BAB I PENDAHULUAN
C. Pengembangan Amal Usaha Bidang Pendidikan dan Pengajaran
Amal Usaha Muhammadiyah adalah salah satu dari usaha-usaha untuk mencapai maksud dan tujuan persyarikatan yakni menegakkan dan menjunjung tinggi Amal Usaha Muhammadiyah sehingga terwujud
masyarakat islam yang sebenar-benarnya oleh karena itu semua bentuk Amal Usaha Muhammadiyah harus mengarah pada terlaksananya maksud dan tujuan persyarikatan dan seluruh pimpinan serta pengelola Amal Usaha berkewajiban untuk melaksanakan misi utama Muhammadiyah dengan sebaik-baiknya.
Amal Usaha Muhammadiyah milik persyarikatan sehingga persyarikan bertindak sebagai badan Hukum/ yayasan dari seluruh amal usaha, sehingga semua bentuk kepemilikan pesyarikatan hendaknya dan diinventarisasi dengan baik serta dilindungi dengan bukti kepemilikan yang sah menurut hukum yang berlaku, karena itu setiap pimpinan dan pengelolahan amal usaha Muhammadiyah di berbagai bidang dan tingkatan berkewajiban menjadikan amal usaha sebagai pengelolanya secara keseluruhan sebagai amanat umat yang harus ditentukan atau harus dijalankan dan dipertanggung jawabkan dengan sebaik-baiknya. Sebagaimana dijelaskan dalam surah Annisa ayat 57
Terjemahnya :
“ dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kelak akan kami masukkan mereka kedalam surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka didalamnya, mereka didalamnya mempunyai isteri-isteri yang suci, dan kami
masukkan mereka ketempat yang teduh lagi nyaman” (Kementrian Agama RI :2010:113)
Berkembangnya amal usaha pendidikan yang maju, berkualitas dengan ciri khas pendidikan Muhammadiyah yang bersifat holistik, bertata kelola baik yang didukung oleh pengembangan sumberdaya sebagai wujud gerakan dakwah dan tajdid dalam membentuk manusia yang utuh sebagaimana tujuan pendidikan Muhammadiyah. Menurut malik Fajar bahwa gerak pendidikan adalah gerak menuju terwujudnya peradaban baru atau peradaban utama atau dengan kata lain Masyarakat madani yang didalamnya menggambarkan tingkat pencapaian tertentu dalam berbagai bidang keagamaan, pendidikan, moral, etika, kesenian, ilmu pengetahuan dan teknologi serta wawasan pemikiran.
Pendidikan Muhammadiyah kedepan dengan paradigma pembaruan, lebih lanjut Malik Fadjar harus terus menerus mengembangkan kemampuan mengantisipasi, mengerti dan mengatasi mengakomodasi, mereorientasi terhadap tantangan, tuntutan dan perubahan masa depan. Pendidikan Islam dalam kajian mempunyai lima tujuan umum yang asasi bagi pendidikan Islam yakni :
1. untuk membantu pembentukan akhlak mulia, kaum muslimin telah setuju bahwa pendidikan akhlak adalah jiwa pendidikan Islam.
2. persiapan untuk kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.
3. persiapan untuk mencari rezeki dan pemeliharaan sebagai kemanfaatan.
4. menumbuhkan roh ilmiah pada pelajar dan memasukkan keinginan arti untuk mengetahui dan memungkinkan untuk mengkaji Ilmu.
5. Menyiapkan pelajar dari segi professional, teknis dan perusahaan supaya dapat menguasai profesi tertentu.
Pendidikan dalam Islam ditempatkan sebagai suatu yang esensial dalam kehidupan manusia melalui Pendidikan, manusia membentuk kepribadiannya, selain itu, melalui pendidikan manusia dapat memahami dan menerjemahkan lingkungan yang dihadapinya sehingga dapat menciptakan suatu karya yang gemilan.
Organisasi Muhammadiyah sebagai suatu gerakan dalam mengikuti perkembangan dan perubahan senantiasa mempunyai kepentingan untuk melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar.Seperti halnya disebutkan dalam Al- Qur’an surah Ali Imran ayat 104
Terjemahnya :
“ dan hendaklah diantara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”
(Kementrian Agama RI : 2010: 79)
(LPID UMS, 2006 :86-88) Adapun Usaha dan kegiatan Muhammadiyah yang terdiri dari 17 substansi sebagaimana yang tercantum
dalam konstitusi atau Anggaran Dasar Muhammadiyah sebagaimana terdapat pada Pasal 3 yakni sebagai berikut :
1. Menyebarluaskan Agama Islam terutama dengan memperingati dan menggembirakan tablig.
2. Memperingati dan memperdalam pengkajian ajaran Islam untuk mendapatkan kemurnian dan kebenarannya,
3. Memperteguh iman, mempergiat ibadah,meningkatkan semangat jihad dan mempertinggi akhlak.
4. Memajukan dan memperbaharui pendidikan dan kebudayaan, mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta memperingati penelitian menurut tuntunan Islam.
