• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perikanan Darat

Dalam dokumen sma11geo GeografiCakrawalaDunia Bambang (Halaman 90-96)

a Jenis Perikanan dan Persebarannya di Indonesia

3) Perikanan Darat

Selain perikanan laut juga mengenal perikanan darat yang dilakukan di air tawar dan air payau. Bentang perairan darat yang biasa dijadikan wilayah penangkapan atau pembudidayaan ikan antara lain sungai, danau, empang atau kolam, sawah, dan bendungan (waduk atau danau buatan). Budidaya ikan di sungai biasanya dilakukan dengan sistem arus deras (water running system) yang memanfaatkan aliran sungai. Dengan pola ini pertumbuhan ikan relatif cepat, sebab ikan senantiasa bergerak untuk menahan aliran air dan selalu terjadi pergantian air.

Bentang perairan darat yang juga potensial sebagai kawasan penangkapan ikan adalah danau, seperti Danau Poso dan Tempe di Sulawesi. Di wilayah danau dapat juga diupayakan budidaya perikanan dengan sistem jala terapung atau keramba. Pola budidaya ikan jala terapung telah dilakukan oleh penduduk yang tinggal di sekitar Bendungan Jatiluhur, Saguling, dan Ci Rata (Jawa Barat). Jenis ikan yang biasa diusahakan antara lain ikan mas dan nila.

Bentuk pembudidayaan ikan di sawah dikenal dengan istilah

minapadi, yang merupakan bentuk tumpang sari antara ikan dengan padi sawah. Pada saat lahan pertanian sawah telah dibajak dan bibit padi mulai disemaikan, benih ikan juga mulai ditebar, dengan harapan sebelum tanaman padi besar, ikan sudah dipanen. Jenis ikan yang biasa diupayakan adalah ikan mas atau nila. Sistem minapadi ini memberikan keuntungan ganda bagi para petani.

Di daerah sekitar pantai dan dataran rendah sering kita jumpai budidaya ikan di air payau, berupa perikanan tambak. Jenis ikan yang sering diupayakan, antara lain ikan bandeng, gurame atau udang. Budidaya ikan air payau agak berbeda dengan air tawar. Ada beberapa persyaratan fisik yang harus dipenuhi, antara lain sebagai berikut.

a. Perbedaan tinggi muka air saat laut pasang naik dan pasang surut harus jelas, mengingat ikan bandeng biasanya bertelur di air laut dan nantinya dijaring untuk dibudidayakan lebih lanjut di air payau. b. Daerah di sekitarnya harus subur bagi tumbuhnya berbagai jenis

rumput-rumputan yang berfungsi sebagai makanan utama ikan bandeng.

b. Kendala-Kendala dalam Bidang Peternakan dan Upaya

Mengatasinya

Di dalam kegiatan ekonomi sektor perikanan, sering kali ditemui banyak kendala yang menghambat perkembangan para penduduk. Beberapa kendala tersebut, antara lain sebagai berikut.

1) Masih banyak sistem penangkapan ikan di perairan darat yang kurang memerhatikan faktor kelestarian lingkungan alam, seperti dengan menggunakan racun portas atau alat peledak sehingga baik telur ikan maupun beberapa jenis organisme lainnya, seperti tumbuhan dan hewan kecilnya banyak yang mati sehingga keseimbangan lingkungan terganggu.

2) Pengetahuan para nelayan tentang perikanan masih rendah. 3) Peralatan yang digunakan nelayan untuk menangkap ikan masih

relatif sederhana, baik yang berhubungan dengan perahu yang digunakan maupun peralatan menangkap ikan sehingga jarak yang bisa ditempuh tidak terlalu jauh dan kemampuan menangkap ikan relatif sedikit.

Zona up welling curent adalah daerah pergerakan air laut ke permukaan karena pergerakan air laut. Kemudian hara laut naik ke permukaan dan menjadi makanan jenis ikan. Daerah ini sangat potensial akan sumber daya ikan. Bagaimana pendapat Anda?

Barometer

Sumber: Microsoft Encarta Premium DVD, 2006 Gambar 3.19

Ekplorasi Sumber Daya Laut

Peralatan yang canggih dapat meningkatkan produktivitas hasil tangkapan ikan di laut lepas.

