KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori
2.2 Pengertian Belajar
2.2.3 Pembelajaran Tematik Integratif
Pembelajaran tematik integratif sering juga disebut sebagai pembelajaran tematik terpadu. Pembelajaran tematik terpadu ini awalnya dikembangkan untuk anak-anak yang bertalenta (gifted and talented) anak-anak yang cerdas, dan mampu belajar dengan cepat. PTT sebagai salah satu model pembelajaran yang efektif (highly effective teaching model) karena mampu mewadahi dan menyentuh secara terpadu dimensi emosi, fisik dan akademik peserta didik baik didalam kelas maupun di luar kelas. Kemendikbud (2013:7) pembelajaran tematik terpadu adalah pembelajaran dengan memadukan beberapa mata pelajaran melalui penggunaan tema dimana peserta didik tidak mempelajari materi mata pelajaran secara terpisah, semua mata pelajaran yang ada di sekolah dasar sudah melebur menjadi satu kegiatan pembelajaran yang diikat dengan tema.
Fadillah M (2014:176) pembelajaran tematik terintegrasi dimaksudkan bahwa pembelajaran tersebut dibuat per tema dengan mengacu karakteristik peserta didik dan dilaksanakan secara terintegrasi antara tema satu dengan yang lain maupun antara mata pelajaran satu dengan mata pelajaran yang lain. Mulyasa (2013:170) pembelajaran berbasis tematik integratif yang diterapkan pada pendidikan tingkat dasar ini menyuguhkan proses belajar berdasarkan tema untuk kemudian dikombinasikan dengan mata pelajaran lainya. Prastowo (2013:233) mengemukakan bahwa pendekatan tematik terpadu merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. Berdasarkan pendapat dari para ahli di atas pembelajaran tematik integratif merupakan pembelajaran dengan memadukan beberapa mata pelajaran yang disajikan dalam suatu tema. Peserta didik tidak mempelajari materi mata pelajaran secara terpisah.
Pembelajaran tematik integratif memiliki beberapa tujuan, Kemendikbud (2013:194) tujuan tematik terintegrasi sebagai berikut:
(1) Mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu; (2) Mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema yang sama; (3) Memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan; (4) Mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengaitkan berbagai mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa; (5) Lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata seperti: bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran lain; (6) Lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas; (7) Guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan dan sekaligus dapat diberikan dalam 2 atau 3 pertemuan bahkan lebih dan atau pengayaan; (8) Budi pekerti dan moral siswa dapat ditumbuh kembangkan dengan mengangkat sejumlah nilai budi pekerti sesuai dengan situasi dan kondisi.
Dalam pembelajaran tematik terintegrasi memiliki acuan utama di dalamnya yaitu Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Menurut Fadillah M (2014:36) kegunaan SKL adalah sebagai acuan utama dalam pengembangan Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian Pendidikan, Standar Pendidik, dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, dan Standar Pembiayaan. Standar Kompetensi Lulusan merupakan hal yang penting dalam pembelajaran tematik terintegratif, karena SKL merupakan pedoman dalam penilaian penentuan kelulusan peserta didik. Pada kurikulum 2013 untuk mencapai SKL peserta didik haruslah memiliki tingkat kemampuan yang dinamakan dengan Kompetensi Inti (KI) yang merupakan perubahan dari standar kompetensi pada kurikulum sebelumnya (KTSP).
Mulyasa (2013:174) kompetensi inti merupakan oprasionalisasi Standar Kompetensi Lulusan dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu, yang menggambarkan kompetensi utama yang dikelompokan ke dalam aspek sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran. Kompetensi inti Kurikulum 2013 kelas
4 Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan 2013) disajikan melalui tabel 2.1 berikut ini:
Tabel 2.1 Kompetensi Inti Kelas 4 Semester II Kompetensi Inti Deskripsi Kompetensi Inti
Sikap Spiritual Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
Sikap Sosial Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli,dan bertanggung jawab dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga, dan negara.
Pengetahuan Memahami pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat dasar dengan cara mengamati, menanya, dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah, dan tempat bermain.
Keterampilan Menunjukkan keterampilan berfikir dan bertindak kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif. Dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan tindakan yang mencerminkan perilaku anak sesuai dengan tahap perkembangannya.
Berdasarkan tabel 2.1 kompetensi yang digunakan dalam pembelajaran tematik yang terdiri dari sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan, beserta deskripsi yang sudah tercantum. Kompetensi di sini memiliki ruang lingkup serta peran yang berbeda yang diharapkan dapat memenuhi seluruh aspek yang dibutuhkan oleh peserta didik secara seimbang.
Kompetensi Inti yang kemudian dituangkan dalam tema dan subtema.
Rincian tema dan subtema yang akan digunakan dapat disajikan melalui tabel 2.2 dibawah ini.
Tabel 2.2 Tema dan Subtema Kelas 4 semester II
Tema Subtema
6 Cita-Citaku 2 Hebatnya Cita-Citaku
3 Giat Berusaha Meraih Cita-Cita Sumber: Peneliti 2020
Berdasarkan tabel 2.2 pembelajaran tematik semester 1 untuk kelas IV mengambil tema 6 cita-citaku, dengan subtema 2 hebatnya cita-citaku dan subtema 3 giat berusaha meraih cita-cita. Masing-masing KI diperinci kedalam Kompetensi Dasar (KD). Pemetaan KD pada subtema ini disajikan dalam tabel 2.3 di bawah ini.
Tabel 2.3 Pemetaan KI dan KD Tema 6 Cita-Citaku Kelas 4 Semester 1
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
K1
Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
PPKn
1.3 Mensyukuri keberagaman
umat beragama di masyarakat sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa dalam konteks Bhineka Tunggal Ika.
K2
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli,dan bertanggung jawab dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga, dan negara.
2.3 Bersikap toleran dalam
keberagaman umat beragama di masyarakat dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika.
K3
Memahami pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat dasar dengan cara mengamati, menanya, dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah, dan tempat bermain.
3.3 Menjelaskan manfaat
keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan sehari-hari
K4
Menunjukkan keterampilan berfikir dan bertindak kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif. Dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan tindakan yang mencerminkan perilaku anak sesuai dengan tahap perkembangannya.
4.3 Mengemukakan manfaat
keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan sehari-hari
K3
Memahami pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat dasar dengan cara mengamati, menanya, dan mencoba berdasarkan rasa
Bahasa Indonesia
3.6 Menggali isi dan amanat
puisi yang disajikan secara lisan dan tulis dengan tujuan untuk kesenangan.
ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah, dan tempat bermain.
K4
Menunjukkan keterampilan berfikir dan bertindak kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif. Dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan tindakan yang mencerminkan perilaku anak sesuai dengan tahap perkembangannya.
4.6 Melisankan puisi hasil karya pribadi dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat sebagai bentuk ungkapan diri
Sumber: Peneliti 2020
Berdasarkan tabel 2.3 pemetaan Kompetensi Inti ke Kompetensi Dasar harus saling terkait satu dengan yang lainnya, sehingga pembelajaran lebih terarah dan terstruktur.
Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada Standar Isi. Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran dan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian pembelajaran, dan skenario pembelajaran. Menurut Permendikbud Nomor 65 tahun 2013 tentang Standar Proses menjelaskan bahwa Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran. Silabus digunakan sebagai acuan dalam pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), yang juga dijadikan pedoman bagi guru dalam proses pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menurut Permendikbud Nomor 65 tahun 2013 tentang Standar Proses adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP yang dirancang harus sesuai serta dapat menjawab kebutuhan siswa dan sekolah. Komponen RPP menurut Permendikbud Nomor 65 tahun 2013 tentang Standar Proses adalah:
identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan, identitas mata pelajaran atau tema/subtema, kelas/semester, materi pokok, alokasi waktu, tujuan pembelajaran, kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi, materi pembelajaran,
model pembelajaran, media pembelajaran, sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran.