• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian dilaksanakan di Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Jl. Raya Pajajaran Kav. E. 59, Bogor 16151. Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 3 Januari 2008 sampai dengan 3 Februari 2008.

Populasi dan Sampel

Populasi penelitian ini adalah pegawai Puslitbang Peternakan yang berjumlah 69 orang. Jumlah sampel penelitian ditentukan dengan rumus Slovin (Sevilla et al., 1993) sebagai berikut:

Keterangan:

n: Ukuran sampel N: Ukuran populasi

e: Batas ketidaktelitian yaitu 10 %

Sampel diambil secara stratified random sampling yaitu sampel yang ditarik dengan memisahkan elemen-elemen populasi dalam kelompok-kelompok yang tidak overlapping yang disebut strata, dan kemudian memilih sebuah sampel secara random dari tiap stratum (Nazir, 2002). Pengelompokan populasi ini berdasarkan golongan ruang penggajian di dalam struktur organisasi Puslitbang Peternakan dengan sampel yang berjumlah 41 orang dengan rincian pada Tabel 1.

Tabel 1. Distribusi Jumlah Populasi dan Sampel Penelitian

Golongan Ruang Penggajian

Jumlah Populasi (orang) Jumlah Sampel (orang)

I/a 1 1 I/d 4 2 II/a 6 3 II/b 1 1 II/c 3 2 II/d 5 3 III/a 4 2 III/b 15 9 III/c 11 6 III/d 8 5 IV/a 6 3 IV/b 3 2 IV/c 1 1 IV/e 1 1 Total 69 41

Sumber: Kantor Tata Usaha Puslitbang Peternakan, 2008 N

n =

Desain Penelitian

Penelitian ini didesain secara survei yang bersifat deskriptif korelasional. Survei yaitu penelitian yang mengambil sampel dari populasi dengan menggunakan wawancara terstruktur (kuesioner) oleh peneliti dengan mendatangi lokasi langsung. Deskriptif dilakukan untuk menggambarkan karakteristik pegawai Puslitbang Peternakan, persepsi pegawai terhadap faktor-faktor lingkungan organisasi di Puslitbang Peternakan dan motivasi kerja pegawai di Puslitbang Peternakan. Uji korelasi digunakan untuk melihat hubungan karakteristik individu pegawai yang dengan motivasi kerja di Puslitbang Peternakan dan hubungan persepsi pegawai terhadap faktor-faktor lingkungan organisasi dengan motivasi kerja pegawai Puslitbang Peternakan

Data dan Instrumentasi

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui pengisian kuesioner oleh responden sebagai data pokok. Sedangkan data sekunder diperoleh dari studi literatur, baik dari tulisan, referensi yang relevan dan data dari arsip kantor subbagian kepegawaian dan rumah tangga Puslitbang Peternakan mengenai kondisi umum wilayah penelitian dan daftar urut kepangkatan pegawai negeri sipil Puslitbang Peternakan.

Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini berupa kuesioner. Kuesioner dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama untuk melihat karakteristik individu pegawai, bagian kedua untuk melihat persepsi pegawai terhadap faktor-faktor lingkungan organisasi. Dan bagian ketiga untuk melihat motivasi kerja pegawai Puslitbang Peternakan.

Validitas dan Reliabilitas Instrumentasi

Menurut Singarimbun dan Effendi (2006), validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur mengukur apa yang ingin diukur.Validitas instrumen dapat diukur dengan melakukan hal-hal berikut ini:

4. Melakukan studi pustaka untuk mencari definisi dan rumusan-rumusan yang berkaitan dengan topik penelitian

5. Menyusun pernyataan dalam kuesioner berdasarkan fakta-fakta empiris yang telah terbukti

6. Menyesuaikan isi kuesioner dengan teori-teori yang menyangkut semua jenis variabel

7. Melakukan diskusi dengan dosen pembimbing sesuai dengan topik penelitian. Uji validitas menggunakan teknik korelasi product moment dan kemudian korelasi yang diperoleh dibandingkan dengan angka kritikal tabel korelasi nilai r. Cara melihat angka kritikal adalah dengan derajat bebas df = N-2. Jika angka korelasi yang diperoleh di atas angka kritikal maka pernyataan tersebut adalah signifikan (Singarimbun dan Effendi 2006).

Koefisien reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauhmana alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Bila alat pengukur dipakai dua kali untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relatif konsisten, maka alat tersebut reliabel.

