• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V : ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

4. Pembahasan Hasil Penelitian

a. Prosedur Penyusunan Anggaran Antara Kecamatan Nanggulan dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No.13 Tahun 2006.

Kecamatan Nanggulan dalam menentukan faktor-faktor penyusunan anggaran berdasarkan pada program-program kegiatan 5 tahunan yang mengacu pada Renstra Kecamatan yang setiap tahunnya masih harus diselaraskan dengan RKPD. Prosedur penyusunan anggaran Kecamatan Nanggulan sudah dapat dikatakan sesuai dengan tujuh faktor penyesuaian prosedur Peraturan Menteri Dalam Negeri No.13 Tahun 2006. Faktor-faktor prosedur penyusunan anggaran yang sesuai tersebut yaitu :

1) Penyusunan RKPD

Hasil analisis penyusunan RKPD anggaran Kecamatan Nanggulan sudah sesuai dengan prosedur penyusunan anggaran Peraturan Menteri Dalam Negeri No.13 Tahun 2006, di dalam penyusunan RKPD Kecamatan Nanggulan sekretaris, Kasubag umum, dan penyusun program dan laporan, menyiapkan dasar hukum penyusunan RKA, buku Renja, dan data profil

kecamatan sebagai materi penyusunan Renja. Hal ini sesuai dengan ketentuan dengan prosedur penyusunan anggaran menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri No.13 Tahun 2006 bahwa pemerintah daerah menyusun RKPD yang merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan menggunakan bahan dari Renja SKPD yang mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah.

2) Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA)

Hasil analisis rancangan KUA anggaran Kecamatan Nanggulan sudah sesuai dengan prosedur penyusunan anggaran Peraturan Menteri Dalam Negeri No.13 Tahun 2006, di dalam rancangan KUA Kecamatan Nanggulan setelah materi dasar penyusunan anggaran telah siap, camat menyelenggarakan rapat bersama pejabat struktural untuk mereview kembali matriks RKA tahun yang bersangkutan yang akan dituangkan dalam RKA dan membentuk tim penyusunan RKA dan membagi tugas. Hal ini sesuai dengan ketentuan dengan prosedur penyusunan anggaran menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri No.13 Tahun 2006 bahwa rancangan KUA memuat target pencapaian kinerja dari program-program yang akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah untuk setiap urusan pemerintahan daerah.

3) Pengesahan KUA dan Prioritas dan Platfon Anggaran (PPA) Hasil analisis pengesahan KUA dan PPA Kecamatan Nanggulan sudah sesuai dengan prosedur penyusunan anggaran Peraturan Menteri Dalam Negeri No.13 Tahun 2006, di dalam pengesahan KUA dan PPA Kecamatan Nanggulan sekretaris, Kasubag umum dan penyusun program dan laporan menyiapkan surat keputusan camat tentang tim penyusunan RKA sesuai dengan SOP penerbitan Surat Keputusan Camat dan mendistribusikan ke tim penyusunan RKA. Hal ini sesuai dengan ketentuan dengan prosedur penyusunan anggaran menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri No.13 Tahun 2006 bahwa KUA dan PPA yang telah disepakati dituangkan ke dalam nota kesepakatan yang ditandatangani bersama antara kepala daerah dengan pimpinan DPRD.

4) Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran SKPD (RKA-SKPD) Hasil analisis penyusunan RKA-SKPD Kecamatan Nanggulan sudah sesuai dengan prosedur penyusunan anggaran Peraturan Menteri Dalam Negeri No.13 Tahun 2006, di dalam penyusunan RKA-SKPD Kecamatan Nanggulan Kasi/Kasubag menyusun RKA yang telah dikoordinir oleh sekretaris. Hal ini sesuai dengan ketentuan dengan prosedur penyusunan anggaran menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri No.13 Tahun 2006

bahwa berdasarkan pedoman penyusunan RKA, kepala SKPD menyusun RKA-SKPD.

5) Penyusunan Raperda APBD

Hasil analisis Penyusunan Raperda APBD Kecamatan Nanggulan sudah sesuai dengan prosedur penyusunan anggaran Peraturan Menteri Dalam Negeri No.13 Tahun 2006, di dalam penyusunan Raperda APBD Kecamatan Nanggulan Kasubag umum meneliti RKA yang sudah diketik dan diparaf, kemudian mengajukan paraf kepada sekretaris. Hal ini sesuai dengan ketentuan dengan prosedur penyusunan anggaran menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri No.13 Tahun 2006 bahwa penyusunan RKA-SKPD yang telah disususun disampaikan kepada Pejabat Pengelola Keuangan Daerah, selanjutnya dibahas oleh tim anggaran Pemda.

