• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT TAMARIS HIDRO

J. TATA KELOLA PERUSAHAAN

Jajaran direksi dan manajemen Perseroan memiliki komitmen yang tinggi untuk melaksanakan tugas Perseroan dengan senantiasa mengedepankan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Perseroan memandang penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau GCG (Good Corporate Governance) sebagai hal yang penting, karena GCG berfungsi sebagai pedoman agar segenap keputusan yang diambil dilandasi nilai-nilai moral yang tinggi dan sangat berintegritas, patuh terhadap Peraturan Perundang-undangan dan kesadaran akan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) terhadap pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders). Di dalam penerapannya, prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggungjawab, kemandirian, disiplin dan kewajaran dikedepankan, demi peningkatan kinerja dan citra perusahaan.

1. Struktur Organisasi

Berikut ini adalah bagan struktur organisasi Perseroan pada saat Prospektus ini diterbitkan:

Sumber : Perseroan

2. Dewan Komisaris

Dewan komisaris Perseroan bertugas melakukan pengawasan terhadap kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan yang dilakukan oleh Direksi,serta memberikan nasihat kepada Direksi termasuk pengawasan terhadap pelaksanaan Rencana Jangka Panjang Perseroan, Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan serta ketentuan Anggaran Dasar dan Keputusan RUPS, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku,kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan perseroan.

Selama 1 (satu) tahun terakhir Dewan Komisaris telah melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai berikut:

a. Mengetahui segala kebijakan dan Tindakan yang telah dan akan dijalankan oleh Direksi.

b. Menghadiri rapat dewan komisaris dan direksi serta memberikan pandangan terhadap hal-hal yang didiskusikan.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, Dewan Komisaris wajib mengadakan rapat paling kurang 1 (satu) kali dalam 2 (dua) bulan. Selama tahun 2020 telah dilaksanakan rapat sebanyak 6 (enam) kali dan di tahun 2021 telah dilaksanakan rapat sebanyak 6 (enam) kali sesuai dengan POJK No.33/2014.

Berikut rincian Rapat Anggota Dewan Komisaris:

Nama Jabatan Jumlah

Rapat

Jumlah Kehadiran

Frekuensi kehadiran

Phiong Phillipus Darma Komisaris Utama 12 12 100%

Irwan Atmadja Dinata Komisaris 12 12 100%

Untung Udji Santoso, S.H., M.H Komisaris Independen - - 100%

*) Beliau baru menjabat sebagai Komisars Independen Perseroan pada tanggal 29 November 2021

3. Direksi

Tugas dan wewenang Direksi berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan adalah menjalankan tindakan yang berkaitan dengan pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan serta mewakili Perseroan baik di dalam maupun di luar Pengadilan tentang segala hal dan segala kejadian dengan pembatasan-pembatasan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, Anggaran Dasar dan/atau Keputusan RUPS.

Selama 1 (satu) tahun terakhir Direksi telah melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai berikut:

a. Direksi berhak mewakili Perseroan di dalam dan di luar Pengadilan tentang segala hal dan dalam segala kejadian, mengikat Perseroan dengan pihak lain dan pihak lain dengan Perseroan, serta menjalankan segala tindakan, baik yang mengenai kepengurusan maupun kepemilikan, akan tetapi dengan pembatasan bahwa untuk:

• meminjam atau meminjamkan uang atas nama Perseroan (tidak termasuk mengambil uang Perseroan di Bank);

• mendirikan suatu usaha baru atau turut serta pada perusahaan lain baik di dalam maupun di luar negeri;

• mengalihkan kekayaan Perseroan, atau dengan cara lain melepaskan hak-hak atas harta kekayaan Perseroan atau mengagunkan harta kekayaan Perseroan;

• menjaminkan kekayaan Perseroan kepada Lembaga Keuangan untuk keperluan usaha Perseroan b. Presiden Direktur berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama Direksi serta mewakili

Perseroan;

c. Dalam hal Presiden Direktur tidak hadir atau berhalangan karena sebab apapun juga, yang tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, maka 2 (dua) anggota Direksi lainnya berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama Direksi serta mewakili Perseroan.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, Direksi wajib mengadakan rapat Direksi secara berkala paling kurang 1 (satu) kali dalam setiap bulan dan Direksi wajib mengadakan rapat Direksi bersama Dewan Komisaris secara berkala paling kurang 1 (satu) kali dalam 4 (empat) bulan.