5. Menggembirakan dan membimbing Masyarakat untuk berwakaf serta membangun dan memelihara tempat ibadah.
6. Meningkatkan harkat dan martabat manusia menurut tuntunan islam, 7. Membina dan menggerakkan angkatan muda sehingga menjadi manusia
muslim yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa.
8. Membimbing masyarakat kearah perbaikan kehidupan dan mengembangkan ekonomi sesuai dengan ajaran islam,
9. Memelihara, melestarikan, dan memberdayakan kekayaan alam untuk kesejahteraan masyarakat,
10. Membina dan memberdayakan petani, nelayan, pedagang kecil, dan buruh untuk meningkatkan taraf hidupnya,
11. Menjalin hubungan kemitraan dengan dunia usaha,
12. Membimbing masyarakat dalam menunaikan zakat, infaq, shadaqah, hibah, dan wakaf.
13. Menggerakkan dan menghidup-suburkan amal tolong menolong dalam kebijakan dan taqwa dalam bidang pendidikan, kesehatan, social, pengembangan masyarakat dan keluarga sejahtera,
14. Menumbuhkan dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah dan kekeluargaan dalam Muhammadiyah,
15. Menanamkan kesadaran agar tuntunan dan peraturan Islam diamalkan dalam masyarakat,
16. Memantapkan kesatuan dan persatuan bangsa serta peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dan
17. Usaha-usaha lain yang sesuai dengan maksud dan tujuan Persyarikatan.
Dari 17 amal usaha yang dilakukan Muhammadiyah di atas, amal Usaha Muhammadiyah yang pertama kali dilakukan adalah melalui jalur pendidikan, baik secara formal maupun nonformal. hal ini sesuai dengan jalur pendidikan nasional yang disebutkan dalam pasal 13 bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya.
Muhammadiyah dengan segala aspek terjangnya itu hanyalah merupakan konstruksi sosial dari surat Al-Ma’un. oleh karena itu secara ideologi Muhammadiyah adalah Al-Ma’unisme, sehingga warga
Muhammadiyah bisa disebut sebagai kaum Al-Ma’unis sebagai konsekuensi logis dari ideologi Al-Ma’unisme, maka orientasi keislaman kaum Al-maunis menjadi lebih antroposentris dari pada teosentris, dengan berbagai macam implikasinya, kaum Al-Ma’unis lebih eksoteris dalam beragama, lebih empati terhadap masalah-masalah berkaitan dengan yang tercipta dari pada sang pencipta.
Kiprah Muhammadiyah yang sangat ekstansif di bidang Pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial adalah konsepsi, formulasi dan realisasi dari karakter Islam yang terpusat pada yang tercipta tersebut, dalam gerakan Muhammadiyah, konsep tentang yatim dan miskin dewasa ini belum mengalami perluasan makna, yatim sebetulnya bukan hanya secara harfiah anak yang sudah tidak memiliki orang tua, begitu juga dengan konsep miskin tidak sekedar kalangan masyarakat yang tidak berkecukupan dasar secara ekonomis, tetapi juga social bahkan spiritual. Gerakan Muhammadiyah di bidang pendidikan menemukan momentum sebagai pelopor. ketika Negara dan kelompok Masyarakat yang lain belum melakukannya namun setelah memasuki satu abad kiprahnya Muhammadiyah mulai kehilangan kepeloporan.
Peran Muhammadiyah di bidang Pendidikan mulai diadopsi oleh institusi dan terutama telah diakui oleh Negara. sehingga kiprah Muhammadiyah di bidang pendidikan dewasa ini mengalami kemerosotan yang agak tajam karena gagal melakukan inovasi dalam menghadapi
kompotitor yang sebetulnya mereka dulu meniru Muhammadiyah, kompotitor itu termasuk Negara. Dalam pembahasan pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah di atas penulis dapat mnyimpulkan bahwa di dalam pengembangan amal usaha Muhammadiyah harus mempunyai niat yang tulus dan ikhlas dalam melaksanakan kegiatan yang ada tanpa mengharapkan imbalan demi mencapai maksud dan tujuan persyarikatan dan seluruh pimpinan serta pengelola amal usaha Muhammadiyah berkewajiban melaksanakan misi utama Muhammadiyah dengan sebaik- baiknya sebagai misi dakwah.
D. Peranan Kader Muhammadiyah dalam Pengembangan Amal Usaha