4) Proses pengolahan hasil tangkapan ikan, seperti pengasapan atau pengasinan masih tradisional dan sederhana sehingga jika hasil tangkapan tidak laku dijual banyak ikan yang busuk. 5) Rendahnya modal yang dimiliki para nelayan.

6) Banyak para nelayan yang terjerat utang oleh para tengkulak, sehingga para nelayan semakin terpuruk dalam kemiskinan. Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut, pemerintah bersama-sama penduduk dan lembaga yang terkait telah banyak mengupayakan program peningkatan produksi sektor perikanan, seperti berikut ini.

1) Memberikan bantuan modal kepada para nelayan maupun petani yang membudidayakan ikan melalui koperasi atau bank-bank perkreditan rakyat sehingga mereka tidak perlu meminjam uang kepada para tengkulak yang hanya menjerumuskan pada situasi kemiskinan.

2) Memberikan penyuluhan kepada para petani ikan dan nelayan. 3) Membuat peraturan yang melarang penangkapan ikan mengguna -

kan racun atau bahan peledak.

4) Membuat peraturan yang melarang penangkapan ikan dengan menggunakan kapal trawl dan pukat harimau berlabuh di wilayah perairan dangkal (perikanan pantai) sehingga para nelayan kecil tidak tersaingi.

5) Menyediakan tempat pelelangan ikan (TPI) di pelabuhan yang memperlancar penjualan hasil tangkapan ikan.

6) Membangun lembaga pendidikan dan penelitian bidang perikanan dan kelautan.

Eksplorasi

Kelompok 3.4

Buatlah kliping mengenai budidaya jenis ikan yang terdapat di Indonesia bersama-sama anggota kelompok Anda. Beri tanggapan dan komentar mengenai gambar-gambar tersebut. Kemudian, serahkan tugas tersebut pada guru Anda.

5. Kehutanan

Hutan adalah suatu wilayah yang secara alamiah ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan, baik yang sifatnya homogen, yaitu yang didominasi oleh satu jenis flora, seperti hutan mangrove, muson,

atau konifer, maupun yang sifatnya heterogen dengan beraneka jenis spesies, seperti hutan hujan tropis.

Gambar 3.20 Jenis Hutan Konifer

Hutan konifer (berdaun jarum) termasuk ke dalam jenis hutan homogen.

Sumber: Microsoft Encarta Premium DVD, 2006 TPI (Tempat Pelelangan Ikan)

merupakan wahana para nelayan yang menjaring hasil tangkapan di laut untuk menjual ikan hasil tangkapannya. Adanya TPI memberikan kontribusi dan manfaat bagi para nelayan untuk menjaga kestabilan harga jual. TPI membantu nelayan dari cengkraman dan jeratan para tengkulak yang membeli ikan dengan harga di bawah standar yang telah ditetapkan.

Geografika

Pada dasarnya hutan memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai berikut.

a. Fungsi ekonomis, dalam arti hutan bisa dimanfaatkan potensi yang terkandung di dalamnya, misalnya berbagai macam kayu, seperti meranti, kayu jati, albizia, agathis, kamper, rotan, atau disadap getahnya, seperti getah damar, getah perca, dan pinus mercussi.

b. Fungsi klimatologis, dalam arti menjaga kestabilan pola iklim dunia seperti suhu, kelembapan, dan curah hujan.

c. Fungsi edafik, yaitu menjaga kesuburan tanah. Daun-daun dan ranting tanaman yang jatuh ke tanah di kawasan hutan dapat membentuk serasah dan menjadi humus penyubur tanah. d. Fungsi hidrologis, yaitu menjaga kestabilan air tanah melalui

penyerapan air hujan oleh akar tumbuhan dan menjadi persediaan air tanah.

Sumber: National Geographic Magazine, Oktober 2004

Gambar 3.21 Nilai Hidrologis Hutan

Hutan memiliki nilai hidrologis yang berfungsi sebagai daerah tangkapan hujan.

e. Fungsi konservasi, dalam arti menjaga kelestarian alam. Jika hutan banyak ditebangi mengakibatkan meluasnya lahan kritis yang sangat tidak subur dan sulit untuk diolah.

