• Tidak ada hasil yang ditemukan

Berikut ini informasi tentang vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan. Informasi ini perlu selalu diperbarui karena penelitian tentang vasinasi COVID-19 masih terus dilakukan.

Siapa sasaran penerima Vaksinasi COVID-19?

Kelompok prioritas penerima vaksin adalah penduduk yang berdomisili di Indonesia yang berusia ≥ 18 tahun. Kelompok penduduk berusia di bawah 18 tahun dapat diberikan vaksinasi apabila telah tersedia data keamanan vaksin yang memadai dan persetujuan penggunaan

27

pada masa darurat (emergency use authorization) atau penerbitan nomor izin edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Di mana tempat Pelayanan Vaksinasi COVID-19?

Pelayanan vaksinasi COVID-19 dilaksanakan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan milik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota atau milik masyarakat/ swasta yang memenuhi persyaratan, meliputi:

1. Puskesmas, Puskesmas Pembantu 2. Klinik

3. Rumah Sakit dan/ atau

4. Unit Pelayanan Kesehatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP)

Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota dan Puskesmas juga dapat membuat pos pelayanan vaksinasi COVID-19. Dianjurkan agar setiap sasaran mencari informasi terlebih dahulu terkait jadwal layanan masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan atau pos pelayanan vaksinasi.

Kapan vaksinasi COVID-19 dilaksanakan?

Vaksinasi COVID-19 dilaksanakan secara bertahap. Pentahapan dan penetapan kelompok prioritas penerima vaksin dilakukan dengan memperhatikan Roadmap WHO Strategic

Advisory Group of Experts on Immunizatin (SAGE) serta kajian/ rekomendasi dari Komite

Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group).

Siapa yang melakukan Vaksinasi COVID-19?

Pemberian vaksinasi COVID-19 dilakukan oleh dokter, perawat atau bidan yang memiliki kompetensi yang dibuktikan dengan STR.

Siapa saja yang boleh dan tidak boleh divaksinasi COVID-19?

Vaksin diberikan hanya untuk mereka yang sehat.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, Pemerintah Indonesia menyasar cakupan vaksinasi COVID-19 sebanyak 70%. Cakupan tersebut dimaksudkan untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

Ada beberapa kriteria inidvidu atau kelompok yang tidak boleh di imunisasi COVID-19, yaitu:  Orang yang sedang demam dengan suhu > 37,5 °C.

 Orang dengan hipertensi tidak terkontrol, yaitu tekanan darah > 180/110 mmHg (Jika tekanan darah > 180/110 mmHg pengukuran tekanan darah diulang 5 (lima) sampai 10 (sepuluh) menit kemudian. Jika masih tinggi maka vaksinasi ditunda sampai terkontrol).  Orang yang mengalami alergi berat setelah divaksinasi COVID-19 sebelumnya (vaksinasi

dosis 1) maka tidak bisa mendapatkan vaksinasi COVID-10 dosis kedua.  Orang yang sedang hamil, ditunda sampai melahirkan.

 Orang yang mengidap penyakit autoimun seperti asma, lupus. Vaksinasi ditunda jika sedang dalam kondisi akut atau belum terkendali.

 Orang yang sedang mendapat pengobatan untuk gangguan pembekuan darah, kelainan darah, defisiensi imun dan penerima produk darah/ transfuse. Vaksinasi ditunda dan dirujuk.

 Orang yang sedang mendapat pengobatan immunosuppressant seperti kortikosteroid dan kemoterapi. Vaksinasi ditunda dan dirujuk.

28

 Orang yang memiliki penyakit jantung berat dalam keadaan sesak. Vaksinasi ditunda dan dirujuk.

 Lansia yang dalam pemeriksaannya (sesuai format skrining) menjawab lebih dari 3 pertanyaan dengan jawaban Ya.

 Orang yang memiliki riwayat alergi berat setelah divaksinasi COVID-19 sebelumnya maka tidak dapat diberikan vaksinasi berikutnya.

Apa itu KIPI (Kejadian Ikutan Paska Imunisasi)?

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) merupakan semua kejadian medik yang terjadi setelah imunisasi, menjadi perhatian dan diduga berhubungan dengan imunisasi.

Reaksi apa yang mungkin terjadi pasca vaksinasi?

Reaksi yang mungkin terjadi setelah vaksinasi COVID-19 hampir sama dengan vaksin yang lain. Beberapa gejala tersebut antara lain:

1. Reaksi lokal, seperti nyeri, kemerahan, bengkak pada tempat suntikan dan reaksi lokal lain yang berat, misalnya selulitis.

2. Reaksi sistemik, seperti demam, nyeri otot seluruh tubuh (myalgia), nyeri sendi (atralgia), badan lemah, mual dan sakit kepala.

Manfaat vaksin jauh lebih besar dibandingkan risiko sakit karena tubuh terinfeksi bila tidak divaksin.

