• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. METODE PENELITIAN

H. Teknik Analisis Data

3. Nilai Mata Kuliah Prasyarat PPL II

Tabel 3 : Kisi-kisi Variabel Nilai Mata Kuliah Prasyarat PPL II Guru Praktikan

Indikator Nomor Instrumen Kuesioner Mata Kuliah Dasar Keahlian 1, 2, 3, 4

Proses Belajar Mengajar 5, 6, 7, 8

Bidang Studi 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20

b. Variabel terikat atau dependent variable Kompetensi Keguruan Guru Praktikan PPL

Tabel 4 : Kisi-kisi Variabel Kompetensi Keguruan Guru Praktikan PPL Indikator Nomor Instrumen Kuesioner

Personal 1, 7, 8, 10, 11 Sosial 3, 5, 6

Profesional 1, 2, 4, 9, 12, 13, 15, 17, 18, 20 Pedagogi 14,16, 19

2. Pengukuran

a. Pengukuran sikap guru praktikan, kemampuan interaksi belajar-mengajar guru praktikan dan kompetensi belajar-mengajar guru praktikan menggunakan skala likert dengan memberikan skor 1 sampai dengan 4 pada setiap pertanyaan.

Pengukuran tersebut adalah :

Kriteria Jawaban Skor Positif

Sangat setuju 4

Setuju 3

Tidak Setuju 2

Sangat Tidak Setuju 1

b. Pengukuran nilai mata kuliah prasyarat PPL II dilakukan dengan menjumlahkan nilai keseluruhan dari mata kuliah prasyarat yang ada, lalu dibagi dengan jumlah mata kuliah prasyarat atau nilai indeks prestasi kumulatif nilai prasyarat PPL.

F. Teknik Pengumpulan Data 1. Kuesioner/angket

Kuesioner/angket adalah metode pengumpulan data dengan menggunakan sejumlah daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden untuk diisi dengan jawaban yang sesuai dengan keadaan responden yang sebenarnya. Melalui cara yang dimaksudkan untuk mendapatkan data variabel sikap

guru praktikan, kemampuan interaksi belajar-mengajar dan nilai mata kuliah prasyarat PPL II dan kompetensi keguruan guru praktikan.

2. Dokumentasi

Dokumentasi adalah pengumpulan data berdasarkan benda-benda tertulis yang tersedia di kampus guna melengkapi data tentang gambaran umum kampus Universitas Sanata Dharma.

3. Wawancara

Wawancara adalah metode tanya jawab langsung kepada mahasiswa, dosen, dan karyawan guna mendapatkan keterangan tambahan tentang gambaran umum kampus Universitas Sanata Dharma

G. Pengujian Instrumen 1. Uji Validitas

Validitas alat ukur adalah sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar, 1999). Alat ukur dikatakan valid bila dapat memberikan hasil pengukuran yang tepat dan akurat sesuai dengan maksud dan tujuan dilakukannya pengukuran.

Validitas alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi yang dapat dilakukan dengan membandingkan antara isi instrumen dengan isi atau rancangan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, untuk memilih item yang berkualitas maka perlu dilakukan seleksi item. Seleksi item dapat diketahui setelah dilakukan uji coba item dan analisis item. Uji coba item dilakukan pada sekelompok subjek yang memiliki karakteristik

yang relatif mirip dengan subjek yang akan diukur. Sementara itu, analisis item dilakukan dengan korelasi antara skor item dengan skor total dengan pendekatan internalconsistency. Teknik yang digunakan adalah korelasi

Product Moment dari Pearson dengan koefisien korelasi rxy (Azwar, 1999).

Kriterium yang digunakan adalah skor total dibandingkan dengan skor setiap item.

