• Tidak ada hasil yang ditemukan

OBLIGASI SURYA CITRA TELEVISI II TAHUN 2007

Dalam dokumen PT SURYA CITRA TELEVISI DAN ANAK PERUSAHAAN (Halaman 24-39)

Pajak penghasilan - periode berjalan (Catatan 20) 125.553.464 86.200.654

Dikurangi pajak penghasilan dibayar di muka

Pasal 23 25.644.830 18.071.574

Pasal 25 83.560.660 49.307.962

Jumlah pajak penghasilan dibayar di muka 109.205.490 67.379.536

Hutang tagihan pajak penghasilan - Pasal 29 16.347.974 18.821.118

Untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2010, Perusahaan menerima 2 (dua) Surat Tagihan Pajak (“STP”) untuk bunga penagihan atas PPh Pasal 23 untuk tahun pajak 2009 dan PPh Pasal 21 untuk tahun pajak 2009 yang seluruhnya berjumlah Rp120 juta. Denda pajak tersebut sudah dibayar seluruhnya pada bulan Januari dan Maret 2010 dan telah diakui sebagai bagian dari akun “Beban (Penghasilan) Lain-lain – Lain-lain - bersih ” dalam laporan laba rugi konsolidasi periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2010.

14. HUTANG OBLIGASI

Akun ini merupakan obligasi yang diterbitkan oleh Perusahaan, dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk (“Bank CIMB Niaga”) sebagai wali amanat dengan rincian sebagai berikut:

2010 2009

Hutang pokok

Obligasi SCTV II Tahun 2007 575.000.000 575.000.000

Biaya emisi obligasi, setelah dikurangi dengan

amortisasi (1.316.826) (2.083.359)

Bersih 573.683.174 572.916.641

OBLIGASI SURYA CITRA TELEVISI II TAHUN 2007

Pada tanggal 29 Juni 2007, Perusahaan menerima Surat Pernyataan Efektif No. S-3213/BL/2007 dari Ketua BAPEPAM-LK sehubungan dengan rencana Perusahaan untuk melakukan penawaran umum obligasi dengan nama “Obligasi Surya Citra Televisi II Tahun 2007 Dengan Tingkat Bunga Tetap” (“Obligasi II”) dengan nilai nominal Rp575 miliar. Pada tanggal 10 Juli 2007, Obligasi II diterbitkan dalam bentuk Sertifikat Jumbo Obligasi yang didaftarkan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia. Obligasi ini akan jatuh tempo seluruhnya pada tanggal 10 Juli 2012. Perusahaan dapat membeli kembali Obligasi II setiap saat setelah satu tahun dari tanggal penerbitan.

Obligasi II dikenakan tingkat bunga tetap sebesar 10,95% per tahun yang akan dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan, dimulai pada tanggal 10 Oktober 2007 sampai dengan tanggal 10 Juli 2012. Seluruh Obligasi II telah didaftarkan di Bursa Efek Indonesia efektif pada tanggal 11 Juli 2007.

Berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dengan Bank CIMB Niaga sebagaimana dinyatakan dengan Akta Notaris No. 37 tanggal 4 Mei 2007 oleh Aulia Taufani, S.H., sebagai pengganti Sutjipto, S.H., yang diubah dengan Akta Notaris No. 158 tanggal 18 Juni 2007 oleh notaris

PT SURYA CITRA TELEVISI DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

23

14. HUTANG OBLIGASI (lanjutan)

yang sama, Obligasi dijamin secara fidusia dengan piutang, dan/atau persediaan film, dan/atau kendaraan bermotor serta tanah dan bangunan milik Perusahaan yang diikat dengan Hak Tanggungan, yang keseluruhan nilai jaminannya minimal sebesar 50% dari pokok Obligasi II. Apabila nilai jaminan kurang dari 50% dari nilai pokok Obligasi II yang terhutang, Perusahaan wajib melakukan penyetoran uang tunai, dari waktu ke waktu, yang ditempatkan pada deposito berjangka atas nama Perusahaan pada bank yang ditunjuk wali amanat agar nilai jaminan menjadi 50% dari nilai pokok Obligasi II yang terhutang dan diikat secara gadai (Catatan 4, 5 dan 7).