Alur Pelayanan Vaksinasi COVID-19 Dua Meja:

29

Sumber: Kementerian Kesehatan RI, Mei 2021

Materi tentang COVID-19 yang disediakan pemerintah dapat diakses melalui tautan berikut ini:

https://linktr.ee/covid19.go.id.

Materi tentang COVID-19 yang dikembangkan oleh Wahana Visi Indonesia dapat diakses melalui:

https://wahanavisi.org/id/media-materi/lainnya https://www.youtube.com/c/WahanaVisi_id/videos

IX. REFERENSI

1. Kementerian Kesehatan RI. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/104/2020 Tentang Penetapan Infeksi Novel Virus Corona (Infeksi 2019-nCoV) Sebagai Penyakit Yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangannya. Jakarta; 4 Februari 2020.

2. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Virus Corona Disease (COVID-19) Revisi 5. Jakarta; Juli 2020.

3. Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. Kementerian Kesehatan RI. Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat untuk Cegah Penularan COVID-19?. Jakarta; 2020.

4. World Health Organization.Transmisi SARS-CoV-2: implikasi terhadap kewaspadaan pencegahan infeksi. Pernyataan Keilmuan. Jenewa; 9 Juli 2020.

5. Direktorat Kesehatan Keluarga. Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Panduan Pelayanan Kesehatan Balita Pada Masa Pandemi COVID-19 Bagi Tenaga Kesehatan. Revisi 1. Jakarta; 2020.

30

6. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Peta sebaran. https://covid19. go.id/peta-sebaran (Diakses 23 Juli 2020).

7. Centers for Diseases Control and Prevention (CDC). Human Virus Corona Types. https://www.cdc.gov/Virus Corona /types.html (Dikaji terakhir tanggal 15 Februari 2020, diakses tanggal 17 Agustus 2020).

8. World Health Organization. Pertanyaan dan jawaban terkait Virus Corona . https://www.who.int/indonesia/news/novel-Virus Corona /qa-for-public (Diakses 17 Agustus 2020).

9. World Health Organization. Myth-busters. https://www.who.int/indonesia/ news/novel-Virus Corona /mythbusters. (Diakses 17 Agustus 2020).

10. Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Ditjen Kesehatan Masyarakat. Kementerian Kesehatan Pedoman Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan COVID-19 di RT/RW/Desa. Jakarta; 2020.

11. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. SE MLHK tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan COVID-19. Jakarta; 24 Maret 2020.

12. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Pengelolaan Limbah Berbahaya dan Beracun. Jakarta; 1 April 2020.

13. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Standar Alat Perlindungan Diri (APD) untuk Penanganan COVID-19 di Indonesia. Jakarta; Diperbarui Agustus 2020.

14. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Anjuran Ikatan Dokter Anak Indonesia Mengenai Aktivitas Di Luar Rumah Selama Masa Pandemi COVID-19. 17 Juni 2020.

15. Virus Corona Varian Baru B.117, B.1351, B.1617 Sudah Ada di Indonesia. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/berita-utama/20210504/1737688/virus-corona-varian-baru-b-117-b-1351-b-1617-sudah-ada-di-indonesia/, 4 Mei 2021

16. The effects of virus variants on COVID-19 vaccines. https://www.who.int/news-room/feature-stories/detail/the-effects-of-virus-variants-on-covid-19-vaccines. Diakses 1 Maret 2021.

17. Mutasi, Varian, dan Strain Virus. https://covid19.go.id/p/masyarakat-umum/mutasi-varian-dan-strain-virus. 10 Maret 2021.

18. Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN). Buku Saku #infovaksin. Januari 2021.

19. Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Buku Saku Tanya Jawab Seputar Vaksinasi COVID-19. https://covid19.go.id/storage/app/media/ Materi%20Edukasi/2021/Juni/buku-saku-vaksinasi-covid-1928mei2021-1.pdf. Jakarta, 28 Mei 2021

20. Kementerian Kesehatan RI. https://www.kemkes.go.id/article/view/21012900002/ pemerintah-tergetkan-70-cakupan-vaksinasi-covid-19.html. Diakses 21 Januari 2021. 21. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Kementerian Kesehatan RI, Jejaring

AMPL. Ayo Kita Kelola Limbah Infeksius Rumah Tangga Dengan Aman. https://www.unicef.org/indonesia/media/7441/file/Pocket%20book%20for%20infecti ous%20waste%20management%20(Indonesian).pdf. Jakarta; 2021.

22. Satgas Penanganan COVID-19 Bidang Perubahan Perilaku. Mengapa Pakai Masker Ganda (Double Masking)? https://www.instagram.com/p/CQc0Nj_H4yY/. 23 Juni 2021.

31

MATERI II:

PEMENUHAN GIZI IBU HAMIL, IBU MENYUSUI,