Investasi
Investasi merupakan salah satu cara percepatan pertumbuhan perekonomian yang dapat diandalkan oleh Kota Bekasi, mengingat penanaman modal oleh pihak swasta akan turut mendorong pertumbuhan sektor-sektor lain dimana trickle down effect yang dihasilkan oleh pertumbuhan investasi yang positif sangatlah besar dan memberikan manfaat yang baik bagi Kota Bekasi.Pertumbuhan investasi di Kota Bekasi dapat dilihat melalui beberapa indikator, indikator pertama untuk mengukur tingkat pertumbuhan invetasi di Kota Bekasi adalah jumlah pemohon Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) setiap tahunnya.
Tabel 2.34
Perkembangan Jumlah Perusahaan Yang Mendapat SIUP Di Kota Bekasi Tahun 2009-2013
Uraian 2009 2010 2011 2012 2013 Januari 208 331 - 227 82 Februari 200 437 535 469 360 Maret 252 395 225 353 364 April 259 394 395 298 392 Mei 227 251 388 339 384 Juni 246 316 280 112 304 Juli 235 205 316 435 373 Agustus 217 286 217 266 151 September 223 124 197 245 257 Oktober 184 280 299 364 279 Nopember 256 347 210 364 324 Desember 489 287 277 517 447 Jumlah 2.996 3.653 3.339 3.989 3.717
Sumber: Kota Bekasi Dalam Angka 2014.
Sejak tahun 2009 hingga tahun 2013, pemohon SIUP mengalami peningkatan total sebanyak 721 buah (24,07 persen), yaitu dari 2.996 buah menjadi 3.717 buah. Pada tahun 2009 ke
2010 terjadi peningkatan pemohon SIUP sebesar 21,93 persen, tahun 2010 ke tahun 2011 terjadi penurunan 8,6 persen, tahun 2011 ke 2012 meningkat 19,47 persen, dan dari 2012 ke 2013 turun 6,82 persen.
Selain melalui jumlah pemohon perizinan usaha, indikator lain yang dapat digunakan untuk melihat perkembangan investasi di Kota Bekasi adalah nilai investasi dari masing-masing kategori industri yang terdapat di Kota Bekasi. Tabel 2.35 menunjukkan nilai investasi dari masing-masing kategori industri di Kota Bekasi selama kurun waktu 2008-2013.
Tabel 2.35
Nilai Investasi Berdasarkan Kategori Industri di Kota Bekasi Tahun 2008-2013
Tahun Industri Logam, Mesin, dan Elektronika
Industri Agro dan
Hasil Hutan Industri Kimia
2008 120.790.972.000 14.466.090.000 33.675.920.000 2009 60.364.363.480 827.365.165.423 428.294.864.572 2010 81.553.560.000 96.089.703.000 76.939.250.000 2011 45.511.400.000 43.019.916.000 57.500.000.000 2012 73.520.057.664 38.525.235.200 47.381.500.000 2013 58.997.211.890 29.460.238.000 44.060.216.000
Sumber: KBDA Kota Bekasi 2014, BKPMD Kota Bekasi, 2014.
Pada Tabel 2.35 tersebut terlihat bahwa dalam kurun waktu tahun 2008 hingga tahun 2013 terjadi peningkatan jumlah invetasi yang sangat signifikan pada kategori industri kimia dimana pada tahun 2008 nilai investasi pada jenis industri ini hanya berjumlah Rp 33.675.920.000 sedangkan pada tahun 2013 nilai investasi pada jenis industri ini mencapai Rp 44.060.216.000.
Begitu pula trend pada jenis industri agro dan hasil hutan yang mengalami peningkatan dalam kurun waktu tahun 2008 hingga tahun 2013. Namun di lain pihak, justru terjadi penurunan nilai invetasi pada jenis industri logam, mesin dan elekronika dimana pada tahun 2008 nilai investasinya mencapai Rp 120.790.972.000 sedangkan pada tahun 2013 menurun menjadi Rp 58.997.211.890.