Berdasarkan fungsi atau manfaatnya seperti dijelaskan di atas, hutan dapat dibedakan menjadi lima, yaitu sebagai berikut.

a. Hutan Produksi, yaitu hutan yang secara alamiah atau sengaja ditanami untuk diambil dan dimanfaatkan hasilnya, seperti produksi kayu, dan getah.

b. Hutan Lindung, yaitu kawasan hutan yang sengaja dijaga kelestariannya untuk mencegah erosi, banjir, pengaturan air tanah, serta pemeliharaan kesuburan tanah.

c. Hutan Penyangga, yaitu kawasan hutan yang menjadi wilayah peralihan antara hutan lindung dan hutan produksi. Kawasan ini hendaknya dijaga kelestariannya, jangan sampai para pengelola hutan produksi terus mengeksploitasi sumber daya hutan sampai ke wilayah hutan lindung.

d. Hutan Suaka Alam, yaitu hutan yang berfungsi untuk menjaga kelestarian berbagai jenis flora dan fauna. Hutan suaka terbagi

menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

1) Cagar Alam, yaitu kawasan hutan yang dilindungi oleh undang-undang sebagai wilayah untuk menjaga kelestarian beberapa jenis flora langka atau yang hampir punah. Contoh cagar alam atau taman nasional, antara lain Taman Nasional Hutan Gunung Leuser yang menjaga kelestarian hutan tropis, Taman Nasional di Bengkulu yang menjaga kelestarian flora Bunga Rafflesia, dan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango untuk menjaga kelestarian Bunga Edelweiss.

Sumber: The Green Kingdom, 1993

Gambar 3.22

Bunga Rafflesia Arnoldi

Bunga Rafflesia Arnoldi, merupakan salah satu bunga langka yang harus dilindungi dari kepunahan.

2) Suaka Marga Satwa, yaitu kawasan hutan yang dilindungi oleh undang-undang sebagai wilayah untuk menjaga kelestarian beberapa jenis fauna langka atau yang hampir punah.

e. Hutan Wisata, yaitu hutan yang secara khusus diperuntukan bagi sektor pariwisata (wana wisata), seperti perburuan dan offroad rally.

Sebagaimana dalam sektor-sektor lainnya, dalam bidang kehutanan pun banyak terdapat kendala yang mengganggu kelestarian areal hutan. Beberapa kendala tersebut, antara lain sebagai berikut.

a. Semakin menurunnya luas areal hutan akibat perubahan fungsi lahan, seperti untuk areal permukiman, pertanian, perkebunan. b. Penebangan liar.

c. Kerusakan hutan oleh para peladang berpindah yang menebang dan membakar hutan.

Gambar 3.23 Perladangan Slash dan Burn

Praktek perladangan slash dan

burn biasanya dilakukan oleh petani perladangan berpindah.

Sumber: www.cia.gov d. Kerusakan hutan oleh tenaga alam, seperti letusan gunungapi

dan tanah longsor.

Para peladang berpindah mengolah lahan hutan untuk dijadikan areal pertanian dengan sistem slash and burn (tebang dan bakar) kemudian menanaminya dengan padi huma dan palawija. Setelah lahan dirasakan kurang subur lagi, mereka akan berpindah ke wilayah hutan lainnya, serta melakukan kegiatan yang sama. Kegiatan ini tentunya dapat memerluas kerusakan dan penyempitan areal hutan. Selain itu jika sistem slash and burn dilakukan secara kurang berhati-hati, sering mengakibatkan kebakaran hutan yang sangat luas, seperti di Kalimantan dan Sumatra belum lama ini.

Kegiatan pembangunan sebenarnya merupakan kegiatan yang dilematis sebab pada dasarnya proses pembangunan merupakan kegiatan manusia mengubah kondisi lingkungan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Di lain pihak komponen lingkungan hidup termasuk kawasan hutan, terus menerus mengalami degradasi baik kualitas maupun kuantitas. Oleh karena itu yang dapat dilakukan manusia adalah meminimalisasi kerusakan hutan, bukan memper- tahankan luas dan kualitas hutan. Beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam meminimalisasi kerusakan hutan antara lain sebagai berikut.

a. Menjadikan areal hutan tetap memiliki multi fungsi, tidak hanya fungsi ekonomis melainkan manfaat-manfaat lainnya yaitu fungsi klimatologis, hidrologis, edafik, dan konservasi.

b. Membuat undang-undang atau peraturan tentang hak peng- usahaan dan pengolahan sumber daya hutan.

c. Meningkatkan pengawasan terhadap sekelompok orang maupun perusahaan yang memiliki hak pengusahaan hutan (HPH), jangan sampai dengan dalih pembangunan, kepentingan UNESCO telah mengumumkan

suatu sistem yang akan menyisihkan beberapa hutan, gunung, dan padang pasir agar bebas dari gangguan manusia sebagai laboratorium bagi kajian ilmiah. Laboratorium ini disebut cagar alam biosfer.

