• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pergelaran adalah adalah penataan pentas sehingga sesuai dengan tuntutan adegan yang berlangsung. Pentas yang dimaksud adalah tempat berlangsungnya pertunjukan (Kusnadi, 2009:11).

Menurut Pramana Padmodarmaya (1988:21) Pergelaran adalah suatu kegiatan manusia yang secara sadar menggunakan tubuhnya sebagai alat atau media utama untuk menyatakan rasa dan karsanya, mewujud dalam suatu karya (seni). Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2006:305), pergelaran adalah suatu kegiatan dalam rangka mempertunjukkan karya seni kepada orang lain (masyarakat umum) agar mendapat tanggapan dan penilaian.

Dari kesimpulan diatas pengertian pergelaran adalah Suatu kegiatan manusia dalam rangka mempertunjukkan karya seni kepada orang lain agar mendapat tanggapan dan penilaian.

2. Panggung

Pengertian panggung menurut Pramana Padmodarmaya (1988:26) adalah suatu tempat dengan ketinggian tertentu yang digunakan untuk sebuah pementasan yang dimaksud untuk mengangkat ke atas pertunjukan itu sendiri agar mendapat cukup perhatian atau penglihatan penonton. Pengertian panggung menurut Irwan H. Prasetya (2010:32) panggung adalah pentas atau arena untuk bermain drama. Biasanya letaknya di depan tempat duduk penonton dan lebih tinggi daripada kursi penonton. Tujuannya agar penonton yang duduk dikursi paling belakang masih bisa melihat apa yang ada di panggung.

Dari kesimpulan diatas pengertian panggung adalah suatu tempat dengan ketinggian tertentu yang digunakan untuk bermain drama agar mendapat cukup perhatian atau penglihatan penonton.

Bentuk panggung menurut Wien Puji Priyanto terbagi menjadi tiga bentuk yaitu: Bentuk panggung Arena, Panggung Proscenium, Panggung campuran.

a. Bentuk panggung Arena

Panggung arena merupakan bentuk panggung yang meniadakan batas pemeran dengan penonton. Daerah pemain di tengah, dan penonton berada disekelilingnya. Bentuk ini merupakan panggung yang paling sederhana, dibandingkan dengan panggung yang lain. Ciri bentuk panggung Arena tersebut adalah antara pemeran dan penonton hampir tidak memiliki batas.

Gambar 8. Panggung arena

(Sumber: http://teaterku.wordpress.com.tata-panggung)

b. Bentuk panggung Proscenium

Sebuah bentuk panggung yang memiliki batas dinding proscenium antara panggung dengan oditorium. Panggung proscenium terdapat jarak antara penonton dengan pemain. Pada

panggung biasanya dipasang layar untuk menutupi segala sesuatu yang berada di belakang panggung.

Gambar 9. panggung proscenium (Sumber: http://teaterku.wordpress.com.tata-panggung) c. Bentuk panggung campuran

Panggung campuran merupakan gabungan dari bentuk arena dan bentuk proscenium.

Gambar 10. panggung campuran

(Sumber: http://teaterku.wordpress.com.tata-panggung)

Pergelaran yang akan ditampilkan ini mengambil desain dan panggung Proscenium yang bertemakan Fairy Tales Of Fantasy bahwa dilihat dalam bentuknya panggung proscenium termasuk yang selalu digunakan oleh pertunjukan teater. Dimana panggung yang disediakan sangat luas, sehingga tokoh dalam mengekspresikan gerak dalam pergelaran Fairy Tales Of Fantasy lebih leluasa, seolah-olah tidak ada penonton yang hadir untuk melihatnya sehingga pemain bisa bergerak lebih leluasa. Dan

dalam panggung proscenium sangat mempengaruhi kejiwaan penonton yang melihat pertunjukan tersebut kelihatan seperti nyata. Kekurangan pada panggung tersebut apabila jarak penonton pada panggung tidak sesuai yang diinginkan (tidak boleh lebih dari 20 meter) maka penonton tidak dapat menikmati pertunjukan tersebut.

3. Lighting

Menurut Wien Pudji Priyanto (2004:46). Lighting yang mempunyai arti segala perlengkapan perlampuan baik tradisional maupun modern yang digunakan untuk keperluan penerangan dan penyinaran dalam seni pertunjukan

a. Tujuan dan Fungsi Tata lampu 1) Menerangi

Lampu digunakan sekedar untuk memberi terang, melenyapkan gelap. Penerangan ini bersifat penerangan umum yang dapat menerangi seluruh bagian pentas dengan rata (General Illumination General Light). Seluruh pentas atau property yang ada di pentas diterangi secara merata dengan lampu berwarna putih, merah, biru, hijau, kuning. atau violet. Misalnya: untuk adegan di hutan digunakan penerangan berwarna hijau dan untuk adegan di medan perang digunakan lampu berwarna merah.