{

∑ ∑}{

}

− = 2 2 2 2 ) ( ) ( ) )( ( Y Y N X X N Y X XY N rxy Keterangan :

rxy = Koefisien korelasi antara X dan Y x = masing-masing variabel bebas y = variabel terikat

n = jumlah sampel

Untuk mengetahui apakah instrumen penelitian tersebut valid atau tidak, maka ketentuannya sebagai berikut :

a. Jika rhitung > rtabel dengan taraf keyakinan 95 % maka instrumen penelitian dikatakan valid.

b. Jika rhitung < rtabel dengan taraf keyakinan 95 % maka instrumen penelitian dikatakan tidak valid.

Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan komputasi melalui program SPSS versi 11.5.

Dari hasil korelasi product momentnya Pearson untuk variabel sikap guru praktikan PPL, dari 20 item pernyataan, setelah diujicobakan kepada 25 responden diperoleh harga koefisien korelasi mulai dari 0.366 sampai 0.799.

Dari harga-harga koefisien korelasi tersebut, ternyata semuanya dinyatakan valid.

Dari hasil korelasi product momentnya Pearson untuk variabel kemampuan interaksi belajar-mengajar guru praktikan PPL, dari 20 item pernyataan, setelah diujicobakan kepada 25 responden diperoleh harga koefisien korelasi mulai dari 0.197 sampai 0.821. Dari harga-harga koefisien korelasi tersebut, ternyata ada 17 item yang dinyatakan valid yaitu item 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, dan 19, sedangkan item lainnya yaitu item 1, 18 dan 20 dinyatakan tidak valid dan untuk selanjutnya ketiga item tersebut tidak diikutsertakan dalam angket penelitian selanjutnya.

Dalam penelitian ini, untuk variabel bebas nilai mata kuliah prasyarat PPL, tidak ikut diuji validitas karena hasil yang sudah diperoleh berdasarkan data dari responden sudah merupakan data yang sebenarnya.

Dari hasil korelasi product momentnya Pearson untuk variabel kompetensi keguruan guru praktikan, dari 20 item pernyataan, setelah diujicobakan kepada 25 responden diperoleh harga koefisien korelasi mulai dari 0.267 sampai 0.826. Dari harga-harga koefisien korelasi tersebut, ternyata semuanya dinyatakan valid.

2. Pengujian Reliabilitas

Pengujian reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Uji reliabilitas menggunakan sistem konsistensi internal belah dua dengan rumus

Cronbach.-Alpha. Pengujian reliabilitas didasarkan pada rumus Cronbach.-Alpha (Umar,2002 : 125) dengan rumus sebagai berikut.

⎥ ⎥ ⎦ ⎤ ⎢ ⎢ ⎣ ⎡ − ⎥ ⎦ ⎤ ⎢ ⎣ ⎡ − =

2 2 11 1 ) 1 ( t b k k r σ σ Keterangan : r11 = reliabilitas instrumen

k = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal

2

b

σ = jumlah varians butir 2

t

σ = varians total

Uji reliabilitas dalam penelitian dilakukan dengan komputasi melalui program SPSS versi 11.5.

Hasil perhitungan reliabilitas diinterpretasikan dengan tingkat keandalan koefisien korelasi (Arikunto, 1993 : 223) adalah sebagai berikut : nilai yang terletak antara 0,000-0,199 dianggap mempunyai hubungan yang sangat rendah, nilai r antara 0,200-0,399 mempunyai hubungan yang rendah, nilai r antara 0,400-0,599 mempunyai hubungan yang sedang, nilai r antara 0,600-0,799 mempunyai hubungan yang kuat dan nilai r antara 0,800-1,000 mempunyai hubungan yang sangat kuat.

Dari butir-butir yang sahih sebanyak 20 butir diperoleh hasil keandalan angket sikap guru praktikan sebesar 0,9116 dengan interpretasi sangat kuat yang berarti angket sikap guru praktikan memadai untuk dipakai penelitian sebenarnya.