Berdasarkan hasil pengukuran reliabilitas terhadap instrumen penelitian menunjukkan bahwa reliabilitas sebesar 0,655 untuk aspek persepsi pegawai terhadap faktor-faktor lingkungan organisasi dan 0,558 untuk aspek motivasi kerja. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa kuesioner reliabel dan cukup reliabel.

Analisis Data

Analisis data adalah proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan (Singarimbun dan Effendi, 2006). Data yang terkumpul diolah dan dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif berupa rataan, frekuensi, distribusi frekuensi, persentase, rataan skor dan tabulasi silang. Sedangkan analisis hubungan, untuk menggambarkan korelasi karakteristik pegawai dengan motivasi kerja pegawai serta menghubungkan faktor lingkungan organisasi dengan motivasi kerja pegawai yang dihitung dengan menggunakan Analisis Chi- square (χ2) untuk tingkatan data nominal dan korelasi rank Spearman (rs) untuk

tingkatan data ordinal serta menggunakan Program SPSS 13.0 (Statistical Product and Service Solution).

a. Rank-Spearman

Keterangan:

rs = Nilai koefisien rank Spearman

d = selisih antar kedua peringkat peubah (X1 – X2) N = Banyaknya pengamatan b. Chi-Square

∑ ∑

= =

=

r i k j ij ij ij

E

E

O

1 1 2 2

(

)

χ

Keterangan: χ 2

= Nilai Chi Square

Oij = Jumlah observasi untuk kasus-kasus yang dikategorikan dalam baris ke-i pada kolom ke-j.

Eij = Jumlah kasus yang diharapkan di bawah H0 untuk dikategorikan dalam baris ke-i pada kolom ke-j.

Menurut Agresti dan Finlay (1999), suatu bagian cukup besar dari penelitian ilmu-ilmu sosial berhubungan dengan pengujian hipotesis mengenai satu peubah atau lebih peubah. Lebih lanjut dikatakan bahwa hipotesis diturunkan dari teori dan berfungsi sebagai petunjuk jalan bagi penelitian. Usman dan Akbar (2006), mengatakan bahwa hipotesis adalah pernyataan sementara yang perlu diuji kebenarannya. Pengujian hipotesis akan membawa kepada kesimpulan untuk menolak atau menerima hipotesis dan dengan demikian peneliti dihadapkan pada dua pilihan. Agresti dan Finlay (1999), menambahkan Ha adalah lawan atau tandingan

dari H0. Ha cenderung dinyatakan dalam kalimat positif dan H0 dinyatakan dalam

kalimat negatif (Usman dan Akbar, 2006).

Berdasarkan uraian di atas maka Ha pada penelitian ini adalah terdapat

hubungan nyata antara karakteristik individu dengan motivasi kerja dan antara persepsi pegawai terhadap faktor-faktor lingkungan organisasi dengan motivasi kerja.

(

1)

6

1

2 2

=

N

N

d

r

s

Definisi Operasional

Adapun definisi operasional dari masing-masing aspek yang diamati adalah sebagai berikut:

1. Karakteristik pegawai adalah ciri-ciri yang melekat pada diri pegawai yang meliputi:

a. Umur adalah lama hidup pegawai Puslitbang Peternakan sejak lahir sampai dengan saat penelitian, diukur dengan skala rasio berdasarkan usia responden yang ditetapkan pada saat penelitian dilakukan (pembulatan ke tanggal ulang tahun terdekat, dalam satuan tahun).

b. Pendidikan formal adalah jenjang pendidikan tertinggi yang diselesaikan oleh pegawai Puslitbang Peternakan (tamatan SD, SMP/SMU, Diploma dan Perguruan Tinggi) saat penelitian dilaksanakan, diukur dengan skala nominal. c. Tipe kepegawaian adalah jenis jabatan dan bidang pekerjaan pegawai

berdasarkan tugas, tanggung jawab, wewenang dan haknya di Puslitbang Peternakan, diukur dengan skala nominal, yaitu struktural, fungsional dan fungsional yang merangkap struktural.

d. Golongan ruang penggajian adalah pengklasifikasian tingkatan pangkat yang dimiliki responden saat penelitian dilakukan yang diukur dengan skala ordinal, yang terdiri dari golongan ruang I/a, I/d, II/a, II/b, II/c, II/d, III/a, III/b, III/c, III/d, IV/a, IV/b, IV/c dan IV/e.

