• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 816.604.476 1.855.726.553

18. LIABILITAS IMBALAN KERJA

Sesuai dengan Peraturan Perusahaan, Perusahaan menyelenggarakan program imbalan kerja imbalan pasti sebagai berikut:

• Imbalan Pasca Kerja

• Imbalan Pasca Kerja Lainnya berdasarkan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003

Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya

Rincian liabilitas imbalan kerja adalah sebagai berikut:

30 Juni 2022 31 Desember 2021

Rp Rp

Imbalan pasca kerja 14.957.682.862 26.022.388.129

Imbalan pasca kerja lainnya berdasarkan

Undang-Undang Ketenagakerjaan 236.506.380.420 256.863.917.983 Imbalan kerja jangka

panjang lainnya 13.568.094.622 14.891.036.148

Jumlah 265.032.157.904 297.777.342.260

Beban liabilitas imbalan kerja yang diakui di laba rugi komprehensif adalah sebagai berikut:

Imbalan pasca kerja lainnya

berdasarkan Imbalan kerja

Imbalan pasca Undang-Undang jangka panjang

kerja Ketenagakerjaan lainnya Jumlah

Biaya jasa kini 1.227.920.031 9.666.978.887 1.025.780.079 11.920.678.997 Biaya jasa lalu - (2.640.923.529) (2.224.346.852) (4.865.270.381) Beban bunga bersih 889.147.675 9.360.460.452 475.642.110 10.725.250.238 Komponen dari biaya imbalan pasti

yang diakui dalam laba rugi 2.117.067.706 16.386.515.810 (722.924.663) 17.780.658.854 Pengukuran kembali liabilitas imbalan

pasti - bersih:

Keuntungan aset program (3.372.767.363) - - (3.372.767.363)

Kerugian aktuarial yang timbul dari perubahan asumsi

keuangan (3.806.150.078) (12.934.020.929) - (16.740.171.007)

Kerugian aktuarial yang timbul dari perubahan asumsi

pengalaman (4.513.101.097) (16.380.888.719) - (20.893.989.816) Komponen beban imbalan pasti

yang diakui dalam penghasilan

komprehensif lain (11.692.018.538) (29.314.909.648) - (41.006.928.186) Jumlah (9.574.950.833) (12.928.393.838) (722.924.663) (23.226.269.333)

30 Juni 2022

Imbalan pasca kerja lainnya

berdasarkan Imbalan kerja

Imbalan pasca Undang-Undang jangka panjang

kerja Ketenagakerjaan lainnya Jumlah

Biaya jasa kini 2.853.049.118 21.512.633.254 2.206.767.887 26.572.450.259 Beban bunga lalu - 55.466.178 (1.556.243.414) (1.500.777.236) Beban bunga bersih 1.897.842.341 18.667.185.587 878.122.609 21.443.150.537 Komponen dari biaya imbalan pasti

yang diakui dalam laba rugi 4.750.891.459 40.235.285.019 1.528.647.082 46.514.823.560 Pengukuran kembali liabilitas imbalan

pasti - bersih:

Kerugian aset program 2.099.792.893 - - 2.099.792.893

Kerugian aktuarial yang timbul

dari perubahan asumsi keuangan (2.924.657.924) (7.118.084.798) - (10.042.742.722) Kerugian aktuarial yang timbul

dari penyesuaian atas pengalaman (4.792.875.328) (15.714.765.929) - (20.507.641.257) Komponen beban imbalan pasti

yang diakui dalam penghasilan

komprehensif lain (5.617.740.359) (22.832.850.727) - (28.450.591.086) Jumlah (866.848.900) 17.402.434.292 1.528.647.082 18.064.232.474

31 Desember 2021

Imbalan Pasca Kerja

Grup memilki program pensiun imbalan pasti dan program iuran pasti untuk semua karyawan tetap.