Dari butir-butir yang sahih sebanyak 17 butir diperoleh hasil keandalan angket kemampuan interaksi belajar-mengajar guru praktikan sebesar 0,8967

dengan interpretasi sangat kuat yang berarti angket kemampuan interaksi guru praktikan memadai untuk dipakai penelitian sebenarnya.

Dari butir-butir yang sahih sebanyak 20 butir diperoleh hasil keandalan angket kompetensi keguruan guru praktikan sebesar 0,9056 dengan interpretasi sangat kuat yang berarti angket kompetensi keguruan guru praktikan memadai untuk dipakai penelitian sebenarnya.

Agar kesimpulan yang ditarik tidak menyimpang dari yang seharusnya, maka terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis korelasi yaitu uji normalitas.

H. Teknik Analisis Data 1. Deskripsi Data

Untuk mendeskripsikan sikap guru praktikan, kemampuan interaksi belajar-mengajar dan nilai mata kuliah prasyarat PPL II dengan kompetensi keguruan pada guru praktikan yang menggunakan Penilaian acuan Patokan (PAP II)

2. Uji Normalitas

Pengujian normalitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Apabila data yang terjaring berdistribusi normal, maka analisis untuk menguji hipotesis dapat dilakukan. Hal ini sejalan dengan pendapat Sudjana bahwa asumsi normalitas perlu dicek kebenarannya agar langkah-langkah selanjutnya dapat

dipertanggungjawabkan (Sudjana, 1996 : 291). Dalam uji normalitas ini digunakan rumus chi-kuadrat (Sugiyono, 2002 : 226) , yaitu :

⎭ ⎬ ⎫ ⎩ ⎨ ⎧ − = fn fh fo X 2 2 ( ) Keterangan : X2 = chi-kuadrat

Fo = frekuensi yang diobservasi Fh = frekuensi yang diharapkan

Apabila harga chi-kuadrat yang diperoleh melalui perhitungan lebih kecil dari harga chi-kuadrat tabel dengan taraf signifikansi 5% pada derajat kebebasan jumlah kelas interval dikurangi satu (k-1), maka data dari variabel tersebut berdistribusi normal. Sebaliknya, jika harga chi-kuadrat melalui perhitungan atau observasi lebih besar daripada harga chi-kuadrat tabel, maka data variabel tersebut berdistribusi tidak normal.

3. Uji Hipotesis

Analisis kuantitatif yang digunakan antara lain :

a. Analisis korelasi rank dari Spearman atau korelasi tata jenjang, digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian dan sekaligus terkait dengan hipotesis pertama, kedua, dan hipotesis ketiga, penulis menggunakan teknik koefisien korelasi rank dari Spearman (Arikunto, 2006 : 278) dengan rumus sebagai berikut.

⎥ ⎥ ⎦ ⎤ ⎢ ⎢ ⎣ ⎡ − − =

) 1 ( 6 1 2 2 n n d rs i

di = perbedaan dalam rank yang diberikan kepada 2 karakteristik yang berbeda dari individu atau fenomena ke i. n = banyaknya individu / fenomena yang diberi rank.

Rumusan hipotesisnya :

Ho = tidak ada hubungan (korelasi) antara variabel X dan variabel Y atau angka korelasi 0

Ha = ada hubungan (korelasi) antara variabel X dan variabel Y ata angka korelasi tidak 0

Uji korelasi tata jenjang ini menggunakan SPSS versi 11,5. Arah korelasi dinyatakan dalam tanda + (plus) dan – (minus). Tanda + menunjukkan adanya korelasi sejajar searah dan tanda – menunjukkan korelasi sejajar berlawanan arah (Arikunto, 2006:279).

Korelasi + : ”makin tinggi nilai X, makin tinggi nilai Y” atau ”kenaikan nilai X diikuti kenaikan nilai Y”.

Korelasi - : ”makin tinggi nilai X, makin rendah nilai Y, atau ”kenaikan nilai X, diikuti penurunan nilai Y”.