2) Menyinari

Tata lampu bertujuan untuk menyinari daerah permainan atau suatu objek tertentu sehingga dapat menimbulkan efek dramatik. Penyinaran ini merupakan jenis penerangan yang bersifat khusus (Specicific Illumination /Spot Light). Dengan penerangan ini suatu daerah atau objek tertentu akan nampak lebih dominan sehingga situasi dramatis akan lebih kuat.

Misalnya: untuk adegan dua pemain di tengah hutan, maka lampu yang berfungsi menyinari difokuskan pada panggung yang ditempati dua pemain, sedangkan bagian panggung yang lain secara merata diterangi oleh general light berwarna hijau.

b. Lighting dapat mempengaruhi warna riasan. Terdapat beberapa warna yang menghasilkan warna yang jauh berbeda dari warna riasan asli karena efek lighting tertentu berikut adalah efek-efek lighting terhadap riasan:

Tabel 1. Efek Lighting Pada Tata Rias Wajah Warna

Make Up

Lighting

Merah Kuning Hijau Ungu Biru

Merah Pucat merah Sangat gelap Merah pucat Gelap Kuning Sedikit muda

Pucat Gelap Terang Menjadi ungu muda/

sangat gelap Orange Terang Pucat Gelap Memudar Sangant

gelap Biru Gelap keabu-abuan Gelap keabu-abuan Menjadi hijau tua/ gelap Gelap Menjadi biru Hijau Sangat gelap Gelap hingga keabu-abuan Memudar hingga hijau pucat Menjadi biru pucat Terang Ungu Gelap hingga hitam Sangat gelap Sangat gelap Menjadi sangat pucat Menjadi ungu tua (Sumber: Vincent, 1992:44)

Pada penerapan lighting untuk tokoh Jasmien menggunakan warna merah dan dan kuning.Untuk ligthing warna merah sangat berpengaruh pada warna eye shadow Kuning pada tokoh Jasmien, sedangkan ligthing warna kuning sangat berpengaruh pada warna eye shadow merah pada tokoh Jasmien tersebut sehingga membuat hasil tata rias wajah tidak datar.

4. Penataan Musik

Musik disebut juga dengan tata suara yaitu suatu kesatuan bunyi-bunyian beserta sarananya yang dipergunakan untuk kebutuhan teater. Satuan bunyi-bunyian yang dimaksud merupakan satu kesatuan dari sarana bunyi yang di susun atau dibuat oleh manusia dan berasal dari sumber bunyi diluar manusia. Dapat dimungkinkan bahwa suara

manusia dapat merupakan materi dari kesatuan bunyi-bunyian tersebut. Misalnya suara manusia di luar arena yang menggambarkan suara angin ribut, ilustrasi lagu dan sebagainya. Dalam hal ini, maka menyangkut masalah jenis bunyi-bunyian yang dipersiapkan untuk kebutuhan lakon dan perlengkapan sound system yang berfungsi sebagai sarana penguat atau memperjelas bunyi-bunyian tersebut (Wien Pudji Priyanto, 2004:63).

Menurut Wien Pudji Priyanto( 2004:64) Tujuan dan fungsi tata suara adalah untuk melatar belakangi suatu lakon. Fungsi tata suara adalah untuk sarana penambah daya imajinasi sehingga lakon menjadi lebih hidup dan merangsang pengembangan ilusi.

Manusia, binatang, benda-benda alam, dapat menjadi sumber bunyi yang menghasilkan suara. Tiupan angin, gendering yang dipukul, terompet yang ditiup, semuanya akan menimbulkan suara. Dari suara- suara itu ada yang teratur dan ada pula yang tidak teratur. Didalam menggunakan tata suara, tiap efek bunyi dapat membantu penonton dalam mengembangkan ilusinya. Oleh karena itu, pemilihan bunyi atau suara haruslah sesuai dengan konsep lakon.

Jadi musik sangat erat kaitanya dengan kehidupan manusia. Musik dapat menjadi pendukung suatu kesenian lain seperti drama musikal, drama tari, ketoprak dan lain-lain.