Penjaminan ini dinyatakan dalam Perjanjian Pembebanan Jaminan Fidusia Atas Kendaraan-kendaraan Bermotor seperti yang dinyatakan dengan Akta Notaris No. 161, Pembebanan Jaminan Fidusia Atas Piutang seperti yang dinyatakan dengan Akta Notaris No. 162, dan Pembebanan Jaminan Fidusia Atas Persediaan/Inventory (Film) seperti yang dinyatakan dengan Akta Notaris No. 163 serta Akta Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan atas Tanah dan Bangunan yang dinyatakan dengan Akta No. 164-179, seluruhnya tertanggal 18 Juni 2007. Semua akta tersebut telah diaktakan oleh Aulia Taufani, S.H., sebagai pengganti Sutjipto, S.H.

Perusahaan tidak diharuskan untuk membentuk penyisihan dana pelunasan obligasi.

Berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dengan Bank CIMB Niaga (dahulu PT Bank Niaga Tbk), Perusahaan harus memperoleh persetujuan tertulis dari wali amanat, antara lain, untuk melakukan hal-hal berikut:

- Penggabungan atau pengambilalihan usaha - Perolehan pinjaman baru

- Penjaminan aset yang dijadikan jaminan atas hutang obligasi - Perubahan bidang usaha utama

- Pengurangan modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor - Pengajuan permohonan pailit

- Melakukan perjanjian kerja sama di luar kegiatan usaha utama Perusahaan yang mengakibatkan operasional keuangan Perusahaan diatur pihak-pihak lain.

Perusahaan juga disyaratkan untuk mempertahankan rasio keuangan tertentu, yaitu: - Rasio aktiva lancar terhadap kewajiban lancar minimal 100%

- Rasio kewajiban terhadap ekuitas tidak lebih dari 300% - Rasio EBITDA terhadap beban bunga minimal 250%

Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan di atas pada tanggal 31 Maret 2010 dan 2009. Sebagaimana dijelaskan dalam prospektus penawaran obligasi, dana perolehan bersih dari penawaran Obligasi II digunakan untuk keperluan sebagai berikut:

1. Sebesar 74% (tujuh puluh empat persen) akan digunakan untuk pelunasan Obligasi I.

2. Sebesar 16% (enam belas persen) akan digunakan untuk keperluan pengembangan usaha, seperti pembelian alat-alat penunjang sarana produksi, alat-alat transmisi, siaran dan penyimpanan, alat-alat IT untuk menunjang media ordering, archiving, billing dan accounting

system.

PT SURYA CITRA TELEVISI DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

24

14. HUTANG OBLIGASI (lanjutan)

Sampai dengan tanggal 31 Maret 2009, akumulasi penggunaan dana hasil penawaran Obligasi II seperti yang dilaporkan ke BAPEPAM-LK adalah sebagai berikut:

1. Pelunasan Obligasi I sejumlah Rp425 miliar (74,38%).

2. Pengadaan peralatan produksi, penyiaran dan IT sejumlah Rp92 miliar (16,10%). 3. Modal kerja Perusahaan sejumlah Rp54,42 miliar (9,52%).

Obligasi II memperoleh peringkat idA (Single A, Stable Outlook) berdasarkan peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), biro pemeringkateEfek independen, dalam laporannya masing-masing No. 448/PEF-Dir/V/2010 tanggal 6 Mei 2010 dan No. 492/PEF-Dir/V/2009 tanggal 14 Mei 2009.

15. MODAL SAHAM

Rincian kepemilikan saham Perusahaan dengan nilai nominal Rp1.000 (Rupiah penuh) per saham pada tanggal 30 September 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut:

2010 dan 2009

Jumlah Saham

Ditempatkan dan Persentase

Pemegang Saham Disetor Penuh Kepemilikan Jumlah

PT Surya Citra Media Tbk 229.999.999 99,99% 229.999.999

Eddy Kusnadi Sariaatmadja 1 0,01 1

Jumlah 230.000.000 100,00% 230.000.000

16. SALDO LABA

Berdasarkan Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PT Surya Citra Televisi sebagaimana tertuang dalam Akta No. 174 tanggal 25 Mei 2010 yang dibuat oleh Aulia Taufani, S.H., pengganti Sutjipto, S.H., Notaris di Jakarta yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Surya Citra Televisi sebagaimana tertuang dalam Akta Notaris No. 76 tanggal 10 Mei 2010 yang dibuat oleh Aulia Taufani, S.H., pengganti Sutjipto, S.H., Notaris di Jakarta, pemegang saham Perusahaan setuju untuk:

• Menetapkan dividen kas sebesar Rp474,95 miliar untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009. Dividen kas ini telah dibayarkan pada bulan Juli 2010.

• Penetapan alokasi dana cadangan sejumlah Rp2 miliar dari laba bersih tahun 2009 untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-undang No. 40 tahun 2007 mengenai “Perseroan Terbatas”, pasal 70 ayat 1.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diadakan pada tanggal 7 April 2009, yang hasilnya telah diaktakan dengan Akta Notaris No. 35 dari Aulia Taufani, S.H., sebagai pengganti Sutjipto, S.H., pada tanggal yang sama, pemegang saham Perusahaan setuju untuk:

• Penetapan alokasi dana cadangan sejumlah Rp2 miliar dari laba bersih tahun 2008 untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-undang No. 40 tahun 2007 mengenai “Perseroan Terbatas”, pasal 70 ayat 1.

• Menetapkan tambahan dividen kas sebesar Rp250 miliar untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008. Dividen kas ini telah dibayarkan pada bulan Juli 2009.

PT SURYA CITRA TELEVISI DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

25

17. PENDAPATAN IKLAN BERSIH

Akun ini terdiri dari:

2010 2009 Pendapatan iklan 1.738.277.675 1.471.369.229 Potongan penjualan (324.472.486) (270.255.318) Bersih 1.413.805.189 1.201.113.911

Pelanggan dengan pendapatan iklan bersih lebih dari 10% dari pendapatan iklan bersih konsolidasi tahun 2010 dan 2009 adalah pendapatan bersih dari PT Wira Pamungkas Pariwara sebesar Rp316,34 miliar atau 22,44% dan Rp239,30 miliar atau 19,92% masing-masing untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2010 dan 2009.

Pelaporan segmen tidak dapat diterapkan terhadap Perusahaan dan Anak Perusahaan karena pendapatan hanya berasal dari penayangan iklan.

18. BEBAN USAHA

Beban usaha terdiri dari:

2010 2009

Program dan siaran:

Beban program (Catatan 5 dan 21e) 611.513.992 596.375.593

Jasa satelit (Catatan 22b) 10.714.898 9.725.423

Beban penyiaran/transmisi (Catatan 22a) 6.345.384 12.334.942

Lain-lain (Catatan 21e) 4.956.273 4.615.772

Jumlah beban program dan siaran 633.530.547 623.051.730

Umum dan administrasi:

Gaji dan upah(Catatan 19) 138.046.016 136.026.397

Penyusutan (Catatan 7) 40.826.917 41.987.311

Sewa (Catatan 8, 21a dan 22d) 17.092.154 16.302.286

Honorarium tenaga ahli 6.146.419 6.596.060

Kesejahteraan karyawan 6.006.660 8.371.019

Perjalanan 4.955.497 3.442.219

Perbaikan dan pemeliharaan 4.543.435 6.829.923

Listrik 4.261.395 3.048.214

Asuransi 2.804.030 3.358.865

Sumbangan 2.581.799 347.760

Komunikasi 2.521.754 2.686.054

Penyisihan piutang ragu-ragu (Catatan 4) 2.660.700 8.849.769

Promosi 2.308.270 10.698.510 Kendaraan 1.658.572 2.489.322 Amortisasi 1.307.093 1.000.908 Perlengkapan kantor 1.112.897 2.752.133 Lain-lain 10.362.704 4.467.256

Jumlah beban umum dan administrasi 249.196.312 259.254.006

Jumlah Beban Usaha 882.726.859 882.305.736

PT SURYA CITRA TELEVISI DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

26

18. BEBAN USAHA (lanjutan)

Rincian pemasok dengan nilai pembelian materi progam melebihi 10% dari jumlah pembelian konsolidasi materi program adalah sebagai berikut:

Persentase dari Jumlah Kewajiban Pemasok 2010 2009 2010 2009 PT MD Entertainment 257.430.000 276.460.000 56,70 60,50

PT Rieta Amilia Socha Prada - 58.930.000 - 12,90

Jumlah 257.430.000 335.390.000 56,70% 73,40%

19. KEWAJIBAN DIESTIMASI ATAS KESEJAHTERAAN KARYAWAN

Perusahaan memberikan imbalan kerja kepada karyawan berdasarkan peraturan Perusahaan dan sesuai dengan Undang-undang No. 13/2003 dan mengakui kewajiban diestimasi atas kesejahteraan karyawan sesuai dengan PSAK No. 24 (Revisi 2004), “Akuntansi Imbalan Kerja”.

Estimasi kewajiban atas imbalan paska kerja ditentukan berdasarkan penilaian aktuaris masing-masing pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 yang dilakukan oleh PT Eldridge Gunaprima Solution, aktuaris independen, berdasarkan laporannya masing-masing tertanggal 19 Januari 2010 dan 13 Januari 2009.

Asumsi-asumsi penting yang digunakan oleh aktuaris independen adalah sebagai berikut:

Tingkat bunga : 10,5% per tahun (2009)

12% per tahun (2008)

Tingkat kenaikan gaji per tahun : 8% per tahun (2009)

9% per tahun (2008)

Usia pensiun : 55 tahun

Pensiun dini/pengunduran diri : 10% sampai dengan usia 25 dan berkurang secara linear

sampai dengan 1% pada usia 45 dan setelahnya

Tingkat kematian : Tabel Kematian Indonesia (TMI II)/

Tingkat cacat : 10% dari tingkat kematian

Metode penilaian : Projected Unit Credit

Beban imbalan kerja yang diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi adalah sebagai berikut:

2010 2009

Beban jasa kini 4.005.966 3.859.249

Biaya bunga 4.395.379 5.084.115

Amortisasi bersih periode berjalan 263.629 312.732

Hasil aset program yang diharapkan (3.064.086) (1.825.898)

Jumlah beban imbalan kerja 5.600.888 7.430.198

Keuntungan dari curtailment merupakan keuntungan atas pengurangan jumlah karyawan sehubungan dengan program pensiun dini Perusahaan pada tahun 2009.

PT SURYA CITRA TELEVISI DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

27

19. KEWAJIBAN DIESTIMASI ATAS KESEJAHTERAAN KARYAWAN (lanjutan)

2010 2009

Nilai kini kewajiban 68.278.961 66.365.364

Biaya jasa lalu yang belum diakui – belum

menjadi hak (2.022.865) (2.488.665)

Rugi aktuarial yang belum diakui 3.013.838 (1.966.375)

Jumlah kewajiban 69.269.934 61.910.324

Nilai wajar aset program (45.048.854) (54.926.044)

Kewajiban diakui di neraca konsolidasi 24.221.080 6.984.280

Mutasi estimasi kewajiban atas imbalan kerja karyawan untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut:

2010 2009

Saldo awal periode 19.716.084 11.301.401

Beban periode berjalan 5.600.888 7.430.198

Pembayaran aktual kepada karyawan - (5.826.263)

Jumlah 25.316.972 12.905.336

Penambahan aset program - bersih (1.095.892) (5.921.056)

Saldo akhir periode 24.221.080 6.984.280

Untuk mendanai kewajiban imbalan kerja karyawan, pada tanggal 19 Agustus 2005, Perusahaan telah membeli polis asuransi jiwa dengan PT Prudential Life Insurance (“PLI”) dimana Perusahaan telah melakukan investasi dalam beberapa produk asuransi PLI dalam bentuk managed fund atas nama Perusahaan untuk menanggung pengobatan, kematian, kecelakaan, cacat dan masa pensiun untuk seluruh karyawan tetap Perusahaan dengan pertanggungan asuransi sampai tahun 2065. Sesuai dengan jadwal pembayaran dari program asuransi tersebut, Perusahaan diharuskan untuk membayar angsuran tahunan yang dialokasikan atas premi asuransi dan investasi dalam managed fund. Alokasi pembayaran angsuran untuk investasi (setelah dikurangi dengan alokasi untuk biaya premi asuransi) untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut:

2010 2009

Saldo awal tahun 37.519.383 39.466.333

Pembayaran asuransi - 6.773.230

Alokasi untuk premi asuransi - (581.561)

Alokasi untuk investasi 37.519.383 45.658.002

Hasil investasi 7.529.471 9.268.042

Saldo akhir periode 45.048.854 54.926.044

Pembayaran atas premi asuransi dicatat sebagai bagian dari akun “Beban Umum dan Administrasi - Asuransi” dalam laporan laba rugi konsolidasi (Catatan 18).

PT SURYA CITRA TELEVISI DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

28

19. KEWAJIBAN DIESTIMASI ATAS KESEJAHTERAAN KARYAWAN (lanjutan)

Sehubungan opsi pemilikan saham oleh karyawan yang diselenggarakan oleh PT Surya Citra Media Tbk (“SCM”), pemegang saham Perusahaan dan komisaris SCM telah mengalokasikan waran kepada karyawan Perusahaan dengan rincian sebagai berikut:

Tanggal Jumlah Waran Harga konversi

(Rupiah penuh) Tanggal konversi Pembayaran

11 Mei 2003 6.750.000 250 12 Mei 2008 Dibayar oleh

karyawan 11 Mei 2004 11 Mei 2005 9.330.000 9.993.000 250 250 12 Mei 2009 12 Mei 2010 Dibayar oleh karyawan Dibayar oleh karyawan

11 Mei 2006 9.500.084 250 12 Mei 2011 Dibayar oleh

karyawan

11 Mei 2007 11.840.234 250 12 Mei 2012 Dibayar oleh

karyawan

Waran yang dibagikan kepada karyawan Perusahaan pada tanggal 11 Mei 2003 telah dikonversikan menjadi 5.715.000 lembar saham SCM pada tahun 2008.

Waran yang dibagikan kepada karyawan Perusahaan pada tanggal 11 Mei 2004 telah dikonversikan menjadi 8.263.880 lembar saham SCM pada tahun 2009.

Waran yang dibagikan kepada karyawan Perusahaan pada tanggal 11 Mei 2005 telah dikonversikan menjadi 8.832.700 lembar saham SCM pada tahun 2010.

20. PAJAK PENGHASILAN

Beban (manfaat) pajak penghasilan terdiri dari:

2010 2009 Periode berjalan 125.553.464 86.200.654 Tangguhan (4.492.882) (1.167.101) Bersih 121.060.582 85.033.553

Beban Pajak Periode Berjalan

Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasi dengan taksiran laba fiskal untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut:

2010 2009

Laba sebelum pajak penghasilan sesuai dengan

laporan laba rugi 484.559.607 290.898.905

Beda temporer:

Kewajiban diestimasi

atas kesejahteraan karyawan –

bersih 3.579.781 1.603.935

Penyusutan aset tetap 5.661.748 3.064.472

Penyisihan bonus karyawan 29.680.000 -

PT SURYA CITRA TELEVISI DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

29

20. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan)

2010 2009

Beda tetap:

Kesejahteraan karyawan 10.368.545 26.483.386

Penyusutan aset tetap 1.863.037 5.021.556

Beban program dan siaran - 1.500.000

Sumbangan 2.579.599 1.308.122

Asuransi - 581.884

Penghasilan bunga yang telah dikenakan

pajak penghasilan yang bersifat final (20.373.301) (23.754.599)

Rugi atas pengurangan aset tetap 2.792.875 -

Penyisihan piutang ragu-ragu 2.660.700 8.849.769

Lain-lain (208.728) (7.697.951)

Taksiran penghasilan kena pajak 502.213.863 307.859.479

Perhitungan beban pajak penghasilan adalah sebagai berikut:

2010 2009

Taksiran penghasilan kena pajak 502.213.863 307.859.479

Beban pajak penghasilan periode berjalan 125.553.464 86.200.654

Beban (manfaat) Pajak Penghasilan - Tangguhan

2010 2009

Pengaruh beda temporer pada tarif pajak maksimum:

Pembayaran atas kewajiban diestimasi atas kesejahteraan karyawan –

bersih (894.945) (400.983)

Penyisihan bonus karyawan (2.182.500) -

Penyusutan aset tetap (1.415.437) (766.118)

Beban (manfaat) pajak penghasilan - tangguhan (4.492.882) (1.167.101)

Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan bersih yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku dari laba sebelum pajak penghasilan, dengan beban pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi konsolidasi untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut:

2010 2009

Laba sebelum beban pajak penghasilan

sesuai dengan laporan laba rugi 484.559.607 290.898.905

Beban pajak penghasilan dengan tarif pajak

yang berlaku 121.139.902 81.451.693

Pengaruh pajak atas beda tetap:

Kesejahteraan karyawan 2.592.136 7.415.348

Penyusutan aset tetap 465.759 1.406.036

Beban program dan siaran - 420.000

Sumbangan 644.900 366.274

PT SURYA CITRA TELEVISI DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

30

20. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan)

2010 2009

Penghasilan bunga yang telah dikenakan

pajak penghasilan yang bersifat final (5.093.325) (6.651.287)

Rugi atas pengurangan aset tetap 698.219 -

Penyisihan piutang ragu-ragu 665.175 2.477.935

Lain-lain (52.184) (2.015.374)