Ada tidaknya korelasi, dinyatakan dalam angka pada indeks. Betapa pun kecilnya indeks korelasi, dapat diartikan bahwa antara kedua variabel yang dikorelasikan, terdapat adanya korelasi. Makin besar angka dalam indeks korelasi, semakin tinggi korelasi kedua variabel yang dikorelasikan.

Dengan anggapan bahwa koefisien korelasi rank sebenarnya ρs (=

dengan membandingkan angka probabilitas yang didapat dari hasil komputasi dengan tingkat signifikansi. Apabila angka probabilitas signifikan di bawah 0,05 (signifikan < 0,05), maka Ho ditolak atau sebenarnya ada hubungan antara variabel X dan Y, demikian juga sebaliknya.

BAB IV

GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

A. Dari PTPG ke Universitas

Pada tahun 1955 didirikan Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) Sanata Dharma dan mulai bulan November 1958 pemerintah mengubah nama PTPG Sanata Dharma menjadi FKIP dengan alasan PTPG bukanlah nama suatu instansi perguruan tinggi. Berkaitan dengan hal itu, nama PTPG Sanata Dharma berganti menjadi FKIP Sanata Dharma. Namun muncul persoalan, “Mana Universitasnya?”, guna mengatasi persoalan itu, muncul gagasan untuk membentuk Universitas Katolik Indonesia untuk “melindungi” FKIP Sanata Dharma. Namun universitas tersebut tidak berwujud dan FKIP Sanata Dharma tetap berjalan.

Antara tahun 1960-1966 bidang pendidikan ditangani oleh dua kementerian, yaitu Kementrian Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (P&K) serta Kementerian Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) dan FKIP berada di bawah PTIP. Setelah itu, P&K mendirikan Institut Pendidikan Guru (IPG) sehingga terjadilah dualisme. Guna mengatasi hal tersebut, Presiden Soekarno membentuk IKIP yang merupakan gabungan dari FKIP dan IPG. Dengan demikian, mulai tanggal 1 September 1965, berdasarkan SK No. 237/B-SWT/U/1965, FKIP Sanata Dharma mengganti nama menjadi IKIP Sanata Dharma.

Akhirnya untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat serta kemajuan zaman, tanggal 20 April 1993 sesuai dengan SK Mendikbud No. 46/ D/O/1993, IKIP Sanata Dharma dikembangkan menjadi Universitas Sanata Dharma atau lebih dikenal dengan nama USD.

Dengan demikian, IKIP yang dulu merupakan lembaga yang berdiri sendiri, sekarang merupakan sebuah fakultas dari USD, hanya saja fakultas yang lain berstatus terdaftar, sedangkan jurusan dan program studi yang berada dalam FKIP statusnya tetap disamakan sesuai dengan SK Dirjen Dikti No. 226/Dikti/Kep/1993, tertanggal 10 Mei 1993. Selanjutnya, berdasarkan peraturan baru, semua program studi di lingkungan FKIP USD telah terakreditasi sesuai dengan SK Mendikbud No. 78/D.O/1997, tertanggal 17 Nopember 1997.

Semenjak ada perubahan IKIP Sanata Dharma menjadi Universitas Sanata Dharma pada tahun 1993, Pendidikan Akuntansi (PAK) yang awalnya berada di bawah jurusan Ilmu Ekonomi terhitung pada saat itu berada di bawah Program Studi Pendidikan Dunia Usaha, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, FKIP. Pada tahun 1996, Pendidikan Akuntansi dinyatakan TERAKREDITASI berdasarkan surat keputusan yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi tertanggal 11 Agustus 1998. Tahun 1999, berdasarkan SK Dirjen Dikti No. 143/DIKTI/Kep/1999 Pendidikan Akuntansi berada di bawah Program Studi Pendidikan Ekonomi. Tahun 2003 kembali Pendidikan Akuntansi dinyatakan TERAKREDITASI

berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi No. 05973/Ak-VII-S1-033/USDPDA/ IX/ 2003.