Jumlah karyawan yang berhak atas program pensiun ini adalah 707 peserta aktif dan 100 pensiunan pada 30 Juni 2022 (31 Desember 2021: 729 peserta aktif dan 100 pensiunan).

Program pensiun imbalan pasti ini dikelola oleh Dana Pensiun Mandom Indonesia (DPMI) yang akta pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia tanggal 7 Juni 1996 dalam Surat Keputusannya No. KEP.198/Km.17/1996 sementara program pensiun iuran pasti dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan Bank Rakyat Indonesia.

Pendanaan berasal dari kontribusi pemberi kerja dan karyawan. Kontribusi karyawan sejumlah Rp 460.166.778 pada 30 Juni 2022 (31 Desember 2021: Rp 951.991.429)

Program imbalan pasca kerja memberikan eksposur Entitas Induk terhadap risiko aktuarial seperti risiko tingkat bunga dan risiko gaji.

a. Risiko tingkat bunga

Penurunan suku bunga obligasi akan meningkatkan liabilitas program; namun, sebagian akan di offset (saling hapus) oleh peningkatan imbal hasil atas investasi instrumen utang.

b. Risiko gaji

Nilai kini kewajiban imbalan pasca kerja dihitung dengan mengacu pada gaji masa depan peserta program.

Dengan demikian, kenaikan gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas program itu.

Perhitungan imbalan pasca kerja dihitung oleh aktuaris independen PT. Padma Radya Aktuaria. Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuaris adalah sebagai berikut:

30 Juni 2022 31 Desember 2021

- Tingkat kematian 100% Tabel Mortalita 100% Tabel Mortalita

Indonesia IV Indonesia IV

- Umur pensiun normal 56 Tahun 56 Tahun

- Tingkat kenaikan gaji 10% per Tahun 10% per Tahun

- Tingkat diskonto 7,75% per Tahun 6,75% per Tahun

Beban yang diakui dalam laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai berikut:

30 Juni 2022 31 Desember 2021

Rp Rp

Biaya jasa kini 1.227.920.031 2.853.049.118 Beban bunga bersih 889.147.675 1.897.842.341 Jumlah yang diakui dalam laba rugi 2.117.067.706 4.750.891.459 Pengukuran kembali liabilitas imbalan

pasti - bersih:

Kerugian (keuntungan) aset program (3.372.767.363) 2.099.792.893 Keuntungan aktuarial yang timbul dari

perubahan asumsi keuangan (3.806.150.078) (2.924.657.924) Keuntungan aktuarial yang timbul dari

penyesuaian atas pengalaman (4.513.101.097) (4.792.875.328) Jumlah yang diakui dalam penghasilan

komprehensif lain (11.692.018.538) (5.617.740.359)

Jumlah (9.574.950.833) (866.848.900)

Dari beban periode berjalan, Rp 1.324.919.294 termasuk dalam beban pokok penjualan 30 Juni 2022 (31 Desember 2021: Rp 3.021.415.169) dan sisanya beban umum dan administrasi.

Liabilitas imbalan pasca kerja Perusahaan sehubungan dengan program pensiun yang termasuk dalam laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut:

30 Juni 2022 31 Desember 2021

Rp Rp

Nilai kini kewajiban 62.116.221.143 68.289.300.373 Nilai wajar aset program (47.158.538.281) (42.266.912.244) Liabilitas bersih yang timbul dari

kewajiban imbalan pasti 14.957.682.862 26.022.388.129

Mutasi nilai kini kewajiban adalah sebagai berikut:

30 Juni 2022 31 Desember 2021

Rp Rp

Saldo awal nilai kini kewajiban 68.289.300.373 74.313.639.423 Biaya jasa kini 1.688.086.809 3.805.040.547 Biaya bunga 2.333.347.437 4.709.783.509 Pembayaran manfaat (1.875.262.301) (6.821.629.854) Kerugian (keuntungan) aktuarial (8.319.251.175) (7.717.533.252) Saldo akhir nilai kini kewajiban 62.116.221.143 68.289.300.373