2.5. Gambaran Capaian RPJMD Tahun 2008-2013
Sebagai informasi awal, berikut disampaikan gambaran capaian RPJMD Kota Bekasi periode sebelumnya, yaitu tahun 2008-2013. Untuk itu dalam subbab ini perlu disampaikan review atas informasi dimaksud, yang secara representatif dapat dicermati dari Laporan Kinerja Pertanggung Jawaban (LKPJ) tahun terakhir pada periode tersebut, yaitu LKPJ Kepala Daerah Tahun 2013.
LKPJ Walikota Bekasi Tahun Anggaran 2013 kiranya dapat disikapi dan ditindaklanjuti secara bijaksana dan komprehensif sejalan dengan perkembangan situasi dan kondisi Kota Bekasi yang dinamis. Situasi dan kondisi tersebut cukup berpengaruh dalam pelaksanaan tugas-tugas yang diamanatkan kepada Walikota dan Wakil Walikota terpilih periode 2013-2018. Selain itu, selama kurun waktu berjalan, perubahan paradigma pemerintahan dan peraturan perundang-undangan turut pula mempengaruhi kebijakan daerah dalam berbagai aspek penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Namun berkat kemauan, kerja keras dan loyalitas aparatur penyelenggara pemerintahan Kota Bekasi dan didukung peran serta seluruh komponen masyarakat, para wakil rakyat, instansi vertikal terkait, berbagai program dan kegiatan dapat terlaksana dan diupayakan menyentuh ke seluruh lapisan masyarakat.
Program dan kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2013 merupakan pencerminan dari RPJMD Kota Bekasi Tahun 2008-2013. Berbagai program prioritas dilaksanakan dalam upaya meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Kota Bekasi dengan mengakomidir berbagai aspirasi dan kepentingan masyarakat melalui proses perencanaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Program prioritas pendidikan dan kesehatan merupakan salah satu program prioritas yang harus diupayakan peningkatannya pada tahun anggaran yang akan datang baik dari segi anggaran maupun kualitas pengelolaan dan pelaksanaannya sehingga mutu dan pelayanan pendidikan dan kesehatan semakin meningkat dalam rangka mewujudkan ”Bekasi Sehat, Cerdas dan Ihsan” yang
kemudian disempurnakan dalam Visi Pembangunan Kota Bekasi 2013-2018, yaitu “Bekasi Maju, Sejahtera, dan Ikhsan”. Terhadap program dan kegiatan yang belum terealisasi dengan maksimal menjadi bahan pertimbangan sebagai program prioritas pada tahun yang akan datang.
Sebagai tambahan, perlu diinformasikan bahwa selama Tahun Anggaran 2013 Pemerintah Kota Bekasi mendapatkan apresiasi dalam penyelenggaraan Pemerintahan melalui prestasi atau raihan penghargaan sebagai berikut:
1. Penghargaan 20 besar kota/kabupaten se-Indonesia penerima Indonesia Digital Society Award (ISDA) dalam Kategori Overall-Society dari Kementerian Komunikasi dan Informasi RI;
2. Juara Harapan 2 Pelayanan Informasi melalui Website Pemerintah dalam Anugerah Media Humas 2013 dari Kementerian Komunikasi dan Informasi RI;
3. Peringkat Pertama Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dari Kementerian Dalam Negeri RI;
4. Penghargaan atas prestasi dalam Akuntabilitas Kinerja (AKIP) dengan Predikat nilai “CC” (cukup baik/memadai) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI;
5. Penghargaan BMPS Pusat terkait Penerapan PPDB Online 100%;
6. Pemenang Utama Indonesia Road Safety Award 2013 untuk kategori Kota Metropolitan;
7. Penghargaan sebagai Badan Publik Terbaik ke-3 dalam Pelaksanaan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik oleh Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat;
8. Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Terbaik 2 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat;
9. Penghargaan Penyelenggaran Terpadu Satu Pintu (PTSP) Terbaik Ke 2 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat;
10. Penghargaan Terbaik Klaster 2 Managemen Kepegawaian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat;
11. Juara 2 Lomba Road Safety Partnership Action dari Dirlantas Polda Metro Jaya;
12. Juara 1 Gelar Teknologi Tepat Guna dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat; dan
13. Penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) kepada Dr. H. Rahmat Effendi sebagai Walikota Bekasi atas Rekor Kota yang Memiliki Gugus Tugas Perlindungan Anak Tingkat RT/RW terbanyak.