B. Visi dan Misi FKIP 1. Visi

a. Pendidikan yang bersuasanakan cinta kasih dan bercorak humanistik, yang menghargai martabat manusia, akan menigkatkan pribadi manusia secara utuh.

b. Hubungan antara pendidikan dan subjek yang ideal adalah hubungan dialogis, ketika mereka saling menghargai dan membantu untuk mewujudkan kemanusiaan mereka.

c. Penegakan keadilan dan pelayanan terhadap mereka yang lemah dalam dunia pendidikan perlu mendapat tekanan.

d. Penyiapan tenaga kependidikan yang profesional, baik dalam bidang keahlian maupun keguruan, merupakan hal yang penting.

2. Misi

a. Menyiapkan tenaga kependidikan yang profesional, yang bercirikan hal-hal berikut.

1) berkemampuan tinggi, bermutu, berwawasan luas dan kritis;

2) menguasai bidang studi tertentu sehingga mampu memanfaatkannya dalam lembaga pendidikan sekolah, luar sekolah dan lembaga lain yang terkait;

3) menguasai bidang kependidikan dan dapat menggunakannya dalam praktik kependidikan yang relevan secara tepat;

4) mampu mengaktualisasikan diri sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat yang bertanggung jawab;

5) bermodal, sosial, adil dan penuh pengabdian.

b. Menyiapkan tenaga kependidikan yang humanistik, yang menghargai nilai martabat manusia, terutama subjek didik.

c. Menyiapkan tenaga kependidikan yang menerapkan semangat dialogis dalam pelaksanaan pendidikan.

d. Menyiapkan tenaga kependidikan yang menghargai dan mengembangkan kebebasan serta kejujuran akademik dalam proses pendidikan.

C. Fasilitas

1. Perpustakaan

Perpustakaan Universitas Sanata Dharma menempati gedung berlantai empat dengan luas kurang lebih 4.000 meter persegi. Sampai dengan bulan September 2006 perpustakaan ini memiliki koleksi buku sejumlah 93.062 judul buku dalam 181.253 eksemplar. Koleksi majalah yang dimiliki majalah lepas dan majalah terjilid masing-masing 212 judul dan 195 judul termasuk harian berbahasa Inggris. Selain itu perpustakaan memiliki 12 surat kabar harian dan 4 tabloid. Selain buku, majalah dan

surat kabar, perpustakaan ini juga memiliki koleksi jurnal, disket, kaset, skripsi, tesis serta 639 judul CD.

Kelengkapan koleksi tersebut juga ditunjang oleh tenaga-tenaga profesional yang telah menjalani pendidikan khusus bidang ilmu perpustakaan. Dengan demikian, perpustakaan yang dilengkapi dengan sistem jaringan informasi canggih, local area network (LAN), pengunjung diberi kebebasan dan kesempatan menemukan informasi sebanyak mungkin dengan cepat dan efisien. Perpustakaan juga dilengkapi dengan komputer work station (computer) untuk dapat digunakan mahasiswa dan dosen dalam menulis karya-karya ilmiahnya.

2. Pusat Komputer

Universitas Sanata Dharma memiliki pusat komputer dengan banyak workstation di dalamnya. Mahasiswa dan dosen dapat menggunakan komputer-komputer tersebut untuk mengetik, mengolah data maupun mengakses data dari internet. Di pusat komputer ini juga ditawarkan kursus komputer yaitu : apresiasi komputer, MS Word, Ms Excel, Pemrogaman FOXPRO dan internet.