Mutasi liabilitas bersih di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:

30 Juni 2022 31 Desember 2021

Rp Rp

Saldo awal tahun 26.022.388.129 29.945.234.454 Biaya diakui di laba rugi 2.117.067.706 4.750.891.459 Biaya diakuin di pendapatan

komprehensif lain (11.692.018.538) (5.617.740.359) Kontribusi pemberi kerja (1.489.754.435) (3.055.997.425) Saldo akhir 14.957.682.862 26.022.388.129

Mutasi nilai wajar aset program adalah sebagai berikut:

30 Juni 2022 31 Desember 2021

Rp Rp

Saldo awal nilai wajar aset program 42.266.912.244 44.368.404.969 Kontribusi pemberi kerja 1.489.754.435 3.055.997.425 Kontribusi dari karyawan 460.166.778 951.991.429 Penghasilan bunga atas aset program 1.444.199.762 2.811.941.168 Pembayaran manfaat (1.875.262.301) (6.821.629.854) Keuntungan aktuarial 3.372.767.363 (2.099.792.893) Saldo akhir nilai wajar aset program 47.158.538.281 42.266.912.244

Nilai wajar aset program pada akhir periode pelaporan untuk setiap kategori adalah sebagai berikut:

30 Juni 2022 31 Desember 2021

Rp Rp

Kas dan setara kas 46.935.644.365 42.280.531.278 Piutang iuran normal pemberi kerja 282.442 17.505.000 Utang lain-lain dan biaya masih

harus dibayar (128.945.254) (381.136.595) Pendanaan instrumen ekuitas 351.556.728 350.012.561

Jumlah 47.158.538.281 42.266.912.244

Nilai wajar instrumen ekuitas di atas ditentukan berdasarkan harga pasar kuotasian di pasar aktif.

Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan kewajiban imbalan pasti adalah tingkat diskonto dan kenaikan gaji yang diharapkan. Sensitivitas analisis di bawah ini ditentukan berdasarkan masing-masing perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada akhir periode pelaporan, dengan semua asumsi lain konstan.

• Jika tingkat diskonto lebih tinggi (lebih rendah) 100 basis poin, kewajiban imbalan pasti akan berkurang sebesar Rp 4.563.814.826 (meningkat sebesar Rp 5.149.828.337) ((31 Desember 2021: Jika tingkat diskonto lebih tinggi (lebih rendah) 100 basis poin, kewajiban imbalan pasti akan berkurang sebesar Rp 5.322.869.322 (meningkat sebesar Rp 6.036.537.610)).

• Jika pertumbuhan gaji yang diharapkan naik (turun) sebesar 1%, kewajiban imbalan pasti akan naik sebesar Rp 4.914.866.401 (turun sebesar Rp 4.449.371.579) ((31 Desember 2021: Jika pertumbuhan gaji yang diharapkan naik (turun) sebesar 1%, kewajiban imbalan pasti akan naik sebesar Rp 6.064.194.779 (turun sebesar Rp 5.452.767.653)).

Analisis sensitivitas yang disajikan di atas mungkin tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam kewajiban imbalan pasca kerja mengingat bahwa perubahan asumsi terjadinya tidak terisolasi satu sama lain karena beberapa asumsi tersebut mungkin berkorelasi.

Selanjutnya, dalam menyajikan analisis sensitivitas di atas, nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan menggunakan metode Projected Unit Credit pada akhir periode pelaporan, yang sama dengan yang diterapkan dalam menghitung liabilitas imbalan pasca kerja yang diakui dalam laporan posisi keuangan.

Tidak ada perubahan dalam metode dan asumsi yang digunakan dalam penyusunan analisis sensitivitas dari periode sebelumnya.

