BAB II LANDASAN TEORI
B. MAHASISWA KOS DAN MAHASISWA TINGGAL DENGAN
1. Definisi Kemandirian
Menurut Steinberg, (2002) kemandirian dapat didefinisikan sebagai kemampuan individu dalam bertingkah laku, merasakan sesuatu, dan mengambil keputusan berdasarkan kehendaknya sendiri. Jihadah. U, dkk. (2002) menambahkan bahwa kemandirian merupakan suatu sikap yang harus dipenuhi individu dalam menentukan masa depan yang lepas dari ketergantungan pada orang lain, kemandirian ini tidak dapat berkembang secara instant atau langsung jadi.
Erikson (dalam Monk, dkk, 2006) menegaskan bahwa seorang individu yang dinyatakan memiliki kemandirian dapat melepaskan diri
dari pengaruh orang tua, memiliki inisiatif, tanggung jawab, percaya diri dan kreatif.
Senada dengan hal tersebut, Anggraeni (2013) menyatakan bahwa, kemandirian dapat di definisikan sebagai kemampuan individu yang tidak hanya mengambil keputusan namun dapat bertanggung jawab atas berperilaku, disertai pengambilan keputusan yang diikuti dengan menurunnya ketergantungan pada orang lain.
Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan kemandirian merupakan kemampuan individu dalam bertingkah laku, merasakan sesuatu dan membuat keputusan sendiri dengan bertanggung jawab tanpa bantuan orang lain. Kemandirian merupakan sikap yang harus dipenuhi individu dalam menentukan masa depan dan tidak dapat berkembang secara instant atau langsung jadi.
2. Kemandirian Remaja Akhir
Batubara, (2010) mengatakan bahwa remaja merupakan periode kritis peralihan anak menjadi dewasa, berbagai perubahan hormonal, fisik psikologis maupun sosial terjadi berlangsung cepat dan terkadang tidak disadari. Perubahan mengakibatkan perubahan perilaku remaja pada lingkungannya dan dapat diatasi pada akhir remaja untuk menghadapi masa dewasanya (Batubara, 2010).
Santrock (2007) mengutarakan bahwa masa perkembangan remaja akhir diusia 18-22 tahun. Batubara (2010) menambahkan bahwa remaja akhir dimulai pada usia 18 tahun yang ditandai dengan
matangnya maturitas fisik secara sempurna, hal itu ditandai dengan mampu memikirkan ide, indentitas diri menjadi lebih kuat, lebih menghargai orang lain, emosi lebih stabil, lebih memikirkan masa depan, lebih konsisten dan bertanggung jawab. Masa remaja ialah masa seseorang sudah dapat memutuskan pilihan yang dirasa tepat untuk dirinya (Santrock, 2007). Menurut Sarlito (2002) rentang usia remaja ialah 14-24 tahun. Pada remaja akhir, remaja sudah lebih mandiri dan berkompeten dalam menentukan masa depannya termasuk membeli sesuai kebutuhannya dan memikirkan dampak atau resikonya (Kreating dalam Santrock, 2007). Mandiri dalam pengambilan keputusan pada remaja akhir merupakan proses terampil yang dipelajari dikehidupan sehari-hari dan menuntut proses kognitif yang lebih tinggi dan seringkali lebih sempurna (Ganzel dan Jacobs dalam Santrock, 2007)
Kemandirian yang bertanggung jawab harus dipenuhi individu di masa remaja. Kemandirian merupakan salah satu indikator remaja mencapai kedewasaan dengan kemampuannya dalam melakukan segala sesuatu sendiri tanpa harus bergantung dengan orang lain (Patriana, 2007).
Mahasiswa merupakan remaja akhir yang pada umumnya memiliki rentang usia 18-22 tahun yakni selama 4 tahun atau 8 semester. Hal ini menandakan bahwa mahasiswa berada pada masa perkembangan remaja akhir. Mahasiswa pada masa remaja akhir
diharuskan mencapai kemandirian untuk mempersiapkan diri di masa depan serta tidak kesulitan di masa dewasanya dengan melakukan segala sesuatu secara bertanggung jawab dan tanpa bergantung pada orang lain (Patriana, 2007).
Masa remaja akhir merupakan saat berkembangnya proses kognitif, emosi, bertanggung jawab dan konsistensi. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa remaja akhir memiliki rentang usia 18-22 tahun, dan mahasiswa memiliki rentang usia 18- 22 tahun sehingga mahasiswa merupakan remaja akhir. Mahasiswa mengalami masa transisi dari hidup bergantung dengan orang tua menjadi hidup mandiri sehingga dapat mengambil keputusan secara mandiri dan dapat menentukan masa depannya tanpa bantuan orang lain.
3. Aspek Kemandirian Remaja Akhir
Menurut Syafaruddin (2012) kemandirian terdiri dari beberapa aspek, yaitu:
a. Aspek Emosi, aspek ini ditunjukan dengan kemampuan mengontrol emosi dan tidak tergantungnya kebutuhan emosi dari orang tua.
b. Aspek Ekonomi, aspek ini ditunjukan dengan kemampuan mengatur ekonomi dan tidak tergantungnya kebutuhan ekonomi pada orang tua.
c. Aspek Intelektual, aspek ini ditunjukan dengan kemampuan untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi.
d. Aspek Sosial, aspek ini ditunjukan dengan kemampuan untuk mengadakan interaksi dengan orang lain dan tidak tergantung atau menunggu aksi dari orang lain
4. Definisi Mahasiswa Kos
Mahasiswa kos adalah seseorang yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi dan bermukim secara sementara dengan menyewa suatu ruangan dalam periodik waktu tertentu, anak kos memiliki kewajiban untuk membayar dan mematuhi perjanjian misalkan membayar listrik dan air (Arifin As, 2009). Mahasiswa kos biasanya tinggal jauh dari orang tua dan harus mencukupi kebutuhannya secara bijak karena tidak setiap waktu mendapat kiriman dari orang tua, sehingga mahasiswa kos sering dituntut lebih hemat sedangkan tidak semua tempat kos dapat memasak untuk mengurangi biaya, sehingga seringkali masalah pengeluaran menjadi permasalahan mahasiswa kos. Menurut Lampung post, (2011) Mahasiswa kos hidup bertempat tinggal terpisah dengan orang tua dan harus mencukupi kebutuhannya secara bijak karena tidak setiap waktu mendapat kiriman dari orang tua. Mahasiswa kos berdasarkan tanggung jawabnya dituntut lebih mandiri mengelola keuangan dibandingkan mahasiswa tinggal dengan orang tua.
Mahasiswa kos dituntut hidup mandiri dikarenakan jarak yang jauh dengan orang tua sehingga tindakan, pengambilan keputusan dan tanggung jawab lebih dituntut dari mahasiswa kos.
5. Definisi Mahasiswa Tinggal Dengan Orang Tua
Mahasiswa tinggal dengan orang tua adalah seseorang yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi dan tinggal dengan orang tua atau hidup serumah bersama dengan orang tua tidak perlu menyewa dan menunggu kiriman uang dari orang tua, tetapi mendapat pengawasan orang tua. Mahasiswa tinggal dengan orang tua atau seorang anak yang hidup serumah bersama dengan orang tua memiliki kecenderungan meniru perilaku orang tua, sehingga ketika orang tua berperilaku pembeli secara impulsif maka anak akan meniru perilaku orang tua (Setiawati dkk, 2004)
Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tipe tempat tinggal pada mahasiswa kos dan mahasiswa tinggal dengan orang tua berdasarkan kemandiriannya. Kemandirian merupakan bagian dari remaja untuk menghadapi masa dewasa. Kemandirian remaja akhir diperlukan saat mengambil keputusan dan menentukan masa depan tanpa bantuan orang lain. Pada pengambilan keputusan dan tanggung jawab mahasiswa kos dituntut lebih dibandingkan mahasiswa tinggal dengan orang tua.
C. Dinamika Perbedaan Kecenderungan pembelian impulsif pada