juta warna dengan ukuran 540 x 960 pixels, 5.0
B
enar adanya tak ada yang abadi di dunia ini. Setelah unit bisnis henpon dan layanan Nokia dibeli Microsoft, Nokia bakal bernasib sama seperti Ericsson. Perusahaan yang beken dalam satu dekade ini akan menghilang dari percaturan bisnis henpon yang mendunia. Kini yang tersisa adalah bisnis infrastruktur jaringan telekomunikasinya saja.Bisnis henpon yang begitu dikenal dan merupakan bisnis utama Nokia kini hilang sudah. Ibarat tubuh, Microsoft telah mengambil alih jantung dari tubuh Nokia yang merupakan pemompa darah untuk grup perusahaannya.
Untuk mengambil alih bisnis henpon Nokia ini, Microsoft cukup mengeluarkan biaya sebesar 5 miliar dollar AS untuk membeli seluruh lini bisnis perangkat dan layanan Nokia, dan 2,2 miliar dollar AS untuk lisensi patennya. Dengan demikian bila ditotal keseluruhan Microsoft harus mengeluarkan dana sebesar 7,2 miliar dollar AS. Wow sebuah harga yang sangat fantastik.
Melalui proses akusisi tersebut Microsoft berhak menggunakan merek Asha dan Lumia. sementara brand Nokia masih akan tetap dipegang oleh vendor asal Finlandia tersebut. Dengan
demikian maka tak akan ada lagi henpon Lumia dan Asha dari Nokia karena kedua brand tersebut telah menjadi milik Microsoft. Kedepannya, henpon Lumia dan Asha akan menggunakan brand Microsoft.
Dengan demikian Lumia dan Asha yang ada saat ini menjadi produk terakhir yang mengusung nama Nokia. Kemungkinan kedepannya nama henpon Nokia akan menjadi lebih pendek dan simple dibanding sekarang.
Sementara Nokia sendiri masih memegang hak menggunakan merek Nokia, cuma untuk produk feature phone selama 10 tahun ke depan, hal ini
Penulis : Kushindarto
sebagaimana perjanjian yang telah disepakati kedua perusahaan.
Akibatnya kedepan kita tidak akan lagi menjumpai smartphone dengan merek Nokia. Karena henpon merek Nokia hanya akan dibuat sebagai merek feature phone itupun dalam jangka waktu 10 tahun ke depan. Bisa jadi semua smartphone Microsoft nantinya akan menyandang nama Lumia atau Asha atau mungkin menggunakan nama yang benar-benar baru.
Hal yang dialami Nokia saat ini tak beda jauh dengan Ericsson yang juga merupakan brand cukup disegani pada masanya. Dan hal yang sama kini Nokia pun hanya menjalankan bisnis infrastruktur telekomunikasi merupakan salah satu bisnis andalan. Hal yang sama terjadi pada Ericsson yang mengalami pergeseran fokus bisnis ketika membentuk perusahaan patungan Sony Ericsson bersama Sony pada Oktober 2001. Sejak diakusisi Sony, Ericsson tidak berharap banyak pada bisnis
untuk bisnis infrastruktur telekomunikasi hingga saat ini.
Akhirnya, Ericsson melepas 50 persen
sahamnya dalam perusahaan patungan kepada Sony. Pada Februari 2012, Sony membayar 1,29 miliar dollar AS atas saham Ericsson. Era Ericsson dalam bisnis henponnya pun berakhir.
Dengan diambilnya Nokia oleh Microsoft tentu sejatinya, Nokia akan menjadi vendor besar yang sangat setia dalam menggunakan Windows Phone karena telah dimiliki Microsoft. Tapi beberapa waktu lalu sebelum resmi diakuisisi Microsoft, Nokia sempat meluncurkan smartphone dengan Operating system android. Bagaimana nasib smartphone Nokia X yang telah digelontorkan kepasaran, bahkan masih ada 2 produk lainnya yakni Nokia X+ dan XL. Apakah nasibnya akan tetap di luncurkan kepasaran ?
Banyak pihak yang memprediksi jika Nokia tidak akan lagi memproduksi smartphone berbasis sebab produsen asal Finlandia tersebut mau tak mau harus mengikuti semua keinginan dari induk perusahaannya, yaitu menggunakan operating system Windows Phone untuk setiap henpon yang diproduksinya.
Setelah selesainya proses akuisisi ini, menandai berakhirnya kiprah Nokia sebagai produsen telepon genggam setelah sebelumnya sempat mendominasi pasar selama lebih dari satu dekade dan telah meninggalkan kesan yang begitu mendalam di hati para pecinta Mobile. Terlebih khususnya untuk mereka yang sempat menyaksikan dan merasakan bagaimana kehebatan Nokia di era 90an yang begitu mendominasi pasar henpon.
Sampai sekarang masih belum diketahui apakah Microsoft akan tetap mempertahankan brand Nokia dan Lumia pada ponsel yang
diproduksi setelah proses akuisisi atau tidak. Tapi sebelumnya pihak Microsoft mengatakan bahwa keputusan soal itu akan dibuat di kemudian hari
dan tidak ada yang salah dengan barang yang memang sudah terlanjur meluncur ke
pasaran.
Walaupun demikian Nokia sendiri akan
terus melanjutkan hidup sebagai
perusahaan yang lebih
yakni insfrastruktur networking (NSN), Advanced Technologies (pengembangan dan lisensi teknologi) dan layanan peta (HERE maps).
Penulis : Kushindarto
B
ulan ini menjadi titik nadir bagi Nokia,tersiar kabar bahwa nokia tak akan lagi ada dan akan angkat kaki dari dunia perhenponan. Hal ini karena Nokia diakusisi oleh raksasa software Microsoft yang merupakan pemilik OS Windows yang begitu dikenal melalui OS untuk komputer dan laptop, juga tablet dan smartphone.
Sekedar mengenang dan mengikuti perjalanan Nokia dari masa ke masa mari kita telusuri berbagai henpon yang fenomenal milik Nokia yang telah menemani keseharian kita dalam berkomunikasi yang terkenal dengan jargon Nokia Connecting People. Seri-seri handphone yang pernah diproduksi NOKIA adalah sebagai berikut
Pada awal kemunculannya Nokia memiliki Seri Klasik dengan kategori The Mobira Series, henpon yang tampil besar dan biasanya ada di mobile. Biasanya kalau di film film sering digunakan oleh para Gangster ataupun mafia,
Seri ini bentuknya sudah lebih kecil minimal sudah bisa dengan mudah di genggam oleh tangan, walaupun bila dibandingkan dengan henpon saat ini, masih terbilang besar. Dan henpon seri ini belum menggunakan jaringan GSM tapi masih menggunkan AMPS alias frekuensi analog. Salah satunya adalah Nokia 101
Memasuki jaringan GSM Nokia hadir dengan seri 1000 – 9000 dengan berbagai kategori antara lain:
Henpon ini memiliki fungsi dan fitur yang sangat basic Tipe 1000 adalah tipe ponsel paling sederhana, namun secara fisik sangat kuat. Ponsel ini
dirancang untuk pasar khususnya untuk mereka yang berkantung tipis, fiturnya buat berhalo-halo ria.
Nokia Seri 1000 - Seri Ultrabasic