Durasi rata-rata dari kewajiban imbalan pada tanggal 30 Juni 2021 adalah 10,31 tahun (31 Desember 2021: 10,66 tahun). Jumlah ini dapat dianalisis sebagai berikut:

• anggota aktif: 45,51 tahun (2021: 45,21)

• anggota ditangguhkan: 51,65 tahun (2021: 51,15)

• anggota pensiun: 56 tahun (2021: 56 tahun)

Perusahaan diharapkan membayar manfaat iuran pasti sebesar Rp 1.875.262.301 untuk imbalan pasca kerja selama tahun 2022 (2021: Rp 3.055.997.425).

Imbalan Pasca Kerja Lainnya berdasarkan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003

Grup menghitung dan membukukan imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan yang berhak sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Untuk manfaat pensiun normal, Grup menghitung dan membukukan nilai yang tertinggi antara imbalan yang diterima karyawan berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku dengan manfaat yang diterima dari program pensiun imbalan pasti. Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan pasca kerja tersebut adalah 1.499 karyawan pada 30 Juni 2022 (31 Desember 2021: 1.534 karyawan).

Imbalan pasca kerja untuk Karyawan sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No.13/2003 memberikan eksposur Perusahaan terhadap risiko aktuarial seperti risiko tingkat bunga dan risiko gaji.

a. Risiko tingkat bunga

Penurunan suku bunga obligasi akan meningkatkan liabilitas program.

b. Risiko gaji

Nilai kini kewajiban imbalan pasca kerja dihitung dengan mengacu pada gaji masa depan peserta program.

Dengan demikian, kenaikan gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas program itu.

Perhitungan imbalan pasca kerja Entitas Induk dihitung oleh aktuaris independen Kantor Konsultan Aktuaria Riana &

Rekan dan Entitas Anak dihitung oleh aktuaris independen Kantor Konsultan Aktuaria Steven & Mourits.

Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuaris adalah sebagai berikut:

30 Juni 2022 31 Desember 2021

- Tingkat kematian 100% Tabel Mortalita 100% Tabel Mortalita

Indonesia IV Indonesia IV

- Umur pensiun normal 56 Tahun 56 Tahun

- Tingkat kenaikan gaji 5%-10% per Tahun 5%-10% per Tahun

- Tingkat diskonto 7,85%-8,00% per Tahun 7,25%-7,50% per Tahun

Beban yang diakui dalam laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai berikut:

30 Juni 2022 31 Desember 2021

Rp Rp

Biaya jasa kini 9.666.978.887 21.512.633.254 Biaya jasa lalu (2.640.923.529) 55.466.178

Biaya bunga 9.360.460.452 18.667.185.587

Jumlah yang diakui dalam laba rugi 16.386.515.810 40.235.285.019 Pengukuran kembali liabilitas imbalan

pasca kerja - bersih:

Keuntungan aktuarial yang timbul dari

perubahan asumsi demografik -

-Kerugian (keuntungan) aktuarial yang timbul dari

perubahan asumsi keuangan (12.934.020.929) (7.118.084.798) Kerugian (keuntungan) aktuarial yang timbul dari

penyesuaian atas pengalaman (16.380.888.719) (15.714.765.929) Jumlah yang diakui dalam penghasilan

komprehensif lain (29.314.909.648) (22.832.850.727)

Jumlah (12.928.393.838) 17.402.434.292

Dari beban periode berjalan, Rp 10.295.101.523 termasuk dalam beban pokok penjualan pada 30 Juni 2022 (31 Desember 2021: Rp 26.052.014.801) dan sisanya beban umum administrasi.

