BAB III METODE PENELITIAN
H. Instrumen Penelitian
I. Tata Cara Penelitian
Observasi awal dilakukan dengan mencari informasi tentang jumlah mahasiswa dan mahasiswi Kampus III Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta dan konfirmasi tempat yang dapat digunakan untuk penelitian. Pengambilan sampel sebanyak 125 orang, terdiri dari 58 laki-laki dan 67 perempuan yang memenuhi kriteria inklusi penelitian.
2. Permohonan Izin dan Kerja Sama
Permohonan izin pertama diajukan ke Komisi Etik Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada untuk
memenuhi etika penelitian menggunakan sampel biologis manusia yaitu darah. Permohonan izin kedua kepada Wakil Rektor I untuk mendapatkan ijin melakukan penelitian. Permohonan kerja sama diajukan Laboratorium Parahita untuk pengambilan dan pengukuran darah sampel. Permohonan kerja sama lagi diajukan kepada calon subyek penelitian yang nantinya akan mengisi informed consent jika bersedia mengikuti penelitian ini. Permohonan kerja sama yang terakhir diajukan kepada kepala bagian rumah tangga untuk meminjam ruangan untuk penelitian.
3. PembuatanLeafletdanInformed Consent
a. Leaflet
Pembuatan leaflet bertujuan untuk membantu responden dalam memahami secara praktis tentang apa saja yang akan dilakukan pada penelitian ini.
Leaflet ini berisi tentang latar belakang dilakukannya penelitian ini, jenis penelitian yang dilakukan, apa saja yang akan diukur dalam penelitian ini dan manfaat dari dilakukannya penelitian ini. Peneliti mencantumkan gambar-gambar yang berkaitan dengan informasi dalam penelitian ini agar terlihat lebih menarik.
b. Informed Consent
Informed consent merupakan bukti tertulis yang menyatakan bahwa responden bersedia untuk menjadi subyek dalam penelitian ini. pembuatan
informed consent ini sesuai dengan standar dari Komisi Etik Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada.
4. Pencarian Responden
Pencarian responden dilakukan setelah peneliti mendapatkan surat izin penelitian dari Wakil Rektor I. Surat izin penelitian untuk meminta data nama serta NIM mahasiswa dan mahasiswi diberikan kepada setiap Dekan Fakultas Kampus III Universitas Sanata Dharma. Teknik pengambilan subyek penelitian secara random sampling yang mendapatkan 200 data NIM mahasiswa dan mahasiswi yang masih aktif di Kampus III Universitas Sanata Dharma. Surat permohonan diajukan kepada Kepala BAPSI untuk meminta nomorhandphone
mahasiswa dan mahasiswi yang telah menjadi calon responden. Daftar nomor
handphone yang telah diterima segera digunakan peneliti untuk menghubungi responden untuk memastikan kesediaan sebagai responden penelitian ini. Banyaknya nomor handphone yang tidak aktif serta banyak calon responden yang tidak bersedia, sehingga dari 200 calon responden hanya didapatkan 76 calon responden. Peneliti melakukan pencarian responden yang kedua dengan menggunakan komunikasi langsung dengan calon responden yang sedang berada di lingkungan Kampus III Universitas Sanata Dharma. Teknik sampling yang kedua termasuk non-random sampling dengan pendekatan porpusive sampling. Calon responden yang didapatkan sebanyak 135 responden yang bersedia sebagai calon responden penelitian ini. Total calon responden yang bersedia hadir ikut dalam penelititan ini adalah 211 responden. Calon responden yang bersedia untuk ikut berpartisipasi diundang untuk hadir untuk
briefing. Setiap responden dihubungi via telepon untuk hadir dalam briefing. Tujuan dari briefing adalah untuk memberi penjelasan mengenai maksud dan
tujuan penelitian kepada responden yang dijelaskan melalui leaflet kepada calon responden. Calon responden yang bersedia untuk ikut serta dalam penelitian akan menandatangani informed consent sebagai suatu bentuk penyataan tertulis atas kesediaan responden ikut serta dalam penelitian. Jumlah sampel yang bersedia mendaftar pada saat briefing kurang, sehingga dilakukan pencarian responden secara tatap muka di wilayah Kampus III Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Pencarian responden dilakukan dengan memberikan penjelasan mengenai maksud dan tujuan penelitian kepada calon responden. Responden akan dihubungi satu hari sebelum pengukuran parameter untuk memberikan informasi ulang terkait tempat dan waktu pelaksanaan pengukuran parameter. Responden yang tidak hadir pada saat pengukuran akan dikonfirmasi lagi kehadirannya.
5. Validitas dan Reabilitas Instrumen Penelitian
Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia (2011), alat kesehatan dikatakan baik jika memenuhi nilai CV≤5%. Pengukuran reabilitas instrumen dilakukan sebanyak lima kali. Instrumen yang divalidasi pada penelitian ini antara lain timbangan berat badan Tanita® dengan nilai CV sebesar 0,125%, dan alat pengukur tinggi badan Stature® dengan nilai CV sebesar 0,027%. Berdasarkan nilai CV tersebut maka dapat disimpulkan bahwa instrumen timbangan berat badan dan tinggi badan memenuhi persyaratan validasi.
6. Pengukuran Parameter
Parameter yang diukur adalah berat badan dan tinggi badan (untuk menghitung BMI), tebal lipat kulit dan tekanan darah.
a. PengukuranBody Mass Index
Untuk mengukur BMI dibutuhkan pengukuran tinggi badan dan berat badan. Pengukuran tinggi badan dilakukan menggunakan meteran yang ditempelkan di tembok dalam posisi tegak lurus. Pengukuran berat badan menggunakan timbangan. Meteran dan timbangan diletakkan secara berdekatan agar memudahkan responden sebab responden diwajibkan melepaskan sepatu untuk mengurangi faktor koreksi.
b. Pengukuranskinfold thickness
Tebal lipat kulit yang diukur adalah pada bagian abdominal, triceps dan
suprailiac. Bagian abdominal adalah bagian tengah perut, bagian triceps
adalah bagian lengan bawah, sedangkan bagian suprailiac adalah bagian perut samping. Pengukuran tebal lipat kulit ini menggunakan alat yaitu
skinfold caliperdan bagian yang diukur adalah bagian tubuh sebelah kiri. c. Pengukuran tekanan darah
Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan menggunakan tensimeter. Pengukuran ini dilakukan oleh tenaga medis dari Laboratorium Parahita. 7. Pengolahan Data
Pengolahan data dilakukan dengan sistem komputerisasi menggunakan metode spss.
8. Analisis Data Penelitian
Data yang diperoleh diolah secara komputerisasi. Langkah awal adalah dilakukan uji normalitas (Kolmogorov-Smirnov) untuk melihat distribusi normal suatu data. Suatu data dikatakan normal bila nilai Asymp. Sig lebih besar dari 0,1. Data kemudian diuji korelasinya menggunakan analisis Pearson apabila data terdistribusi normal atau analisis Spearman apabila data tidak terdistribusi normal. Taraf kepercayaan yang digunakan sebesar 95 %. Di bawah ini adalah tabel panduan interpretasi hasil uji hipotesis berdasarkan kekuatan korelasi, nilai p dan arah korelasi.
Tabel IV. Panduan Interpretasi Hasil Uji Hipotesis berdasarkan Kekuatan Korelasi, Nilaip, dan Arah Korelasi (Dahlan, 2011)
No Parameter Nilai Interpretasi
1. Kekuatan Korelasi (r) 0,00-0,199 Sangat lemah 0,20-0,399 Lemah 0,40-0,599 Sedang 0,60-0,799 Kuat 0,80-1,000 Sangat kuat
2. Nilaip p<0,05 Terdapat korelasi
yang bermakna antara dua variabel yang diuji
p>0,05 Tidak terdapat korelasi yang bermakna antara dua variabel yang diuji 3. Arah Korelasi + (positif) Searah, semakin
besar nilai satu variabel semakin besar pula nilai variabel lainnya. - (negatif) Berlawanan arah.
Semakin besar nilai satu variabel, semakin kecil nilai variabel lainnya.
9. Pembagian Hasil Pemeriksaan
Pembagian hasil pemeriksaan diberikan secara langsung kepada responden. Peneliti memberikan penjelasan makna hasil pemeriksaan dan memberikan saran-saran untuk menjaga kesehatan jika ditemukan hasil pemeriksaan yang tidak normal.