BAB I PENDAHULUAN
2.4 Pembelajaran Mandiri
Istilah proses belajar mengajar bukanlah hal yang asing lagi. Istilah lainnya yang memiliki pengertian yang sama ialah kegiatan belajar mengajar atau
Elvila junisa, 2013
Analisis materi pembelajaran bahasa perancisDalam situs www.frenchtutorial.com Sebagai model pembelajaran e-learning Tingkat a1 dan a2 delf
Universitas pendidikan indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu xlvii
proses pembelajaran. Dalam istilah-istilah tersebut dapat dilihat adanya dua proses, yaitu proses belajar dan proses mengajar. Kedua proses tersebut seolah- olah tidak dapat dipisahkan, karena setiap proses belajar pasti terdapat proses mengajar. Tapi benarkah demikian?
Jika mengajar kita pandang sebagai proses yang terarah dan terencana sehingga mengupayakan terjadinya proses belajar pada seseorang, itu tidaklah benar. Proses belajar dapat terjadi kapanpun dan dimanapun terlepas dari ada yang mengajar atau tidak. Pada dasarnya proses belajar terjadi karena adanya interaksi antara individu dengan lingkungannya. (Sadiman et al., 2009: 1)
Belajar adalah sesuatu hal yang kompleks yang terjadi pada seluruh manusia dan berlangsung seumur hidup. Contoh kecil sebagai salah satu pertanda bahwa seseorang telah belajar ialah melalui perubahan tingkah laku dan cara berfikir di dalam dirinya. Perubahan tingkah laku seseorang tersebut dapat berupa berubahnya sifat dan perilaku dari kurang baik menjadi lebih baik. Perubahan tersebut dinamakan pendidikan karena memerlukan pengajar atau guru yang bertugas untuk membantu pembelajar atau peserta didik menjadi lebih baik. Mengapa demikian? Karena dalam proses perubahan tingkah laku, tidak dapat dilakukan sendiri atau mandiri, diperlukan adanya tenaga sehingga tujuan dari pendidikan akan tercapai.
Lain halnya dengan pengajaran yang berupa pengetahuan, keterampilan, daya nalar dan atau yang menyangkut dengan nilai. Dalam proses pengajaran ini,
Elvila junisa, 2013
Analisis materi pembelajaran bahasa perancisDalam situs www.frenchtutorial.com Sebagai model pembelajaran e-learning Tingkat a1 dan a2 delf
Universitas pendidikan indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu xlviii
pembelajar dapat memperoleh ilmu tanpa pengajar karena pengetahuan dan keterampilan dapat dipelajari secara mandiri. Pengajaran yang dapat dipelajari secara mandiri sering kali disebut sebagai self-learning dalam bahasa Inggris atau dalam bahasa Perancisnya ialah auto-apprentissage. Definisi diatas pun sesuai dengan situs (http://www.urthemom.com/Self-Learning.html) yang mendefinisikan bahwa “Self-learning is taking in information, processing it, and retaining it
without the need for another individual to be teaching it in order for the understanding to occur”. (“Belajar mandiri mengambil suatu informasi, memprosesnya, dan menyimpannya tanpa membutuhkan individu lain untuk mengajarkannya agar menjadi lebih paham”).
Namun meskipun demikian, belajar mandiri bukan merupakan usaha untuk mengasingkan pembelajar dari teman belajarnya dan dari guru/ instrukturnya. Hal terpenting dalam proses belajar mandiri ialah peningkatan kemampuan dan keterampilan peserta didik dalam proses belajar tanpa bantuan orang lain, sehingga pada akhirnya peserta didik tidak tergantung pada guru/ pendidik, pembimbing, teman atau orang lain dalam belajar. Panen (Rusman, 2012: 355)
Dengan demikian, guru bukanlah satu-satunya sumber belajar, meskipun tugas, peranan, dan fungsinya dalam proses belajar mengajar sangat penting. Istilah proses belajar mengajar handaklah diartikan sebagai proses belajar yang terjadi pada diri siswa yang berjalan dengan baik karena adanya pengajar langsung (guru, instruktur) atau siswa aktif belajar atau berinteraksi dengan media
Elvila junisa, 2013
Analisis materi pembelajaran bahasa perancisDalam situs www.frenchtutorial.com Sebagai model pembelajaran e-learning Tingkat a1 dan a2 delf
Universitas pendidikan indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu xlix
dan sumber-sumber lainnya. Dalam proses belajar mandiri guru hanya menjadi fasilitator atau orang siap memberikan bantuan kepada pembelajar bila diperlukan.
Berdasarkan konsep belajar mandiri, Rusman (2012: 358) menekankan bahwa seorang siswa diharapkan dapat :
a. Menyadari bahwa hubungan antara pengajar dengan dirinya tetap ada, namun hubungan tersebut diwakili oleh bahan ajar atau media belajar. b. Mengetahui konsep belajar mandiri.
c. Mengetahui kapan ia harus minta tolong, kapan ia membutuhkan bantuan atau dukungan.
d. Mengetahui kepada siapa dan dari mana ia dapat atau harus memperoleh bantuan/ dukungan.
Hingga saat ini, fenomena dalam pembelajaran yang dialami oleh masing- masing individu ialah metode belajar konvensional. Metode pembelajaran ini membentuk pembelajar menjadi penurut, kurang kritis, dan cenderung lebih menghafal materi, sehingga terkadang muncul ketegangan, ketakutan dalam diri, dan muncul kurangnya rasa percaya diri. Dengan demikian tidak akan muncul rasa kemandirian pada pembelajar yang kelak akan berpengaruh pada kehidupan sehari-harinya.
Seiring dengan perkembangan nasional dimana lulusan setiap jenjang pendidikan memiliki model pembelajaran yang pada akhirnya menghasilkan
Elvila junisa, 2013
Analisis materi pembelajaran bahasa perancisDalam situs www.frenchtutorial.com Sebagai model pembelajaran e-learning Tingkat a1 dan a2 delf
Universitas pendidikan indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu l
lulusan yang mampu mandiri dan bahkan menciptakan lapangan pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki, maka Dave Meier (Rusman, 2012: 373) menciptakan strategi pembelajaran yang mampu menciptakan kemandirian, yaitu model SUVI, melibatkan kelima indera dan emosi dalam proses belajar dengan cara belajar yang alami, yaitu Somatis berarti belajar dengan bergerak dan berbuat, Auditori belajar dengan berbicara dan mendengar,
Visual artinya belajar mengamati dan menggambarkan, dan Intelektual memiliki arti belajar dengan memecahkan masalah dan menerangkan. Strategi yang digunakan ialah sebagai berikut :
1. Persiapan, tujuannya adalah menimbulkan minat para pembelajar.
2. Penyampaian, bertujuan untuk membantu pembelajar menemukan materi belajar yang baru dengan cara yang menarik, menyenangkan, relevan, melibatkan pancaindera, dan cocok untuk semua gaya belajar.
3. Pelatihan, tujuan dari tahap ini adalah untuk membantu pembelajar untuk mengintegrasikan dan menyerap pengetahuan dan keterampilan baru dengan berbagai cara.
4. Penampilan hasil, bertujuan untuk membantu pembelajar menerapkan dan memperluas pengetahuan atau keterampilan baru pada pekerjaan, sehingga hasil belajar akan terus melekat dan meningkat.
Elvila junisa, 2013
Analisis materi pembelajaran bahasa perancisDalam situs www.frenchtutorial.com Sebagai model pembelajaran e-learning Tingkat a1 dan a2 delf
Universitas pendidikan indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu li