BAB II LANDASAN TEORI
D. Pemberdayaan Lingkungan sebagai Sumber Belajar
Menurut Undang- undang Nomor 4/ 1982 tentang ketentuan- ketentuan pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup yang dikutip oleh Soerjani, lingkungan hidup adalah sistem yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang menentukan perikehidupan serta kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lainnya (Soerjani dkk: 1987: 3). Dari pengertian ini, pengelolaan lingkungan hidup melibatkan sumber daya manusia dan sumber daya selebihnya termasuk sumber daya alam. Sumber daya alam adalah sumber daya yang terbentuk karena kekuatan alamiah, misalnya tanah, air dan perairan, biotis, udara dan ruang, mineral,tentang alam, panas bumi dan gas bumi, angin, pasang surut/ air laut (Soerjani dkk, 1987: 18). Sumber daya alam akan lebih bermanfaat jika diberdayakan oleh manusia yang berkompeten sehingga mendatangkan kesejahteraan manusia dan lingkungannya. Dalam kaitan pengelolaan sumber daya alam, maka peranan teknologi mengikuti tantangan yang dihadapkan padanya (Emil Salim, 1980). Teknologi merupakan aplikasi dari ilmu pengetahuan yang diperoleh manusia sebagai sumber daya utama. Oleh karena itu melalui sumber daya manusia yang berkompeten dengan sentuhan
teknologinya, sumber daya alam memberikan nilai tambah yang berarti untuk kesejahteraan manusia dan lingkungannya.
Untuk memberikan nilai tambah, maka lingkungan tadi harus diberdayakan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001: 242), pemberdayaan berarti pengusahaan agar mampu mendatangkan hasil dan manfaat atau pengusahaan (tenaga, dan sebagainya) agar mampu menjalankan tugas dengan baik. Istilah pemberdayaan tidak terlepas dari daya guna atau efisiensi. Dalam konteks manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah, efisiensi dan lebih khusus lagi efisiensi internal menunjuk hubungan antara output sekolah (pencapaian prestasi belajar) dan input (sumber daya) yang digunakan untuk memproses / menghasilkan output sekolah (Depdiknas, 2002: 32). Pemberdayaan lingkungan hidup dimaksudkan sebagai usaha mengelola lingkungan (lingkungan hidup) untuk mendatangkan hasil dan manfaat, baik bagi yang mengelola (manusianya) dan lingkungannya (sumber daya alamnya). Dalam konteks pembelajaran seperti yang dikehendaki manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah, pemberdayaan lingkungan yang dimaksud adalah mengelola lingkungan sekolah atau alam dan lingkungan lainnya untuk pembelajaran agar diperoleh prestasi yang sebaik- baiknya. Lingkungan sekolah yang dimaksud adalah lingkungan fisik yaitu gedung, ruangan, halaman berikut kelengkapannya; lingkungan sosial yaitu hubungan kekeluargaan antar warga sekolah. (Depdikbud, 1997: 18). Dalam konteks manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah, lingkungan merupakan salah satu komponen dari input sekolah di samping input siswa,
guru, metode, kurikulum dan sarana yang harus diberdayakan sebagai sumber belajar.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 41 tahun 2007 tentang standar proses halaman 15 menekankan alam takambang jadi guru atau menjadikan alam dalam lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dan tempat berguru. Hal ini juga sejalan dengan program dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup dalam Sekolah Adiwiyata, untuk mewujudkan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan. Pada tahun 1996 disepakati kerjasama pertama antara Departemen Pendidikan dan Kementrian Negara Lingkungan Hidup, pada tahun 2006 Kementrian Lingkungan Hidup mengembangkan program pendidikan lingkungan hidup pada pendidikan dasar dan menengah melalui program Adiwiyata. Adiwiyata mempunyai pengertian atau makna sebagai tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita dan menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan ( Kementerian Negara Lingkungan Hidup, 2013: 2-3). Dengan melaksanakan program Adiwiyata akan menciptakan warga sekolah, khususnya peserta didik yang peduli dan berbudaya lingkungan, sekaligus mendukung dan mewujudkan sumberdaya manusia yang memiliki karakter bangsa terhadap perkembangan ekonomi, sosial, dan lingkungannya dalam mencapai pembangunan berkelanjutan di daerah. Menjadi sangat jelas bahwa pemberdayaan lingkungan sebagai sumber belajar terkait erat dengan program yang digulirkan Kementerian Negara Lingkungan
Hidup dengan Sekolah Adiwiyata sampai dengan memberi penghargaan Adiwiyata bagi sekolah yang terpilih sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.
