• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN KONSTRUKSI 1. Lingkup Pengendalian

Pengendalian proyek konstruksi mencakup dan tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut:

1) Membuat kerangka kerja secara total;

2) Pengisian tenaga kerja termasuk penunjukan konsultan;

3) Menjamin bahwa semua informasi yang ada telah dikomunikasikan ke semua pihak terkait;

4) Adanya jaminan bahwa semua rencana yang dibuat aka dapat dilaksanakan;

5) Monitoring hasil pelaksanaan dan membandingkannya dengan rencana; dan

6) Mengadakan langkah perbaikan (corrective action) pada saat yang paling awal.

Hubungan antara fungsi-fungsi manajemen dan faktor-faktor yang menjadi ukuran suksesnya perencanaan dan pengendalian.

Gambar 14. Alur Kerja Pelaksanaan Konstruksi Sistem Drainase Perkotaan

2. Pengendalian Kualitas

Pekerjaan pelaksanaan konstruksi sistem drainase perkotaan mulai dari pekerjaan tanah sampai pada konstruksi akan dikendalikan dengan memberikan pengawasan, arahan, bimbingan dan instruksi yang diperlukan kepada kontraktor guna menjamin bahwa semua pekerjaan dilaksanakan dengan baik, tepat kualitas. Aspek-aspek pengendalian mutu yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan konstruksi antara lain meliputi :

1) Peralatan yang digunakan

2) Cara pengangkutan material/campuran ke lokasi kerja.

3) Penyimpanan bahan/material

4) Pengujian material yang akan digunakan termasuk peralatan laboratorium.

5) Pengujian rutin laboratorium selama pelaksanaan 6) Test lapangan

7) Administrasi dan formulir-formulir.

3. Pengendalian Kuantitas

Pengawasan kuantitas (Quantity Control), dilakukan dengan mengecek bahan-bahan/campuran yang ditempatkan atau yang dipindahkan oleh kontraktor atau yang terpasang. Konsultan akan memproses bahan-bahan/campuran berdasarkan atas :

1) Hasil pengukuran yang memenuhi batas toleransi pembayaran.

2) Metoda perhitungan 3) Lokasi kerja

4) Jenis pekerjaan

5) Tanggal diselesaikannya pekerjaan.

Setelah pekerjaan memenuhi persyaratan baik secara kualitas maupun persyaratan lainnya, maka pengukuran kuantitas dapat dilakukan agar volume pekerjaan dengan teliti/akurat yang disetujui oleh konsultan sehingga kuantitas dalam kontrak adalah benar diukur dan mendapat persetujuan dari konsultan.

4. Pengendalian Waktu

Pengendalian waktu dilakukan dengan cara membandingkan prosentase pekerjaan yang telah dilaksanakan dengan prosentase pada kurva S yang sudah dibuat. Jika prosentase pekerjaan yang telah dilaksanakan lebih tinggi dari dari prosentase awal dalam kurva S, berarti pekerjaan berjalan lebih cepat dari waktu yang direncanakan, kondisi demikian sebaiknya dipertahankan. Namun, sebaliknya jika kondisi prosentase hasil pekerjaan di lapangan lebih rendah dari prosentase awal, berarti pekerjaan berjalan lambat dan harus dikendalikan agar bisa mencapai target waktu yang direncanakan. Pengendalian waktu ini dilakukan setiap hari, setiap minggu dan setiap bulan yang dituangkan dalam bentuk laporan, yaitu :

1). Laporan Harian 2). Laporan Mingguan 3). Laporan Bulanan

4). Laporan kemajuan pekerjaan.

5. Pengawasan/Supervisi

Pengawasan pelaksanaan konstruksi sistem drainase perkotaan harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan umum sebagai berikut:

1) Pengawasan dilakukan terhadap pemenuhan:

(1). Waktu pelaksanaan

(2). Kualitas teknis pelaksanaan konstruksi

(3). keuangan

2) Dilaksanakan oleh tenaga ahli yang sudah berpengalaman dan sesuai dengan bidangnya masing-masing.

3) Pengawasan dilaksanakan dengan seksama dan terkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

4) Hal-hal mengenai pengawasan waktu pelaksanaan, kualitas teknis pelaksanaan konstruksi serta keuangan dilaporkan dalam bentuk laporan tertulis:

5) Mengirimkan laporan-laporan tersebut kepada instansi yang terkait dan negara pemberi bantuan jika pekerjaan tersebut didapat dari bantuan negara donor atau bantuan luar negeri untuk mendapatkan tanggapannya.

6) Mengadakan ujicoba sistem drainase perkotaan setelah pekerjaan selesai.

7) Menerima berita acara penyerahan pekerjaan dari kontraktor, setelah uji coba pelaksanaan konstruksi memenuhi persyaratan yang diperlukan.

8) Kegiatan pengawasan pelaksanaan konstruksi sistem drainase perkotaan harus memenuhi kelengkapan dan ketentuan-ketentuan administrasi yang berlaku.

6. Cara Pengerjaan Pengawasan

Dalam Pengawasan pelaksanaan konstruksi sistem drainase perkotaan menurut tahapan pengerjaan sebagai berikut:

1) Persiapan

(1). Administrasi

Pekerjaan administrasi ada tahap persiapan adalah:

a). Berikan surat perintah kerja kepada pelaksana

b). Periksa kelengkapan dokumen yang dierlukan dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi meliputi diantaranya: surat pembebasan lahan, dan perizinan-perizinan.

c). Berikan penjelasan gambar-gambar dan spesifikasi yang akan diperlukan oleh pelaksana.

d). Periksa gambar-gambar teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan atau gambar kerja.

e). Menyetujui dan menolak gambar-gambar teknis atau gambar kerja.

f). Menyiapkan estimasi kemajuan pelaksanaan untuk masing-masing pekerjaan konstruksi dan pengadaan.

g). Menyetujui dan menolak kualitas dan kuantitas material bahan dan perlengkapan yang dikirim oleh supplier atau pabrik.

(2). Pekerjaan di Lapangan

a). Periksa kondisi lokasi pekerjaan yang akan dilaksanakan

b). Periksa peralatan dan perlengkapan yang akan di gunakan dalam pelaksanaan pekerjaan.

c). Periksa pengajuan material yang akan digunakan sesuai spesifikasi dan gambar kerja baik ualtas dan kuantitasnya.

d). Periksa kesiapan kontraktor sebagai pelaksana pekerjaan.

2) Pelaksanaan Pengawasan (1). Administrasi

a). Buat prosentase kemajuan pekerjaan mingguan, bulanan, triwulan, tahunan kemudian dibandingkan dengan perkiraan kemajuan pekerjaan yang telah dibuat sebelumnya.

b). Buat revisi perkiraan kemajuan pekerjaan disesuaikan dengan pekerjaan yang telah dapat diselesaikan sebelumnya.

c). Buat evaluasi kemajuan atau keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.

d). Laporkan masalah-masalah yang dihadapi yang tidak dapat diselesaikan oleh pelaksana supervisi di lapangan yang dapat menyebabkan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan ketingkat yang lebih pantas.

e). Adakan rapat evaluasi hasil pekerjaan baik dengan pelaksana pekerjaan, pemberi pekerjaan dan instansi terkat lainnya secara periodik.

f). Adakan rapat pembahasan penyelesaian masalah yang dihadapi di lapangan maupun yang berhubungan dengan instansi lain.

g). Untuk pekerjaan yang dananya disediakan dari Bantuan Luar Negeri, pengawas harus memberikan laporan tertulis mengenai kemajuan atau keterlambatan pelaksanaan pekerjaan berikut masalah yang dihadapi baik teknis maupun non teknis kepada negara pemberi bantuan.

h). Periksa, apakah as built drawing atau gambar nyata tata laksana setelah sesuai dengan pekerjaan dilapangan.

(2). Di Lapangan

a). Awasi pelaksanaan konstruksi sistem drainase perkotaan agar pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku, yaitu untuk:

i). Pekerjaan saluran drainase

ii). Pekerjaan sistem pompa, polder, kolam retensi, pintu air, bangunan perlintasan, dlsb.

b). Awasi penyediaan bahan sesuai dengan spesifikasi yang diisyaratkan.

c). Awasi tata cara pengerjaan sesuai standar yang berlaku.

(a). Pekerjaan sipil (beton, pondasi, pasangan) (b). Pekerjaan mekanikal dan elektrikal

d). Perhatikan agar sistem drainase yang dibangun berfungsi sesuai.

e). Perhatikan agar kemajuan pelaksanaan konstruksi sesuai dengan estimasi yang telah dibuat sebelumnya.

f). Periksa apakah pelaksanaan pekerjaan telah diselesaikan sesuai dengan hasil rancangan teknik terinci.

g). Tahap menyelesaikan suatu item pekerjaan harus disetujui dan ditandatangani oleh pihak pelaksana dan pengawas lapangan untuk mempermudah penyelesaian administrasinya.

h). Setiap ada keterlambatan pekerjaan dalam suatu item pekerjaan maka harus dikejar pada kemajuan minggu berikutnya.

Pengendalian kuantitas, mutu, waktu

Sertifikasi dan pembayaran

Pekerjaan Pengawasan Bantuan teknis

Serah terima pekerjaan

Persiapan Awal Laporan Akhir

Kegiatan pemeliharaan

Alternatif teknis baik Value Engineering

Alternatif biaya murah

Gambar 16. Pengendalian Kuantitas (Quantity Controlling)

Gambar 17. Administrasi Proyek Periode Pelaksanaan Konstruksi

MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

DJOKO KIRMANTO

Dokumen terkait