Beban pajak penghasilan sesuai

laporan laba rugi konsolidasi 121.060.582 85.033.553

Pada September 2008, Undang-undang No. 7 Tahun 1983 mengenai ”Pajak Penghasilan” diubah untuk keempat kalinya dengan Undang-undang No. 36 Tahun 2008. Perubahan tersebut mencakup perubahan tarif pajak penghasilan badan dari sebelumnya menggunakan tarif pajak bertingkat menjadi tarif tunggal yaitu 28% untuk tahun fiskal 2009 dan 25% untuk tahun fiskal 2010 dan seterusnya.

Aset dan Kewajiban Pajak Tangguhan

Aset (kewajiban) pajak tangguhan pada tanggal 30 September 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut:

2010 2009

Kewajiban diestimasi atas kesejahteraan karyawan 13.099.447 15.477.581

Aset tetap (3.749.496) (8.501.033)

Penyisihan bonus karyawan 7.420.000 -

Aset pajak tangguhan - bersih 16.769.951 6.976.548

Manajemen Perusahaan yakin bahwa aset pajak tangguhan dapat dipergunakan melalui laba fiskal di masa mendatang.

21. SIFAT HUBUNGAN, SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA

Saldo Transaksi Hubungan Istimewa

Perusahaan dan Anak Perusahaan dalam kegiatan usaha normal, melakukan transaksi dengan harga dan persyaratan yang disepakati bersama dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, terutama untuk perjanjian pendapatn bagi hasil, sewa, transaksi pembelian materi program, peralatan studio dan penyiaran dan uang muka dengan rincian sebagai berikut:

a. PT Surya Citra Media Tbk (“SCM”)

1. Pada tanggal 1 Maret 2008, Perusahaan dan SCM menandatangani perjanjian sewa, dimana Perusahaan menyewakan pemakaian listrik, penyejuk udara, dan infrastruktur Teknologi Informatika (“TI”); sistem telpon, kabel dan jaringan TI kepada SCM sejak tanggal 1 Maret 2008 sampai dengan 28 Februari 2013 dan dapat diperpanjang berdasarkan review oleh para pihak. Pendapatan sewa untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 dan 2009 masing-masing sebesar Rp1,76 miliar dan Rp1,86 miliar disajikan sebagai bagian dari akun “Beban (Penghasilan) Lain-lain - Lain-lain - bersih” dalam laporan laba rugi konsolidasi. Saldo piutang yang timbul dari transaksi tersebut sebesar Rp444,48 juta dan Rp2,32 miliar masing-masing pada tanggal 30 September 2010 dan 2009, disajikan sebagai bagian dari akun “Piutang Lain - lain Pihak Hubungan Istimewa” dalam neraca konsolidasi.

PT SURYA CITRA TELEVISI DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

31

21. SIFAT, SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan)

2. Pada tanggal 24 November 2008, Perusahaan menyewa ruang perkantoran Senayan City

Office Tower (SCTV Tower) yang disewakan oleh PT Manggala Gelora Perkasa (PT MGP)

kepada SCM untuk periode selama 3 (tiga) tahun, dimulai pada tanggal 1 Januari 2008 dan 1 Maret 2008 dengan hak opsi untuk memperpanjang waktu sewa selama 3 (tiga) tahun berikutnya. Beban sewa dan jasa pelayanan atas transaksi diatas sejumlah Rp7,43 miliar dan Rp2,16 miliar disajikan sebagai bagian dari akun “Beban Umum dan Administrasi - Sewa” dalam laporan laba rugi konsolidasi untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 dan 2009. Saldo hutang yang timbul dari transaksi tersebut sebesar Rp6,70 miliar dan Rp557,04 juta pada tanggal 30 September 2010 dan 2009, disajikan sebagai bagian dari akun “Hutang Lain-lain – Pihak Hubungan Istimewa” dan akun “Biaya Masih Harus Dibayar” dalam neraca konsolidasi.. Jaminan sewa sejumlah Rp2,75 miliar dan Rp2,46 miliar yang dibayarkan selama tahun 2010 dan 2009 disajikan sebagai bagian dari akun “Aset Lain-lain” dalam neraca konsolidasi (Catatan 9).

3. Pada tahun 2009, Perusahaan membeli peralatan studio dan penyiaran serta perabot dan peralatan kantor sejumlah Rp1,25 miliar dari SCM. Tidak ada saldo hutang yang timbul dari transaksi tersebut.