Adapun keuntungan bagi sekolah yang menyelenggarakan Program Adiwiyata antara lain sebagai berikut:
1. meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan operasional dan penggunaan berbagai sumber daya;
2. meningkatkan penghematan sumber dana melalui pengurangan konsumsi berbagai sumber daya dan energi;
3. meningkatkan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondosif bagi semua warga sekolah;
4. meningkatkan upaya menghindari berbagai resiko dampak negatif lingkungan di masa yang akan datang;
5. menjadi tempat pembelajaran bagi generasi muda tentang nilai- nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan benar;
Pemberdayaan lingkungan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran merupakan pengembangan pendidikan sains (ilmu pengetahuan alam), karena biasanya guru lebih mengutamakan proses pembelajaran di dalam kelas atau terkadang di ruang laboratorium. Oleh karena itu pemberdayaan lingkungan sebagai sumber belajar dalam proses pembelajaran IPA kadang- kadang merupakan sesuatu yang baru dan bersifat inovatif. Pemberdayaan lingkungan sebagai sumber belajar dimulai dari perencanaan atau persiapan yang nantinya dipakai menjadi salah satu acuan dalam pelaksanaan pembelajaran, oleh
karena itu pemilihan kompetensi dasar dengan lingkungan sebagai daya dukung harus sinkron. Langkah berikutnya adalah pelaksanaan pembelajaran, di mana peserta didik dan guru menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar, sebagai laboratorium, sebagai sarana untuk menerangkan suatu konsep, sebagai sarana untuk mengembangkan keterampilan proses, sebagai wahana untuk mengagungkan nama Tuhan sebagai pencipta. Langkah berikutnya yaitu evaluasi, yaitu sejauh mana usaha- usaha mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan memberi manfaat, terutama peningkatan kompetensi guru, prestasi sekolah, dan prestasi peserta didik.
E. Pemberdayaan Lingkungan sebagai Sumber Belajar untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar siswa SMP N 5 Purwokerto Tahun Pelajaran 2012/2013
1. Pemberdayaan lingkungan sebagai sumber belajar di kelas VIII SMP N 5 Purwokerto tahun pelajaran 2012/2013 dilakukan dengan langkah - langkah sebagai berikut:
a. memilih materi energi dan perubahannya;
b. membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dengan memberdayakan lingkungan yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), energi dan perubahannya di rumah sebagai sumber belajar;
c. rencana pelaksanaan pembelajaran di dalamnya memuat lembar kerja siswa di PLTA untuk lebih mendalami energi dan
perubahannya, membuat lembar kerja ke dua yaitu penggunaan energi listrik di rumah masing- masing/ rumah saudara;
d. melakukan pre-test dan membagikan angket sebelum melakukan treatment;
e. melaksanakan pembelajaran berdasarkan RPP di PLTA dan di rumah masing masing;
f. melakukan post-test dan membagikan angket sesudah melakukan treatment;
g. melakukan penilaian proses dan penilaian hasil belajar siswa.
2. Kelebihan dari pelaksanaan pembelajaran ini adalah sebagai berikut; a. Bagi siswa, antara lain:
- mendapat peningkatan pengetahuan tentang PLTA dan penggunaan energi listrik di rumah;
- mendapatkan peningkatan keterampilan proses dengan langsung mengamati kejadian nyata di lingkungan dengan pembelajaran kontekstual;
- meningkatkan sikap siswa tentang kepedulian untuk ikut memelihara dan atau merawat lingkungan serta menghemat energi;
- membuka wawasan untuk ikut serta dalam lomba kreativitas siswa;
b. Bagi guru, antara lain:
- lebih terbuka wawasannya dalam memberdayakan lingkungan sebagai sumber belajar;
- lebih terbuka wawasannya untuk mengikuti lomba kreativitas guru dalam pembelajaran atau lomba semacamnya;
- lebih terbuka wawasannya untuk mengemas kegiatan ini dalam pengembangan profesi.
c. Bagi sekolah, antara lain:
- tersedianya bibit bibit unggul untuk lomba kreativitas guru dan lomba kreativitas siswa;
- memberi andil dalam mewujudkan sekolah adiwiyata.
F. Materi Energi dan Perubahannya