• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pekerjaan Sistem Penghawaan

Bab VI. Spek Tek M.1. Penghawaan VI - M.1 - 1

BAB VI. M.1

M.1. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN MEKANIKAL & ELEKTRIKAL

Pasal M - 1

Pekerjaan Sistem Penghawaan

1 Persyaratan Teknis

1.1 Lingkup Pekerjaan

Kontraktor harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang di- jelaskan baik dalam spesifikasi teknis ini ataupun yang terteram dalam gambar perencanaan, dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan sesuai dengan ketentuan pada spesifikasi .

Bila ternyata terdapat perbedaan antara spesifikasi bahan dan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi teknis yang diper-syaratkan pada pasal ini, merupakan kewajiban Kontraktor untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. Lingkup pekerjaan yang dimaksud adalah sebagai berikut :

1.1.1 Sistem distribusi dan ekstraksi udara beserta seluruh peralatan bantunya secara lengkap dengan peralatan utama menggunakan exhaust fan type inline Centrifugal yang dilengkapi pembungkus peredam suara (soundproof).

1.1.2 Pengadaan dan pemasangan Saluran Udara Fresh Air dan Exhaust dari toilet masing – masing kamar mandi dan koridor dengan zone area seperti gambar perencanaan.

1.1.3 Peralatan bantu/pendukung lainnya yang diperlukan untuk kesem-purnaan kerja sistem, meskipun peralatan tersebut tidak disebutkan secara jelas atau terinci di dalam Gambar Perencanaan dan Persyaratan Teknis.

1.1.4 Pekerjaan balancing, testing dan commisioning terhadap seluruh sistem sehingga dapat bekerja dengan baik sesuai fungsinya.

1.2 Kondisi Dan Operasi Sistem

1.2.1 Exhaust Fan Inline Centrifugal.

1.2.1.1 Ketentuan Umum,

a. Unit harus dipilih dengan laju aliran udara yang mampu menga-tasi beban kerja seperti yang dicantumkan pada gambar skedul peralatan.

b. Pada saat pengajuan usulan tipe dan kapasitas Fan, Kontraktor harus sudah memperhitungkan segala kemungkinan adanya penurunan kapasitas terhadap pertambahan static pressure sebagai akibat dari static pressure loss pada diffuser atau grille atau atau filter atau damper dan/atau peralatan lain di dalam saluran udara sesuai dengan yang akan dipasang.

1.2.1.2 Konstruksi,

a. Harus dari jenis Adjustable Pitch Axial-flow Fan factory adjusted dan fixed pada sudut tertentu sesuai dengan kebutuhan.

b. Form of running dengan motor berada pada sisi hulu dari arah aliran udara.

1.2.1.3 Impeller,

a. Harus dari bahan die-cast aluminium alloy dengan kekuatan sesuai standard ARI atau standard lain yang setaraf yang disetujui.

b. Harus seimbang secara dinamis maupun statis. c. Kipas harus dari jenis Airfoil atau Aerofoil.

d. Harus direct coupled dengan motor penggeraknya.

Bab VI. Spek Tek M.1. Penghawaan VI - M.1 - 2

a. Harus dari bahan hot dip galvanized cold-rolled steel dicat anti korosi dengan bahan chlorinated rubber paint.

b. Casing dari jenis long-type casing yang menutupi impeller dan motor.

c. Dilengkapi bell-mouth inlet and fan outlets untuk sambungan dengan saluran udara.

1.2.1.5 Motor,

a. Dari jenis non-ventilated squirrel-cage induction type, dust- grease-corrosion-proof motor dengan insulation class F.

b. Dapat digunakan untuk menghisap udara pada temperatur yang berkisar antara 50 - 75 0C.

1.2.2 Peralatan Kontrol Otomatis

1.2.2.1 Ketentuan Umum,

a. Seluruh peralatan kontrol yang digunakan harus dari buatan pabrik yang sama.

b. Peralatan dalam satu rangkaian kerja sistem kontrol harus sesuai (match) antara satu dengan lainnya atau sesuai secara elektris terutama terhadap impedansi pada jenis peralatan yang menggunakan prinsip jembatan Wheatstone.

c. Komponen-komponen yang disatukan (assy) harus sesuai satu dengan lainnya secara mekanis maupun elektris.

d. Seluruh peralatan harus dapat beroperasi pada arus bolak balik dengan tegangan 240 VAC kecuali dinyatakan lain.

