• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Pengumpulan Data

4.4 Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis adalah pengujian data statistik untuk mengetahui data yang diajukan dapat diterima atau ditolak. Sebelum melakukan uji hipotesis, terlebih dahulu menguji tingkat hubungan antara kedua variabel yang dikorelasikan, dengan menggunakan rumus Koefisien Korelasi oleh Spearman yaitu:

rho = ) 1 ( 6 1 2 2 − −

N N d

Dengan menggunakan analisis Spearman melalui aplikasi SPSS 17.0, maka diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 4.29 Uji Korelasi lama maktu menonton tv sehari memberi informasi Spearman's rho lama maktu menonton

tv sehari Correlation Coefficient 1.000 .746** Sig. (2-tailed) . .000 N 97 97

memberi informasi Correlation Coefficient

.746** 1.000

Sig. (2-tailed) .000 .

N 97 97

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Berdasarkan hasil korelasi Spearman pada tabel 4.29 di atas, maka diketahui besar korelasi koefisien Spearman (rho) adalah 0,746. Berdasarkan skala Guilford, hasil 0,746 menunjukkan hubungan tinggi yang kuat. Tanda korelasi pada koefisien korelasi menghasilkan + 0,746, yang menunjukkan arah hubungan yang sama antara variabel X dan variabel Y. Dengan kata lain, hal ini berarti semakin sering responden menyaksikan tayangan Barclays Premier League semakin terpenuhi kebutuhan informasi. Sebaliknya sedikit responden menonton tayangan Barclays Premier League maka sedikit pula informasi yang terpenuhi.

Signifikansi hasil korelasi dapat dilihat berdasarkan perbandingan nilai probabilitas dan tanda */** (flag of significant ) diberikan SPSS. Jika probabilitas > 0,005, maka Ha ditolak, jika probabilitas < 0,005 maka Ha diterima. Pada bagian output korelasi di atas terlihat pasangan data yang berkorelasi secara signifikan, yaitu antara pengaruh tayangan Barclays Premier League terhadap pemenuhan kebutuhan informasi (probablilitas 0,001 yang lebih kecil dari 0,005 atau 0,001 < 0,005).

Berdasarkan analisis di atas, dapat dirangkum bahwa hasil uji hipotesis pada penonton tayangan Barclays Premier League adalah 0,746. Sesuai kaidah dalam Spearman rs koefisien bahwa jika rs > 0 maka hipotesis diterima. Signifikan korelasi diketahui dari probabilitas yang lebih kecil dari 0,005 (0,001 < 0,005) dan tanda ** (flag of significant) yang menunjukkan kedua variabel berkorelasi secara signifikan, maka hubungannya adalah signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima dan hubungannya signifikan.

4.5 Pembahasan

Uses and gratifications meneliti kebutuhan secara psikologis dan sosial yang menimbulkan harapan tertentu dari media massa atau sumber-sumber lainnya. Uses and gratifications ini juga menentukan fungsi komunikasi massa dalam melayani khalayak. Kebutuhan khalayak pertama kali dijelaskan oleh Laswell (1948) disajikan dalam bentuk fungsi media atau kepuasan kemudian diteruskan oleh Mc.Quail, Blumler dan Brown (Severin and Tankard, 2007:272) berdasarkan tipologi tersebut, adapun empat kategori pemuasan kebutuhan yakni :

- Hiburan (beralih dari rutinitas, melepaskan perasaan emosional).

- Hubungan Pribadi (kebutuhan sosial akan informasi dalam percakapan, pengganti media untuk hubungan persahabatan).

- Integrasi sosial (media memberikan substitusi dan dengan diperolehnya informasi tersebut daat digunakan di lingkungan sosial).

- Pengawasan ( informasi tentang hal sesuatu yang dapat menimbulkan efek atau menolong seseorang untuk melakukan atau menyelesaikan sesuatu).

Untuk setiap kegiatan menonton televisi terutama pada tayangan Barclays Premier League setiap penonton mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda termasuk

orientasi kognitif yang mereka miliki. Kebutuhan manusia harus dipenuhi sehingga melahirkan harapan- harapan terhadap media untuk menampilkan informasi dan hiburan. Tayangan Barclays Premier League menyediakan berbagai macam hiburan dan informasi untuk memenuhi kebutuhan penggunanya,

Tayangan Barclays Premier League menyediakan pertandingan liga Inggris secara rutin di akhir pekan. Waktu yang biasa banyak orang habiskan untuk keluarga atau teman dekat. Namun, penonton tayangan Barclays Premier League lebih memilih menyaksikan pertandingan liga Inggris untuk mendapatkan hiburan.