Mutasi nilai kini kewajiban adalah sebagai berikut:

30 Juni 2022 31 Desember 2021

Rp Rp

Saldo awal nilai kini kewajiban 256.863.917.983 265.595.308.240 Biaya jasa kini 9.666.978.887 21.512.633.254 Biaya jasa lalu (2.640.923.529) 55.466.178 Biaya bunga 9.360.460.452 18.667.185.587 Pembayaran manfaat (7.429.143.725) (26.133.824.549) Kerugian (keuntungan) aktuarial (29.314.909.648) (22.832.850.727) Saldo akhir nilai kini kewajiban 236.506.380.420 256.863.917.983

Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan kewajiban imbalan pasca kerja adalah tingkat diskonto dan kenaikan gaji yang diharapkan. Sensitivitas analisis di bawah ini ditentukan berdasarkan masing-masing perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada akhir periode pelaporan, dengan semua asumsi lain konstan.

• Jika tingkat diskonto lebih tinggi (lebih rendah) 100 basis poin, kewajiban imbalan pasti akan berkurang sebesar Rp 22.779.082.287 (meningkat sebesar Rp 27.027.537.249) ((31 Desember 2021: Jika tingkat diskonto lebih tinggi (lebih rendah) 100 basis poin, kewajiban imbalan pasti akan berkurang sebesar Rp 25.582.699.190 (meningkat sebesar Rp 30.448.357.529)).

• Jika pertumbuhan gaji yang diharapkan naik (turun) sebesar 1%, kewajiban imbalan pasti akan naik sebesar Rp 27.332.883.680 (turun sebesar Rp 23.539.902.474) ((31 Desember 2021: Jika pertumbuhan gaji yang diharapkan naik (turun) sebesar 1%, kewajiban imbalan pasti akan naik sebesar 31.975.780.572 (turun sebesar Rp 27.413.425.546)

Analisis sensitivitas yang disajikan di atas mungkin tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam kewajiban imbalan pasti mengingat bahwa perubahan asumsi terjadinya tidak terisolasi satu sama lain karena beberapa asumsi tersebut mungkin berkorelasi.

Selanjutnya, dalam menyajikan analisis sensitivitas di atas, nilai kini kewajiban imbalan pasca kerja lainnya dihitung dengan menggunakan metode Projected Unit Credit pada akhir periode pelaporan, yang sama dengan yang diterapkan dalam menghitung liabilitas manfaat pasca kerja lainnya yang diakui dalam laporan posisi keuangan.

Tidak ada perubahan dalam metode dan asumsi yang digunakan dalam penyusunan analisis sensitivitas dari periode sebelumnya.

Durasi rata-rata dari kewajiban imbalan pada tanggal 30 Juni 2022 adalah 17 tahun (31 Desember 2021: 17,18 tahun). Jumlah ini dapat dianalisis sebagai berikut:

• anggota aktif: 36,95 tahun (2021: 36,71 tahun)

• anggota pensiun: 56 tahun (2021: 56 tahun)

Imbalan Kerja Jangka Panjang Lain

Perusahaan juga memberikan cuti jangka panjang kepada seluruh karyawan untuk setiap tahun kerja dimulai dari tahun kesepuluh (untuk jenjang staf) karyawan tersebut bekerja pada Perusahaan dan setiap 5 (lima) tahun kerja dimulai dari tahun kelima (untuk jenjang manajer) karyawan tersebut bekerja pada Entitas Induk, sesuai dengan Peraturan Kerja Bersama.

Imbalan kerja jangka panjang lainnya memberikan eksposur Perusahaan terhadap risiko aktuarial seperti risiko tingkat bunga dan risiko gaji.

a. Risiko tingkat bunga

Penurunan suku bunga obligasi akan meningkatkan liabilitas program.

b. Risiko gaji

Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada gaji masa depan peserta program. Dengan demikian, kenaikan gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas program itu.