1.3 Persyaratan Pemasangan

1.3.1 Ketentuan Umum,

1.3.1.1 Pada saat peralatan/unit mesin yang dipesan oleh Kontraktor tiba di tapak, segera harus dilakukan pembongkaran peti pembungkus atau container dengan disaksikan bersama.

1.3.1.2 Kontraktor bertugas membuat dan mengisi check-list untuk pemeriksaan dan diserahkan kepada DIREKSI, untuk ketentuan lebih detail tentang hal ini diatur oleh DIREKSI.

1.3.1.3 Apabila dalam pemeriksaan visual di atas ditemukan kerusakan fisik terhadap peralatan, maka segala penggantian/perbaikan dan lain- lainnya diatur oleh DIREKSI.

1.3.1.4 Khusus untuk kerusakan pada lapisan cat, Kontraktor harus melakukan perbaikan dengan melakukan cat ulang dengan kualitas pengecatan yang paling tidak harus sama, dimana sebelumnya harus dilakukan pembersihan yang sempurna (dengan sikat kawat, degreasing liquid dan sebagainya).

1.3.1.5 Segala sesuatu yang timbul sebagai akibat dari uraian di atas menjadi tanggungan dan atas beban biaya Kontraktor yang bersangkutan.

1.3.2 Pemasangan Unit Fan Inline Centrifugal,

1.3.2.1 Penyambungan instalasi kabel daya, kabel kontrol dan instalasi ducting disesuaikan dengan persyaratan pabrik, bila terjadi ketidak sesuaian dengan Dokumen Kontrak, sehingga dapat mengakibatkan terganggunya operasi, pemborong harus mengajukan gambar kerja (shop drawing) untuk disetujui oleh DIREKSI.

1.3.2.2 Unit mesin fan harus dilengkapi rumah seperti gambar perencanaan agar tidak terjadi noise disekitar area koridor.

1.3.2 Pengujian Kriteria Kebisingan (Noise Criteria),

1.3.2.1 Pengukuran dilakukan terhadap Tingkat Tekanan Suara dalam satuan ukuran atau skala 'weighing' decible (dBCA) pada berbagai pita frekuensi sehingga dapat dibuat kurva Noise Criteria.

Bab VI. Spek Tek M.1. Penghawaan VI - M.1 - 3

1.3.2.3 Apabila NC melebihi angka-angka perancangan seperti pada pasal terdahulu, maka Kontraktor harus menambahkan beberapa pere-dam suara pada saluran udara, misalnya duct acoustic lining disekitar dacting pembungkus fan.

1.3.3 Pengujian Operasi Sistem,

1.3.3.1 Pengujian ini dilakukan setelah seluruh peralatan atau sistem diuji dan dibersihkan, dan telah menjalani 'trial-run' selama 3 x 24 jam.

1.3.3.2 Pengujian ini dimaksudkan untuk sekaligus menguji kemampuan sistem dengan dioperasikan secara terus menerus selama 6 x 24 jam.

1.3.3.3 Pada saat pengujian ini Kontraktor harus melakukan bersama dan atas petunjuk, hal yang diuji adalah berikut :

a. Mengamati seluruh sistem saluran udara. b. Mengamati kerja sistem kontrol.

c. Mengamati kerja Fan dalam sistem ventilasi.

d. Memperbaiki segala hal yang masih belum beroperasi dengan semestinya dan bila terdapat getaran atau noise yang berlebihan dan segala hal yang menurut DIREKSI perlu diadakan perbaik-kan/penyempurnaan.

1.3.4 Laporan Pengujian,

1.3.4.1 Menggunakan formulir-formulir yang dicantumkan dalam buku 'SMACNA, Testing and Balancing of Air Conditioning System' dan/atau buku 'NEBB', National Engineering Balancing Bureau.

1.3.4.2 Segala kebutuhan untuk hal tersebut diatas menjadi tanggung jawab Kontraktor yang bersangkutan baik dalam segi pengadaan buku asli, hasil fotokopi formulir dan pengisiannya sehingga merupakan hasil pengujian yang baik.

1.3.5 Pemberian Tanda-Tanda Penyetelan (Marking),

Setelah seluruh sistem bekerja dengan baik, lancar dan sesuai dengan fungsinya, Kontraktor harus memberi tanda-tanda pada splitter damper, volume damper dan peralatan pengatur serta pengukur lainnya dengan cara-cara yang disetujui DIREKSI.

1.4 Pekerjaan Ducting Saluran Udara

1.4.1 Persyaratan Bahan

1.4.1.1 Saluran persegi empat Pelat Baja Lapis Seng (BjLS)

a. Digunakan untuk saluran udara exhaust dari ruangan toilet tiap kamar hotel/penginapan yang dapat menimbulak bau.

b. Daftar penggunaan bahan untuk saluran dengan kecepatan udara tidak lebih besar dari 2000 fpm dan tekanan statik tidak lebih besar dari 2 inWG, menggunakan bahan yang sesuai dengan tabel di bawah ini,

Sisi terpanjang Saluran ( Inch) Tebal Plat (mM2) Ukuran BjLS (SII standart ) Lapisan Seng Galvanis (g/M2) S/d 12 “ 13“ – 18” 19“ – 30” 31’ – 40” 40” ke atas 0,60 0,70 0,80 0,90 1,00 BjLS.60-K BjLS.70-K BjLS.80-K BjLS.90-K BjLS.1000K 305 305 305 305 305

Standard mutu bahan adalah SII.0137-80.

1.4.1.2 Lubang Pengujian

a. Harus disediakan lubang-lubang pengujian sesuai dengan tem-pat-tempat yang diberi notasi pada gambar dan tempat-tempat lainnya yang dipandang perlu sesuai dengan kondisi di lapangan.

Bab VI. Spek Tek M.1. Penghawaan VI - M.1 - 4

b. Lubang pengujian harus ditempatkan pada daerah dengan aliran turbulen yang sekecil mungkin.

c. Lubang pengujian dibuat dengan melubangi saluran udara pada sisi-sisinya dengan diameter 50 mM, mengelilingi saluran udara pada setiap jarak seperti yang ditentukan oleh SMACNA. d. Lubang tersebut diberi tutup dari bahan karet penutup sehingga kedap udara dan dapat dibuka

dengan mudah bila diperlukan.

e. Apabila mesin yang dipasang oleh Kontraktor dapat menyebab-kan atau menyebabkan Noise-Criteria di luar batas yang ditentu-kan di atas maka Kontraktor harus menyesuaikan panjang lining akustik yang dipasang dengan kebutuhan berdasarkan hasil perhitungan/pemeriksaan tersebut.

f. Ukuran saluran udara pada bagian yang dipasang lining akustik harus diperbesar dengan ditambahkan tebal lapisan lining akustik, terhadap ukuran pelat baja saluran yang tercantum pada gambar perancangan.

1.4.2 Persyaratan Pemasangan

1.4.2.1 Pemasangan saluran udara

a. Segala yang tercantum pada gambar adalah gambar peranca-ngan dan bukan merupakan gambar untuk pelaksanaan seperti definisi gambar yang dijelaskan di depan.

b. Kontraktor harus memperhitungkan adanya jalur-jalur instalasi lain pada daerah jalur saluran udara terutama jalur pemipaan dan fixture penerangan.

c. Seluruh saluran udara harus dibuat dari pelat BjLS yang baru dan bersih/bebas dari karat atau cacat-cacat lainnya dan berasal dari tempat penyimpanan yang dilindungi atap dan dinding. d. Dimensi yang ditulis/disebut dalam gambar maupun buku spesifikasi adalah ukuran bersih sisi

dalam saluran, dengan demikian untuk saluran dengan infill lining harus diberikan koreksi terhadap dimensi saluran baja tersebut.

e. Dinding saluran udara harus bebas dari gelombang maupun gelembung-gelembung setempat, untuk itu pemotongan dan penekukan/lipatan pelat harus dibuat dengan mesin (mesin potong pelat atau mesin tekuk).

f. Perubahan ukuran dan belokan,

- Selama tidak dinyatakan lain, setiap perubahan ukuran saluran udara harus dibuat taper/konis dg kemiringan 15 0 atau maksimum 1: 5.

