebesar Rp. 1,6 Triliun (4,42% dari pagu anggaran), Komisi V DPR RI meminta Kementerian Perhubungan agar mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi hal ini sehingga ke depannya tidak terulang kembali.
9-2-2021 V RDP dengan
Kepala Badan Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk mengevaluasi pelaksanaan anggaran tahun 2020. BMKG: 92,6: BNPB/Ba sarnas: 94,59; :
Komisi V DPR memberikan apresiasi kepada BMKG dan BNPP/Basarnas atas capaian realisasi keuangan dan realisasi
fisik dalam TA 2020.
Terhadap anggaran program/kegiatan BMKG di TA 2020 yang tidak terealisasi sebesar Rp 165, 95 Miliar (7,4% dari pagu anggaran) dan BNPP/Basarnas sebesar Rp. 85,84 Miliar (5,41 % dari pagu anggaran), Komisi V DPR RI meminta BMKG dan BNPP/Basarnas agar mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi hal ini sehingga ke depannya tidak terulang kembali.
19-1-2021 VI (mitra kerja 10 K/L) RDP dengan: Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU); Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN); Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam), dan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BP Sabang). Dengan Agenda: BSN : 99,37; BPBatam: 77,04; BPKS: 65,12; KPPU: 99,33.
Komisi VI DPR RI mengapresiasi realisasi
anggaran BSN sebesar
Rp245.297.832.349 (Dua Ratus Empat Puluh Lima Miliar Dua Ratus Sembilan Puluh Tujuh Juta Delapan Ratus Tiga Puluh Dua Ribu Tiga Ratus Empat Puluh Sembilan Rupiah) atau 99,37% dari pagu anggaran BSN T.A. 2020 sebesar Rp246.863.909.000 (Dua Ratus Empat Puluh Enam Miliar Delapan Ratus Enam Puluh Tiga Juta Sembilan Ratus Sembilan Ribu Rupiah) dan mendorong BSN untuk meningkatkan kinerjanya agar anggaran pada tahun berikutnya dapat terserap dengan maksimal.
Komisi VI DPR mengapresiasi BP Batam terkait realisasi anggaran sebesar
61 1. Pelaksanaan Kegiatan dan Realisasi Anggaran Tahun 2020 dan; 2. Rencana Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran Tahun 2021
Rp1.693.496.603.568 (Satu Triliun Enam Ratus Sembilan Puluh Tiga Miliar Empat Ratus Sembilan Puluh Enam Juta Enam Ratus Tiga Ribu Lima Ratus Enam Puluh Delapan Rupiah) atau 77,04% dari pagu anggaran BP Batam T.A. 2020 sebesar Rp2.198.101.902.000 (Dua Triliun Seratus Sembilan Puluh Delapan Miliar Seratus Satu Juta Sembilan Ratus Dua Ribu Rupiah),:
Komisi VI DPR menerima penjelasan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) terkait realisasi anggaran sebesar Rp71.730.783.000 (Tujuh Puluh Satu Miliar Tujuh Ratus Tiga Puluh Juta Tujuh Ratus delapan Puluh Tiga Ribu Rupiah) atau 65,12% dari pagu Anggaran BPKS T.A. 2020 sebesar Rp110.143.715.000 (Seratus Sepuluh Miliar Seratus Empat Puluh Tiga Juta Tujuh Ratus Lima Belas Ribu Rupiah). Komisi VI DPR RI mengapresiasi KPPU terkait realisasi anggaran sebesar Rp113.294.248.713 (Seratus Tiga Belas Miliar Dua Ratus Sembilan Puluh Empat Juta Dua Ratus Empat Puluh Delapan Ribu Tujuh Ratus Tiga Belas Rupiah) atau sebesar 99,33% dari pagu anggaran KPPU T.A. 2020 sebesar Rp114.053.530.000 (Seratus Empat Belas Miliar Lima Puluh Tiga Juta Lima Ratus Tiga Puluh Ribu Rupiah). 3-2-2021 VI Raker dengan Menteri Perdagangan (Mendag) dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk Kemen dag: 93,31; BKPM: 97,65
Komisi VI mengapresiasi realisasi anggaran Kementerian Perdagangan Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp3.244.519.263.966 (Tiga Triliun Dua Ratus Empat Puluh Empat Miliar Lima Ratus Sembilan Belas Juta Dua Ratus Enam Puluh Tiga Ribu Sembilan Ratus
62
membahas realisasi anggaran TA 2020
Enam Puluh Enam Rupiah) atau sebesar 93,31% dari Pagu Anggaran Tahun 2020 sebesar Rp3.477.064.284.000 (Tiga Triliun Empat Ratus Tujuh Puluh Tujuh Miliar Enam Puluh Empat Juta Dua Ratus Delapan Puluh Empat Ribu Rupiah). Komisi VI DPR mengapresiasi realisasi anggaran BKPM per 31 Desember 2020 sebesar Rp512.081.055.659 (Lima Ratus Dua Belas Miliar Delapan Puluh Satu Juta Lima Puluh Lima Ribu Enam Ratus Lima Puluh Sembilan Rupiah) atau sebesar 97,65% dari Pagu Anggaran Tahun 2020 sebesar Rp524.406.706.000 (Lima Ratus Dua Puluh Empat Miliar Empat Ratus Enam Juta Tujuh Ratus Enam Ribu Rupiah). 9-2-2021 VI Raker dengan Menteri Perindustrian untuk evaluasi Kegiatan dan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2020.
98,73 Komisi VI DPR mengapresiasi realisasi angaran Kementerian Perindustrian RI TA 2020 sebesar Rp1.975.655.914.000 atau sebesar 98,73% dari Pagu Anggaran Tahun 2020. 18-1-2021 VII (mitra kerja 10 K/L) Raker/RDP dengan Menteri Ristek/Kepala BRIN RI dan LBM Eijkman, serta Kepala LPNK untuk Evaluasi Kinerja Tahun 2020. Tidak ditemuk an data
Tidak ditemukan pembahasan Evaluasi Kinerja Tahun 2020.
13-1-2021 VIII bermitra dengan 7
K/L
Kementerian Sosial 97,11 Komisi VIII DPR dapat memahami
realisasi Anggaran Kementerian Sosial RI
Tahun 2020 sebesar
Rp130.300.865.759.231,- (Seratus Tiga Puluh Triliun Tiga Ratus Miliar Delapan Ratus Enam Puluh Lima Juta Tujuh