3. Laboratorium Pendidikan untuk Program Studi Pendidikan Akuntansi : Pusat Simulasi Bisnis dan Koperasi

Laboratorium Simulasi Bisnis dan Koperasi ini digunakan untuk praktikum bisnis dan koperasi secara hipotesis (simulasi) bagi mahasiswa dan peneliti yang dikelola oleh Prodi PAK dan PE. Saat ini laboratorium ini baru dilengkapi dengan komputer sebagai perangkat kerja dan

beberapa modul praktek akuntansi. Selama tahun 2006, kegiatan yang sudah dilakukan oleh laboratorium ini diawali dengan pengisian SPT 1770 S Wajib Pajak Orang Pribadi bagi karyawan dan dosen Universitas Sanata Dharma serta pembuatan buku praktik akuntansi untuk Mata Kuliah Akuntansi Usaha Dagang dan Jasa.

4. Laboratorium Micro Teaching

Laboratorium Micro Teaching digunakan untuk praktik mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Program Pengalaman Lapangan I. Laboratorium ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya baik untuk mahasiswa secara khusus dan para dosen pada umumnya sebelum mahasiswa dapat terjun langsung ke sekolah secara langsung. Saat ini, laboratorium micro teaching sudah dilengkapi beberapa media yang mendukung dosen dan mahasiswa untuk dapat menggunakan media dalam memperlancar serta mempermudah proses pembelajaran.

5. Tempat Praktik Kependidikan

FKIP punya banyak hubungan dan kerja sama dengan banyak sekolah dasar dan menengah dari lembaga kependidikan lainnya yang ada di Yogyakarta dan sekitarnya. Dengan demikian, dari adanya kerja sama tersebut diharapkan mahasiswa FKIP dapat melaksanakan program praktik pengalaman lapangan atau Program Pengalaman Lapangan (PPL).

D. Program Pengalaman Lapangan (PPL)

Program Pengalaman Lapangan adalah suatu program pra-jabatan guru yang dirancang untuk melatih para calon guru menguasai kecakapan keguruan secara lengkap dan terintegrasi. Program ini mencakup baik latihan pembelajaran maupun latihan melaksanakan tugas-tugas kependidikan selain pembelajaran (latihan non-mengajar). Tahap-tahap latihan pembentukan kecakapan keguruan tersebut meliputi latihan ketrampilan terbatas dan atau simulatif (di dalam kampus), latihan pengenalan lapangan, latihan terbimbing dan latihan ketrampilan keguruan secara mandiri (di sekolah/PPL).

PPL merupakan muara dari seluruh program pendidikan pra-jabatan guru, oleh karena itu pelaksanaan PPL dilakukan sesudah mahasiswa memperoleh bekal yang memadai dalam bidang yang berkaitan dengan tugasnya sebagai guru, seperti penguasaan landasan kependidikan, penguasaan bidang studi dan pengelolaan proses pembelajaran. Tujuan dari Program Pengalaman Lapangan adalah agar praktikan semakin :

1. mengenal lingkungan sosial sekolah secara cermat dan menyeluruh, meliputi aspek fisik, tata administratif, tata kurikuler dan kegiatan pendidikannya;

2. mampu menerapkan berbagai kecakapan keguruan secara menyeluruh dan terintegrasi dalam situasi nyata di bawah bimbingan guru pamong dan dosen pembimbing PPL;

3. mampu mengambil manfaat dari pengalamannya ber-PPL agar semakin menguasai kecakapan keguruan secara profesional.

E. Keadaan Peserta Program Pengalaman Lapangan (PPL)

Jumlah Peserta PPL semester genap tahun akademik 2006/2007 Program Studi Pendidikan Akuntansi adalah 33 mahasiswa atau guru praktikan yang tersebar di 8 sekolah menengah dan kejuruan di Kotamadya Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Bantul.

BAB V

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan diuraikan mengenai deskripsi data dan analisis data yang telah diperoleh dari Guru Praktikan PPL Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yaitu data tentang sikap guru praktikan, kemampuan interaksi belajar-mengajar, nilai mata kuliah prasyarat PPL II dan kompetensi keguruan pada guru praktikan akan disajikan dalam bentuk deskripsi per variabel.

