A. Tujuan Penelitian
Penelitian ini secara umum dilaksanakan untuk memenuhi tujuan:
1. Mengidentifikasi dimensi dari ideologi THK sebagai basis pengembangan SMK IW-THK.
2. Mengidentifikasi nilai-nilai apakah dari ideologi THK yang dapat diterapkan untuk meningkatkan penguatan nilai-nilai kebangsaan dan budi pekerti bangsa dalam pengembangan potensi dan daya saing SDM melalui Sekolah Menengah Kejuruan model indigenous wisdom Tri Hita Karana (SMK IW-THK).
3. Merumuskan indikator dan struktur cetak biru SMK IW-THK.
4. Mengembangkan silabus dan RPP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK IW-THK.
5. Menyusun buku pedoman pengembangan SMK IW-THK. 6. Mengembangkan sekolah pilot SMK IW-THK.
Kemudian secara khusus Penelitian Pengembangan SMK Model Indigenous
Wisdom Tri Hita Karana pada tahun ke 3 bertujuan:
1. Menerapkan Silabus Kurikulum SMK IW-THK berdasarkan nilai-nilai inti (core
value) dari ideologi THK untuk meningkatkan penguatan nilai-nilai kebangsaan
dan budi pekerti bangsa dalam pengembangan potensi dan daya saing SDI melalui SMK.
2. Menerapkan Subject Specific Pedagogy (SSP) berbasis THK, meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Petikan Silabus yang terkait dengan SK dan KD, Lembar Kerja Siswa (LKS) beserta Kunci LKS/Rambu-Rambu Penyelesaian LKS, Kisi-Kisi Lembar Penilaian (LP), Kisi-Kisi LP Produk, Kisi-Kisi LP Proses, LP Produk, LP Proses dan LP Aktivitas Siswa beserta kunci LP, Media Pembelajaran yang berupa Slide Presentasi Power Point dan Modul Bahan Ajar, termasuk Buku Siswa. Kelengkapan perangkat pembelajaran tersebut dikembangkan berdasarkan nilai-nilai dasar kearifan lokal THK yaitu pemahaman dan penghayatan atman, prana (sabda, bayu, idep), dan angga sarira atau badan
wadag. Penerapan nilai-nilai THK dalam pembelajaran dilakukan dengan melaksanakan penelitian tindakan kelas pada mata pelajaran.
B. Manfaat Penelitian
Secara umum penelitian ini akan memberi manfaat besar dalam penyelesaian masalah pembangunan manusia dan daya saing bangsa yang berkaitan dengan isu-isu menurunnya nilai-nilai budaya, integritas, dan identitas nasional melalui peningkatan kesadaran terhadap nilai-nilai budaya ideologi THK untuk menuju peradaban hidup yang seimbang harmonis diantara manusia dengan Tuhan, harmonis antar sesama manusia, harmonis antara manusia dengan lingkungan hidupnya. Manfaat ini dapat dicapai melalui penggalian dan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal ideologi THK dan dijadikan basis pengembangan SDM melalui pendidikan kejuruan.
SMK indigenous wisdom THK dirancang, dikembangkan, dan kemudian diimplementasikan agar dapat memberi manfaat bagi semua pihak pemangku kepentingan (stakeolders) SMK yaitu:
1. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan: hasil penelitian ini merupakan salah satu model pelestarian kearifan lokal Bali dalam penanganan masalah-masalah nilai-nilai budaya, integritas, dan identitas nasional. Penelitian ini mengenalkan nilai-nilai THK sebagai budaya masyarakat untuk semakin diakrabi, dicintai, dan dijadikan basis pengembangan dan penguatan profesionalisme diri hingga sampai kepada sadar budaya dan bangga dengan budaya bangsa sendiri.
2. Bagi Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (Dit PSMK): hasil penelitian ini sangat bermanfaat sebagai salah satu model pengembangan kualitas dan relevansi pendidikan kejuruan di SMK berbasis kearifan lokal dalam pengembangan kualitas SDM dan daya saing bangsa. SMK indigenous
wisdom THK merupakan model pendidikan kejuruan berbasis kearifan lokal
sebagai tindak lanjut amanat UU nomor 20 tahun 2003 dan PP. 19 tahun 2005 tentang pengelolaan pendidikan dasar dan pendidikan menengah berbasis kearifan lokal. Sebagai model pelestarian kearifan lokal Bali dalam penanganan masalah-masalah menurunnya nilai-nilai budaya, integritas, dan identitas
nasional. SMK model indigenous wisdom THK menjadi kekayaan bangsa Indonesia.
3. Bagi Pemerintah Daerah Bali dapat dijadikan model pengembangan pendidikan kejuruan yang menselaraskan tiga pilar pendidikan yaitu Sekolah, Keluarga, dan Masyarakat desa pakraman. Disamping itu juga sebagai dasar kebijakan pengembangan program-program pembangunan pendidikan kejuruan pada khususnya serta semua jenis dan jenjang pendidikan secara luas di Bali. Memperkaya dan memperluas cakupan penerapan ideologi THK selain di bidang pertanian, subak, dan desa pekraman.
4. Bagi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, Kabupaten/Kota se Bali: dapat dijadikan model pengembangan SMK di Bali; sebagai dasar pengembangan kebijakan program pembangunan pendidikan; tempat pengembangan dan pembinaan guru/tenaga pendidik dan kependidikan; model pengembangan SDI melalui pendidikan kejuruan; model pembinaan guru/tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
5. Bagi Guru SMK: hasil penelitian ini memberikan wawasan dan wahana pengembangan kompetensi pedagogik, kompetensi profesi, kompetensi sosial sebagai pendidik professional; melakukan penelitian pengembangan kearifan lokal THK; mengembangkan pembelajaran dengan pedekatan THK; melakukan pendalaman nilai-nilai THK dalam pelayanan.
6. Bagi Tenaga Kependidikan SMK dapat menyediakan wahana pengembangan diri sebagai pegawai professional; melakukan pendalaman nilai-nilai THK sebagai basis pelayanan; melakukan pendalaman nilai-nilai THK dalam pendidikan sebagai basis pengembangan budaya belajar dan budaya berkarya. 7. Bagi Siswa SMK: tempat pengembangan dan pembudayaan kompetensi dan
potensi atman, prana, dan angga sarira; sebagai tempat ideal dalam melakukan pengembangan diri secara seimbang dan harmonis kedalam diri sendiri, keluar antar sesama siswa, antara siswa dengan guru/pendidik/tenaga kependidikan, antara siswa dengan parhyangan, antara siswa dengan lingkungan palemahan. 8. Bagi Komite Sekolah: dapat melakukan pendalaman nilai-nilai THK sebagai
basis pelayanan; melakukan pendalaman nilai-nilai THK dalam pendidikan sebagai basis pengembangan budaya belajar dan budaya berkarya.
9. Orang Tua/Wali murid: mendapatkan pendidikan holistik bagi putra-putri; menselaraskan konsep THK di keluarga; melakukan pendalaman nilai-nilai THK sebagai basis pelayanan; melakukan pendalaman nilai-nilai THK dalam pendidikan sebagai basis pengembangan budaya belajar dan budaya berkarya. 10. Dunia Usaha dan Industri (pengguna alumni): dapat memperoleh calon tenaga
kerja yang cerdas baik spiritual, emosional, intelektual, kinestetik, sosial, lingkungan, ekonomik, teknologi, seni-budaya.
11. Alumni: memperoleh pengalaman pendidikan yang holistik dalam membangun kebahagiaan hidup yang dilandasi dengan kesadaran atman, prana, angga sarira sebagai modal THK.