- Belokan harus dibuat dengan r/d= 1.5, kecuali bila tidak memungkinkan, boleh dibuat dengan konstruksi belokan pa-tah dan dilengkapi dengan turning vanes, dengan seijin DIREKSI.

g. Pembersihan saluran udara,

- Pembersihan saluran udara harus dilakukan sebelum outlet terminal dipasang dan sebelum ceiling dan carpet pada Pekerjaan Finishing dipasang.

- Sebelum fan dijalankan, saluran udara harus dibersihkan dari segala kotoran yang melekat, debu, lemak, bekas-bekas pengerjaan dan segala jenis kotoran lainnya.

- Selama pekerjaan berlangsung, saluran yang telah selesai dikerja- kan harus ditutup dengan rapat menggunakan pelat baja untuk menghindarkan kotoran masuk ke dalam saluran.

- Bila ditemukan kotoran yang cukup mengganggu maka saluran udara harus dibongkar untuk dibersihkan dan ke-mudian bila masih memungkinkan dapat dipasang kembali. h. Perapat untuk saluran udara,

Seluruh sambungan pada saluran udara harus diberi perapat dari jenis fire resistant duct sealer untuk mendapatkan saluran udara yang kedap terhadap kebocoran. Sealant tersebut harus dioleskan pada saat fabrikasi.

i. Sambungan dan detail sambungan,

- Saluran udara harus dibuat dengan konstruksi mengikuti ketentuan yang dikeluarkan oleh SMACNA 'Sheet Metal and Air-Conditioning National Association' dengan detail kons-truksi seperti yang dicantumkan pada buku SMACNA 'Low Velocity Duct Construction Standard'.

Bab VI. Spek Tek M.1. Penghawaan VI - M.1 - 5

- Pemasangan semua peralatan di dalam saluran udara harus mengikuti ketentuan yang diberikan oleh SMACNA, seperti pada buku SMACNA, Duct liners Application Standards & Duct heaters Application Standards.

- Sambungan saluran udara dengan outlet-terminals harus benar-benar kedap udara, dengan bantuan sealant atau neoprene sponge rubber gasket pada sambungan tersebut. - Semua slip-joint harus dibuat dengan arah yang sama ter-hadap arah aliran udara

sehingga tidak menyebabkan turbulensi pada aliran udara. j. Konstruksi saluran udara segi empat,

- Sambungan pelipit (seams),

Groove, Pittsburgh lock seams dan Slip joints harus diguna-kan pada seluruh sambungan saluran udara, kecuali di-nyatakan lain dalam buku ini maupun dalam gambar. Khusus untuk kitchen exhaust duct dan bath room exhaust duct, sambungan dibuat dengan solder atau dapat juga dengan sealing packing seams.

- Sambungan (connection) antara saluran.

Sambungan antara saluran harus dengan sambungan flange, dari bahan besi siku yang diikat dengan paku keling terhadap saluran udara, dan diberi sealing packing untuk menjamin kedap udara. Baja siku yang digunakan harus mengikuti ketentuan seperti tabel berikut : Ukuran sisi Terpanjang Saluran (inch) Flange Saluran (inch) Paku Keling Baja Siku(mM) Sambungan Dia (mM) Pitch (mM) Dia (mM) Pitch (mM) S/d 12 “ 13 – 18 “ 19 – 30 “ 31 – 42 “ 42” keatas 15x25x3 30x30x3 40x40x3 40x40x3 40x40x5 1800 1800 1800 1800 1800 4.5 4.5 4.5 4.5 4.5 65 65 65 65 65 8.0 8.0 8.0 8.0 8.0 100 100 100 100 100

- Penguatan saluran udara

Baja siku atau pelipit yang digunakan untuk perkuatan saluran udara harus mengikuti ketentuan seperti pada tabel berikut ini : Perkuatan melebar (Width reinforcement).