Untuk menganalisis ada tidaknya hubungan antara sikap guru praktikan dengan kompetensi keguruan pada guru praktikan, kemampuan interaksi belajar- mengajar dengan kompetensi keguruan pada guru praktikan dan hubungan antara nilai mata kuliah prasyarat PPL II secara bersama-sama dengan kompetensi keguruan pada guru praktikan digunakan metode statistik.

Metode-metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis tentang adanya hubungan antara sikap guru praktikan, kemampuan interaksi belajar-mengajar, nilai mata kuliah prasyarat PPL II dan kompetensi keguruan pada guru praktikan serta hipotesis keempat yaitu hipotesis antara sikap guru praktikan, kemampuan interaksi belajar-mengajar, nilai mata kuliah prasyarat PPL II dan kompetensi keguruan pada guru praktikan secara bersama-sama dengan menggunakan teknik analisis korelasi rank dari Spearman.

A. Deskripsi Data 1. Sikap Guru Praktikan

Untuk mengetahui penilaian sikap guru praktikan digunakan pedoman Penilaian Acuan Patokan (PAP II), (Masidjo, 1995:157) sebagai berikut.

Tingkat Penguasaan Kompetensi Kriteria Penilaian

81 – 100 % Sangat Tinggi

66 – 80 % Tinggi

56 – 65 % Cukup

46 – 65 % Kurang

Dibawah 46 % Sangat Kurang

Skor tertinggi yang mungkin dicapai 4 x 20 = 80 dan skor terendah yang mungkin dicapai 1 x 20 = 20, maka dengan menggunakan penilaian model PAP II skor batas bawah untuk masing-masing kategori di atas adalah sebagai berikut.

Rumus : Skor = Nilai Terendah + % (skor tertinggi – skor terendah) Batas bawah kategori sangat tinggi =

= 20 + 81% (80 - 20) = 68,6 = 69

Batas bawah kategori tinggi = = 20 + 66% (80 – 20)

Batas bawah kategori cukup = = 20 + 56% (80 – 20)

= 53,6 = 54

Batas bawah kategori kurang = = 20 + 46% (80 – 20)

= 47,6 = 48

Tabel 5 : Penilaian Sikap Guru Praktikan

Skor Frekuensi Frekuensi Relatif Penilaian

20 – 47 0 0 % Sangat Kurang 48 – 53 0 0 % Kurang 54 – 59 4 12,12 % Cukup 60 – 68 26 78,79 % Tinggi 69 – 80 3 9,09 % Sangat Tinggi 33 100 %

Dari data induk penelitian variabel sikap guru praktikan, didapatkan skor tertinggi sebesar 78 dan skor terendah sebesar 56. Dari data tersebut dapat diperoleh frekuensi relatif penilaian sikap guru praktikan sebesar 12,12% dengan kategori cukup, 78,79% dengan kategori tinggi serta 9,09% dengan kategori sangat tinggi.

Berdasarkan hasil perhitungan frekuensi relatifnya, maka dapat disimpulkan bahwa kecenderungan untuk variabel sikap guru praktikan PPL Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma termasuk dalam kategori tinggi.

2. Kemampuan Interaksi Belajar-Mengajar

Untuk mengetahui penilaian kemampuan interaksi belajar-mengajar guru praktikan PPL digunakan pedoman Penilaian Acuan Patokan (PAP II), (Masidjo, 1995:157), sebagai berikut.

Tingkat Penguasaan Kompetensi Kriteria Penilaian

81 – 100 % Sangat Tinggi

66 – 80 % Tinggi

56 – 65 % Cukup

46 – 65 % Kurang

Dibawah 46 % Sangat Kurang

Skor tertinggi yang mungkin dicapai 4 x 17 = 68 dan skor terendah yang mungkin dicapai 1 x 17 = 17, maka dengan menggunakan penilaian model PAP II skor batas bawah untuk masing-masing kategori di atas adalah sebagai berikut.