6) Persetujuan DPRD dan kepala daerah

Hasil analisis persetujuan DPRD dan kepala daerah Kecamatan Nanggulan sudah sesuai dengan prosedur penyusunan anggaran Peraturan Menteri Dalam Negeri No.13 Tahun 2006, di dalam Kecamatan Nanggulan camat membaca dan menandatangani rancangan keuangan anggaran dilakukan paling lama 1 bulan sebelum tahun anggaran. Hal ini sesuai dengan ketentuan dengan prosedur penyusunan anggaran menurut Peraturan

Menteri Dalam Negeri No.13 Tahun 2006 bahwa pengambilan keputusan bersama DPRD dan kepala daerah terhadap Raperda APBD dilakukan paling lama 1 bulan sebelum tahun anggaran. 7) Evaluasi Gubernur dan Mendagri

Hasil analisis pengevaluasi Gubernur dan Mendagri Kecamatan Nanggulan sudah sesuai dengan prosedur penyusunan anggaran Peraturan Menteri Dalam Negeri No.13 Tahun 2006, di dalam Kecamatan Nanggulan rancangan keuangan anggaran yang sudah ditandatangani camat, pembubuhkan cap dinas, pemberi surat pengantar, dan dikirimkan ke Pemkab Kulon Progo. Hal ini sesuai dengan ketentuan dengan prosedur penyusunan anggaran menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri No.13 Tahun 2006 bahwa Raperda APBD yang telah disetujui DPRD dan penjabaran APBD sebelum ditetapkan oleh bupati disampaikan kepada gubernur untuk dievaluasi.

b. Analisis selisih antara anggaran dan realisasi Kecamatan Nanggulan pada tahun 2009-2011.

Berdasarkan analisis selisih yang dilakukan, secara umum kinerja belanja Kabupaten Nanggulan dapat dikatakan cukup baik, walaupun pada tahun 2009 realisasinya melebihi dari apa yang telah dianggarkan. Analisis selisih anggaran dapat dilihat pada tabel 5.9 halaman 84.

Tabel 5.8 Analisis Selisih Anggaran Kecamatan Nanggulan Tahun 2009-2011

Tahun Anggaran Realisasi Selisih Persentase 2009 Rp1.202.653.216 Rp1.252.805.972 Rp50.460.756 104% 2010 Rp1.379.874.629 Rp1.352.088.602 Rp27.786.027 97% 2011 Rp1.547.127.848 Rp1.579.046.852 Rp31.919.004 97%

Hal ini menandakan pemerintah daerah melakukan pengawasan yang cukup ketat sehingga tidak terjadi kelebihan realisasi dari yang sudah dianggarkan pada tahun 2010 dan 2011. Pada tahun 2009 anggaran Kecamatan Nanggulan dinilai tidak efisien, dapat diketahui dari anggaran Kecamatan Nanggulan sebesar Rp1.202.653.216 sedangkan realisasinya lebih besar, yaitu sebesar Rp1.252.805.972 dengan rasio efisiensi belanja sebesar 104% dan selisihnya sebesar Rp50.460.756 dengan persentase sebesar 4%. Terjadinya kelebihan realisasi dari yang telah dianggarkan pada tahun 2009 dikarenakan pada pos belanja tidak langsung realisasinya melebihi dari yang telah dianggarkan dengan persentase sebesar 105%. Pada pos belanja tidak langsung terdapat pos belanja pegawai yang persentasenya lebih dari 100%. Hal ini yang menyebabkan terjadinya kelebihan realisasi dibandingkan anggarannya. Pada anggaran tahun 2010 dinilai efisien, dapat diketahui dari anggaran Kecamatan Nanggulan sebesar Rp1.379.874.629 sedangkan realisasinya lebih kecil, yaitu sebesar Rp1.352.088.972 dengan rasio efisiensi belanja sebesar 97% dan selisihnya sebesar Rp27.786.027 dengan persentase sebesar 3%.

Terjadinya kelebihan yang telah dianggarkan daripada yang direalisasikan pada tahun 2010 dikarenakan pada pos belanja tidak langsung dan pos belanja langsung realisasinya tidak melebihi dari yang dianggarkan dengan persentase sebesar 98% dan 99%. Pada anggaran tahun 2011 dinilai efisien, dapat diketahui dari anggaran Kecamatan Nanggulan sebesar Rp1.547.127.848 sedangkan realisasinya lebih kecil, yaitu sebesar Rp1.579.046.852 dengan rasio efisiensi belanja sebesar 97% dan selisihnya sebesar Rp31.919.004 dengan persentase sebesar 3%. Terjadinya kelebihan yang telah dianggarkan daripada yang direalisasikan pada tahun 2011 dikarenakan pada pos belanja tidak langsung dan pos belanja langsung realisasinya tidak melebihi dari yang dianggarkan dengan persentase sebesar 98% dan 96%.

Selisih belanja pada anggaran belanja tahun 2009 sebesar 4%. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah belum melakukan penghematan anggaran belanja. Pada tahun 2010 pemerintah mengalami kenaikan dalam hal penghematan anggaran belanja. Hal itu dapat dilihat dengan turunnya persentase dari selisih belanja sebesar 3%. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah sudah melakukan penghematan anggaran belanja. Sedangkan pada tahun 2011 pemerintah tidak mengalami kenaikan atau penurunan dalam hal penghematan anggaran belanja hal ini dapat dilihat dengan tidak berubahnya persentase selisih belanja sebesar 3%. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah sudah melakukan penghematan

anggaran belanja. Pada tahun 2010 dan 2011 anggaran pada Kecamatan Nanggulan berhasil diperbaiki dengan realisasi tidak melebihi dari yang sudah dianggarkan.

Dari tabel 5.8 dapat diketahui bahwa anggaran Belanja Kecamatan Nanggulan mengalami defisit dan surplus. Anggaran belanja dikatakan defisit jika realisasinya melebihi dari yang dianggarkan. Sebaliknya dikatakan surplus jika realisasinya tidak melebihi dari yang dianggarkan. Anggaran di Kecamatan Nanggulan pada tahun 2009 mengalami defisit sebesar Rp50.460.756 karena adanya kesalahan pencatatan pada anggaran yang seharusnya tercantum anggaran setelah perubahan tapi tercantum anggaran murni. Anggaran di Kecamatan Nanggulan mengalami surplus pada tahun 2010 sebesar Rp27.786.027 dan pada tahun 2011 sebesar Rp31.919.004 karena anggaran sudah diprediksi dari tahun-tahun sebelumnya sehingga dapat mengkira-kira berapa jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk program-program di tahun selanjutnya yang akan diajukkan pada Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo. Anggaran Kecamatan Nanggulan mengalami defisit akan didanai dari pembiayaan daerah yang bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu, apabila anggaran Kecamatan Nanggulan mengalami surplus sisa anggaran akan dikembalikan ke pemerintah daerah Kabupaten Kulon Progo yang akan dimasukkan sebagai kas daerah.

Dalam anggaran terdapat belanja langsung yang terdiri dari program-program kecamatan, semakin besar jumlah belanja langsung anggaran kecamatan berarti program dan kegiatan kecamatan dipastikan banyak. Sebaliknya semakin kecil belanja langsung kecamatan berarti aktivitas kecamatan terbatas. Kecamatan Nanggulan harus mencermati program-program yang sudah direncanakan dalam anggaran Kecamatan Nanggulan agar dapat terlaksana, sehingga pembangunan dan pengembangan yang telah direncanakan Kecamatan Nanggulan dapat berjalan optimal.

84

BAB VI PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Prosedur penyusunan anggaran Kecamatan Nanggulan sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No.13 Tahun 2006.

2. Analisis selisih antara anggaran dan realisasi Kecamatan Nanggulan pada tahun 2009-2011 dikatakan cukup baik, walaupun pada tahun 2009 realisasinya melebihi dari apa yang telah dianggarkan. Pada anggaran Kecamatan Nanggulan tahun 2009 dinilai tidak efisien karena adanya kesalahan pelaporan. Sedangkan pada tahun 2010 dan 2011 dinilai efisien karena anggaran sudah diprediksi dari tahun-tahun sebelumnya.

Dokumen terkait