Variabel anteseden merupakan karakteristik responden secara umum yang ikut disajikan dalam penelitian ini untuk dapat mengetahui latar belakang penonton tayangan Barclays Premier League dan hal ini meliputi jenis kelamin, usia, hobi. Dari variabel anteseden dapat dijelaskan penonton tayangan Barclays Premier League yang paling banyak adalah laki-laki (66%) daripada perempuan (34%) serta memiliki hobi yang hampir sama yaitu mayoritas pada olahraga (49.6%).

Motif diperoleh dari bentuk media yang ditawarkan kepada khalayak, jika media itu menarik perhatian yang lebih maka khalayak pun memiliki hasrat untuk menggunakan media tersebut. Berbagai motif membuat khalayak berkeinginan untuk menonton tayangan Barclays Premier League mulai memberi informasi (50.5%), yang membuat mereka menonton tayangan Barclays Premier League.

Variabel dipengaruhi dalam penelitian in adalah kepuasaan khalayak setelah menyaksikan tayangan Barclays Premier League. Hasil penelitian ini menunjukkan, responden yang merupakan penduduk perumahan Johor Indah Permai merasakan tayangan Barclays Premier League memberikan informasi seputar pemain favorite (63.9%). Responden merasakan tayangan ini dapat menjadi media informasi bagi penonton untuk mengetahui informasi lebih mendalam mengenai pemain favorite mereka. Ulasan yang sering ditampilkan sebelum laga, pada saat laga berlangsung dan pada akhir laga menjadi media informasi bagi responden untuk meng-update informasi seputar pemain favoritenya.

Responden juga merasakan bahwa tayangan Barclays Premier League memberi informasi seputar klub favorite (54.6%), merk sponsor klub (56.7%), pemain yang

menjadi pencetak gol terbanyak (top skor)(58.8%), pemain berbakat (55.7%) dan pelatih klub (56.7%). Responden merasakan informasi seputar pemain, pelatih dan klub favorite mereka bisa didapatkan dengan menonton tayangan Barclays Premier League.

Perbincangan seputar informasi Barclays Premier League juga memberi kesempatan responden untuk memperluas teman. Hasil penelitian menunjukkan tayangan Barclasy Premier League dapat memperluas teman responden (49.5%). Hal ini disebabkan oleh kesamaan hobi dan pengetahuan yaitu menonton tayangan Barclays Premier League.

Bab V Penutup 5.1 Kesimpulan

Kesimpulan berikut ini adalah hasil penelitian yang peneliti peroleh dari analisa tabel tungal serta tabel silang, maka diperoleh hasil penelitian ini yaitu sebagai berikut:

1. Tayangan Barclays Premier League menyediakan berbagai informasi seputar liga Inggris yaitu informasi pemain favorite, klub favorite, merk sponsor klub, pemain berbakat, pelatih dan harga kontrak pemain.

2. Responden yang merupakan penduduk Perumahan Johor Indah Permai merasakan bahwa tayangan Barclays Premier League dapat memenuhi kebutuhan informasi seputar liga Inggris. Informasi seputar pemain favorite (63.9%), klub favorite (54.6%), merk sponsor klub (56.7%), pemain yang menjadi pencetak gol terbanyak (top skor)(58.8%), pemain berbakat (55.7%) dan pelatih klub (56.7%).

3. Tayangan Barclays Premier League tidak hanya memberikan informasi seputar liga Inggris. Hasil penelitian menunjukkan responden meyakini tayangan ini dapat memperluas teman dan menunjukkan karakter. Teman yang didapatkan responden berkaitan erat dengan lokasi menonton. Penunjukkan karakter lebih dekat kepada informasi yang telah didapatkan setelah menonton tayangan ini. 4. Penggunaan media televisi pada tayangan Barclays Premier League

memberikan informasi, memperluas teman dan menunjukkan karakter masyarakat Perumahan Johor Indah Permai.

5.2 Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan yang telah peneliti peroleh selama melakukan penelitian, maka peneliti memiliki saran sebagai berikut :

1. Tayangan Barclays Premier League sebagai tayangan olahraga favorite penduduk perumahan Johor Indah Permai hanya mengedepankan fungsi hiburan sehingga tidak menonjolkan efek pendidikan sama sekali terutama bagi sepakbola Indonesia.

2. Tayangan ini juga menimbulkan sifat konsumtif bagi responden. Begitu banyaknya iklan dalam pertandingan liga Inggris menjadi stimulus penonton untuk membeli barang – barang mewah seperti sepatu, baju klub (jersey) dan pernak-pernik lain.

3. Bagi peneliti lain, efek menonton dalam komunitas klub penggemar liga Inggris mungkin bisa menjadi masalah lain dari tayangan Barclays Premier League.

Dokumen terkait