Geografia

Degradasi lingkungan mengandung pengertian terjadi kerusakan dan penurunan kualitas lingkungan baik produktivitas maupun fungsi ekologisnya. Bagaimana menurut pendapat Anda ?

komoditas ekspor, pemasokan devisa negara atau alasan lainnya, mengeks ploitasi sumber daya hutan secara membabi buta tanpa memer hatikan aspek keseimbangan alam dan kepentingan manusia di masa yang akan datang.

d. Memberikan sanksi yang setimpal, apabila ditemukan sekelompok orang atau perusahaan yang memiliki HPH melanggar undang- undang atau peraturan tersebut.

e. Memberikan penyuluhan atau penerangan khususnya kepada para peladang berpindah atau masyarakat yang tinggal di sekitar areal hutan tentang pentingnya kelestarian hutan bagi umat manusia.

Interpretasi

Individu 3.2

Menjamurnya praktek illegal logging menjadi fenomena yang memprihatinkan bagi kelestarian hutan di Indonesia. Mengapa demikian? Bagaimana cara memberantasnya? Analisis dan tulis dalam buku tugas Anda.

6. Pertambangan

Pertambangan merupakan kegiatan pengolahan dan pemanfaatan bahan galian, meliputi observasi, eksplorasi, dan eksploitasi atau penambangan berbagai macam mineral atau barang tambang yang terkandung di dalam litosfer maupun di permukaan bumi.

Observasi adalah kegiatan pengamatan pendahuluan tentang daerah persebaran cebakan suatu jenis barang tambang, sekaligus menyelidiki dan memeriksa kebenarannya secara teoritis yang berkaitan dengan kondisi geologis di lapangan.

Eksplorasi meliputi kegiatan persiapan dan penyelidikan untuk mengetahui keadaan barang tambang dan kemungkinan pengolahan- nya secara ekonomis. Kegiatan eksplorasi meliputi:

a. penyelidikan geologis tentang letak dan persebaran mineral, kualitas dan perkiraan kuantitas atau banyaknya mineral apakah bernilai ekonomis jika dilakukan penambangan, dan sebagainya; b. menentukan syarat-syarat teknis yang diperlukan untuk eksploitasi

barang tambang.

Eksploitasi yaitu kegiatan mengambil barang tambang atau sering disebut penambangan. Pola pengusahaan barang tambang di Indonesia diatur sebagai berikut.

Dalam melakukan suatu bentuk eksploitasi harus benar-benar memperhatikan persyaratan teknis dan ketentuan lain yang berlaku. Salah satu contoh yang dapat dijadikan peringatan adalah eksploitasi minyak di Sidoarjo. Pengeboran di tempat tersebut menyebabkan keluarnya lumpur panas dari dalam bumi, bukannya minyak seperti apa yang diharapkan.

Menurut ahli perminyakan dari ITB yang juga menjabat sebagai Majelis Ahli Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia Dr.Ir.Rudi Rubiandini R.S, semburan lumpur di Sidoarjo dikenal dengan istilah blowout. Fenomena ini adalah proses saat fluida dari lapisan

bumi. Pada kasus ini terjadi, air panas asin yang menggerus tanah liat keluar dari permukaan bumi secara tidak terkendali. Biasanya proses ini diawali dengan peristiwa yang disebut kick, yakni masuknya fluida dapat berupa air, minyak atau gas ke dalam lubang

sumur mengalami pengeboran. Peristiwa kick yang tidak terkendali inilah yang kemudian beresiko menimbulkan semburan fluida ke

permukaan (blowout) dengan dua kemungkinan. Pertama, fluida

disemburkan dari lubang sumur (surface blowout). Kedua, materi

uida disemburkan di luar lubang sumur (underground blowout).