Di tahun 2020 Direksi telah melaksanakan rapat sebanyak 12 (dua belas) kali dan di tahun 2021 sebanyak 11 (sebelas) kali dimana seluruhnya dihadiri secara lengkap oleh Direksi dimana seluruh hasil rapat Direksi dituangkan dalam risalah rapat dan didokumentasikan dengan baik sesuai dengan POJK No.33/2014.

Prosedur penetapan dan besarnya remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi

Prosedur penetapan dan besarnya remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi dijalankan oleh Komite Remunerasi dan Nominasi Perseroan berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris PT Tamaris Hidro Nomor: SKEP-002/DK/TH/XII/2021 tentang Pengangkatan Komite Nominasi dan Remunerasi PT Tamaris Hidro dan Penetapan Pedoman Komite Nominasi dan Remunerasi PT Tamaris Hidro, dimana Komite Nominasi dan Remunerasi bertugas untuk menyusun besaran atas remunerasi bagi anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris;

Dalam melakukan penyusunan struktur, kebijakan dan besaran Remunerasi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris dengan memperhatikan:

a. Remunerasi yang berlaku pada industry yang sesuai dengan kegiatan usaha yang sejenis dan skala usaha dalam industrinya dari Perseroan;

b. Tugas, tanggung jawab dan wewenang anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris dikaitkan dengan pencapaian tujuan dan kinerja Perseroan;

c. Target kinerja atau kinerja masing-masing anggota Direksi dan/atau anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris; dan

d. Keseimbangan tunjangan antara yang bersifat tetap dan bersifat variable.

Hasil penyusunan besaran atas remunerasi oleh Komite Remunerasi dan Nominasi akan diberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai:

a. Struktur Remunerasi;

b. Kebijakan atas Remunerasi; dan c. Besaran atas Remunerasi.

Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2021 serta tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 jumlah gaji dan kompensasi lainnya untuk Dewan Komisaris masing-masing sebesar Rp326.880.995,00; Rp662.310.698,00 dan Rp1.726.088.500,00 ,sedangkan untuk Direksi masing-masing sebesar Rp8.685.917.799,00; Rp15.132.867.490,00; dan Rp22.289.674.389,00.

4. Sekretaris Perusahaan

Seketaris Perusahaan berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perseroan No. SKEP-013/DIRUT/TH/XII/2021 tentang Pengangkatan Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) tanggal 03 Desember 2021 yaitu Sdr. Priyo Kristanto dengan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

1. Mengikuti perkembangan Pasar Modal khusunya peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang Pasar Modal;

2. Memberikan masukan kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan untuk mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal;

3. Membantu Direksi dan Dewan Komisaris dalam pelaksanaan tata Kelola Perusahaan yang meliputi:

a. Keterbukaan informasi kepada masyarakat, termasuk ketersediaan informasi apda situs web Perseroan;

b. Penyampaian laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan tepat waktu;

c. Penyelenggaraan dan dokumentasi rapat Direksi dan/atau Dewan Komisaris; dan

d. Pelaksanaan program orientasi terhadap Perusahaan bagi Direksi dan/atau Dewan Komisaris.

4. Sebagai pehubung antara Perseroan dengan pemegang saham Perseroan, Otoritas Jasa Keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Sekretaris Perusahaan Perseroan dapat dihubungi pada alamat berikut ini:

Alamat Sekretaris Perusahaan

: Gedung Setiabudi Atrium Lantai 5 Suite 509 Jl. HR. Rasuna Said Kav.62 Karet, Setiabudi Jakarta Selatan 12920, Indonesia

Telepon : +62 21 521-0688 Faksimili : +62 21 5210738

Website : https://www.tamarishydro.com E-Mail : [email protected]

Keterangan singkat mengenai profil Sekretaris Perusahaan Perseroan:

Nama : Priyo Kristanto

Usia : 52 tahun

Kewarganegaraan : Indonesia

Pengalaman Kerja : 1993 - 1996 Legal Manager di PT Insan Mandiri Abdi Nusa 1996 - 1999 Audit Policy Officer di PT Bank CIMB Niaga Tbk.

1999 - 2004 Team Leader Asset Disposal Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN)

2004 - 2013 Jabatan terakhir sebagai Kepala Group Pengadaan Jasa dan Administrasi

2013 - sekarang Jabatan terakhir sebagai Sekretaris Perusahaan

Pengangkatan Sekretaris Perseroan telah sesuai dengan POJK No.35/2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik.