Ukuran Sisi Terpanjang Saluran (Inch)

Standard Seam Reinforced Air Duct (mM)

Tinggi Seam Jarak Maks. s/d 12’ 13 – 18” 25 25 1200 900

Ukuran Sisi Terpanjang Saluran (Inch)

Angle Steel Seam Reinforced Air Duct (mM)

Tinggi Seam Jarak Maks. 19 – 30” 31 – 42” 42” ke atas 30 x 30 x 3 40 x 40 x 5 40 x 40 x 5 900 900 900

Perkuatan arah memanjang (Longitudinal reinforcement)

Ukuran Sisi Terpanjang Saluran (inch)

Dimensi

Siku (mM) Standing Seam (mM) 70 – 88” 88” ke atas 40 x 40 5 40 x 40 x 5 1 perkuatan di tengah 2 perkuatan di tengah

1.4.3 Pekerjaan Penggantung dan Penumpu

1.4.3.1 Persyaratan Bahan

Bab VI. Spek Tek M.1. Penghawaan VI - M.1 - 6

Untuk setiap jalur pemipaan, setiap jalur pekerjaan pelat atau sheet metal works dan peralatan/unit mesin fan harus diberi dudukan dalam bentuk penumpu atau penggantung atau inserts atau pengikat/brackets atau rangka dudukan atau peluncur atau lainnya sesuai dengan dudukan yang dibutuhkan sehingga kokoh berada pada posisinya.

b. Pemuaian dan penyusutan,

Penggantung harus dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menampung gerakan-gerakan akibat pemuaian dan penyusu-tan dan harus pula mampu memberikan kelonggaran terhadap gerakan-gerakan tersebut.

c. Saluran udara BjLS,

Diberi dudukan dengan penggantung atau penumpu seperti yang dijelaskan pada pasal selanjutnya.

d. Koordinasi,

Koordinasi kerja antar disiplin harus diperhatikan dengan seksama dalam pengertian bahwa penggantung/penumpu harus digunakan sesuai dengan fungsinya. Tidak diperkenankan misalnya menumpu pipa dengan penggantung ducting kecuali dinyatakan lain dalam gambar- gambar perancangan

1.4.3.2 Penggantung saluran udara,

a. Harus dari jenis channel/angle framing type trapezze hangers.

b. Dimensi baja kanal dan/atau baja siku harus mengikuti ketentuan seperti yang dicantumkan pada buku 'SMACNA'.

c. Rangka baja pembantu,

Penggantung atau penumpu bila perlu harus diberi rangka baja pembantu sebagai tempat pengikatan atau dudukan dari penumpu/penggantung tersebut.

d. Penahan Penggantung (Hanger support)

Penggantung pipa, ducting dan peralatan lainnya harus ditahan dengan cara-cara sesuai ketentuan berikut :

- Sebelum beton di cor, Penahan dibuat dari malleable iron insert yang dipasang sebelum beton dicor.

- Sesudah beton di cor, Penahan dibuat dari threaded insert yang dimasukkan ke dalam lubang pelat beton yang di bor.

- Penahan dibuat dari pelat berukuran 100x100x6 mM yang dipasang pada sisi atas pelat beton pracetak tersebut dan di bor sehingga menembus ke bawah, untuk kemudian diberi adukan beton, atau pelat 100x100x6 mM yang dilas ketulang-an/angker yang telah disediakan.

1.4.3.3 Persyaratan Pemasangan

a. Untuk hal-hal yang belum tercakup pada pasal-pasal terdahulu, harus dicari acuannya pada pasal persyaratan pelaksanaan.

b. Penumpu/penggantung harus dipasang pada jarak maks. sejauh 30 cM dari setiap elbow pada pemipaan horisontal.

c. Penumpu atau penggantung,

Harus dapat diatur ketinggiannya dalam batas-batas 40 mM setelah pipa dipasang.

d. Pipa vertikal harus diikat pada setiap lantai, khusus pada pipa air kotor (soil stack) harus diikat pada setiap lantai pada sisi pipe-hub.

Bab VI. Spek Tek M.2. Hydrant VI - M.2 - 1

BAB VI. M.2

M.2. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN MEKANIKAL & ELEKTRIKAL

Pasal M - 2

Pekerjaan Sistem Perlawanan Kebakaran