Sumber: Our World, 1993 Gambar 3.24

Eksploitasi Barang Tambang

Sebelum melakukan proses eksploitasi barang tambang , para ahli biasanya menandai daerah-daerah yang akan dijadikan sebagai sampel penyelidikan.

Kota di Indonesia yang tumbuh karena dukungan kegiatan pertambangan adalah .... (1) Pangkal pinang (2) Timika (3) Martapura (4) Soroako JAWABAN Jawaban semuanya benar.

Jawab: e

Para ahli lain yaitu ahli-ahli geologi menyatakan bahwa lumpur panas dari pengeboran di Sidoarjo adalah dari dalam lapisan bumi terdapat lapisan lumpur seperti yang keluar di beberapa tempat di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di Jawa Tengah dan Jawa Timur terdapat gunung lumpur yang masih aktif dan ada yang tidak aktif. Gunung lumpur tersebut, antara lain sebagai berikut.

a. Sangiran (Jawa Tengah) sudah tidak aktif lagi, tetapi sewaktu- waktu aktif kembali menyebabkan fosil-fosil zaman purba naik ke atas.

b. Tuban (Jawa Timur) sudah tidak aktif. c. Bangkalan (Madura) sudah tidak aktif.

d. Gunung Anyar (Jawa Timur) sudah tidak aktif. e. Mojokerto (Jawa Timur) sudah tidak aktif lagi. f. Porong (Jawa Timur) aktif.

Berikut ini disajikan data klasifikasi barang tambang.

a. Untuk jenis barang-barang tambang yang termasuk Bahan Galian A (bahan galian strategis) yang penting bagi pertahanan dan keamanan negara serta sangat penting bagi stabilitas ekonomi nasional, pola pengusahaannya dilakukan oleh pemerintah atau perusahaan negara yang pelaksanaannya dapat bekerja sama dengan perusahaan swasta nasional maupun asing yang ditunjuk negara. Sebagai contoh, pertambangan minyak dan gas bumi dilakukan oleh Pertamina yang bekerja sama dengan beberapa perusahaan asing, seperti Caltex, Stanvac, dan Petronas. Contoh lain adalah pertambangan nikel di Soroako dan Danau Matana yang dilakukan oleh PT Aneka Tambang bekerja sama dengan perusahaan ARCO dari Amerika Serikat.

b. Untuk jenis-jenis tambang yang termasuk Bahan Galian B (bahan galian vital) yang menguasai hajat hidup orang banyak, selain oleh perusahaan pemerintah, kegiatan penambangannya dapat dilakukan oleh masyarakat atau perusahaan swasta dengan izin pemerintah.

c. Untuk jenis-jenis tambang yang termasuk Bahan Galian C (bahan galian untuk industri), seperti batu pasir, gamping, belerang dan lain-lain, kegiatan penambangannya dapat dilakukan oleh masyarakat.

Berdasarkan sifat dan lokasi bahan galian, kegiatan penambangan dibedakan atas penambangan terbuka, tertutup, dan pengeboran.

Penambangan Terbuka, yaitu jenis eksploitasi barang tambang dengan cara membongkar lapisan tanah atau batuan untuk dapat mengambil suatu jenis bahan galian karena lokasi dekat dengan per mukaan bumi.

Sumber: Microsoft Encarta Premium DVD, 2006 Gambar 3.25

Penambangan Terbuka

Penambangan terbuka dalam upaya eksploitasi sumber daya alam yang berguna bagi kehidupan.

Adanya penambangan secara liar di masyarakat terkadang menelan korban jiwa. Bagaimana mengantisipasi fenomena tersebut?

Penambangan Tertutup, yaitu proses pengambilan suatu jenis barang tambang dengan cara membuat sumur (penambangan vertikal atau Shaf Mining) atau terowongan (penambangan horizontal atau Slope Mining) ke dalam lapisan-lapisan batuan karena lokasi barang tambang jauh di dalam perut bumi. Contoh penambangan tertutup antara lain pertambangan emas di Cikotok Banten (Jawa Barat).

Pengeboran merupakan jenis penambangan yang dilakukan terhadap bahan galian yang bersifat gas atau cair (fluida), seperti penambangan minyak dan gas bumi.

Dalam dokumen sma11geo GeografiCakrawalaDunia Bambang (Halaman 90-96)