Sampai saat ini belum ada program pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi Sekretaris Perusahaan, kedepannya Perseroan berencana untuk mengikuti training dan pelatihan baik yang diselenggarakan secara internal, maupun oleh eksternal.

5. Unit Audit Internal

Sesuai POJK No. 56/2015 sampai dengan prospektus ini diterbitkan, maka berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.SKEP-014/DIRUT/TH/XII/2021 tentang Pembentukan Unit Audit Internal dan Kepatuhan Perseroan tanggal 03 Desember 2021. Direksi membentuk Unit Audit Internal. Adapun profil Ketua dari Unit Audit Internal pada saat prospektus ini diterbitkan adalah sebagai berikut:

Agus Susanto

Warga Negara Indonesia dilahirkan di Jakarta, tanggal 17 Agustus 1982. Meraih Gelar S1 Ekonomi Universitas Trisakti, Jakarta.

Mengawali karir sebagai Auditor di Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono dan rekan (2005 – 2009), Accountant di PT Dwinad Nusa Sejahtera (2009 – 2011), kemudian menjadi Accountant di PT Tamaris Hydro (2013 – 2018) dan Risk Management & Compliance (2019 – 2021) sebelum diangkat menjadi Unit Audit Internal Perseroan.

Sesuai dengan Internal Audit & Compliance Charter Perseroan tanggal 03 Desember 2021, tugas dan tanggungjawab Unit Audit Internal sesuai dengan Internal Audit & Compliance Charter adalah:

a. Melaksanakan pemeriksaan/audit terhadap jalannya sistem pengendalian internal pada penerapan tatakelola yang baik sesuai ketentuan/kebijakan perusahaan yang berlaku;

b. Melakukan analisa dan evaluasi terhadap efektifitas sistem dan prosedur serta rencana investasi Perusahaan, sehubungan dengan risiko Perusahaan;

c. Melakukan pengawasan, pemeriksaan, dan penilaian atas efisiensi dan efektivitas kegiatan yang dilakukan dalam bidang:

• Administrasi dan Keuangan;

• Operasional dan Pemasaran;

• Investasi & belanja modal;

• SDM dan Organisasi; dan

• Kegiatan Perusahaan lainnya.

d. Melakukan pengujian dan penilaian terhadap laporan berkala Unit Kerja di lingkungan Perusahaan;

e. Melakukan penilaian dan memastikan agar kegiatan dari setiap unit kerja Perusahaan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, seperti:

• Informasi penting Perusahaan terjamin keamanannya;

Fungsi Corporate Secretary dalam pengendalian informasi dapat berjalan dengan efektif;

• Penyajian laporan Perusahaan dan kegiatan-kegiatan Perusahaan dalam memenuhi peraturan perundang-undangan.

f. Melakukan monitoring dan evaluasi atas hasil-hasil temuan audit serta menyampaikan saran perbaikan terhadap penyelenggaraan kegiatan Perusahaan dan sistem/kebijakan/peraturan yang sudah sesuai dengan perkembangan Perusahaan dan biaya usaha;

g. Menyampaikan hasil audit yang telah dilaksanakan kepada Presiden Direktur.

h. Melaksanakan tugas khusus dalam lingkup pengendalian intern yang ditugaskan oleh Presiden Direktur.

Internal Audit & Compliance mempunyai kewenangan dalam hal :

a. Menyusun, mengubah dan melaksanakan kebijakan Audit Internal termasuk antara lain menentukan prosedur dan lingkup pelaksanaan pekerjaan audit;

b. Akses terhadap seluruh dokumen, pencatatan, personal dan fisik, informasi tempat atas obyek audit yang dilaksanakannya, untuk mendapatkan data dan informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya;

c. Melakukan verifikasi dan uji kehandalan terhadap informasi yang diperoleh dalam kaitan dengan penilaian efektifitas sistem yang diauditnya;

d. Bermitra dengan Komite Audit untuk memberikan informasi tentang karyawan, dana, aset serta sumber daya Perusahaan lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas;

e. Internal Audit & Compliance tidak mempunyai kewenangan pelaksanaan dan tanggungjawab atas aktivitas yang direview/diaudit, tetapi tanggung jawab Internal Audit & Compliance adalah pada penilaian dan analisa atas aktivitas tersebut.

