• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PEMODELAN JARINGAN KERETA API

D. Sinkronisasi

Bagian ini menjelaskan tentang aturan sinkronisasi waktu keberangkatan kereta api komuter dari suatu stasiun yang harus menunggu datangnya kereta api komuter lainnya yang menuju ke stasiun tersebut. Hal ini bertujuan untuk menjamin bahwa penumpang dapat berpindah dari suatu kereta pada rute tertentu ke kereta yang lain dengan rute yang berbeda.

Berdasarkan graf berarah berbobot yang telah dibuat pada bagian B, maka dapat disusun aturan sinkronisasi kereta api komuter dalam koridor operasi Yogyakarta-Solo untuk keenam rute di atas, sebagai berikut:

1. Rute 1: Stasiun B – Stasiun 1 – Stasiun C – Stasiun 2 – Stasiun 3 – Stasiun 4 – Stasiun D – Stasiun 4 – Stasiun 3 – Stasiun 2 – Stasiun C – Stasiun 1

– Stasiun B.

a. Keberangkatan kereta api ke-k dari B menuju 1, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 1 menuju B pada rute 1 dan menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari A menuju B pada rute 4 (hal ini karena kereta api di rute 4 tidak berhenti di Stasiun Maguwo, sedangkan kereta api di rute 1 berhenti di Stasiun Maguwo).

b. Keberangkatan kereta api ke-k dari 1 menuju C, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari B menuju 1 pada rute 1.

c. Keberangkatan kereta api ke-k dari C menuju 2, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-(k– 1) dari 1 menuju C pada rute 1.

d. Keberangkatan kereta api ke-k dari 2 menuju 3, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari C menuju 2 pada rute 1.

e. Keberangkatan kereta api ke-k dari 3 menuju 4, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 2 menuju 3 pada rute 1.

f. Keberangkatan kereta api ke-k dari 4 menuju D, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 3 menuju 4 pada rute 1 dan menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-(k– 1) dari 6 menuju 4 pada rute 6.

g. Keberangkatan kereta api ke-k dari D menuju 4, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 4 menuju D pada rute 1, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 5 menuju D pada rute 3, dan menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-(k– 1) dari F menuju D pada rute 5.

h. Keberangkatan kereta api ke-k dari 4 menuju 3, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari D menuju 4 pada rute 1, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari D menuju 4 pada rute 3, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari D menuju 4 pada rute 5, dan menunggu

kedatangan kereta api yang berangkat ke-(k– 1) dari 6 menuju 4 pada rute 6.

i. Keberangkatan kereta api ke-k dari 3 menuju 2, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-(k– 1) dari 4 menuju 3 pada rute 1.

j. Keberangkatan kereta api ke-k dari 2 menuju C, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke--k dari 3 menuju 2 pada rute 1.

k. Keberangkatan kereta api ke-k dari C menuju 1, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 2 menuju C pada rute 1, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 2 menuju C pada rute 2, dan menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-(k– 1) dari 2 menuju C pada rute 3.

l. Keberangkatan kereta api ke-k dari 1 menuju B, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari Cmenuju 1 pada rute 1.

2. Rute 2: Stasiun C – Stasiun 2 – Stasiun 3 – Stasiun 4 – Stasiun D – Stasiun 4 – Stasiun 3 – Stansiun 2 – Stasiun C.

a. Keberangkatan kereta api ke-k dari C menuju 2, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-(k– 1) dari 1 menuju C pada rute 1 dan menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 2 menuju C pada rute 2.

kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari C menuju 2 pada rute 2.

c. Keberangkatan kereta api ke-k dari 3 menuju 4, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-(k– 1) dari 2 menuju 3 pada rute 2.

d. Keberangkatan kereta api ke-k dari 4 menuju D, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 3 menuju 4 pada rute 2 dan menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-(k– 1) dari 6 menuju 4 pada rute 6.

e. Keberangkatan kereta api ke-k dari D menuju 4, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 4 menuju D pada rute 2, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 5 menuju D pada rute 3, dan menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-(k– 1) dari F menuju D pada rute 5.

f. Keberangkatan kereta api ke-k dari 4 menuju 3, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari D menuju 4 pada rute 2, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari D menuju 4 pada rute 5, dan menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-(k– 1) dari 6 menuju 4 pada rute 6.

g. Keberangkatan kereta api ke-k dari 3 menuju 2, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 4 menuju 3 pada rute 2.

kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 3 menuju 2 pada rute 2.

3. Rute 3: Stasiun E – Stasiun 5 – Stasiun D - Stasiun 4 – Stasiun 3 – Stasiun 2 – Stasiun C – Stasiun 2 – Stasiun 3 – Stasiun 4 – Stasiun D – Stasiun 5

– Stasiun E.

a. Keberangkatan kereta api ke-k dari E menuju 5, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 5 menuju E pada rute 3.

b. Keberangkatan kereta api ke-k dari 5 menuju D, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari E menuju 5 pada rute 3.

c. Keberangkatan kereta api ke-k dari D menuju 4, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 5 menuju D pada rute 3 dan menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-(k– 1) dari F menuju D pada rute 5.

d. Keberangkatan kereta api ke-k dari 4 menuju 3, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari D menuju 4 pada rute 3, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari D menuju 4 pada rute 5, dan menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-(k– 1) dari 6 menuju 4 pada rute 6.

e. Keberangkatan kereta api ke-k dari 3 menuju 2, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 4 menuju 3 pada rute 3.

f. Keberangkatan kereta api ke-k dari 2 menuju C, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 3 menuju 2 pada rute 3.

g. Keberangkatan kereta api ke-k dari C menuju 2, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-(k– 1) dari 1 menuju C pada rute 1, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 1 menuju C pada rute 4, dan menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-(k– 1) dari 2 menuju C pada rute 3.

h. Keberangkatan kereta api ke-k dari 2 menuju 3, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari C menuju 2 pada rute 3.

i. Keberangkatan kereta api ke-k dari 3 menuju 4, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 2 menuju 3 pada rute 3.

j. Keberangkatan kereta api ke-k dari 4 menuju D, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 3 menuju 4 pada rute 1, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 3 menuju 4 pada rute 2, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k

dari 3 menuju 4 pada rute 3, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 3 menuju 4 pada rute 4, dan menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-(k– 1) dari 6 menuju 4 pada rute 6. k. Keberangkatan kereta api ke-k dari D menuju 5, harus menunggu

1, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 4 menuju D pada rute 2, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k

dari 4 menuju D pada rute 3, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 4 menuju D pada rute 4, dan menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-(k– 1) dari F menuju D pada rute 5.

l. Keberangkatan kereta api ke-k dari 5 menuju E, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari D menuju 5 pada rute 3.

4. Rute 4: Stasiun D – Stasiun 4 – Stasiun 3 – Stasiun 2 – Stasiun C – Stasiun 1 – Stasiun B – Stasiun A – Stasiun B – Stasiun 1 – Stasiun C – Stasiun 2

– Stasiun 3 – Stasiun 4 – Stasiun D.

a. Keberangkatan kereta api ke-k dari D menuju 4, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 4 menuju D pada rute 4, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 5 menuju D pada rute 3, dan menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-(k– 1) dari F menuju D pada rute 5.

b. Keberangkatan kereta api ke-k dari 4 menuju 3, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari D menuju 4 pada rute 1, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari D menuju 4 pada rute 2, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari D menuju 4 pada rute 3, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari D menuju 4 pada rute 4, menunggu

kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari D menuju 4 pada rute 5, dan menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-(k– 1) dari 6 menuju 4 pada rute 6.

c. Keberangkatan kereta api ke-k dari 3 menuju 2, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 4 menuju 3 pada rute 4.

d. Keberangkatan kereta api ke-k dari 2 menuju C, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 3 menuju 2 pada rute 4.

e. Keberangkatan kereta api ke-k dari C menuju 1, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 2 menuju C pada rute 1, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 2 menuju C pada rute 2, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-(k

– 1) dari 2 menuju C pada rute 3, dan menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 2 menuju C pada rute 4.

f. Keberangkatan kereta api ke-k dari 1 menuju B, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari Cmenuju 1 pada rute 4.

g. Keberangkatan kereta api ke-k dari B menuju A, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 1menuju B pada rute 4.

h. Keberangkatan kereta api ke-k dari A menuju B, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-(k - 1) dari B menuju A pada

rute 4.

i. Keberangkatan kereta api ke-k dari B menuju 1, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari Amenuju B pada rute 4.

j. Keberangkatan kereta api ke-k dari 1 menuju C, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari B menuju 1 pada rute 4.

k. Keberangkatan kereta api ke-k dari C menuju 2, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 1 menuju C pada rute 4.

l. Keberangkatan kereta api ke-k dari 2 menuju 3, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari C menuju 2 pada rute 4.

m. Keberangkatan kereta api ke-k dari 3 menuju 4, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 2 menuju 3 pada rute 4.

n. Keberangkatan kereta api ke-k dari 4 menuju D, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 3 menuju 4 pada rute 4.

5. Rute 5: Stasiun 4 – Stasiun D – Stasiun F – Stasiun G – Stasiun F – Stasiun D – Stasiun 4.

a. Keberangkatan kereta api ke-k dari 4 menuju D, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 3 menuju 4 pada rute

1, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 3 menuju 4 pada rute 2, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k

dari 3 menuju 4 pada rute 3, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 3 menuju 4 pada rute 4, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari D menuju 4 pada rute 1, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari D menuju 4 pada rute 2, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari D menuju 4 pada rute 3, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari D menuju 4 pada rute 4, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari D menuju 4 pada rute 5, dan menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-(k – 1) dari 6 menuju 4 pada rute 6.

b. Keberangkatan kereta api ke-k dari D menuju F, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 4 menuju D pada rute 5.

c. Keberangkatan kereta api ke-k dari F menuju G, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari D menuju F pada rute 5.

d. Keberangkatan kereta api ke-k dari G menuju F, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari F menuju G pada rute 5.

e. Keberangkatan kereta api ke-k dari F menuju D, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari G menuju F pada rute.

f. Keberangkatan kereta api ke-k dari D menuju 4, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-(k– 1) dari F menuju D pada rute 5.

6. Rute 6: Stasiun 4 – Stasiun 6 – Stasiun 4.

a. Keberangkatan kereta api ke-k dari 4 menuju D, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 3 menuju 4 pada rute 1, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 3 menuju 4 pada rute 2, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k

dari 3 menuju 4 pada rute 3, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 3 menuju 4 pada rute 4, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari D menuju 4 pada rute 1, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari D menuju 4 pada rute 2, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari D menuju 4 pada rute 3, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari D menuju 4 pada rute 4, menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari D menuju 4 pada rute 5, dan menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-(k – 1) dari 6 menuju 4 pada rute 6.

b. Keberangkatan kereta api ke-k dari 6 menuju 4, harus menunggu kedatangan kereta api yang berangkat ke-k dari 4 menuju 6 pada rute 6.

Dokumen terkait