e. Lama bekerja adalah jangka waktu pegawai melakukan kegiatan bekerja, dimulai sejak menjadi pegawai honorer, diangkat sebagai CPNS sampai resmi menjadi PNS. Dinyatakan dalam satuan tahun dan diukur dengan skala rasio.

f. Jumlah tanggungan keluarga adalah beban yang harus pegawai tanggung termasuk didalamnya istri dan anak kandung, belum berpenghasilan atau tidak bekerja dan masih menjadi tanggungan pada saat penelitian dilaksanakan. Dinyatakan dalam jumlah orang dan diukur dengan skala rasio. 2. Persepsi pegawai terhadap faktor lingkungan organisasi adalah kondisi

lingkungan organisasi yang mempengaruhi pegawai Puslitbang Peternakan dalam berpikir, bertindak serta berkomunikasi dengan pihak lain. Dengan

kategori sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju dan sangat tidak setuju yang terdiri dari lima aspek, yaitu:

b. Hubungan atasan dengan bawahan merupakan kualitas hubungan antara atasan dengan pegawainya, yang diukur dengan skala ordinal berdasarkan penilaian pegawai terhadap cara atasan dalam memimpin pegawainya, memberikan pengarahan dalam bekerja, penyampaian informasi dan perhatian atasan terhadap pegawainya.

c. Hubungan sesama pegawai merupakan kualitas hubungan yang terjadi antara sesama pegawai baik dalam hal pelaksanaan pekerjaan maupun diluar pekerjaan, yang diukur dengan skala ordinal berdasarkan penilaian kualitas kerja, pemberian saran dalam pekerjaan, dorongan atau semangat kerja antar sesama rekan kerja, pemberian bantuan apabila rekan kerja terkena musibah. d. Pemberian kompensasi merupakan imbalan jasa berupa gaji, bonus dan

tunjangan-tunjangan yang diberikan oleh Puslitbang Peternakan kepada pegawai atas pekerjaan yang telah dilakukan dan diukur dengan skala ordinal. e. Peraturan dan kebijakan organisasi adalah ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh Puslitbang Peternakan dan berlaku bagi semua pegawai yang diukur dengan skala ordinal berdasarkan penilaian pegawai terhadap sanksi- sanksi yang diterapkan, waktu kerja, absen, keterlambatan pegawai dan kesulitan dalam penerapan peraturan.

f. Kondisi kerja adalah keadaan fisik dan sosial yang terdapat di dalam Puslitbang Peternakan dan mampu mempengaruhi pegawai dalam bekerja yang diukur dengan skala ordinal berdasarkan penilaian pegawai terhadap ketenangan tempat bekerja, fasilitas kerja serta kenyamanan dan keamanan tempat kerja.

3. Motivasi kerja pegawai adalah dorongan dari dalam atau tarikan dari luar diri seseorang untuk bekerja dengan baik agar mencapai tujuan organisasi maupun tujuan pribadinya. Berdasarkan faktor dari dalam dirinya ataupun faktor luar yang dapat berupa imbalan atas hasil kerjanya, serta situasi dan kondisi yang dihadapi pegawai Puslitbang Peternakan. Dengan kategori sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju dan sangat tidak setuju yang terdiri dari empat aspek, yaitu:

a. Tanggung jawab adalah kewajiban pegawai untuk melakukan pekerjaan yang telah diserahkan kepadanya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuannya diukur dengan skala ordinal berdasarkan kemampuan pegawai dalam mengerjakan tugas dengan baik, kesediaan menerima teguran atau sanksi dan memperbaiki kesalahan dalam pekerjaan dan disiplin dalam bekerja.

b. Pengembangan adalah bentuk kemajuan pegawai selama di Puslitbang Peternakan yang diukur dengan skala ordinal dengan indikator berupa promosi jabatan, peningkatan keahlian dalam bentuk pendidikan dan pelatihan untuk mengembangkan potensi diri.

c. Pekerjaan itu sendiri adalah jenis pekerjaan yang diberikan oleh pihak Puslitbang Peternakan yang diukur dengan menggunakan skala ordinal berdasarkan keahlian masing-masing pegawai.

d. Penghargaan adalah suatu bentuk pemberian tanda jasa dalam bentuk materi dan non materi atas prestasi dari usaha yang telah dilakukan oleh pegawai. Diukur dengan menggunakan skala ordinal.

Dokumen terkait