Perhitungan imbalan pasca kerja dihitung oleh aktuaris independen PT. Padma Radya Aktuaria. Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuaris adalah sebagai berikut:

30 Juni 2022 31 Desember 2021 - Tingkat kematian 100% Tabel Mortalita 100% Tabel Mortalita

Indonesia IV Indonesia IV

- Umur pensiun normal 56 Tahun 56 Tahun

- Tingkat kenaikan gaji 10% per Tahun 10% per Tahun

- Tingkat diskonto 7,75% per Tahun 6,75% per Tahun

Beban yang diakui dalam laba rugi konsolidasian adalah sebagai berikut:

30 Juni 2022 31 Desember 2021

Rp Rp

Biaya jasa kini 1.025.780.079 2.206.767.887 Biaya bunga 475.642.110 878.122.609 Pengukuran kembali kewajiban

imbalan pasti (2.224.346.852) (1.556.243.414) Jumlah (722.924.663) 1.528.647.082

Mutasi nilai kini kewajiban adalah sebagai berikut:

30 Juni 2022 31 Desember 2021

Rp Rp

Saldo awal nilai kini kewajiban 14.891.036.148 14.465.062.595 Biaya jasa kini 1.025.780.079 2.206.767.887 Biaya bunga 475.642.110 878.122.609 Pembayaran manfaat (600.016.863) (1.102.673.529) Keuntungan aktuarial (2.224.346.853) (1.556.243.414) Saldo akhir nilai kini kewajiban 13.568.094.622 14.891.036.148

Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan kewajiban imbalan pasca kerja adalah tingkat diskonto dan kenaikan gaji yang diharapkan. Sensitivitas analisis di bawah ini ditentukan berdasarkan masing-masing perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada akhir periode pelaporan, dengan semua asumsi lain konstan.

• Jika tingkat diskonto lebih tinggi (lebih rendah) 100 basis poin, kewajiban imbalan pasti akan berkurang sebesar Rp 924.158.884 (meningkat sebesar Rp 1.021.145.187) ((31 Desember 2021: Jika tingkat diskonto lebih tinggi (lebih rendah) 100 basis poin, kewajiban imbalan pasti akan berkurang sebesar Rp 1.042.795.796 (meningkat sebesar Rp 1.066.962.105)).

• Jika pertumbuhan gaji yang diharapkan naik (turun) sebesar 1%, kewajiban imbalan pasti akan naik sebesar Rp 975.626.173 (turun sebesar Rp 901.902.082) ((31 Desember 2021: Jika pertumbuhan gaji yang diharapkan naik (turun) sebesar 1%, kewajiban imbalan pasti akan naik sebesar Rp 1.169.954.500 (turun sebesar Rp 1.074.743.868)).

Analisis sensitivitas yang disajikan di atas mungkin tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam kewajiban imbalan kerja jangka panjang lainnya mengingat bahwa perubahan asumsi terjadinya tidak terisolasi satu sama lain karena beberapa asumsi tersebut mungkin berkorelasi.

Selanjutnya, dalam menyajikan analisis sensitivitas di atas, nilai kini kewajiban imbalan kerja jangka panjang lainnya dihitung dengan menggunakan metode Projected Unit Credit pada akhir periode pelaporan, yang sama dengan yang diterapkan dalam menghitung kewajiban imbalan kerja jangka panjang lainnya yang diakui dalam laporan posisi keuangan.

Tidak ada perubahan dalam metode dan asumsi yang digunakan dalam penyusunan analisis sensitivitas dari periode sebelumnya.

Durasi rata-rata dari kewajiban imbalan pada tanggal 30 Juni 2022 adalah 9,74 tahun (31 Desember 2021 9,85 tahun). Jumlah ini dapat dianalisis sebagai berikut:

• anggota aktif: 36,95 tahun (2021: 36,51 tahun)

• anggota pensiun: 56 tahun (2021: 56 tahun)

Kewajiban imbalan kerja pada tanggal 30 Juni 2022 adalah berdasarkan laporan aktuaria independen KKA Riana &

Rekan masing-masing pada tanggal 01 Juli 2022 dengan No. 2283/VII/22/KKA-RM (31 Desember 2021 pada 21 Januari 2022 dengan No. 453/I/22/KKA-RM).

Dokumen terkait