4. Pada tahun 2009, Perusahaan telah membayarkan uang muka atas nama SCM untuk biaya perangkat lunak yang diimplementasikan pada tahun 2009 dan telah dilunasi oleh SCM di bulan Maret 2010.

b. PT Indika Siar Sarana

Perusahaan membeli peralatan studio dan penyiaran melalui PT Indika Siar Sarana, pihak hubungan istimewa, sehubungan dengan pengembangan pemancar Perusahaan di beberapa kota di Indonesia. Untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 dan 2009, jumlah biaya yang telah dikeluarkan untuk pembelian dari PT Indika Siar Sarana masing-masing sebesar Rp14,14 juta dan Rp532,02 juta. Saldo hutang yang timbul dari transaksi tersebut masing-masing sebesar Rp36,96 juta dan Rp42,11 juta pada tanggal 30 September 2010 dan 2009 disajikan sebagai bagian dari akun “Hutang Usaha - Pihak Hubungan Istimewa” dalam neraca konsolidasi (Catatan 10).

c. PT Indika Cipta Media

Pada periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir tanggal 30 September 2010 dan 2009, Perusahaan menggunakan peralatan studio dan penyiaran milik PT Indika Cipta Media, pihak hubungan istimewa, sebesar Rp66,59 juta dan Rp139,52 juta dan mengakui biaya atas transaksi tersebut sebagai bagian dari akun “Beban Program dan Siaran - Beban Program” dalam laporan laba rugi konsolidasi pada tanggal 30 September 2010 dan 2009. Saldo hutang yang timbul dari transaksi tersebut sebesar Rp2,95 juta pada tanggal 30 September 2010.

d. PT Omni Intivision (“O’Channel”)

1. Pada tahun 2008, Perusahaan dan O’Channel mengadakan perjanjian kerjasama untuk memindahkan, menggabungkan dan mengembangkan sistem peralatan Master Control yang dimiliki masing-masing pihak menjadi suatu sistem terintegrasi di gedung perkantoran

Senayan City Office Tower untuk dapat beroperasi secara multikanal untuk kanal-kanal yang

disiarkan oleh masing-masing pihak, serta meningkatkan keandalan sistem peralatan serta meningkatkan efisiensi dalam penggunaan sumberdaya.

PT SURYA CITRA TELEVISI DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

32

21. SIFAT, SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan)

Masing-masing pihak memiliki kewajiban untuk menanggung biaya technical support yang dikenakan oleh pemasok secara bersama atau diatur atas kesepakatan bersama.

Perjanjian ini akan berakhir berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak

.

2. Perusahaan telah membayarkan uang muka atas nama O’Channel untuk biaya tertentu seperti tagihan listrik dan penyejuk udara, jasa dan sistem survei pemeringkat yang diberikan oleh PT AGB Nielsen Media Research Indonesia. Saldo piutang yang timbul dari transaksi tersebut sebesar Rp555,16 juta pada tanggal 30 September 2010, disajikan sebagai bagian dari akun “ Piutang Lain-lain - Pihak Hubungan Istimewa” dalam neraca konsolidasi.

3. Perusahaan menjual materi program ke O’Channel sebesar Rp34,59 juta pada periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 disajikan sebagai bagian dari akun “Beban (Penghasilan) Lain-lain - Lain-lain - bersih” dalam laporan laba rugi konsolidasi. Saldo piutang yang timbul dari transaksi tersebut dari transaksi tersebut sebesar Rp9,57 juta, disajikan sebagai bagian dari akun”Piutang Lain-lain – Pihak Hubungan Istimewa” dalam neraca konsolidasi.

e. PT Bitnet Komunikasindo (“Bitnet”)

Perusahaan membeli peralatan studio dan penyiaran dari Bitnet. Untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 dan 2009, jumlah biaya yang telah dikeluarkan untuk pembelian dari Bitnet sebesar masing-masing sebesar Rp109,38 juta dan Rp1,04 miliar. Tidak ada saldo hutang yang timbul atas transaksi tersebut. Sebagai tambahan, Bitnet memberikan jasa internet dan infrastruktur TI kepada Perusahaan masing-masing sejumlah

Dalam dokumen PT SURYA CITRA TELEVISI DAN ANAK PERUSAHAAN (Halaman 24-39)

Dokumen terkait