6. Komite Audit

Perseroan telah membentuk Komite Audit sebagaimana disyaratkan dalam POJK No.55/2015, berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Perseroan No.SKEP-001/DK/TH/XII/2021 tentang Pengangkatan Komite Audit Perseroan dan Penetapan Piagam Komite Audit Perseroan tanggal 03 Desember 2021 dengan susunan anggota dan keterangan singkat tentang masing – masing Komite Audit Perseroan sebagai berikut:

Ketua : Untung Udji Santoso (Komisaris Independen)

Usia 70 tahun

Kewarganegaraan : Indonesia

Pengalaman Kerja : Komisaris di PT Moya Indonesia (2015 – sekarang)

Anggota : Robby Eduardo Quento

Usia : 57 tahun

Kewarganegaraan : Indonesia

Pengalaman Kerja : Executive Director Finance PT Maven Karsa Sarana (2018 – sekarang)

Anggota : Adi Vithara Purba

Usia : 41 tahun

Kewarganegaraan : Indonesia

Pengalaman Kerja : Direktur PT Mulia Investasi (2013 – sekarang)

Pembentukan Komite Audit baru dilakukan pada tanggal 03 Desember 2021. Sesuai Pedoman Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan, Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan wajib mengadakan rapat sekurang-kurangannya 1 (satu) kali dalam 4 (empat) bulan. Sampai dengan saat ini belum terdapat rapat untuk anggota Komite Audit, dan dalam kurun waktu 4 bulan kedepan akan dilaksanakan rapat sesuai Pedoman Komite Nominasi dan Remunerasi.

Masa jabatan anggota Komite Audit Perseroan adalah selama 3 (tiga) tahun dan dapat dipilih kembali hanya untuk 1 (satu) periode berikutnya, dengan tidak mengurangi hak Dewan Komisaris Perseroan untuk memberhentikannya sewaktu-waktu. Untuk memenuhi Pasal 12 POJK No.55/2015, Perseroan telah memiliki Piagam Komite Audit tertanggal 03 Desember 2021.

Adapun Tugas Komite Audit Perseroan adalah memberikan pendapat profesional yang independen kepada Dewan Komisaris terhadap laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh Direksi kepada Dewan Komisais, membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan tugas pengawasannya, termasuk mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris, serta melaksanakan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan tugas Dewan Komisaris, antara lain:

1. Melakukan penelaahan atas informasi Keuangan yang akan dikeluarkan Perseroan kepada publik dan/atau pihak otoritas, seperti laporan keuangan,proyeksi,laporan lainnya dengan informasi keuangan Perusahaan;

2. Melakukan penelaahan atas tingkat kepatuhan/ketaatan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan;

3. Memberikan pendapat independen dalam hal terjadi perbedaan pendapat antara menajemen dan akuntan atas jasa yang diberikannya;

4. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai penunjukkan akuntan yang didasarkan pada independensi,ruang lingkup penugasan dan imbalan jasa.

Tanggung jawab Komite Audit Perseroan adalah:

1. Atas pelaksanaan tugasnya, termasuk terhadap rekomendasi yang diberikan dan wajib menyampaikan laporan kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk setiap pelaksanaan tugasnya;

2. Untuk menjaga kerahasiaan dokumen,data dan informasi Perusahaan,baik dari pihak internal maupun pihak eksternal dan hanya dipergunakan untuk kepentingan pelaksanaan tugasnya.

7. Komite Nominasi dan Remunerasi

Komite Nominasi dan remunerasi dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Perseroan No. SKEP-002/DK/TH/XII/2021 tanggal 3 Desember 2021 tentang Pengangkatan Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan dan Penetapan Pedoman Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan.

Pembentukan, komposisi dan struktur keanggotaan Komite Nominasi dan Remunerasi juga telah sesuai POJK 34/2014.

Adapun susunan anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan adalah sebagai berikut:

1. Untung Udji Santoso selaku Ketua Komite;

2. Firda Yanti selaku Anggota Komite;

3. Hakim Husin Polim selaku Anggota Komite;

Komite Nominasi dan Remunerasi juga telah memiliki Pedoman Komite Nominasi dan Remunerasi sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 34/POJK.04/2014 tentang Kominte Nominasi dan Remunerasi Emiten atas Perusahaan Publik (“POJK 34/2014”), dalam rangka membantu tugas dan fungsi Dewan Komisaris Perseroan secara transparan, akuntabilitas, kompeten dan independent, sehingga Perseroan dapat dikelola dan dijalankan sesuai peraturan perundangan yang berlaku.