Musik merupakan sifat-sifat ritmis, melodis, harmonis. Sedangkan menurut aristoteles musik adalah curahan kekuatan tenaga

batin dan kekuatan tenaga penggambaran yang berasal dari gerak rasa dalam suatu rentetan suara(melodi) yang berirama (Purwidodo, 1983:9)

Pada pagelaranFairy Tales Of Fantasy pada dongeng Aladin musik yang digunakan jenis arabian musik(musik khas timur tengah) seperti: musik alama al-loom, galbidag, albihawwak dll.

5. Manajemen pergelaran

Pagelaran dapat berhasil dengan baik apabila mendapat persiapan yang matang. Untuk dapat mencapai keberhasilan maka diperlukan pembentukan panitia, penjadwalan pagelaran. Panitia adalah sesuatu kelompok dalam pelaksanaan terhadap bentuk kegiatan. Tujuannya agar dalam kegiatan terdapat organisasi yang dapat mengkoordinasikan pagelaran dengan efektif dan efisien. Susunan dalam panitia pagelaran meliputi mahasiswi yang memiliki tugas masing-masing dengan struktur kepanitiaan yang akan dibentuk. Struktur kpanitiaan sebagai berikut :

Sesuatu yang dianggap perlu kelangsungan pagelara, membagi tugas kepada setiap koordinator, memantau kerja kepanitiaan, serta memiliki wewenang penuh terhadap anggota panitianya

a. Wakil ketua

Tugas wakil ketua adalah membantu ketua panitia dalam mengkoordinasikan anggota panitianya.

b. Bendahara

Mengelola keuangan dalam kepanitiaan baik uang keluar maupun uang masuk atas persetujuan ketua panitia maupun wakilnya.

c. Serketaris

Koordinator yang mengurusi surat-surat baik formal maupun non formal yang dibutuhkan dalam pagelaran. Mencatat dari hasil setiap rapat.

d. Seksi sponsor

Bertugas mencari sumber dana maupun sponsor yang diperlukan untuk kegiatan pagelaran dengan menyebar proposal. e. Seksi humas

Bertugas menyebarkan pemberitaan berupa brosur, spanduk, pengumuman lisan pagelaran yang akan berlangsung

f. Seksi perlengkapan dan dokumentasi

Bertugas mempersiapkan panggung dengan penyusunan baik dari segi tempat/ruang tata panggung, menghias panggung, sampai dari alat musik maupun kebutuhan materil dari pagelaran. g. Seksi acara

Bertugas menyusun acara yang akan berlangsung dengan pagelaran dengan penjadwalan yang jelas (rundown), dan dapat meragkap sebagai MC (Master of Ceremony).

h. Seksi konsumsi

Bertugas untuk menyusun daftar menu dengan menghitung jumlah yang akan mendapatkan konsumsi, baik untuk tamu undangan, peserta pagelaran, maupun panitia pagelaran.

i. Seksi keamanan

Bertugas menjaga keamanan saat pagelaran berlangsung j. Seksi kebersihan

Bertugas membersihkan lokasi setelah pagelaran selesai dilaksanakan

k. Latihan drama musical Fairy Tales Of Fantasi

Latihan drama musical Fairy Tales Of Fantasi dilakukan dikampus ISI, setiap hari minggu sebanyak 10 kali, latihan dilakukan 3jam. Latihan dilakukan oleh pemain drama musical dengan diikuti pemain musik. Tujuan dari latihan tersebut yanitu meningkatkan kemapuan ketrampilan gerak pemain sebagai upaya pengkayaan gerak drama musical. Agar dapat menyamarkan gerakan dengan iringan musik.

l. Gladi kotor

Gladi kotor tanggal 13 maret 2012, bertempat dikampus ISI. Gladi kotor dilakukan digedung teater ISI, yang dilakukan oleh pemain drama musical dan diiringi musik rekaman. Pemain mengenakan kostumnya agar mereka dapat menyesuaikan dengan gerakan-gerakannya.

m. Gladi bersih

Gladi bersih dilakukan pada tanggal 16 maret 2012, di Gedung Taman Budaya mulai pukul 19.00-23.00. setelah panitia menata panggung, perlengkapan, kemudian melakukan rias wajah pada para model dibelakang panggung, pukul 19.00 galadi resik drama musical Fairy Tales Of Fantasi, para model mebawakan gerakanya masing-masing dan para pemain music mengiringinya musik untuk drama tari.

n. Pertunjukan

Pertunjukan pagelaran berlangsung pada tanggal 17 maret 2012, mulai pukul 13.00-16.00, di taman budaya

Dokumen terkait