Rumus : Skor = Nilai Terendah + % (skor tertinggi – skor terendah) Batas bawah kategori sangat tinggi =

= 17 + 81% (68 - 17) = 58,31 = 58

Batas bawah kategori tinggi = = 17 + 66% (68 – 17)

= 50,66 = 51

Batas bawah kategori cukup = = 17 + 56% (68 – 17)

= 45,56 = 46

Batas bawah kategori kurang = = 17 + 46% (68 – 17)

= 40,46 = 40

Tabel 6 : Penilaian Kemampuan Interaksi Belajar-Mengajar Skor Frekuensi Frekuensi Relatif Penilaian

17 – 39 0 0 % Sangat Kurang 40 – 45 2 6,06 % Kurang 46 – 50 6 18,18 % Cukup 51 – 57 16 48,48 % Tinggi 58 – 68 10 30,3 % Sangat Tinggi 33 100 %

Dari data induk penelitian variabel kemampuan interaksi guru praktikan, didapat skor tertinggi 68 dan skor terendah sebesar 45. Dari data tersebut dapat diperoleh frekuensi relatifnya penilaian kemampuan interaksi belajar-mengajarnya guru praktikan sebesar 6,06% dengan kategori kurang, 18,18% dengan kategori cukup, 48,48% dengan kategori tinggi dan 30,3% dengan kategori sangat tinggi.

Berdasarkan hasil perhitungan frekuensi relatifnya, maka dapat disimpulkan bahwa kecenderungan untuk variabel kemampuan interaksi belajar-mengajar guru praktikan PPL Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma termasuk dalam kategori tinggi.

3. Nilai Mata Kuliah Prasyarat Program Pengalaman Lapangan

Untuk mengetahui penilaian nilai mata kuliah prasyarat guru praktikan PPL digunakan pedoman Penilaian Acuan Patokan (PAP II), (Masidjo, 1995:157), sebagai berikut.

Tingkat Penguasaan Kompetensi Kriteria Penilaian

81 – 100 % Sangat Tinggi

66 – 80 % Tinggi

56 – 65 % Cukup

46 – 65 % Kurang

Dibawah 46 % Sangat Kurang

Skor tertinggi yang mungkin dicapai 4 x 20 = 80, nilai terendah yang mungkin dicapai 1 x 20 = 20, maka dengan menggunakan penilaian model PAP II nilai batas bawah untuk masing-masing kategori di atas adalah sebagai berikut.

Rumus : Skor = Nilai Terendah + % (skor tertinggi – skor terendah) Batas bawah kategori sangat tinggi =

= 20 + 81% (80 - 20) = 68,6 = 69

Batas bawah kategori tinggi = = 20 + 66% (80 – 20)

= 59,6 = 60

Batas bawah kategori cukup = = 20 + 56% (80 – 20)

= 53,6 = 54

Batas bawah kategori kurang = = 20 + 46% (80 – 20)

= 47,6 = 48

Tabel 7 : Penilaian Nilai Mata Kuliah Prasyarat Program Pengalaman Lapangan

Skor Frekuensi Frekuensi Relatif Penilaian

20 – 47 0 0 % Sangat Kurang 48 – 53 1 3,03 % Kurang 54 – 59 7 21,2 % Cukup 60 – 68 19 57,6 % Tinggi 69 – 80 6 18,18 % Sangat Tinggi 33 100 %

Dari data induk penelitian variabel nilai mata kuliah prasyarat guru praktikan, didapat skor tertinggi 74 dan skor terendah sebesar 51. Dari data tersebut dapat diperoleh frekuensi relatifnya penilaian nilai mata kuliah prasyarat guru praktikan sebesar 3,03% dengan kategori kurang, 21,2 % dengan kategori cukup, 57,6% dengan kategori tinggi dan 18,18%

Dokumen terkait